Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Aku ingin tetap bersamamu”, kata Leah.

Perasaan shock itu melesat merayapi kedua kakiku, mengunci persendian kakiku. Leah melaju melewatiku, kemudian mengerem. Pelan-pelan ia berjalan kembali ke tempat aku berdiri membeku.

Aku tidak akan menyusahkan, sumpah. Aku tidak akan membuntutimu. Kau boleh pergi ke mana saja kau mau, dan aku akan pergi ke mana saja aku mau. Kau hanya perlu bertahan menghadapiku saat kita menjadi serigala. Leah berjalan mondar-mandir di depanku, menggoyangkan ekor abu-abunya yang panjang dengan sikap gugup. Dan, berhubung aku berniat berhenti jadi serigala sesegera mungkin… mungkin itu takkan sering terjadi.

“Aku tidak tahu harus bilang apa. ”

“Aku lebih bahagia sekarang, menjadi bagian kawananmu, dibandingkan selama beberapa tahun terakhir ini. ”

“Aku juga ingin tetap bersamamu”, pikir Seth pelan. Aku tidak sadar ia ternyata mengikuti pembicaraan kami sementara berlari menyusuri lingkaran luar. “Aku suka kawanan ini. ”

“Hei, sudahlah! Seth, tak lama lagi kawanan ini akan bubar. Aku berusaha mengutarakan pikiran-pikiranku agar lebih meyakinkan dia. Sekarang kita memiliki tujuan, tapi bila… setelah itu berakhir, aku akan tetap menjadi serigala. Seth, kau membutuhkan tujuan. Kau anak baik. Kau tipe yang selalu memiliki sesuatu untuk diperjuangkan. Dan tidak mungkin bagimu meninggalkan La Push sekarang. Kau akan lulus SMA dan melakukan sesuatu dengan hidupmu. Kau akan menjaga Sue. Masalah-masalahku tidak boleh mengacaukan masa depanmu. ”

“Tapi… ”

“Jacob benar”, dukung Leah, “Kau sependapat denganku?

“Tentu saja. Tapi semua itu tidak berlaku bagiku. Aku memang sudah berniat pergi. Aku akan mencari pekerjaan di tempat lain yang jauh dari La Push. Mungkin kuliah di akademi. Belajar yoga dan meditasi untuk mengendalikan amarahku yang masih suka meledak… Dan menjadi bagian kawanan ini demi kesehatan jiwaku. Jaccb… kau pasti tahu bahwa itu masuk akal, kan? Aku tidak akan mengganggumu, kau tidak akan menggangguku, jadi semua senang. ”

Aku berbalik arah dan mulai berlari-lari pelan ke arah barat.

“Ini agak terlalu sulit untuk diterima, Leah. Beri aku waktu untuk memikirkannya dulu, oke? Tentu. Silakan saja. ”

Kami membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk berlari kembali. Aku tidak berusaha mempercepat lariku. Aku hanya mencoba berkonsentrasi sehingga tidak menabrak pohon, Seth mengomel pelan di belakang, tapi aku bisa mengabaikannya. Ia tahu aku benar. Ia tidak mungkin tega meninggalkan ibunya begitu saja. Seth akan kembali ke La Push dan melindungi sukunya seperti yang seharusnya ia lakukan.

Tapi aku tidak bisa melihat Leah melakukan semua itu. Dan itu sangat mengerikan.

Kawanan yang terdiri atas kami berdua? Bukan masalah jarak secara fisik, aku hanya tidak bisa membayangkan… betapa intimnya situasi itu. Aku bertanya-tanya apakah Leah sudah mempertimbangkan hal itu masak-masak, atau apakah ia tidak memedulikan hal itu saking ingin tetap bebas.

Leah tidak berkata apa-apa sementara aku menimbang-nimbang. Seolah-olah ia berusaha membuktikan betapa mudahnya bila hanya kami berdua.

Kami bertemu segerombol rusa ekor hitam tepat saat matahari terbit, sedikit menerangi awan-awan di belakang kami. Leah mendesah dalam hati tapi tidak ragu-ragu. Terjangannya mantap dan efisien—anggun, bahkan. Ia menerkam rusa paling besar, yang jantan, sebelum hewan yang terkejut itu sepenuhnya menyadari bahaya yang mengancamnya.

