Baca Novel Online

The Twilight Saga: Eclipse – Stephenie Meyer

Kulit Kim terkadang berubah gelap saat matanya bertemu tatapan takjub Jared, dan ia kemudian cepat-cepat menunduk seolah malu, tapi ia sendiri tak bisa mengalihkan pandangannya dan Jared untuk waktu cukup lama.

Memandangi mereka, aku merasa seolah-olah bisa lebih memahami apa yang diceritakan Jacob padaku tentang imprint sebelumnya-sulit menolak komitmen dan pemujaan dalam tingkat seperti itu.

Kim kini duduk bersandar di dada Jared dengan kepala mengangguk-angguk, kedua lengan Jared merangkulnya. Aku membayangkan Kim pasti merasa hangat sekali di sana.

“Sekarang sudah malam sekali,” bisikku pada Jacob.

“Jangan bicara begitu dulu.” Jacob balas berbisikwalaupun jelas bahwa setengah anggota kelompok di sini memiliki pendengaran yang cukup sensitif untuk mendengar pembicaraan kami. “Bagian terbaik justru belum dimulai.”

“Bagian terbaik apa? Kau menelan sapi bulat-bulat?”

Jacob mengumandangkan tawanya yang serak dan rendah. “Tidak. Itu penutupnya. Tujuan pertemuan itu bukan sekadar melahap makanan yang jumlahnya cukup untuk seminggu. Teknisnya, ini pertemuan dewan. Ini pertemuan pertama Quit dan dia belum mendengar ceritanya. Well, dia sudah mendengarnya, tapi ini pertama kalinya dia tahu cerita-cerita itu benar, Itu cenderung membuat seseorang jadi lebih memerhatikan. Kim, Seth, dan Leah juga baru pertama kali datang.”

“Cerita-cerita?”

Jacob cepat-cepat beringsut kembali ke sampingku, tempat aku bersandar di tebing baru yang rendah. Ia merangkul bahuku dan berbisik pelan di telingaku.

“Sejarah yang selama ini kami pikir hanyalah legenda,” kata Jacob. “Kisah-kisah keberadaan kami. Yang pertama adalah kisah tentang para pejuang roh.”

Hampir seolah-olah bisikan lirih Jacob merupakan kata pengantar pembuka cerita. Atmosfer mendadak berubah di sekeliling api unggun yang berkobar rendah. Paul dan Embry duduk lebih tegak. Jared menyenggol Kim dan dengan lembut menarik tubuhnya agar duduk lebih tegak.

Emily mengeluarkan buku tulis berjilid spiral serta bolpoin, lagaknya mirip pelajar yang siap mendengarkan kuliah penting. Sam menggeser tubuhnya sedikit di sampingnya-sehingga Sam kini menghadap ke arah yang sama dengan Quil Tua, yang duduk di samping Sam-dan mendadak aku sadar para tua-tua dewan di sini jumlahnya bukan tiga, melainkan empat.

Leah Clearwater, wajahnya masih berupa topeng cantik tanpa emosi, memejamkan mata-bukan seperti sedang lelah, tapi seperti mencoba berkonsentrasi. Adik lelakinya mencondongkan tubuh ke arah para tua-tua dengan penuh semangat.

Api berkeretak, percikan bunga api kembali terlontar, gemerlap di malam yang gelap.

Billy berdeham-deham membersihkan tenggorokan, dan, tanpa merasa perlu memberi kata pengantar lagi, mulai mengisahkan ceritanya dengan suara yang dalam dan berwibawa, Kata-katanya mengalir mantap, seolah-olah ia sudah menghafalnya luar kepala, tapi juga dengan penuh perasaan dan irama yang halus. Seperti puisi yang dibacakan sendiri oleh penulisnya.

“Sejak awal suku Quileute merupakan suku kecil,” cerita Billy. “Dan walaupun sampai sekarang jumlah kita masih sedikit, namun kita tidak pernah punah. Ini karena sejak dulu ada suatu kekuatan magis dalam darah kita. Bukan kemampuan berubah wujud-itu baru dimiliki belakangan. Awalnya, kita adalah pejuang roh.”

Sebelumnya aku tak pernah mengenali wibawa dalam suara Billy Black, walaupun sekarang kusadari, kewibawaan itu sejak dulu memang sudah ada.

Bolpoin Emily meluncur cepat menggores-gores permukaan kertas, berusaha mengimbangi penuturan Billy.

