Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Dan fakta itu membuahkan kesadaran yang mengerikan, karena, fakta keempat, tidak banyak makhluk yang bisa mengoyak sesuatu sekeras kulit vampir. Gigi makhluk berdarah campuran itu—menurut mitos—ternyata cukup kuat. Gigiku juga cukup kuat.

Dan gigi vampir juga cukup kuat.

Sulit untuk mengabaikan fakta yang sangat jelas itu, tapi dalam hati aku berharap aku bisa. Karena rasanya aku tahu persis bagaimana Rosalie berencana mengeluarkan makhluk itu “dengan selamat” dari rahim Bella.

16. TIDAK MAU TERLALU BANYAK TAHU

AKU berangkat pagi-pagi sekali, jauh sebelum matahari terbit. Aku hanya sempat tidur sebentar, itu pun tidak tenang, sambil bersandar di sisi sofa. Edward membangunkanku ketika wajah Bella memerah, dan ia menggantikan posisiku untuk mendinginkannya. Aku meregangkan otot-ototku dan memutuskan sudah cukup segar untuk mulai bekerja lagi.

“Terima kasih,” ucap Edward pelan, melihat rencanaku, “Kalau keadaan aman, mereka akan berangkat hari ini.”

“Akan kuberitahu kau nanti.”

Enak rasanya bisa kembali menjadi diri hewanku. Tubuhku pegal karena duduk terlalu lama. Aku memperlebar langkah, berusaha mengendurkan otot-ototku yang kaku.

“Pagi, Jacob”, Leah menyapaku.

“Bagus, kau sudah bangun. Sudah berapa lama Seth selesai berpatroli? ”

“Belum selesai, pikir Seth mengantuk. Hampir sampai. Apa yang kaubutuhkan? ”

“Apa kau masih bisa berpatroli satu jam lagi? ”

“Tentu saja. Bukan masalah”. Seth langsung berdiri, mengibas-ngibaskan bulunya.

“Ayo kita berlari ke arah dalam”, ajakku pada Leah, Seth, ikuti garis melingkar.

“Beres”. Seth langsung berlari-lari kecil dengan santai.

“Berangkat lagi untuk mengurusi urusan vampir”, gerutu Leah.

“Kau ada masalah dengan itu? ”

“Tentu saja tidak. Aku senang sekali bisa membantu lintah-lintah kesayangan itu.v

“Bagus. Kita lihat seberapa cepat kita bisa berlari. Oke. Kalau itu aku jelas mau! ”

Leah berada di pinggir lingkaran sebelah barat. Daripada memotong lingkaran yang dekat dengan rumah keluarga Cullen, ia tetap berlari menyusuri lingkaran saat berpacu menemuiku. Aku melesat ke arah timur, tahu walaupun aku mulai lebih dulu, Leah akan berpapasan denganku sebentar lagi kalau aku lengah bahkan satu detik saja.

“Jangan sombong, Leah. Ini bukan perlombaan, ini misi untuk mencari tahu posisi musuh. ”

“Aku bisa melakukan dua-duanya dan tetap mengalahkan-mu, ”

Kuiyakan saja kata-katanya itu. Aku tahu. Leah tertawa.

Kami berlari menyusuri jalan yang berkelok-kelok melintasi pegunungan sebelah timur. Rute yang familier. Kami sudah sering menjelajahi pegunungan ini setelah para vampir pergi setahun lalu, menjadikannya bagian dari rute patroli kami agar bisa lebih melindungi rakyat kami di sini. Kemudian kami memundurkan kembali garis batasnya ketika keluarga Cullen kembali. Ini memang tanah mereka sesuai kesepakatan.

Tapi fakta itu mungkin tidak berarti apa-apa bagi Sam sekarang. Kesepakatan itu sudah mati. Pertanyaannya sekarang adalah, seberapa besar risiko yang berani diambil Sam untuk menyebarkan kekuatannya. Apakah ia akan mencari anggota keluarga Cullen yang berkeliaran sendirian unruk berburu tanpa izin di tanah mereka atau tidak? Apakah Jared mengatakan hal yang sebenarnya atau ia sengaja memanfaatkan kesunyian yang terjadi di antara kami?

Kami semakin jauh masuk ke wilayah pegunungan tanpa menemukan satu pun jejak kawanan. Jejak-jejak vampir yang sudah hampir memudar bertebaran di mana-mana, tapi bau mereka sekarang sudah familier bagiku. Aku menghirupnya sepanjang hari.

