Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

Tiba-tiba Edward menahan senyumnya yang nyaris terkuak. “Alice tidak melihatmu di lapangan, Bella. Dia melihatmu tersaruk-saruk di tengah hutan, tersesat. Kau takkan bisa menemukan kami; kau hanya akan membuatku membuang banyak waktu untuk mencarimu sesudahnya.”

Aku berusaha tetap bersikap setenang Edward. “Itu karena Alice tidak memperhitungkan faktor Seth Clearwater,” ujarku sopan. “Kalau dia memperhitungkan hal itu, tentu saja dia tidak akan bisa melihat apa-apa sama sekali. Tapi kedengarannya Seth juga ingin berada di medan pertempuran, sama sepertiku. Jadi pasti tidak terlalu sulit membujuknya untuk menunjukkan jalan padaku.”

Amarah melintas di wajah Edward, kemudian ia menarik napas dalam-dalam dan menenangkan diri. “Mungkin saja itu bisa berhasil… kalau kau tidak memberitahuku. Sekarang. aku tinggal meminta Sam memberi perintah khusus kepada Seth. Biarpun ingin, Seth tidak mungkin bisa mengabaikan perintah semacam itu.”

Aku tetap menyunggingkan senyum ceria. “Tapi untuk apa Sam memberi perintah semacam itu?” Kalau aku bilang padanya kehadiranku di sana justru akan membantu?”

Berani bertaruh, Sam pasti lebih suka meluluskan permintaanku daripada permintaanmu.”

Edward berusaha keras menahan diri lagi. “Mungkin kau benar. Tapi aku yakin Jacob pasti juga bersedia memberi perintah yang sama.”

Keningku langsung berkerut. “Jacob?”

“Jacob orang kedua. Pernahkah dia memberitahumu hal itu? Perintahnya juga harus ditaati.”

Edward berhasil membungkam perlawananku, dan melihat senyumannya, ia pun tahu itu. Keningku berkerut. Jacob pasti bakal berpihak kepada Edward,dalam urusan yang satu ini,aku betul-betul yakin. Dan Jacob tidak pernah memberi tahu hal itu padaku.

Edward memanfaatkan kebingungan sesatku dengan meneruskan kata-katanya dengan nada kalem dan menenangkan yang mencurigakan itu.

“Aku mendapat kesempatan melihat ke dalam pikiran kawanan itu semalam. Ternyata lebih seru daripada cerita sinetron. Aku sama sekali tidak mengira betapa kompleksnya situasi dalam sebuah kawanan yang begitu besar. Bagaimana keinginan individual harus berhadapan dengan keinginan kelompok… Menarik sekali.”

Edward jelas-jelas berusaha mengalihkan pikiranku. Kupelototi ia dengan galak.

“Jacob menyimpan banyak rahasia.” kata Edward sambil nyengir.

Aku tidak menyahut, aku terus saja memelototinya, mempertahankan argumenku dan menunggu peluang.

“Misalnya saja, kau lihat tidak serigala abu-abu kecil yang ada di sana semalam?”

Aku mengangguk kaku.

Edward terkekeh. “Mereka sangat memercayai legenda. Tapi ternyata, terjadi banyak hal baru yang dalam kisahkisah itu justru tidak pernah ada.”

Aku mengembuskan napas. “Oke, kumakan umpanmu. Apa maksudmu sebenarnya?”

“Mereka selalu menerima tanpa ragu bahwa hanya cucu lelaki langsung serigala aslilah yang memiliki kemampuan untuk berubah.”

“Jadi ada seseorang yang bukan cucu lelaki langsung yang berubah?”

“Ya. Tapi dia memang cucu perempuan langsung.”

Aku berkedip, mataku membelalak, “Perempuan?”

Edward mengangguk. “Dia mengenalmu. Namanya Leah Clearwater.”

“Jadi Leah juga werewolf!” pekikku. “Apa?” Sudah berapa lama Kenapa Jacob tidak memberitahuku?”

“Ada hal-hal yang tidak boleh dia ceritakan kepada siapa pun, misalnya saja, berapa jumlah mereka. Seperti kukatakan tadi, kalau Sam memberi perintah, kawanan itu tidak bisa tidak mematuhi. Jacob sangat berhati-hati untuk memikirkan hal-hal lain bila dia berada di dekatku. Tentu saja, setelah semalam, semuanya terbuka lebar.”

