Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Tutup mulutmu, Seth.

Ya, Sir.

Hentikan! Tidak ada dua kawanan. Hanya ada SATU kawanan, dan ada aku. Hanya itu. Jadi kau boleh pulang sekarang.

Kalau memang tidak ada dua kawanan, lantas mengapa kita bisa saling mendengar tapi tidak bisa mendengar pikiran mereka? Menurutku saat kau memutuskan untuk tidak mengikuti Sam, itu langkah yang sangat signifikan. Sebuah perubahan. Dan waktu aku mengikutimu pergi, kurasa itu juga sesuatu yang’ signifikan.

Pendapatmu ada benarnya, aku mengalah. Tapi apa yang berubah bisa berubah kembali.

Seth berdiri dan mulai berlari-lari kecil menuju ke timur.

Tak ada waktu untuk memperdebatkannya sekarang. Kita seharusnya bergegas sebelum Sam…

Seth benar. Tidak ada waktu untuk memperdebatkan masalah ini sekarang. Aku kembali berlari, tak lagi memacu lariku sekencang tadi. Seth berlari di belakangku, mengambil posisi sebagai serigala Kedua dengan berlari di kananku.

Aku bisa berlari di tempat lain, pikir Seth, hidungnya sedikit menunduk. Aku tidak mengikutimu karena mengincar posisi tertentu.

Larilah di mana pun kau suka. Tidak ada bedanya bagiku.

Tidak ada suara yang mengejar kami, tapi kami mempercepat lari kami pada saat bersamaan. Aku khawatir sekarang. Kalau aku tidak bisa menyadap pildran kawanan, keadaan akan bertambah sulit. Aku takkan tahu apakah aku bakal diserang, aku akan jadi sama butanya dengan keluarga Cullen.

Kita akan berpatroli. Seth mengusulkan.

Dan apa yang akan kita lakukan bila kawanan menantang kita? Mataku menegang. Menyerang saudara-saudara kita? Kakakmu?

Tidak—kita memberi peringatan, kemudian mundur. Jawaban yang bagus. Tapi sesudah itu apa? Kurasa aku tidak…

Aku tahu, Seth sependapat. Kepercayaan dirinya berkurang. Kurasa aku juga tidak bisa menyerang mereka. Tapi mereka juga pasti tidak suka membayangkan harus menyerang kita, sama seperti kita juga tidak suka menyerang mereka. Mungkin itu cukup untuk menghentikan mereka. Tambahan lagi, sekarang mereka hanya berdelapan.

Jangan terlalu…. Butuh waktu semenit untuk memutuskan istilah yang tepat. Optimis. Aku jadi semakin tegang.

Tidak masalah. Jadi kau lebih suka aku pesimis dan bcr muram durja, atau diam saja? Diam saja. Bisa, bisa.

Sungguh? Kelihatannya kau tidak bisa. Akhirnya Seth terdiam juga.

Kemudian kami menyeberang dan berlari menembus hutan yang mengitari rumah keluarga Cullen. Apakah Edward sudah bisa mendengarku sekarang?

Mungkin ada baiknya bila kita memikirkan sesuatu seperti. “Kami datang dalam damai.”

Silakan saja.

Edward? ragu-ragu Seth memanggil nama itu. Edward, kau ada di sana? Oke, sekarang aku merasa tolol. Kau juga kedengaran tolol. Kaupikir dia bisa mendengar kita?

Jarak kami sekarang kurang dari satu setengah kilometer. Kurasa bisa. Hei, Edward. Kalau kau bisa mendengarku— keluarlah, pengisap darah. Kau mendapat masalah.

Kita mendapat masalah, Seth mengoreksi.

Kemudian kami keluar dari lingkupan pepohonan dan berpacu memasuki halaman yang luas. Rumah itu gelap gulita, tapi tidak kosong. Edward berdiri di teras, diapit Emmett dan Jasper. Tubuh mereka seputih salju di bawah cahaya bulan yang pucat.

“Jacob? Seth? Ada apa?”

Aku memperlambat lariku, kemudian berjalan mundur beberapa langkah. Bau itu begitu tajam menusuk hidung hingga hidungku benar-benar seperti terbakar rasanya. Seth mendengking pelan, ragu-ragu, kemudian ia juga mundur di belakangku.

Untuk menjawab pertanyaan Edward, kubiarkan pikiranku mengingat lagi konfrontasiku dengan Sam, memutarnya kembali. Seth berpikir bersamaku, mengisi ruangruang yang ko-.nng, menunjukkan adegan demi adegan dari sudut pandang berbeda-Kami berhenti waktu tiba di bagian tentang “sesuatu yang sangat jahat” karena Edward mendesis marah dan menerjang turun dari teras.