Aku menemukan bekas jejak yang dalam dan belum lama ditinggalkan di salah satu jalur—mereka semua pergi bersama-sama, kecuali Edward. Satu alasan mereka berkumpul di sini yang pasti langsung terlupakan begitu Edward membawa istrinya yang sedang hamil dan sekarat pulang. Aku mengertakkan gigi. Apa pun itu, itu tidak ada hubungannya denganku.

Leah tidak memaksa dirinya berpacu melewatiku, walaupun sebenarnya bisa melakukan itu. Perhatianku lebih tertuju pada setiap aroma baru yang kutemui daripada adu kecepatan. Ia tetap berada di sebelah kanan, berlari bersamaku, bukan melawanku.

“Sudah jauh juga kita berlari”, komentar Leah.

“Yeah. Kalau Sam memburu vampir-vampir yang berkeliaran, seharusnya kita sudah menemukan jejaknya sekarang. ”

Lebih masuk akal baginya sekarang untuk berdiam di La Push, pikir Leah. Sam tahu kita memberi para pengisap darah itu tambahan tiga pasang kaki dan mata. Ia takkan bisa melakukan serangan mendadak terhadap mereka.

“Ini hanya tindakan pencegahan kok. ”

“Kita kati tak ingin parasit-parasit kesayangan kita menghadapi risiko yang tidak perlu. ”

“Memang tidak, aku sependapat”, mengabaikan sikap sarkastisnya.

“Kau sudah banyak berubah, Jacob. Seratus delapan puluh derajat”

“Kau juga bukan Leah yang persis sama seperti yang selama ini kukenal dan kusayang. ”

“Benar. Jadi aku tidak semenjengkelkan Paul sekarang? ”

“Ajaibnya… ya. ”

“Ah, kesuksesan yang manis. ”

“Selamat”

Kami berlari lagi sambil berdiam diri. Mungkin sekarang saatnya berbalik arah, tapi tak seorang pun dari kami menginginkannya. Enak rasanya lari seperti ini. Selama ini kami hanya melihat jalan setapak melingkar yang itu-itu saja. Sungguh nyaman bisa melemaskan otot dan berlari di permukaan tanah yang kasar. Kami tidak terlalu terburuburu, jadi kupikir mungkin sebaiknya kami berburu dalam perjalanan pulang. Leah sangat kelaparan.

“Nyam, nyam”, pikirnya masam.

“Itu semua masalah persepsi”, kataku. “Memang begitulah caranya serigala makan. Itu natural Rasanya juga enak. Asal kau tidak memikirkannya dari perspektif manusia… ”

“Tidak usah menasihati aku, Jacob. Aku akan berburu. Tapi aku tidak perlu menyukainya. ”

“Tentu, tentu”, aku membenarkan dengan enteng. Bukan urusanku kalau ia ingin membuat keadaan jadi lebih sulit bagi dirinya.

Leah tidak mengatakan apa-apa selama bebetapa menit; aku mulai berpikir untuk berbalik arah.

“Terima kasih”, tiba-tiba Leah berkata dengan nada yang sangat jauh berbeda. “Untuk? ”

“Untuk membiarkanku. Mengizinkan aku tinggal Sikapmu lebih baik daripada yang pantas kuharapkan, Jacob. ”

“Eh, bukan masalah. Sebenarnya aku memang bersungguh-sungguh kok. Aku tidak keberatan kau berada di sini, ternyata itu tidak seberat yang kukira. ”

Leah mendengus, tapi nadanya bercanda. Pujian yang menggelora

“Jangan ge-er. ”

“Oke—asal kau juga tidak ge-er mendengar ini”. Leah terdiam sejenak. “Menurutku kau Alfa yang baik. Tidak persis sama dengan Sam, tapi kau punya gaya sendiri. Kau pantas diikuti, Jacob. ”

Pikiranku langsung kosong saking kagetnya. Butuh waktu satu detik bagiku untuk pulih dari kekagetan dan merespons.

“Eh, trims. Tapi aku ragu bisa menahan diri untuk tidak ge-er. Dari mana datangnya pujian itu? ”

Leah tidak langsung menjawab, dan aku mengikuti petunjuk tanpa kata-kata dari pikirannya. Ia memikirkan masa depan—tentang apa yang kukatakan pada Jared pagi itu. Bahwa waktunya sebentar lagi akan berakhir, kemudian aku akan kembali ke hutan. Bagaimana aku berjanji ia dan Seth akan kembali ke kawanan setelah keluarga Cullen pergi.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.