Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Ayolah, guys,” ajak Jared. la berbalik membelakangi kami, berjalan hingga tidak kelihatan lagi baru berubah wujud/ karena Leah ada di sini. Paul dan Collin langsung mengikutinya, tapi Quil ragu-ragu. Ia menyalak lirih, dan aku maju selangkah menghampirinya.

“Yeah, aku juga rindu padamu, bro”

Quil berlari-lari kecil menghampiriku, kepalanya tertunduk sedih. Kutepuk-tepuk bahunya. “Semua pasti beres.” Ia mendengking.

“Sampaikan pada Embry, aku rindu didampingi kalian berdua.”

Ia mengangguk, kemudian menempelkan hidungnya ke ke ningku. Leah mendengus. Quil menengadah, tapi bukan kc pada Leah. Ia menoleh ke belakang, ke tempat yang lain-lain tadi menghilang,

“Yeah, pulanglah,” kataku padanya,

Quil menyalak lagi, kemudian melesat menyusul yang lain. Taruhan, Jared pasti tidak terlalu sabar menunggu. Begitu ia lenyap, aku menarik kehangatan dari pusat tubuhku dan mem biarkannya menyebar ke kedua tangan dan kakiku. Dalam waktu singkat aku sudah kembali berkaki empat.

Kusangka kau tadi mau bermesra-mesraan dengannya, ejek Leah.

Kuabaikan dia.

Oke nggak tadi? tanyaku pada mereka. Aku khawatir karena telah berbicara atas nama mereka seperti itu, padahal aku tidak bisa mendengar langsung apa yang mereka pikirkan. Aku tidak ingin berasumsi apa-apa. Aku tidak ingin menjadi seperti Jared dalam hal itu. Apakah aku mengatakan hal-hal yang tidak kalian inginkan? Atau aku tidak mengatakan sesuatu yang seharusnya kukatakan?

Kau hebat kok, Jake! Seth menyemangati.

Sebenarnya kau tadi bisa memukul Jared, pikir Leah. Aku jelas tidak bakal keberatan.

Kurasa kita tahu mengapa Embry tidak diperbolehkan datang, pikir Seth,

Aku tidak mengerti. Tidak diperbolehkan?

Jake, apa kau tidak lihat Quil tadi? Ia sangat kalut, kan? Taruhan sepuluh lawan satu, Embry bahkan lebih kalut daripada Quil. Dan Embry tidak memiliki seseorang seperti Claire. Kalau

Quil, ia tidak mungkin pergi begitu saja dan meninggalkan La Vush. Tapi kalau Embry, mungkin saja. Jadi Sam tidak mau mengambil risiko Embry pindah Imluan. Ia tidak ingin kawanan kita lebih besar daripada sekarang.

Sungguh? Menurutmu begitu? Aku ragu Embry keberatan mengoyak-ngoyak keluarga Cullcn,

Tapi ia sahabatmu, Jake. la dan Quil lebih suka berdiri di belakangmu daripada melawanmu dalam pertempuran.

Well aku senang Sam menahannya di sana kalau begitu. Kawanan ini sudah cukup besar. Aku mendesah. Baiklah, kalau begitu. Jadi masalah kita beres, untuk sementara ini. Seth, kau tidak keberatan berjaga-jaga sebentar, kan? Leah dan aku perlu istirahat Rasanya situasi cukup tenang, tapi siapa tahu? Mungkin ini hanya taktik untuk mengalihkan perhatian.

Aku tidak selalu separanoid itu, tapi aku ingat bagaimana rasanya bila Sam betkomitmen melakukan sesuatu. Fokusnya yang luar biasa untuk menghancutkan bahaya yang dilihatnya. Akankah ia memanfaatkan fakta bahwa ia bisa membohongi kami sekarang?

Tidak masalah! Seth bersemangat sekali melakukan apa saja yang bisa ia lakukan. Kau mau memberi penjelasan kepada keluarga Cullen? Mereka mungkin masih agak tegang.

Aku mengerti Aku memang ingin mengecek keadaem.

Mereka menangkap gambar-gambar yang menderu dalam otakku yang kelelahan. Hueek.

Leah menggoyang-goyangkan kepalanya ke depan dan ke belakang, seperti berusaha mengenyahkan gambaran itu dari dalam pikirannya. Itu benar-benar hal paling menjijikkan yang pernah kudengar seumur hidupku. Hueeek. Untung tuiak ada makanan di perutku, kalau tidak, bisa-bisa aku muntah.

Mereka kari vampir, kurasa, kata Seth sejurus kemudian, memberi kompensasi atas reaksi Leab tadi. Maksudku, itu masuk akal. Dan kalau itu bisa menolong Bella, berarti itu bagus, kan?

