Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

“Suatu hari, saat Taha Aki pergi untuk melaksanakan tugasnya mi, Utlapa membuntuti. Awalnya, Utlapa banyak berencana membunuh SI Kepala Suku, tapi rencana ini berbahaya. Jelas, para pejuang roh akan mencarinya untuk menghabisinya, dan mereka bisa membuntutinya lebih cepat daripada kemampuannya meloloskan diri, Ketika dia bersembunyi di balik bebatuan dan melihat Kepala Suku bersiap-siap meninggalkan rubuhnya, rencana lain muncul dalam benaknya.

“Taha Aki meninggalkan tubuhnya di tempat rahasia dan terbang bersama angin agar tetap bisa mengawasi rakyatnya. Utlapa menunggu sampai dia yakin wujud roh Kepala Suku sudah berada cukup jauh.

“Taha Aki langsung tahu Urlapa bergabung dengannya dalam dunia roh, dan dia juga tahu rencana kejam Utlapa. Dia bergegas kembali ke tempat rahasianya, tapi bahkan angin pun tidak cukup cepat untuk menyelamatkannya. Waktu Taha Aki sampai lagi di tempat rahasianya, tubuhnya sudah tidak ada. Tubuh Urlapa tergeletak begitu saja di sana, tapi Utlapa tidak memberi kesempatan pada Taha Aki untuk kembali ke dunia nyata-dia sudah menggorok lehernya sendiri dengan tangan Taha Aki.

“Taha Aki mengikuti tubuhnya turun gunung. Dia berteriak pada Urlapa, tapi Utlapa mengabaikannya, seolaholah dia hanya angin biasa.

“Taha Aki melihat dengan putus asa bagaimana Urlapa mengambil tempatnya sebagai kepala suku Quileute. Selama beberapa minggu, Utlapa tidak melakukan apa-apa kecuali memastikan semua orang percaya dia adalah Taba Aki. Lalu perubahan-perubahan pun dimulai-perintah pertama Urlapa adalah melarang pejuang mana pun memasuki dunia roh. Dia mengklaim telah mendapat visi akan terjadinya bahaya, padahal sebenarnya dia takut. Dia tahu Taha Aki menunggu kesempatan untuk menceritakan hal sebenarnya pada pejuang roh lain. Utlapa juga takut memasuki dunia roh, tahu Taha Aki pasti bisa dengan cepat merebut kembali tubuhnya. Jadi impian Utlapa menguasai dunia dengan para pejuang roh mustahil diwujudkan, dan dia menghibur diri dengan bersikap sewenang-wenang terhadap sukunya. Dia menjadi beban-meminta perlakuan khusus yang tidak pernah dilakukan Taha Aki, mengambil istri kedua yang masih muda dan kemudian ketiga, padahal istri pertama Taha Aki masih hidup-sesuatu yang tak pernah dilakukan kaum lelaki suku kita. Taha Aki melihat itu semua dengan kemarahan yang tidak berdaya.

“Akhirnya, Taha Aki berusaha membunuh tubuhnya untuk menyelamatkan sukunya dari kesewenang-wenangan Utlapa. Dia membawa seekor serigala buas dari pegunungan, tapi Utlapa bersembunyi di balik para pejuangnya. Waktu serigala itu membunuh seorang pemuda yang melindungi kepala suku palsu, Taha Aki merasa sangat berduka dan bersalah. Diperintahkannya serigala itu pergi.

“Semua kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak mudah menjadi pejuang roh, Lebih mengerikan daripada menyenangkan saat terbebas dari raga kita, Inilah sebabnya mereka hanya menggunakan kemampuan mereka saat benar-benar dibutuhkan. Perjalanan seorang diri sang Kepala Suku untuk terus mengawasi rakyatnya menjadi beban sekaligus pengorbanan. Tidak memiliki raga adalah hal yang membingungkan, tidak nyaman, dan mengerikan. Taha Aki sudah begitu lama terpisah dengan tubuhnya hingga pada titik ini dia merasa sangat menderita. Dia merasa terperangkap-tidak akan pernah bisa menyeberang ke tanah akhir tempat para leluhurnya menunggu, terperangkap dalam ketiadaan yang menyiksa selamalamanya.

“Serigala besar itu mengikuti roh Taha Aki yang menggeliat-geliat dan mengaduh-aduh penuh penderitaan menembus hutan. Tubuh serigala itu sangat besar untuk jenisnya, dan rupawan. Taha Aki tiba-tiba merasa iri kepada hewan bodoh itu. Setidaknya hewan itu masih memiliki raga. Setidaknya hewan itu masih memiliki kehidupan. Bahkan kehidupan sebagai binatang pun masih lebih baik daripada kesadaran hampa yang mengerikan ini.

