Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

“Maria pandai menilai karakter orang. Dia memutuskan untuk menugaskanku mengetuai anggota-anggota lain – seolah-olah aku dipromosikan. Itu sangat sesuai dengan sifat asliku. Jumlah korban menurun drastis, dan jumlah kami membengkak hingga mendekati dua puluh.

“Ini jumlah yang luar biasa mengingat pada masa itu kami harus sangat berhati-hati. Meski belum terdefinisikan, kemampuanku mengendalikan atmosfer emosional di sekitarku, sangatlah efektif. Sebentar saja kami mulai bekerja sama dalam cara yang tidak pernah dilakukan para vampir baru sebelumnya. Bahkan Maria, Nettie, dan Lucy bisa lebih mudah bekerja sama.

“Maria sangat sayang padaku – dia mulai bergantung padaku. Dan, dalam beberapa hal, bisa dibilang aku benarbenar memujanya. Aku sama sekali tidak tahu cara hidup lain itu mungkin. Maria memberi tahu kami seperti inilah keadaannya, dan kami percaya.

“Dia memintaku memberi tahu kapan saudara-saudara lelakiku dan aku siap bertempur, dan aku bersemangat ingin membuktikan diri. Akhirnya aku berhasil menghimpun pasukan beranggotakan 23 orang – 23 vampir baru yang sangat kuat, terorganisir, dan terlatih, tidak seperti pasukanpasukan lain sebelumnya. Maria girang bukan main.

“Kami bergerak diam-diam menuju Monterrey, daerah asal Maria dulu, dan dia melepas kami untuk menghadapi musuh-musuhnya. Waktu itu mereka hanya punya sembilan vampir baru, serta sepasang vampir tua yang mengendalikan mereka. Kami mengalahkan mereka lebih mudah daripada yang bisa dipercaya Maria, dan hanya kehilangan empat anggota. Margin kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dan kami semua terlatih dengan baik. Kami melakukannya tanpa menarik perhatian. Kota berpindah tangan tanpa satu manusia pun menyadarinya.

“Kesuksesan membuat Maria serakah. Tak lama kemudian dia mulai melirik kota-kota lain. Tahun pertama itu dia memperluas kendalinya untuk menguasai sebagian besar Texas dan sebelah utara Meksiko. Kemudian vampirvampir lain datang dari Selatan untuk menggulingkannya.

Jasper mengusapkan dua jari di sepanjang pola samar bekas luka di lengannya.

“Pertempurannya sengit. Banyak yang mulai waswas keluarga Volturi bakal kembali. Dari 23 anggota asli, akulah satu-satunya yang selamat dalam delapan belas bulan pertama. Kami menang dan kalah. Nettie dan Lucy akhirnya berbalik melawan Maria – tapi dalam pertempuran itu kami menang.

“Maria dan aku berhasil mempertahankan Monterrey. Suasana sedikit tenang, walaupun perang terus berlanjut. Keinginan menguasai sudah tidak ada; kebanyakan hanya keinginan membalas dendam dan bermusuhan. Banyak sekali yang kehilangan pasangan, dan itu adalah hal yang tidak bisa dimaafkan kaum kami…

“Maria dan aku selalu menyiapkan kira-kira selusin vampir baru untuk berjaga-jaga. Mereka tidak berarti bagi kami – mereka hanya pion, bisa digonta-ganti. Kalau sudah tidak berguna lagi, kami benar-benar membuang mereka. Hidupku berlanjut dalam pola kekerasan dan tahun-tahun pun berlalu. Aku muak pada semua itu untuk waktu yang sangat lama sebelum ada perubahan…

“Beberapa dekade kemudian aku menjalin persahabatan dengan vampir baru yang tetap berguna dan selamat melewati tiga tahun pertamanya meskipun kemungkinannya sangat kecil. Namanya Peter. Aku menyukai Peter; dia .. beradab-kurasa itulah istilah yang tepat. Dia tidak suka bertarung, walaupun dia bisa melakukannya dengan baik.

“Dia ditugaskan menangani para vampir baru – menjaga mereka, bisa dibilang begitu. Itu tugas yang berat.

“Kemudian tiba saatnya melakukan pembersihan lagi. Kekuatan para vampir baru itu sudah habis; sudah waktunya mereka diganti. Peter seharusnya membantu aku menyingkirkan mereka. Kami menghabisi mereka secara individu, kau mengerti kan, satu per satu. Tugas itu sangat berat. Kali ini dia berusaha meyakinkan aku ada beberapa yang memiliki potensi, tapi Maria sudah menginstruksikan agar kami menghabisi mereka semua. Jadi kubilang tidak padanya.

