Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Coba lihat, siapa yang tiba-tiba jadi punya insting melindungi, ejek Leah kecut.

Pusatkan perhatianmu pada masalah di depan, Leah.

Empat, Seth memutuskan. Pendengaran anak itu benar-benar tajam. Tiga serigala, satu manusia.

Saat itulah aku sampai di lapangan terbuka, langsung menempati posisi terdepan. Seth mengembuskan napas lega dan menegakkan badan, sudah mengambil posisi di bahu kananku, Leah mengambil posisi di kiriku dengan tidak begitu antusias.

Jadi sekarang posisiku di bawah Seth, ia menggerutu sendiri.

Siapa cepat, dia dapat, pikir Seth dengan sikap menang. Lagi pula, kau kan belum pernah menjadi Orang Ketiga-nya Alfa. Ini tetap saja kenaikan jabatan untukmu.

Di bawah adik lelakiku berarti bukan kenaikan jabatan,

Ssst! protesku. Aku tidak peduli di mana kalian berdiri. Tutup mulut dan bersiapsiaplah.

Mereka muncul beberapa detik kemudian, berjalan kaki, persis seperti yang dipikirkan Seth. Jared di depan, berwujud manusia, dengan kedua tangan terangkat. Paul, Quil, dan Collin dalam wujud serigala di belakangnya. Postur mereka tidak menunjukkan tanda-tanda agresi. Mereka menunggu di belakang Jared, telinga tegak, waspada tapi tenang.

Tapi. aneh juga Sam malah mengirim Collin, bukan Embry, Bukan itu yang akan kulakukan seandainya aku mengirim tim diplomasi ke wilayah musuh. Aku takkan mengirim seorang anak kecil. Aku akan mengirim pejuang yang berpegalaman.

Mungkin untuk mengalihkan perhatian? pikir Leah.

Apakah Sam, Embry, dan Brady bergerak terpisah? Kelihatannya tidak mungkin.

Mau kuperiksa? Aku bisa berlari sebentar ke perbatasan dan kembali lagi hanya dalam dua menit.

Apakah sebaiknya aku memperingatkan keluarga Cullen? tanya Seth,

Bagaimana kalau tujuannya adalah untuk menceraiberaikan kita? tanyaku. Keluarga Cullen pasti tahu kalau terjadi sesuatu. Mereka sudah siap.

Sam takkan bertindak setolol itu… Leah. berbisik, ketakutan mengusik pikirannya. Ia membayangkan Sam menyetang keluarga Cullen dengan hanya didampingi dua anggota.

Tidak, Sam takkan berbuat begitu, aku meyakinkan Leah, walaupun aku merasa agak panik juga melihat bayangan itu dalam pikirannya.

Sementara itu Jared dan ketiga serigala menatap kami, menunggu. Merinding rasanya tidak bisa mendengar apa yang Quil, Paul, dan Collin katakan satu sama lain. Ekspresi mereka kosong—tak bisa dibaca.

Jared berdeham-deham, membersihkan kerongkongan, kemudian mengangguk kepadaku. “Kami mengibatkan bendera putih, Jake, Kami di sini untuk bicara.”

Menurutmu itu benar? Seth bertanya.

Masuk akal, tapi..

Yeah, Leah sependapat. Tapi.

Kami tetap waspada.

Kening Jared berkerut. “Akan lebih mudah bicara kalau aku bisa mendengarmu juga.”

Aku hanya memandanginya. Aku takkan mengubah wujud sampai merasa situasi lebih aman. Sampai keadaan ini masuk akal. Mengapa Collin? Itu bagian yang paling membuatku khawatir.

“Oke. Kurasa aku akan bicara saja, kalau begitu,” kata Jared. “Jake, kami ingin kau kembali.”

Quil mendengking pelan di belakangnya. Menguatkan pernyataan itu,

“Kau sudah menceraiberaikan keluarga kita. Padahal seharusnya tidak seperti ini,”

Aku tidak sepenuhnya tak sependapat dengan hal itu, tapi bukan itu masalahnya. Ada beberapa perbedaan pendapat yang tak bisa dijembatani antara aku dan Sam saat ini.

“Kami tahu kau merasa.,, berat memikirkan situasi menyangkut keluatga Cullen. Kami tahu itu masalah bagimu. Tapi reaksimu ini berlebihan.”

Seth menggeram. Berlebihan? Apakah menyerang sekutu kita tanpa peringatan bukan reaksi berlebihan?

Seth, pernah dengar istilah “pura-pura santai”? Kalem sajalah.

Maaf.