“Kemudian Taha Aki mendapat ilham yang mengubah kita semua. Dia meminta kepada serigala besar itu untuk memberi ruang bagi rohnya, untuk berbagi raga. Serigala itu setuju. Taha Aki memasuki tubuh serigala itu dengan lega dan bersyukur. Memang bukan tubuh manusianya. tapi ini lebih baik daripada kehampaan dunia roh.

“Sebagai satu rubuh, manusia dan serigala itu kembali ke perkampungan di tepi pantai. Orang-orang berlarian ketakutan, berteriak-teriak memanggil para pejuang. Para pejuang berhamburan keluar, menyongsong serigala itu dengan tombak mereka, Utlapa, tentu saja, bersembunyi dengan aman di dalam.

“Taha Aki tidak menyerang para pejuang. Perlahanlahan dia mundur dari mereka, berbicara dengan matanya dan berusaha melolongkan lagu-lagu rakyatnya. Para pejuang mulai menyadari serigala itu bukan hewan sembarangan, bahwa ada roh yang menguasainya. Salah seorang pejuang yang sudah tua, lelaki bernama Yut, memutuskan untuk melanggar perintah sang kepala suku palsu dan mencoba berkomunikasi dengan serigala itu.

“Begitu Yut menyeberang ke dunia roh, Taha Aki keluar dari tubuh serigala-binatang itu menunggu dia kembali dengan sikap jinak-untuk bicara dengannya. Yut langsung mengetahui hal yang sebenarnya, dan menyambut kedatangan kembali si kepala suku yang asli.

“Kemudian Urlapa datang untuk melihat apakah serigala itu telah berhasil dikalahkan. Ketika diliharnya Yut tergeletak tanpa roh di tanah, dikelilingi para pejuang yang protekrif Utlapa menyadari apa yang terjadi. Utlapa langsung mencabut pisaunya dan menghambur untuk membunuh Yut sebelum dia bisa kembali ke tubuhnya,

“‘Pengkhianatt’seru Udapa, dan para pejuang itu tidak tahu harus berbuat apa. Kepala Suku sudah melarang mereka berkelana ke dunia roh, jadi kepala Suku berhak memutuskan bagaimana menghukum mereka yang melanggar perintahnya.

”Yut melompat kembali memasuki tubuhnya, tapi Utlapa menghunus pisaunya ke leher Yut dan menutup mulutnya dengan tangan. Tubuh Taha Aki kuat, sementara Yut sudah lemah karena usia. Yut tidak sempat mengucapkan sepatah kata pun untuk mengingatkan para pejuang lain sebelum Utlapa membungkamnya selama-lamanya.

“Taha Aki melihat bagaimana roh Yut melayang ke negeri akhir yang tidak boleh dimasuki Taha Aki untuk selama-lamanya. Dia merasa sangat marah, kemarahannya jauh lebih dahsyat daripada yang pernah dirasakannya sebelumnya. Dia memasuki tubuh serigala besar itu lagi, bermaksud mengoyak-ngoyak leher Utlapa. Tapi saat dia menyatu dengan serigala itu, keajaiban besar terjadi.

“Kemarahan Taha Aki adalah kemarahan seorang lelaki. Cintanya terhadap rakyat dan kebenciannya terhadap orang yang menjajah mereka terlalu besar untuk tubuh si serigala, terlalu manusia. Serigala itu bergetar, dan-di depan mata kepala para pejuang dan Utlapa yang syok bukan kepalang berubah menjadi manusia,

“Lelaki baru itu tidak terlihat seperti tubuh Taha Aki, Dia jauh lebih agung. Dia adalah perwujudan daging dari roh Taha Aki. Tapi para pejuang langsung mengenalinya, karena mereka pernah berkelana bersama roh Taha Aki.

“Utlapa mencoba lari, tapi Taha Aki memiliki kekuatan serigala dalam tubuh barunya. Dia langsung menangkap si penjahat dan meremukkan rohnya sebelum dia sempat melompat keluar dari tubuh curiannya.

“Rakyat bersorak-sorai begitu menyadari apa yang terjadi. Taha Aki dengan cepat membenahi semuanya, bekerja lagi bersama rakyatnya dan mengembalikan para istri muda ke keluarga masing-masing. Satu-satunya perubahan yang tetap dia pertahankan adalah berakhirnya perjalanan roh. Dia tahu perjalanan roh terlalu berbahaya, karena bisa membuat seseorang mencuri kehidupan orang lain. Dan pejuang roh pun menghilang.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.