“Kira-kira baru setengah perjalanan, aku bisa merasakan tugas semacam ini mulai membebani batin Peter. Aku sedang menimbang-nimbang apakah sebaiknya aku menyuruhnya pergi saja dan menyelesaikan tugas ini sendirian waktu aku memanggil korban berikutnya. Yang mengagetkan, Peter tiba-tiba marah, mengamuk. Aku bersiap-siap menghadapi suasana hati apa pun yang mungkin dibayangkannya – dia petarung hebat, tapi dia bukan tandinganku.

“Vampir baru yang kupanggil wanita, baru saja melewati tahun pertamanya. Namanya Charlotte. Perasaan Peter berubah begitu wanita itu muncul; perasaan itulah yang membuatku mengetahui niat Peter sesungguhnya. Peter berteriak, menyuruh wanita itu lari, lalu dia sendiri menyusul. Sebenarnya aku bisa saja mengejar mereka, tapi itu tidak kulakukan. Aku merasa… enggan menghabisinya.

“Maria kesal padaku gara-gara itu…

“Lima tahun kemudian Peter diam-diam kembali menemuiku. Waktu yang dia pilih untuk kembali sungguh tepat.

“Maria bingung melihat pikiranku yang semakin memburuk. Dia tidak pernah sedikit pun merasa depresi, dan aku sendiri penasaran kenapa aku berbeda. Aku mulai menyadari perubahan emosinya bila Maria berada di dekatku – kadang-kadang ada perasaan takut… dan benci – perasaan yang sama yang memberiku peringatan dini waktu Nettie dan Lucy menyerang. Aku sedang bersiap-siap menghabisi satu-satunya sekutuku, inti eksistensiku, waktu Peter kembali.

“Peter menceritakan kehidupan barunya bersama Charlotte, menceritakan opsi-opsi yang sebelumnya tak pernah terbayangkan bisa kumiliki. Selama lima tahun mereka tidak pernah berperang, walaupun mereka bertemu banyak vampir lain di Utara. Vampir-vampir lain yang bisa hidup berdampingan tanpa bertempur terus-menerus.

“Dalam obrolan itu, dia berhasil meyakinkanku. Aku siap pergi, dan entah mengapa lega karena tidak harus membunuh Maria. Aku sudah menjadi pendampingnya selama sekian tahun. hampir selama Carlisle dan Edward, namun ikatan batin kami tidak sekuat mereka. Kalau kau hidup untuk bertarung, untuk pertumpahan darah, hubungan yang terbentuk sangat rentan dan mudah dihancurkan. Aku pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.

“Aku berkelana bersama Peter dan Charlotte selama beberapa tahun, menjajaki dunia baru yang lebih damai ini. Tapi depresiku tak kunjung hilang. Aku tidak mengerti apa yang salah dengan diriku, sampai Peter menyadari perasaan depresi itu semakin menjadi-jadi setiap kali aku selesai berburu.

“Aku merenung memikirkannya. Sekian tahun membantai dan membunuh, aku nyaris kehilangan semua rasa perikemanusiaanku. Tak diragukan lagi aku adalah mimpi buruk, monster paling kejam. Meski begitu, setiap kali aku menemukan korban manusia lain, aku kembali teringat kehidupanku yang dulu. Ketika melihat mereka membelalak takjub pada ketampananku, aku seperti bisa melihat Maria dan yang lain-lain dalam pikiranku, bagaimana mereka terlihat olehku pada malam terakhir aku menjadi Jasper Whitlock. Perasaan itu lebih kuar bagiku – kenangan buruk ini – daripada bagi orang lain. karena aku bisa merasakan semua yang dirasakan calon korbanku. Dan aku merasakan emosi mereka waktu aku membunuh mereka,

“Kau sudah pernah mengalami sendiri bagaimana aku bisa memanipulasi emosi di sekitarku, Bella. tapi aku tak tahu apakah kau sadar perasaan-perasaan yang ada dalam ruangan itu juga mempengaruhiku. Setiap hari aku hidup dalam iklim emosi. Selama seabad pertama kehidupanku; aku hidup di dunia yang dipenuhi aksi balas dendam yang haus darah. Kebencian adalah pendamping terapku. Kebencian itu sedikit berkurang setelah aku meninggalkan Maria, tapi aku masih harus merasakan kengerian dan ketakutan korbanku.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.