Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Aku tertawa, “Benar. Kayak aku tidak memohon-mohon saja pada mereka untuk pulang sejak pertama kali mereka bergabung.”

Seth mendengus di belakangku,

Jared mempertimbangkannya, sorot matanya kembali hati-hati, “Kalau begitu, sekarang apa?”

Aku berpikir sebentar sementara ia menunggu, “Entahlah. Tapi aku tak yakin keadaan bisa kembali normal begitu saja, Jared. Entah bagaimana—rasanya aku tidak bisa begitu saja mematikan dan menyalakan masalah Alfa ini sesuai suasana hati. Rasanya ini menjadi hal yang permanen.”

“Kau masih tetap bagian dari kami,”

Aku mengangkat alis. “Tidak mungkin ada dua Alfa di tempat yang sama, Jared, Ingat bagaimana nyarisnya terjadi perkelahian semalam? Instingnya terlalu kompetitif.”

“Jadi kau tetap akan bergaul dengan parasit-parasit itu selama sisa hidupmu?” tuntut Jared. “Kau tidak punya rumah di sini. Sekarang saja kau sudah tidak punya baju lagi,” tudingnya. “Apa kau akan jadi serigala setiap saat? Kau tahu Leah tidak suka makan dengan cara seperti itu.”

“Leah boleh melakukan apa saja yang dia inginkan kalau dia lapar, dia ada di sini karena pilihannya sendiri. Aku tak pernah menyuruh orang melakukan apa pun,”

Jared mengeluh. “Sam menyesali apa yang dia lakukan terhadapmu.”

Aku mengangguk, “Aku tidak marah lagi.”

“Tapi?”

“Tapi aku tidak mau pulang, tidak sekarang. Kita akan menunggu dan melihat kelanjutannya. Dan kami akan menjaga keluatga Cullen selama dibutuhkan. Karena, tidak seperti dugaan kalian, ini bukan hanya berkaitan dengan Bella. Kami melindungi mereka yang seharusnya dilindungi. Dan itu juga berlaku bagi keluarga Cullen,” Setidaknya beberapa di antara mereka.

Seth menyalak pelan setuju.

Jared mengerutkan kening. “Kurasa tidak ada lagi yang bisa kukatakan padamu, kalau begitu,”

“Tidak sekarang. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya.”

Jared berpaling untuk menghadap Seth, berkonsentrasi padanya sekarang, terpisah dariku. “Sue memintaku mengatakan padamu—bukan, memohon kepadamu—untuk pulang. Hatinya hancur, Seth. Sendirian. Aku tidak habis pikir bagaimana kau dan Leah tega berbuat begini padanya. Meninggalkannya begitu saja seperti ini, padahal ayah kalian baru saja meninggal…”

Seth mendengking-dengking.

“Santai saja, Jared,” aku memperingatkan.

“Hanya mengatakan apa adanya saja,”

Aku mendengus. “Benar.” Sue lebih tegar daripada siapa pun yang kukenal. Lebih tegar daripada ayahku, lebih tegar daripada aku. Cukup tegar untuk tidak memanfaatkan simpati anak-anaknya kalau memang itu yang dibutuhkan untuk membawa mereka pulang. Tapi tidak adil berbuat begitu terhadap Seth. “Sudah berapa lama Sue mengetahui hal ini? Dan seberapa sering dia menghabiskan waktu bersama Billy, Old Quil, dan Sam? Yeah, aku yakin dia mati perlahan-lahan karena kesepian. Tentu saja kau bebas pergi kapan pun kau mau, Seth. Kau tahu itu,”

Seth mendengus.

Kemudian, sedetik kemudian, Jared menelengkan telinga ke arah utara, Leah pasti sudah dekat. Astaga, cepat sekali dia. Dua detik, dan Leah berhenti berlari di semak-semak beberapa meter jauhnya. Ia berlari-lari kecil, mengambil posisi tepat di depan Seth. Ia mendongakkan hidungnya ke udara, jelas-jelas berusaha untuk tidak melihat ke arahku.

Kuhargai itu.

“Leah?” ujar Jared.

Ia menatap mata Jared, moncongnya sedikit tertarik ke belakang, menampakkan gigi-giginya.

Jared tampaknya tidak terkejut melihat kegarangannya. “Leah, kau tahu kau tidak ingin berada di sini.”

Leah menggeram padanya. Kulayangkan pandangan memperingatkan padanya yang tidak ia lihat, Seth mendengking dan menyenggol Leah dengari bahunya.

