Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

Mata Jasper menerawang jauh.

“Begitulah kau berubah,” Kesadaranku hanya berupa bisikan.

“Ya,” Jasper membenarkan. “Waktu aku masih menjadi manusia, aku tinggal di Houston, Texas. Umurku hampir tujuh belas waktu aku bergabung dengan Tentara Konfederasi di tahun 1861. Aku berbohong pada bagian penerimaan dan mengatakan umurku dua puluh. Aku tinggi, jadi mereka percaya.

“Karier militerku hanya berumur pendek, tapi sangat menjanjikan. Orang-orang selalu… menyukaiku, mendengarkan apa yang kukatakan. Kata ayahku, itu karena aku punya karisma. Tentu saja, sekarang aku tahu mungkin itu karena hal lain. Namun, apa pun alasannya, aku cepat mendapat promosi, mengalahkan tentara-tentara lain yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Tentara Konfederasi masih baru dan berusaha mengorganisir diri, jadi itu memberiku kesempatan untuk maju. Saat pertempuran pertama di Galveston – well, sebenarnya lebih tepat disebut kerusuhan – akulah mayor termuda di Texas, bahkan tanpa menyebutkan umurku sesungguhnya.

“Aku diserahi tanggung jawab mengevakuasi wanita dan anak-anak dari kota ketika kapal-kapal mortar Union sampai di pelabuhan, Diperlukan waktu satu hari untuk menyiapkan mereka, kemudian aku berangkat bersama rombongan rakyat sipil pertama untuk membawa mereka ke Houston.

“Aku masih ingat malam itu dengan sangat jelas.

“Kami sampai di kota setelah hari gelap. Aku tidak berlama-lama di sana, hanya sampai aku bisa memastikan seluruh anggota rombongan dalam keadaan aman. Setelah semua urusanku selesai, aku mengganti kudaku dengan kuda baru, lalu kembali ke Galveston. Tidak ada waktu untuk beristirahat.

“Baru satu setengah kilometer meninggalkan kota, aku menemukan tiga wanita berjalan kaki. Asumsiku, mereka gelandangan dan aku langsung turun dari kuda untuk menawarkan bantuan. Tapi waktu aku melihat wajah mereka dalam keremangan cahaya bulan, aku terperangah sampai tak bisa berkata-kata. Mereka, tak diragukan lagi, merupakan tiga wanita paling cantik yang pernah kulihat.

“Kulit mereka sangat pucat, aku ingat sampai terkagumkagum melihatnya. Bahkan gadis kecil berambut hitam, yang dari garis-garis wajahnya kentara sekali orang Meksiko, tampak bagaikan porselen dalam cahaya bulan. Kelihatannya mereka masih muda, mereka semua, masih pantas disebut gadis. Aku tahu mereka bukan anggota rombongan kami yang tersesat. Aku pasti ingat kalau pernah melihat mereka bertiga.

“’Dia sampai tidak sanggup bicara,’ kata gadis yang paling tinggi dengan suara merdu mengalun – suaranya seperti genta angin. Rambutnya berwarna terang, dan kulitnya seputih salju.

“Gadis yang lain juga pirang, kulitnya juga putih bersih. Wajahnya seperti malaikat. Gadis itu mencondongkan tubuh ke arahku dengan mata separuh tertutup dan menarik napas dalam-dalam.

“’Mmm,’ gumamnya. ‘Menyenangkan.’

“Gadis yang kecil, si mungil berambut cokelat, memegang lengan gadis itu dan berbicara cepat sekali. Suaranya terlalu lirih dan merdu untuk terdengar ketus, tapi sepertinya itulah yang dia maksudkan.

“’Konsentrasi, Nettie,’ begitu katanya.

“Aku memiliki kemampuan merasakan bagaimana orang-orang saling berhubungan, jadi aku langsung tahu gadis berambut cokelat itulah pemimpinnya. Kalau di militer, bisa dibilang gadis itu lebih tinggi pangkatnya dibandingkan yang lain.

“’Kelihatannya dia orang yang tepat – muda, kuat, seorang tentara…’ Si rambut cokelat terdiam, dan aku mencoba berbicara, tapi tidak bisa. ‘Dan ada satu lagi… kalian bisa menciumnya?’ tanyanya kepada dua gadis yang lain. ‘Dia… memikat.’”

“’Oh, ya,’ Nettie langsung setuju, mencondongkan tubuh ke arahku lagi.

“‘Sabar,’ si rambut cokelat mengingatkan. Aku ingin mempertahankan yang satu ini.’