Mata Jared melirik Seth dan kembali pariaku. “Sam setuju untuk tidak tergesa-gesa bertindak, Jacob. Dia sudah tenang, sudah berbicara dengan para Tetua, Mereka memutuskan tindakan tergesa-gesa bukan hal tepat untuk dilakukan saat ini.”

Terjemahan: Karena mereka sudah kehilangan elemen kejutan, pikir Leah.

Aneh betapa serupanya pikiran bersama kami. Kawanan itu sudah menjadi kawanan Sam, sudah menjadi “mereka” bagi kami. Pihak luar dan berbeda. Lebih aneh lagi karena Leah bisa berpikir seperti itu—dia menjadi bagian yang solid dari “kami”,

“Billy dan Sue sependapat denganmu, Jacob, bahwa kita bisa menunggu sampai Bella,., terpisah dari masalah itu. Kami juga tidak merasa nyaman bila harus membunuhnya.”

Walaupun tadi aku menegur Seth, aku sendiri tak mampu menahan geraman pelan terlontar dari moncongku. Jadi mereka merasa tidak nyaman melakukan pembunuhan, hehi

Jared mengangkat kedua tangannya lagi, “Tenang, Jake. Kau tahu apa maksudku. Intinya, kami akan menunggu dan menilai ulang situasinya. Baru akan diputuskan belakangan bila ternyata ada masalah dengan… makhluk itu.”

Hah, pikir Leah. Omong kosong.

KAU tidak percaya?

Aku tahu apa yang mereka pikirkan, Jake. Apa yang Sam pikirkan. Mereka bertaruh bahwa bagaimanapun juga, Bella toh akan mati. Kemudian mereka pikir kau bakal begitu marah.

Hingga aku akan memimpin penyerangan sendiri. Telingaku menempel erat di kepalaku. Dugaan Leah tadi kedengarannya sangat mengena. Dan sangat mungkin juga. Saat,,, kalau makhluk itu membunuh Bella, akan mudah melupakan bagaimana perasaanku terhadap keluarga Carlisle sekarang. Mereka mungkin akan terlihat seperti musuh—tidak lebih daripada lintah-lintah pengisap darah—bagiku, seperti dulu lagi.

Aku akan mengingatkanmu, bisik Seth,

Aku tahu, Nak. Pertanyaannya adalah, apakah aku mau mendengarkanmu.

“Jake?” ujar Jared.

Aku mendengus,

Leah, larilah berkeliling—hanya untuk memastikan. Aku terus berbicara dengan Jared, dan aku ingin merasa yakin tak ada hal lain terjadi sementara aku berubah wujud.

Sudahlah, Jacob. Kau bisa kok berubah wujud di depanku. Walaupun sudah berusaha keras, aku sudah pernah kok melihatmu telanjang sebelumnya—tidak terlalu berpengaruh bagiku, jadi jangan khawatir.

Aku bukan mau melindungi kesucian matamu, aku berusaha melindungi posisi kita. Cepat pergi dari sini

Leah mendengus kemudian melesat memasuki hutan. Aku bisa mendengar kakinya menginjak tanah, mengayun semakin cepat.

Ketelanjangan memang tidak menyenangkan, tapi itu bagian yang tidak terhindarkan dalam kehidupan kawanan. Itu tidak menjadi masalah bagi kami sebelum Leah datang.

Kemudian situasi berubah canggung. Leah tidak begitu pandai menahan amarah— dibutuhkan waktu lumayan lama sebelum ia akhirnya bisa berhenti meledak keluar dari bajunya setiap kali amarahnya terpancing. Kami sudah pernah melihatnya sekilas. Dan bukannya tubuh Leah tidak enak dipandang; masalahnya adalah, sangat tidak mengenakkan bila ia menangkap basah dirimu berpikir mengenainya belakangan.

Jared dan yang lain-lain memandangi tempat Leah tadi menghilang ke dalam semak-semak dengan ekspresi waswas.

“Dia ke mana?” tanya Jared.

Aku tak menggubris pertanyaannya, memejamkan mata dan berkonsentrasi. Udara seperti bergetar di sekelilingku, membuat tubuhku terguncang-guncang. Aku berdiri dengan kaki belakangku, dan tepat ketika aku benar-benar berdiri, tubuhku menggeletar dan aku berubah wujud menjadi manusia.

“Oh,” ucap Jared, “Hai, Jake.”

“Hai, Jake”

“Terima kasih sudah bicara denganku,”

“Yeah.”

“Kami ingin kau pulang, mAN”

Lagi-lagi Quil mendengking,

“Aku tidak tahu apakah itu mudah, Jared.”

“Pulanglah,” kata Jared, mencondongkan tubuh. Memohon, “Kita bisa membereskan masalah ini. Tempatmu bukan di sini. Biarkan Seth dan Leah pulang juga.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.