Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

Yang lain-lain sudah pernah mendengar cerita ini sebelumnya. Carlisle dan Emmett mengalihkan perhatian kembali ke televisi. Alice berjalan tanpa suara, lalu bersimpuh di kaki Esme. Tapi Edward tetap menyimak dengan tekun, sama seperti aku: bisa kurasakan matanya menatap wajahku, membaca setiap perubahan emosi.

“Untuk benar-benar memahami alasannya, kau harus melihat dunia dari perspektif berbeda. Kau harus membayangkan bagaimana dunia di mata mereka yang berkuasa, serakah… yang terus-menerus haus.

“Begini. ada tempat-tempat di dunia ini yang lebih disukai kaum kami dibandingkan yang lain. Tempat kami bisa tidak terlalu menahan diri, tapi tetap tidak ketahuan.

“Bayangkan misalnya, peta belahan dunia Barat. Bayangkan setiap nyawa manusia di dalamnya sebagai noktah merah kecil. Semakin tebal warna merahnya, semakin mudah kami – well, mereka yang eksis dengan cara seperti ini – bisa makan tanpa menarik perhatian.”

Aku bergidik membayangkannya, mendengar kata “makan”, Tapi Jasper tidak khawatir membuatku takut, tidak overprotektif seperti Edward. Ia melanjutkan ceritanya tanpa jeda.

“Bukan berarti kelompok-kelompok di Selatan peduli apakah manusia menyadari keberadaan mereka atau tidak. Keluarga Volturi-lah yang menjaga supaya mereka tidak melewati batas. Hanya mereka yang ditakuti kelompokkelompok Selatan. Kalau bukan karena keluarga Volturi, keberadaan kita semua dengan cepat akan ketahuan.”

Keningku berkerut mendengar cara Jasper mengucapkan nama itu-sikapnya penuh hormat, nyaris seperti penuh terima kasih. Sulit bagiku menerima pemikiran bahwa keluarga Volturi orang-orang baik.

“Kelompok Utara, bila dibandingkan, justru sangat beradab. Kebanyakan dari kami adalah kaum nomaden yang bisa menikmati baik siang maupun malam hari, yang mengizinkan manusia berinteraksi dengan kami tanpa curiga-anonim penting artinya bagi kami semua.

“Sebaliknya, dunia -di Selatan sama sekali berbeda. Kaum abadi hanya keluar pada malam hari. Siang hari mereka gunakan untuk merencanakan aksi berikutnya, atau mengantisipasi musuh mereka. Karena di Selatan terjadi perang, perang terus-menerus selama berabad-abad, tanpa sekali pun gencatan senjata, Kelompok-kelompok di sana nyaris tidak memerhatikan keberadaan manusia, kecuali sebagai prajurit yang memerhatikan sekelompok ‘sapi’ di pinggir jalan – makanan yang siap diambil. Keluarga Volturi-lah yang membuat mereka bersembunyi dari pengamatan manusia.”

“Memangnya apa yang mereka perebutkan?” tanyaku.

Jasper tersenyum. “Ingatkah kau peta dengan nokrahnoktah merah itu?”

Ia menunggu, maka aku pun mengangguk.

“Mereka berperang karena berebut menguasai wilayah yang noktah merahnya paling tebal.

“Begini, dulu pernah terpikir oleh seseorang, bahwa seandainya dia menjadi satu-satunya vampir di, katakanlah Mexico City, dia bisa makan setiap malam, bahkan dua-tiga kali sehari, dan tidak ada yang memerhatikan. Jadi dia menyusun rencana untuk menyingkirkan para pesaingnya.

“Yang lain-lain juga memiliki gagasan yang sama. Sebagian bahkan punya taktik yang lebih efektif daripada yang lain.

“Tapi taktik yang paling efektif diciptakan vampir yang masih sangat muda, bernama Benito. Hal pertama yang didengar orang tentang Benito adalah bahwa dia datang dari tempat di sebelah utara Dallas dan membantai dua kelompok kecil yang berbagi wilayah di dekat Houston. Dua malam kemudian dia menghabisi klan yang jauh lebih kuat, yang mengklaim kawasan Monterrey di sebelah utara Meksiko. lagi-lagi, Benito menang

“Bagaimana dia bisa menang?” tanyaku ingin tahu.

