Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

“Mulai saat itu, Taha Aki bukan serigala, bukan pula manusia. Mereka menyebutnya Taha Aki si Serigala Besar, atau Taha Aki si Manusia Roh. Dia memimpin sukunya selama bertahun-tahun, karena dia tidak pernah menua, Bila bahaya mengancam, dia akan mengubah diri menjadi serigala untuk melawan atau menakut-nakuti musuh. Rakyat hidup dalam damai. Taha Aki memiliki banyak anak laki-laki, dan sebagian dari mereka mendapati bahwa, setelah mencapai usia dewasa, mereka juga bisa berubah bentuk menjadi serigala. Setiap serigala berbeda, karena mereka serigala roh dan merefleksikan manusia yang berada dalam diri mereka.”

“Pantas bulu Sam seluruhnya berwarna hitam.” gumam Quil pelan, nyengir. “Hatinya hitam, bulunya hitam.”

Aku begitu terhanyut dalam kisah itu, hingga syok rasanya kembali ke masa kini, ke kelompok yang duduk mengitari api unggun yang mulai redup, Lagi-lagi dengan perasaan syok, sadarlah aku bahwa orang-orang yang duduk mengitari api unggun ini adalah cucu-cucu Taha Aki-entah keturunan keberapa mereka.

Api melontarkan serentetan bunga api ke langit, lidahnya bergetar dan menari-nari, memunculkan berbagai bentuk yang nyaris tak bisa dikenali.

“Kalau begitu bulumu yang cokelat melambangkan apa?” Sam balas berbisik kepada Quil. “Berapa manisnya dirimu?”

Billy tak menggubris olok-olok mereka. “Sebagian anakanak lelaki itu menjadi pejuang bersama Taha Aki, dan mereka tidak lagi bertambah tua. Yang lain-lain, yang tidak menyukai transformasi, menolak bergabung dengan kawanan werewolf. Mereka mulai bertambah tua lagi, dan penduduk suku mendapati bahwa werewolf bisa bertambah tua seperti yang lain bila mereka melepaskan roh serigala mereka. Usia Taha Aki tiga kali lipat usia rata-rata manusia umumnya. Dia menikahi istri ketiga setelah kematian dua istri pertamanya, dan menemukan istri rohnya yang sejati dalam diri istri ketiganya mi. Walaupun dia juga mencintai istri-istrinya yang lain, tapi ini berbeda. Dia memutuskan untuk melepaskan serigala rohnya supaya bisa mati saat istrinya mati.

“Begitulah caranya kemampuan magis itu menurun pada kita, tapi ceritanya belum berakhir sampai di sini….”

Ia memandangi Quil Ateara Tua yang bergerak di kursinya, menegakkan bahunya yang ringkih. Billy minum dari sebuah botol berisi air dan menyeka dahinya, Bolpoin Emily tidak pernah ragu saat ia menulis dengan cepat di atas kertas.

“Itulah cerita tentang para pejuang roh.” Quil Tua memulai dengan suara tenornya. “Dan inilah cerita mengenai pengorbanan sang istri ketiga.”

“Beberapa tahun setelah Taha Aki melepaskan serigala rohnya, ketika dia sudah tua, timbul kekacauan di utara, dengan suku Makah. Beberapa wanita muda suku Makah lenyap, dan orang-orang Makah menyalahkan para serigala tetangga mereka, yang ditakuti sekaligus tidak dipercaya. Para werewolf masih bisa saling membaca pikiran saat sedang menjadi serigala, sama seperti leluhur mereka saat dalam wujud roh. Mereka tahu tak seorang pun di antara mereka bersalah. Taha Aki berusaha menenangkan kepala suku Makah, rapi ketakutan terasa begitu kuar. Taha Aki tidak menginginkan terjadinya perang. Dia bukan lagi pejuang yang memimpin pasukannya terjun ke medan perang. Disuruhnya putra serigala tertuanya, Taha Wi, mencari si pembuat onar sebelum timbul kerusuhan.

“Taha Wi memimpin lima serigala lain dalam kawanannya menyisiri seluruh wilayah pegunungan, mencari bukti hilangnya orang-orang Makah. Mereka menemukan sesuatu yang tidak pernah mereka temukan sebelumnya-aroma wangi manis yang aneh di hutan yang membakar hidung mereka hingga terasa sangat menyakitkan.”

Aku beringsut lebih rapat lagi ke samping Jacob. Kulihat sudut mulutnya berkedut-kedut senang, dan lengannya memelukku semakin erat.