“Nettie mengerutkan kening; sepertinya kesal.

“‘Sebaiknya kau saja yang melakukannya, Maria; si pirang tinggi berkata lagi. ‘Kalau dia penting bagimu. Soalnya, aku membunuh sama seringnya seperti aku mempertahankan mereka.’

“Ya, biar aku saja yang melakukannya,’ Maria sependapat. ‘Aku benar-benar menyukai yang satu ini. Bawa Nettie pergi, bisa? Aku tidak mau repot-repot memikirkan keselamatan diriku selagi sedang berusaha berkonsentrasi,’

“Bulu kudukku meremang, walaupun aku sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan makhluk-makhluk cantik itu. Naluriku mengatakan ada bahaya, bahwa gadis berwajah malaikat tadi tidak main-main waktu berbicara tentang membunuh, tapi penilaianku mengalahkan naluriku. Aku tidak diajari untuk takut pada wanita, melainkan melindungi mereka,

“’Ayo kita berburu,’ Nettie setuju dengan sikap antusias, meraih tangan si gadis jangkung. Mereka melesat – benarbenar luwes! – dan berpacu menuju kota. Hampir terlihat seperti terbang saking cepatnya – gaun putih mereka berkibar-kibar di belakang bagaikan sayap. Aku mengerjapngerjap takjub, dan mereka pun lenyap.

“Aku menoleh dan menatap Maria, yang mengamatiku dengan sikap ingin tahu.

“Aku bukan orang yang percaya takhayul. Sampai detik itu aku tidak pernah percaya pada hantu atau omong kosong lain sejenisnya. Tapi tiba-tiba saja aku tidak yakin.

“’Siapa namamu, Tentara?’ Maria bertanya padaku.

“‘Mayor Jasper Whitlock, Ma’am,’ jawabku terbata-bata, tak bisa bersikap tidak sopan pada wanita, meski ia hantu sekalipun.

“’Aku benar-benar berharap kau selamat, Jasper,’ katanya lembut. ‘Aku punya firasat bagus mengenaimu.’

“Dia maju satu langkah, dan menelengkan kepala seperti hendak menciumku. Aku membeku di tempat, meski seluruh naluriku berteriak menyuruhku berlari.”

Jasper berhenti sejenak, wajahnya merenung, “Beberapa hari kemudian.” katanya akhirnya, dan aku tidak tahu apakah ia mengedit ceritanya demi aku atau karena merespons ketegangan yang bahkan bisa kurasakan terpancar dari Edward. “Aku diperkenalkan pada kehidupanku yang baru.

“Nama mereka Maria, Nettie, dan Lucy. Mereka belum lama bersama-sama – Maria mengumpulkan dua gadis yang lain – ketiganya selamat dari peperangan yang mereka menangkan. Hubungan mereka saling menguntungkan. Maria ingin membalas dendam, dan ingin menguasai kembali wilayahnya. Sementara yang lain ingin memperluas… ladang perburuan mereka, kurasa begitulah istilahnya. Mereka bermaksud membentuk pasukan, dan melakukannya secara lebih hati-hati daripada biasanya. Itu ide Maria. Dia menginginkan pasukan yang superior, jadi dia mencari manusia-manusia tertentu yang berpotensi. Jadi dia memberi kami lebih banyak perhatian, memberi pelatihan lebih banyak daripada yang mau dilakukan pihak lain. Dia mengajari kami cara bertarung, dan dia mengajari kami bagaimana agar tidak terlihat manusia. Kalau kami berbuat baik, kami diberi hadiah…”

Jasper berhenti, mengedit ceritanya lagi.

“Tapi dia terburu-buru. Maria tahu kekuatan luar biasa vampir baru mulai melemah setelah satu tahun, jadi dia ingin bertindak selagi kami masih kuat.

“Sudah ada enam anggota waktu aku bergabung dengan kelompok Maria. Dia menambah empat lagi dalam dua minggu. Kami semua lelaki – Maria menginginkan tentara – jadi agak susah menjaga agar kami tidak berkelahi antar kami sendiri, Aku terjun dalam peperangan pertama melawan teman-teman baruku sepasukan. Aku lebih cepat dibandingkan yang lain-lain, lebih hebat dalam bertempur. Maria senang melihat hasil kerjaku, meski kesal karena harus terus-menerus mengganti mereka yang kuhabisi. Aku sering diberi hadiah, dan itu membuatku semakin kuat.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.