Baik Leah maupun aku sama-sama menatap Seth keheranan. Apa?

Mom dulu sering menjatuhkan dia waktu masih bayi, kata Leah padaku.

Kepalanya dulu, rupanya. Ia dulu juga suka menggigiti pagar boks bayi. Cat timah?

Kelil?atannya begitu, pikir Leah. Seth mendengus. Lucu. Mengapa kalian berdua tidak tutup mulut dan tidur saja?

14. KAU TAHU KEADAAN MULAI GAWAT WAKTU KAU MERASA BERSALAH KARENA BERSIKAP KURANG AJAR PADA VAMPIR

SESAMPAINYA di rumah, tak ada orang menunggu di luar untuk mendengar laporan dariku. Masih berjaga-jaga? Semua baik-baik saja, pikirku letih.

Mataku dengan cepat menangkap perubahan kecil dalam pemandangan yang kini terasa familier. Ada setumpuk baju berwarna kalem di undakan teras paling bawah. Aku berlari dengan langkah-langkah panjang untuk menyelidiki. Sambil menahan napas, karena bau vampir melekat kuat di baju-baju itu. Aku menyenggol tumpukan itu dengan hidung.

Ada orang yang meninggalkan baju. Hah. Tadi Edward pasti sempat menangkap perasaan jengkelku waktu aku menerjang keluar pintu. Welt Itu… baik juga dia. Dan aneh.

Hati-hati kuangkat pakaian itu dengan gigiku—ugh—dan membawanya ke balik pepohonan. Hanya untuk berjaga-jaga, siapa tahu ini lelucon yang diprakarsai si psikopat pirang dan yang diberikan ini ternyata baju cewek. Taruhan, ia pasti sangat senang melihat ekspresiku waktu aku berdiri di sana telanjang bulat, memegang sundress.

Aman di balik naungan pohon, aku menjatuhkan tumpukan baju berbau menyengat itu dan berubah wujud menjadi manusia. Aku mengibaskan pakaian itu, memukulmukulkan-nya ke pohon untuk mengenyahkan baunya-Ternyata pakaian lelaki—celana panjang cokelat dan kemeja putih berkancing. Tidak cukup panjang, tapi kelihatannya tubuhku bisa masuk ke sana. Pasti milik Emmett. Kugulung lengan kemeja, tapi tak banyak yang bisa kulakukan dengan celana panjangnya. Oh sudahlah.

Harus kuakui, aku merasa lebih enak setelah berpakaian, walaupun bajunya bau sekali dan tidak begitu pas. Sulit rasanya tak bisa mampir pulang sebentar dan menyambar celana usang setiap kali membutuhkannya. Beginilah kalau jadi gelandangan—tak ada rumah untuk pulang. Juga tidak punya apa-apa, dan itu tidak terlalu menggangguku sekarang, meskipun tak lama lagi mungkin akan membuat jengkel.

Kelelahan, pelan-pelan aku meniti tangga teras rumah keluarga Cullen dalam balutan baju bekas baruku yang keren, tapi ragu-ragu sesampainya di depan pintu. Apakah sebaiknya aku mengetuk pintu? Tolol, karena mereka toh tahu aku datang. Dalam hati aku penasaran mengapa tidak ada yang bereaksi atas kedatanganku, entah mengatakan silakan masuk atau enyah sana. Apa sajalah. Aku mengangkat bahu dan masuk sendiri ke rumah.

Lagi-lagi perubahan. Ruangan itu telah kembali normal’— hampir—dibandingkan dua puluh menit yang lalu. Televisi layar datar kini menyala, volumenya pelan, menayangkan film cewek walau kelihatannya tak ada yang menonton. Carlisle dan Esme berdiri di dekat jendela belakang, yang tetbuka ke arah sungai. Alice, Jasper, dan Emmett tidak kelihatan, tapi aku mendengar mereka bergumam di lantai atas. Bella duduk di sofa seperti kemarin, rianya tinggal satu slang yang terpasang di lengan, dan kantong infus tergantung di belakang sofa. Tubuhnya terbungkus rapat seperti burrtto dengan dua selimut tebal. Itu berarti mereka mendengar nasihatku, Rosalie duduk bersila di lantai dekat kepala Bella, Edward duduk di sudut lain sofa, kaki Bella yang terbungkus rapat cUletakkan di pangkuannya. Ia mendongak waktu aku datang dan tersenyum padaku—mulutnya hanya berkedut sedikit— seakan-akan ada yang membuatnya gembira.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.