“Mereka tidak tahu makhluk apa yang bisa meninggalkan bau seharum itu, tapi mereka mengikutinya.” lanjut Quil Tua. Suaranya yang bergetar tidak sewibawa suara Billy, namun memiliki secercah nada garang mendesak yang aneh di dalamnya. Jantungku melompat ketika kata-katanya berhamburan semakin cepat.

“Mereka menemukan samar-samar sisa bau manusia, juga bau darah manusia, di sepanjang jalan. Mereka yakin inilah musuh yang mereka cari-cari.

“Perjalanan itu membawa mereka sangat jauh ke utara sehingga Taha Wi mengirim pulang setengah anggota kawanan, serigala-serigala muda, kembali ke tepi pantai untuk melapor kepada Taha Aki.

“Taha Wi dan kedua saudaranya tidak pernah kembali. “Serigala-serigala muda itu mencari kakak-kakak mereka, tapi hanya menemukan kesunyian. Taha Aki menangisi anak-anak Lelakinya yang hilang. Dia pergi menemui kepala suku Makah dalam pakaian berkabung dan menceritakan semua yang terjadi. Kepala suku Makah percaya melihat duka cita Taha Aki, dan ketegangan di antara kedua suku mereda.

“Setahun kemudian, dua gadis Makah lenyap dari rumah mereka pada malam yang sama, Suku Makah. Langsung memanggil para werewolf, yang menemukan bau harum yang sama di seluruh penjuru perkampungan Makah. Serigala-serigala itu kembali melakukan perburuan.

“Hanya satu yang kembali. Dia adalah Yaha Uta, anak sulung dari istri ketiga Taha Aki, sekaligus yang termuda dalam kawanan. Dia membawa sesuatu yang belum pernah dilihat suku Quileute sepanjang sejarah-mayat aneh yang dingin dan keras seperti batu, yang dibawanya dalam bentuk potongan-potongan. Semua keturunan Taha Aki, bahkan yang tidak pernah menjadi serigala, bisa mencium bau menyengat dari makhluk mati itu. Inilah musuh suku Makah.

“Yaha Uta melukiskan apa yang terjadi: dia dan kakakkakaknya menemukan makhluk itu, yang mirip manusia tapi tubuhnya sekeras batu granit, bersama dua perempuan Makah. Satu dari kedua gadis itu sudah mati, pucat pasi kehabisan darah, tergeletak di tanah. Gadis yang satu lagi berada dalam dekapan makhluk itu, giginya menancap di leher si gadis. Mungkin gadis itu masih hidup waktu mereka melihat pemandangan mengerikan itu, tapi makhluk itu dengan cepat mematahkan leher si gadis dan mencampakkan tubuhnya yang sudah tak bernyawa ke tanah waktu mereka mendekat, Bibir putihnya berlumuran darah si gadis, dan matanya berkilau merah.

“Yaha Uta menggambarkan kekuatan serta kecepatan makhluk itu, Salah seorang kakaknya langsung menjadi korban ketika meremehkan kekuatannya. Makhluk itu mencabik-cabik tubuh kakaknya seperti boneka, Yaha Uta dan saudaranya yang lain lebih berhati-hati. Mereka bekerja sama, menyerang makhluk itu dari berbagai sisi, mengakalinya. Mereka harus mengerahkan segala daya dan kekuatan mereka sebagai serigala, sesuatu yang tidak pernah teruji sebelumnya. Makhluk itu keras seperti batu dan dingin seperti es. Mereka mendapati hanya gigi merekalah yang bisa menghancurkan makhluk itu. Mereka mulai mencabik sedikit demi sedikit anggota tubuh makhluk itu sementara makhluk itu melawan.

“Tapi makhluk itu cepat tanggap, dan tak lama kemudian mulai mengimbangi manuver mereka. Dia berhasil menangkap saudara Yaha Uta. Yaha Uta melihat celah di leher makhluk itu, lalu menerkamnya. Giginya merobek kepala makhluk itu dari tubuhnya, tapi tangan-tangan makhluk itu tetap mencoba meremukkan tubuh kakaknya.

“Yaha Uta mengoyak-ngoyak makhluk itu hingga tak bisa dikenali lagi, mencabik-cabik tubuh makhluk itu dalam upayanya menyelamatkan kakaknya. Dia terlambat, tapi, akhirnya, makhluk itu berhasil dihancurkan.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.