Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Bella tersedak sedikit dalam tidurnya yang gelisah, dan baik Edward maupun Rosalie beranjak dan berdiri di dekatnya. Tubuhnya berkedut-kedut, dan ia merintih. Rosalie membelai-belai kening Bella. Tubuh Edward mengejang—ia memung-gungiku, tapi ekspresinya pasti mengatakan sesuatu, karena dalam sekejap Emmett sudah menyusup di antara mereka, la mengangkat kedua tangannya ke arah Edward.

“Jangan malam ini, Edward. Banyak hal lain yang perlu kita khawatirkan.”

Edward berpaling dari mereka, lagi-lagi ia terlihat seperti orang yang dibakar hidup-hidup. Sesaat matanya bersirobok dengan mataku, dan aku menjatuhkan kedua kaki depanku lalu kembali berdiri dengan empat kaki.

Aku berlari kembali ke hutan yang gelap, bedari untuk bergabung dengan Seth, melarikan diri dari apa yang ada di belakangku.

Semakin parah. Benar, kondisi Bella memang semakin parah.

12. SEBAGIAN ORANG MEMANG TIDAK BISA MENGERTI KONSEP “TIDAK DITERIMA”

AKU berada tepat di tubir antara bangun dan tidur.

Matahari telah terbit di balik awan-awan satu jam yang lalu—hutan kini kelabu, tak lagi hitam pekat, Seth bergelung dan tertidur pulas sampai sekitar pukul satu, lalu kubangunkan ia saat fajar untuk bergantian berpatroli. Bahkan setelah berlari semalaman, aku tetap sulit mendiamkan otakku cukup lama agar bisa tertidur, tapi lari Seth yang berirama ternyata bisa membantu. Satu, dua-tiga, empat, satu, dua-tiga, empat—tuh tuk’tuk tuk—suara langkah kaki pelan membentur tanah yang lembap, berulang kali saat ia berlari mengelilingi tanah keluarga Cullen. Jejak langkah kami sudah membentuk jalur tersendiri di tanah. Pikiran Seth kosong, hanya terlihat sekilas gambaran hijau dan abu-abu kabur saat hutan melesat di belakangnya. Gambaran itu menenteramkan. Lebih enak mengisi kepalaku dengan apa yang dilihat Seth daripada membiarkan bayangan-bayanganku sendiri menjadi pusat perhatian.

Kemudian lolongan tajam Seth mengoyak keheningan pagi y.mg sunyi.

Aku meloncat berdiri, kedua kaki depanku sudah melesat cepat sebelum kaki belakangku menjejak tanah. Aku berlari ke tempat Seth membeku, bersamanya mendengarkan suara langkah-langkah kaki berlari ke arah kami.

Pagi, boys.

Dengkingan shock terlontar dari sela-sela gigi Seth. Kemudian kami menggeram saat membaca lebih dalam pikiran-pikiran baru itu.

Oh astaga! Pergi sana, Leak! erang Seth.

Sesampainya di tempat Seth, aku berhenti, kepala mendongak, siap melolong lagi —kali ini untuk memprotes.

Jangan berisik, Seth.

Baik. Ugh! Ugh! Ugh! Ia mendengking-dengking dan mencakar-cakar tanah, menghasilkan garukan-garukan dalam di tanah.

Leah tampak berlari-lari kecil, tubuhnya yang abu-abu kedi meliuk-liuk menerobos semak.

Berhenti mengeluh, Seth. Cengeng benar kau ini.

Aku menggeram pada Leah, telingaku terlipat. Otomatis ia mundur selangkah.

Memangnya pikirmu apa yang kaulakukan, Leah?

Leah mendengus. Sudah jelas, kan? Aku bergabung dengan kawanan pemberontak kecil brengsekmu ini. Menjadi anjing-anjing penjaga vampir. Ia menggonggongkan tawa rendah dan sinis.

Tidak, tidak boleh. BerbaliHah sebelum kurobek-robek salah satu otot-otot lututmu itu.

Kayak kau bisa mengejarku saja. L.eah menyeringai dan melengkungkan tubuhnya, siap melesat. Mau balapan, wal pemimpin yang tak kenal takut?

Aku menghela napas dalam-dalam, mengisi paru-parul.ti sampai kedua sisi tubuhku menggelembung. Kemudian, ia telah yakin tidak bakal menjerit, aku mengembuskan napas panjang.

Seth, beritaku keluarga Cutlen, yang datang ternyata hanyi kakakmu yang tolol ini —aku sengaja memikirkan kara-kata yang sekasar mungkin. Biar aku saja yang membereskan masalah ini.