“Pada awalnya, suku kita berdiam di pantai ini dan menjadi pembuat kapal serta nelayan yang ahli. Tapi suku ini kecil, sementara pantai ini kaya ikan. Ada beberapa suku lain yang menginginkan tanah kita, dan jumlah kira terlalu sedikit untuk mempertahankannya. Suku lain yang lebih besar datang menyerang kira, dan kira menaiki kapal-kapal untuk melarikan diri dari mereka.

“Kaheleha bukanlah pejuang roh pertama, tapi kami tidak ingat kisah-kisah lain sebelum kisahnya. Kami tidak ingat siapa yang pertama kali menemukan kekuatan ini, atau bagaimana kekuatan itu digunakan sebelum krisis ini. Kaheleha adalah Kepala Suku Roh agung pertama dalam sejarah kita. Dalam situasi yang genting ini, Kaheleha menggunakan kemampuan itu untuk mempertahankan tanah kita.

“Dia dan semua pejuangnya meninggalkan kapal-bukan raga, melainkan roh mereka. Kaum wanita menjaga raga mereka dan mengawasi ombak, sementara kaum pria kembali ke pantai kita dalam wujud roh.

“Mereka tidak bisa menyentuh suku musuh secara fisik, tapi mereka punya cara lain. Konon mereka bisa meniupkan angin kencang ke perkemahan musuh; mereka bisa meniupkan angin dahsyat yang melengking tinggi, membuat musuh-musuh mereka rakut. Konon, menurut cerita, hewan-hewan bisa melihat para pejuang roh dan memahami mereka; hewan-hewan itu bersedia melaksanakan perintah mereka.

“Kaheleha membawa pasukan rohnya dan- mengacaubalaukan para pendatang tak diundang itu, Suku penjajah itu memiliki banyak kawanan anjing besar berbulu tebal yang mereka gunakan untuk menarik kereta luncur di daerah utara yang membeku. Para pejuang roh membuat anjing-anjing itu melawan tuan mereka, kemudian mendatangkan ribuan kelelawar dari gua-gua di tebing. Mereka menggunakan angin yang melengking untuk membantu anjing-anjing itu membuat bingung tuan mereka. Anjing dan kelelawar menang. Mereka yang selamat tercerai-berai, menyebut pantai kira tempat terkutuk. Anjing-anjing itu berlari liar ketika para pejuang roh melepaskan mereka. Kaum lelaki suku Quileute kembali ke tubuh dan istri mereka, penuh kemenangan.

“Suku-suku lain yang tinggal berdekatan, suku Hoh dan Makah, membuat perjanjian dengan suku Quileute. Mereka tidak mau terkena kekuatan magis kita. Kita hidup damai berdampingan dengan mereka. Setiap musuh yang datang akan dihalau oleh para pejuang roh.

“Beberapa generasi berlalu. Dan sampailah kita pada Kepala Suku Roh agung terakhir, Taha Aki. Dia dikenal bijaksana dan cinta damai. Rakyat hidup makmur dan bahagia di bawah pemerintahannya.

“Tapi ada satu orang, Utlapa, yang merasa tidak puas.” Desisan rendah terdengar dari sekitar api unggun. Aku tidak sempat melihat dari mana suara itu berasal. Billy tidak menggubrisnya dan melanjutkan penuturannya.

“Utlapa adalah salah seorang pejuang roh paling kuat yang dimiliki Kepala Suku Taha Aki-berilmu tinggi, tapi juga serakah. Dia berpendapat, rakyat seharusnya menggunakan kemampuan magis mereka untuk menambah luas wilayah kekuasaan, memperbudak suku Hoh dan Makah, dan membangun kerajaan.

“Perlu diketahui, saat para pejuang berada dalam bentuk roh, mereka saling mengetahui pikiran yang lain. Taha Aki melihat apa yang diimpikan Utlapa, dan marah padanya. Utlapa diperintahkan meninggalkan sukunya, dan tidak boleh lagi menggunakan wujud rohnya. Utlapa lelaki kuat, tapi para pejuang yang setia kepada Kepala Suku jauh lebih banyak. Dia tidak punya pilihan lain selain pergi. Orang terbuang yang marah itu bersembunyi di dalam hutan di dekat situ, menunggu kesempatan membalas dendam kepada Kepala Suku.

“Bahkan pada masa-masa damai, Kepala Suku Roh selalu waspada melindungi rakyatnya. Sering kali dia pergi ke tempat suci rahasia di pegunungan. Dia akan meninggalkan raganya dan terbang melintasi hutan, menyusuri tepi pantai, memastikan tidak ada ancaman yang mendekat.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.