“Maaf” kata Jared. “Kurasa tidak seharusnya aku berasumsi. Tapi kau tak punya ikatan apa-apa dengan para pengisap darah,”

Leah dengan sengaja memandang adiknya, kemudian aku, “Jadi kau ingin menjaga Seth, aku mengerti maksudmu,” kata Jared. Matanya terarah pada wajahku, kemudian kembali pada Leah. Mungkin bertanya-tanya apa maksud Leah memandangku tadi—sama seperti aku juga bertanya-tanya. “Tapi Jake takkan membiarkan apa pun terjadi pada Seth, dan dia tidak takut berada di sini” Jared mengernyitkan muka, “Apa pun, please, Leah. Kami ingin kau kembali. Sam menginginkanmu kembali.”

Ekor Leah bergoyang-goyang.

“Sam menyuruhku memohon. Bisa dibilang dia menyuruhku berlutut kalau memang harus. Dia ingin kau pulang, Lee-Lee, ke tempatmu seharusnya”

Kulihat Leah tersentak waktu Jared menggunakan nama panggilan Sam untuknya dulu. Kemudian, ketika Jared menambahkan tiga kata terakhir itu, bulu-bulu Leah berdiri tegak dan ia melolongkan geraman panjang dari sela-sela giginya. Aku tidak perlu mengetahui pikiran Leah untuk mendengar sumpah serapah yang ia lontarkan pada Jared, begitu juga Jared, Rasanya nyaris seperti bisa mendengar sendiri makian Leah.

Aku menunggu sampai ia selesai, “Aku berani mengatakan tempat Leah adalah di mana pun dia ingin berada.”

Leah menggeram, tapi karena ia memandang garang Jared, kupikir itu berarti ia setuju dengan perkataanku.

“Dengar, Jared, kita tetap satu keluarga, oke? Kita pasti bisa menuntaskan perselisihan ini, tapi sampai kita membereskannya, mungkin sebaiknya kalian tetap berada di tanah kalian. Hanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tidak ada yang menginginkan perkelahian keluarga, bukan? Sam pasti juga tidak menginginkannya, bukan?”

“Tentu saja tidak,” bentak Jared. “Kami akan tetap berada di tanah kami. Tapi di mana tanahmu, Jacob? Apakah di tanah vampir?”

“Tidak, Jared, Saat ini aku tidak punya rumah. Tapi jangan khawatir—ini takkan berlangsung selamanya,” Aku menarik napas. “Tidak banyak waktu… tersisa. Oke? Kemudian keluarga Cullen mungkin akan pergi, jadi Seth dan Leah akan pulang,”

Seth dan Leah mendengking berbarengan, hidung mereka serentak terarah padaku.

“Dan kau sendiri bagaimana, Jake?”

“Kembali ke hutan, kurasa. Aku tidak mungkin kembali ke La Push. Tidak bisa ada dua Alfa di satu tempat. Lagi pula dulu aku memang sudah berniat pergi ke sana. Sebelum semua kekacauan ini,”

“Bagaimana kalau kita perlu bicara?” tanya Jared.

“Melolonglah—tapi hati-hati jangan sampai melanggar garis perbatasan, oke? Kami akan datang menemui kalian. Dan Sam tidak perlu mengirim terlalu banyak* Kita bukan mau bertempur,”

Jared merengut, tapi mengangguk. Ia tidak suka aku menetapkan syarat untuk Sam. “Sampai ketemu lagi, Jake. Atau tidak.” Ia melambai separo hati.

“Tunggu, Jared, Embry baik-baik saja?”

Kekagetan melintasi wajah Jared, “Embry? Tentu dia baik-baik saja. Kenapa?”

“Hanya ingin tahu mengapa Sam mengirim Collin.”

Kupandangi reaksinya, masih curiga telah terjadi sesuatu. Aku melihat kilatan mengerti di mata Jared, tapi tidak seperti yang kuharapkan.

“Itu bukan urusanmu lagi, Jake.”

“Kurasa tidak. Hanya ingin tahu.”

Aku melihat gerakan di sudut mataku, tapi aku tidak menanggapinya, karena tidak ingin mengalihkan perhatian Jated kepada Quil. la bereaksi terhadap topik itu,

“Akan kusampaikan,.. instruksi-instruksimu pada Sam, Selamat tinggal, Jacob.”

Aku mengembuskan napas. “Yeah, Selamat tinggal, Jared. Hei, sampaikan pada ayahku aku baik-baik saja, oke? Dan aku minta maaf, dan bahwa aku sayang padanya.”

‘Akan kusampaikan.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.