“Mereka ingin membunuh Bella?” geramnya datar.

Emmett dan Jasper, yang tidak bisa mendengar bagian pembicaraan itu, langsung menganggap pertanyaan tak bernada itu sebagai pernyataan. Secepat kilat mereka sudah kembali mengapit Edward, memamerkan gigi mereka sambil bergerak menghampiri kami.

Hei, hati-hati, pikir Seth, mundur menjauh.

“Em, Jazz—bukan merekal Tapi yang lain. Kawanan itu akan datang.”

Emmett dan Jasper bertumpu pada tumit dan menggerakkan tubuh mereka; Emmett berpaling kepada Edward sementara Jasper menatap kami lekat-lekat.

“Apa masalah mereka?” tuntut Emmett.

“Sama denganku,” desis Edward. “Tapi mereka punya rencana sendiri untuk menghadapinya. Panggil yang lain. Hubungi Carlisle! Dia dan Esme harus segera kembali ke sini, sekarang.”

Aku mendengking gelisah. Ternyata mereka terpisah-pisah.

“Mereka tidak jauh dari sini,” kata Edward dengan nada yang sama datarnya dengan sebelumnya.

Aku akan melihat-lihat keadaan dulu, kata Seth. Mengitari kawasan sebelah barat.

“Berbahayakah itu bagimu, Seth?” tanya Edward,

Seth dan aku berrukar pandang.

Kurasa tidak, pikir kami berbarengan. Kemudian aku nambahkan, Tapi mungkin sebaiknya aku pergi juga. Hanya untuk berjaga-jaga…

Kecil kemungkinan mereka akan menantangku, Bagi mereka, aku hanya anak ingusan.

Begitu jugalah kau bagiku, Nak.

Aku pergi dulu. Kau harus berkoordinasi dengan keluar-Cullen.

Seth berbalik dan melesat masuk ke kegelapan. Aku tidak akan memerintahmerintah Seth, jadi kubiarkan saja pergi.

Edward dan aku berdiri berhadapan di lapangan rumpui yang gelap. Aku bisa mendengar Emmett berbicara pelan di teleponnya. Jasper memandangi tempat Seth tadi menghilang di balik hutan, Alice muncul di teras, kemudian, setelah inc natapku cemas beberapa saat. bergegas menghampiri Jaspri Dugaanku, Rosalie ada di dalam bersama Bella. Masih men jaganya—dari bahaya yang sallah.

“Ini bukan pertama kalinya aku berutang budi padamu, Jacob,” bisik Edward. “Aku takkan pernah meminta ini dan mu.”

Ingatanku melayang pada permintaannya siang tadi. Bila berkaitan dengan Bella, tidak ada yang tidak akan ia lakukan Kau akan memintanya.

Edward berpikir sebentar, kemudian mengangguk. “Kurasa kau benar dalam hal itu.”

Aku mengembuskan napas berat. Well, bukan baru kali itu juga aku tidak melakukannya demi kau.

“Benar,” gumam Edward.

Maaf aku tidak berhasil hari Ini. Sudah kubilang, Bella tak mungkin mau menuruti nasihatku.

“Aku tahu. Aku memang tidak yakin dia mau mendengarmu, tapi…”

Kau tetap harus berusaha. Aku mengerti. Keadaannya sudah lebih baik?

Suara dan mata Edward hampa. “Semakin parah” desahnya.

Aku tidak ingin mencerna ucapan Edward. Aku bersyukur waktu Alice berbicara.

“Jacob, bisakah kau berubah wujud?” tanya Alice, “Aku Ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.”

Aku menggeleng, dan saat itu juga Edward menjawab.

“Dia harus tetap terhubung dengan Seth.”

“Well, kalau begitu, maukah kau menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?”

Edward menjelaskan dalam kalimat-kalimat ringkas tanpa emosi. “Kawanan sekarang memandang Bella sebagai masalah. Mereka melihat adanya potensi bahaya dari… dari apa yang ada dalam kandungannya. Mereka merasa sudah menjadi kewajiban mereka untuk menyingkirkan bahaya itu. Jacob dan Seth meninggalkan kawanan untuk memperingatkan kita. Yang lain berencana menyerang kita malam ini.”

Alice mendesis, mencondongkan tubuh menjauhiku, Emmett dan Jasper bertukar pandang, kemudian mata mereka menyapu pepohonan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.