“Aku tidak percaya. Leah Clearwater!” Mendadak aku ingat Jacob pernah bercerita tentang Leah dan Sam, serta bagaimana Jacob mendadak bersikap seolah-olah ia sudah kelepasan omong, setelah berkata Sam harus menatap mata Leah setiap hari dan tahu ia telah melanggar semua janjinya sendiri… Leah di tebing. setetes air mata berkilau di pipinya ketika Quil Tua berbicara tentang beban dan pengorbanan yang dipikul anak-anak lelaki suku Quileute… Dan Billy yang mendadak jadi sering bertandang ke rumah Sue karena ia memiliki masalah dengan anak-anaknya… dan masalah itu ternyata bahwa kedua anaknya sekarang menjadi werewolf!

Sebelumnya aku tidak begitu memikirkan Leah Clearwater, hanya ikut sedih karena ayahnya, Harry, meninggal dunia, kemudian merasa kasihan padanya waktu Jacob menceritakan padaku tentang kisah cintanya, berapa proses imprint aneh antara Sam dan sepupunya Emily telah menghancurkan hati Leah.

Dan sekarang ia menjadi anggota kawanan Sam, mendengar pikiran-pikirannya… dan tak bisa menyembunyikan pikirannya sendiri.

Aku paling tidak menyukai bagian yang itu. Jacob pernah berkata. Semua yang membuatmu malu, terpampang jelas dan bisa diketahui semua orang.

“‘Kasihan Leah.” bisikku.

Edward mendengus. “Dia membuat hidup jadi sangat tidak menyenangkan bagi yang lain-lain. Aku tak yakin dia pantas mendapat simpatimu.”

“Apa maksudmu?”

“Ini saja sudah sulit bagi mereka, saling mengetahui pikiran masing-masing. Sebagian besar berusaha bekerja sama, untuk lebih memudahkan keadaan. Karena jika satu orang saja sengaja bersikap jahat, semua ikut merasakan sakitnya.”

“Leah punya alasan kuat untuk itu,” gumamku, masih memihak Leah.

“Oh, aku tahu.” ucap Edward. “Keharusan imprint adalah satu hal teraneh yang pernah kusaksikan seumur hidupku. padahal aku sudah melihat hal-hal yang benarbenar aneh.”

Edward menggeleng-geleng takjub. “Saat menggambarkan bagaimana Sam terikat kepada Emily-nya

– atau mungkin lebih tepat kukatakan Sam-nya Leah. Sam benar-benar tidak punya pilihan. Itu mengingatkanku pada cerita A Midsummer Night’s Dream ketika semua kekacauan disebabkan mantra cinta para peri… seperti sihir saja.”

“Kasihan Leah,” ujarku lagi. “Tapi apa maksudmu. bersikap jahat?”

“Leah terus-menerus memikirkan hal-hal yang lebih suka mereka lupakan.” Edward menjelaskan. “Misalnya saja, soal Embry.”

“Memangnya ada apa dengan Embry?” tanyaku, terkejut.

“Ibunya pindah dari reservasi Makah tujuh belas tahun lalu, saat Embry masih dalam kandungan. Ibunya bukan suku Quileute. Semua orang berasumsi ibu Embry meninggalkan ayahnya bersama suku Makah. Tapi kemudian Embry bergabung dengan kawanan serigala.”

“Lantas?”

“Jadi, kandidat utama ayah Embry adalah Quit Ateara, St Joshua Uley, atau Billy Black, yang semuanya masih beristri saat itu, tentu saja.”

“Ah, yang benar,” aku terkesiap. Edward benar, persis seperti cerita sinetron.

“Sekarang Sam, Jacob, dan Quil bertanya-tanya siapa di antara mereka yang memiliki saudara seayah. Mereka semua berharap Sam-lah saudara seayah Embry, karena bisa dibilang ayah Sam memang tidak baik. Tapi keraguan itu selalu ada. Jacob sendiri tidak berani bertanya kepada Billy tentang hal itu.”

“Wow. Bagaimana kau bisa tahu sebanyak itu hanya dalam satu malam?”

“Pikiran kawanan itu menakjubkan. Semua berpikir bersama, sekaligus sendiri-sendiri pada saat bersamaan. Banyak sekali yang bisa dibaca!”‘

Nadanya terdengar sedikit menyesal seperti orang yang terpaksa berhenti membaca buku yang bagus sebelum klimaks.

Aku tertawa.

“Kawanan itu memang menakjubkan,” aku sependapat.

“Hampir sama menakjubkannya denganmu saat berusaha mengalihkan pikiranku.”

Ekspresi Edward kembali berubah sopan,wajah datar yang sempurna.

“Aku harus berada di sana, Edward.”

“Tidak,” tukas Edward dengan nada tegas yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Saat itulah sebuah ide muncul di benakku.

Sebenarnya aku tidak perlu berada di lapangan itu. Aku hanya perlu berada di tempat yang sama dengan Edward.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.