“Benito menciptakan sekelompok vampir baru. Dialah yang pertama kali memikirkan hal itu, dan, pada awalnya, dia tidak bisa dihentikan. Vampir yang masih sangat muda itu ganas, liar, dan nyaris mustahil dikendalikan. Satu vampir baru masih bisa diatasi, diajarkan untuk menahan diri, tapi sepuluh, lima belas sekaligus adalah mimpi buruk. Mereka mudah disuruh saling menyerang, apalagi kalau disuruh menghabisi musuh. Benito harus terus menciptakan vampir baru karena mereka berkelahi antar mereka sendiri, juga karena kelompok-kelompok vampir yang dibantainya menghabisi setengah kekuatannya sebelum kalah.

“Kau tahu, walaupun vampir baru berbahaya, mereka masih mungkin dikalahkan kalau kau tahu caranya. Mereka luar biasa kuat secara fisik, selama tahun pertama atau kedua, dan kalau diperbolehkan mengerahkan segenap kekuatan, mereka sanggup meremukkan vampir yang lebih tua dengan mudah. Tapi mereka diperbudak insting mereka sendiri, sehingga mudah diprediksi. Biasanya mereka tidak punya keahlian berperang, hanya mengandalkan otot dan keberanian. Dan dalam kasus ini, jumlah mereka yang sangat banyak.

“Vampir-vampir di selatan Meksiko sadar apa yang menyerang mereka, dan mereka melakukan satu-satunya hal yang terpikir untuk melawan Benito. Membuat pasukan sendiri…”

“Situasi menjadi tidak terkendali – bisa kaubayangkan sendiri. Kami kaum abadi juga memiliki sejarah sendiri, dan perang yang satu ini takkan pernah dilupakan. Tentu saja tidak enak menjadi manusia di Mexico City pada saat itu.”

Aku bergidik.

“Ketika jumlah korban mencapai angka yang dapat menimbulkan epidemi – bahkan, sejarah kalian menyebutkan bahwa berkurangnya populasi secara drastis adalah akibat wabah penyakit – keluarga Volturi akhirnya turun tangan. Seluruh penjaga datang bersama dan mencari setiap vampir baru di seluruh penjuru Amerika Utara bagian bawah. Benito bermarkas di Puebla, membangun pasukan secepat yang bisa dilakukannya demi mendapatkan hadiah utama- Mexico City. Keluarga Volturi memulai pembersihan dari Benito, kemudian berlanjut ke yang lain-lain.

“Setiap orang yang didapati sedang bersama vampir baru langsung dieksekusi saat itu juga, dan karena semua orang berusaha melindungi diri dari Benito, Meksiko bersih dari vampir untuk sementara waktu.

“Keluarga Volturi melakukan pembersihan besar-besaran selama hampir satu tahun. Ini babak lain dalam sejarah kami yang akan selalu dikenang, walaupun sedikit sekali saksi mata tersisa yang masih bisa mengingatnya. Aku pernah berbicara dengan seseorang yang pernah menyaksikan peristiwa itu dari kejauhan, ketika mereka mengunjungi Culiacin.”

Jasper bergidik. Aku baru sadar bahwa sebelumnya aku tidak pernah melihat Jasper takut ataupun ngeri. Ini yang pertama kalinya.

“Untunglah demam ingin menguasai itu tidak menyebar dari Selatan. Bagian dunia lainnya tetap waras. Kami berutang budi pada keluarga Volturi sehingga bisa menjalani kehidupan seperti ini.

“Tapi setelah keluarga Volturi kembali ke Italia, para vampir yang masih bertahan dengan cepat menancapkan klaimnya di Selatan.

“Tak lama kemudian kelompok-kelompok itu mulai berselisih lagi. Banyak sekali darah busuk, maafkan istilahku. Balas dendam merajalela di mana-mana. Ide menciptakan vampir baru sudah terbentuk, dan ada sebagian yang tidak mampu menolak. Bagaimanapun, karena tidak ingin didatangi lagi oleh keluarga Volturi, kelompok-kelompok Selatan lebih berhati-hati kali ini. Para vampir baru dipilih dari kelompok manusia secara lebih cermat, dan diberi lebih banyak pelatihan. Mereka dimanfaatkan secara sangat hati-hati, dan sebagian besar manusia tetap tidak menyadari keberadaan mereka. Para pencipta mereka tidak memberi alasan kepada keluarga Volturi untuk kembali.

“Perang berlanjut, namun dalam skala lebih kecil. Sesekali ada orang yang bertindak terlalu jauh, spekulasi pun berkembang di koran-koran manusia, dan keluarga Volturi kembali untuk membersihkan kota. Tapi mereka membiarkan yang lain-lain, yang cukup berhati-hati, melanjutkan kegiatan mereka…”

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.