Siap! Seth sangat senang bisa menyingkir dari situ. Ia meny, hilang menuju rumah.

Leah mendengking, dan ia mencondongkan tubuh ke ar.ili hilangnya Seth tadi, bulu bahunya berdiri. Masa kaubiarkan dia berlari mendatangi vampir-vampir itu sendirian?

Aku yakin ia lebih suka dihabisi mereka daripada menghabis kan waktu satu menit saja denganmu.

Tutup mulutmu, Jacob. Uuups, maaf -maksudku, tutup mulutmu, paduka yang mulia Alfa,

Brengsek, kenapa kau datang kc sini?

Kaukira aku mau enak-enakan duduk di rumah sementara adikku merelakan dirinya menjadi mainan kunyahan vampir?

Seth tidak menginginkan ataupun membutuhkan perlindungan mu. Faktanya, tidak ada yang menginginkanmu di sini.

Oooh, aduh, itu bakal meninggalkan luka yang sangat dalam. Ha, gonggong Leah. Katakan, siapa yang memang menginginkan keberadaanku, dan aku bakal langsung cabut.

Jadi alasanmu sama sekali bukan Seth?

Tentu saja dia. Aku hanya ingin menegaskan ini bukan pertama kalinya kehadiranku tidak diinginkan. Bukan faktor yang memotivasi, kalau kau mengerti maksudku.

Aku mengertakkan gigi dan mencoba berpikir jernih. Apakah Satn yang mengutusmu?

Kalau kedatanganku atas suruhan Sam, kau takkan bisa mendengarku. Kesetiaanku bukan lagi padanya.

Aku mendengarkan dengan hati-hati pikiran-pikiran yang bercampur dengan karakata Leah itu. Kalau ini taktik untuk mengalihkan perhatian, aku harus cukup waspada untuk bisa melihat maksud sebenarnya di balik semua ini. Tapi tidak ada apa-apa. Pernyataan l.eah tadi adalah kebenaran. Kebenaran yang tidak ia sukai dan nyaris menyakitkan untuk diakui.

Jadi kau loyal padaku sekarang? tanyaku sinis. He-eh. Yang benar saja.

Pilihanku terbatas. Aku berusaha menerima opsi yang kupu-nya. Percayalah, aku sebenarnya juga tidak suka, sama seperti yang kaurasakan.

Itu tidak benar. Ada semacam kegembiraan dalam pikiran Leah. Ia memang tidak bahagia dengan pilihan ini, tapi ia juga merasakan semacam kepuasan aneh. Aku mencaricari dalam pikirannya, berusaha mengerti.

Bulu Leah meremang, tidak menyukai gangguan itu. Aku biasanya mencoba menulikan diri dari pikiran-pikiran Leah-— aku tidak pernah mencoba memahaminya sebelum ini.

Kami diinterupsi oleh Seth, yang sedang memikirkan penjelasan kepada Edward. Leah mendengking cemas. Wajah Edward, terbingkai jendela yang sama seperti semalam, tidak menunjukkan reaksi apa-apa terhadap berita itu. Wajahnya hampa, mati.

Wow, kacau benar ia kelihatannya, gerutu Seth pada diri sendiri. Si vampir juga tidak menunjukkan reaksi terhadap pikiran itu. Ldward menghilang ke dalam rumah. Seth berba-lik dan kembali ke tempat kami, Leah sedikit rileks.

Apa yang terjadi? tanya Leah. Jelaskan semua padaku, cepat

Tak ada gunanya. Kau toh takkan lama di sini.

Asal tahu saja, Mr. Alfa, aku akan tetap di sini. Berhubung aku harus menjadi milik seseorang—dan jangan kaukira aku tak pernah mencoba pergi dan hidup sendiri, kau sendiri tentu-nya tahu itu tidak bisa dilakukan—maka aku pun memilihmu.

Leah, kau tidak suka padaku. Aku juga tidak suka padamu.

Terima kasih. Kapten Tanpa Tedeng Aling-Aling. Itu bukan masalah bagiku. Pokoknya aku akan tetap bersama Seth.

Kau tidak suka vampir. Apakah menurutmu tidak ada sedikit konflik kepentingan di sana?

Kau juga tidak suka vampir.

Tapi aku memiliki komitmen terhadap aliansi ini. Kau tidak.

Aku akan menjaga jarak dengan mereka. Aku bisa berpatroli di luar sini saja, seperti Seth.

Dan aku harus langsung percaya padamu?

Leah menjulurkan leher, mencondongkan tubuh dengan bertumpu pada jari-jari kakinya, berusaha membuat tubuhnya setinggi aku sementara ia menatap mataku lekatlekat. Aku tidak akan mengkhianati kawananku.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.