Tidak mau kalah, aku menerkam rusa nomor dua paling besar, dengan cepat mematahkan lehernya dengan rahangku, sehingga hewan itu tidak merasakan sakit yang tidak perlu. Aku bisa merasakan kejijikan Leah berperang dengan rasa laparnya, dan aku mencoba membuat keadaan menjadi lebih mudah bagi I.eah dengan membiarkan sosok serigalaku menguasai pikiran. Aku merasakan insting-insting praktisnya mengambil alih, membiarkannya merasa seperti itu juga. Leah ragu-ragu sejenak, tapi kemudian, pelanpelan, sepertinya ia bisa bertindak dengan pikirannya dan berusaha memandang masalah berburu ini dengan caraku. Aneh sekali rasanya— pikiran kami terhubung lebih erat daripada yang pernah terjadi sebelumnya, karena kami berdua berusaha berpikir bersama.

Aneh, tapi itu membantunya. Gigi Leah mengoyak bulu dan kulit bahu buruannya, merobek seonggok tebal daging yang mengucurkan darah. Alih-alih meringis seperti yang diinginkan pikiran manusianya, Leah membiarkan sosok serigalanya bereaksi secara instmgtif. Seperti mengebalkan diri, mencoba untuk tidak berpikir. Itu membuatnya bisa makan dengan tenang.

Mudah saja bagiku melakukan hal yang sama. Dan aku senang belum’ melupakannya. Tak lama lagi hidupku akan kembali seperti ini.

Apakah Leah akan menjadi bagian dari kehidupan itu? Seminggu yang lalu aku pasti akan menganggap itu lebih dari mengerikan. Aku pasti takkan tahan memikirkannya. Tapi aku lebih mengenal Leah sekarang. Dan ketika terbebas dari sakit hati yang terusmenerus mendera, ia sekarang bukan lagi serigala yang dulu. bukan lagi gadis yang dulu.

Kami makan bersama sampai sama-sama kenyang.

“Trims”, kata Leah kemudian saat ia sibuk membersihkan moncong dan cakarnya di rumput yang basah. Aku sendiri malas repot-repot; gerimis mulai turun dan kami harus menyeberangi sungai lagi dalam perjalanan pulang. Aku bisa membersihkan diri di sana. Ternyata memang tidak parah-parah amat, berpikir dengan caramu.

“Terima kasih kembali. ”

Seth berlari sambil menyeret kaki waktu kami sampai di garis lingkaran luar. Kusuruh ia tidur; Leah dan aku akan mengambil alih tugas berpatroli. Pikiran Seth menghilang dalam ketidaksadaran hanya beberapa detik kemudian.

“Kau mau kembali ke para pengisap darah? ” tanya Leah.

“Mungkin. ”

“Sulit bagimu berada di sana, tapi sulit juga untuk menjauh. Aku tahu bagaimana rasanya itu. ”

“Kau tahu, Leah, mungkin ada baiknya bila kau berpikir sedikit tentang masa depan, tentang apa yang benar-benar ingin kaulakukan. Kepalaku bukan tempat yang paling membahagiakan di bumi. Apalagi kau harus ikut menderita bersamaku. ”

Leah berpikir bagaimana menjawabku. “Wow, sebenarnya tidak enak mengatakannya. Tapi jujur saja, akan lebih mudah berurusan dengan sakit hatimu daripada menghadapi sakit hatiku. ”

“Cukup adil”

“Aku tahu keadaanmu nanti pasti akan sulit, Jacob. Aku mengerti itu—mungkin lebih baik daripada yang kaukira. Aku tidak suka pada Bella, tapi… ia Sam-mu. Ia segalanya yang kauinginkan, sekaligus segalanya yang tidak bisa kaumiliki. ”

Aku tidak mampu menjawab.

“Aku tahu keadaanmu bahkan lebih buruk. Kalau aku, paling tidak Sam bahagia. Paling tidak ia hidup dan baik-baik saja. ”

“Cintaku padanya cukup besar untuk membuatku menginginkan hal itu. Aku ingin yang terbaik baginya.” Leah mendesah. “Aku hanya tidak ingin berada terus di dekatnya dan melihat kebahagiaan itu. ”

“Apakah perlu kita membicarakan hal ini? ”

“Kurasa perlu. Karena aku ingin kau tahu aku tidak akan membuat keadaan jadi lebih buruk lagi bagimu. Huh, mungkin aku bahkan akan membantu. Aku kan tidak dilahirkan” sebagai cewek yang tidak punya belas kasihan. Dulu aku ini baik lho. “

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.