Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Kata-kata Sam pedas, namun benar. Aku menghirup udara banyak-banyak, memasukkannya ke dadaku.

Mungkin kau benar. Tapi kau akan menghancurkan kawanan karena Bella, Sam. Tak peduli berapa banyak yang selamat malam ini, tetap saja mereka akan tercatat pernah membunuh.

Kita harus melindungi keluarga kita!

Aku tahu apa yang telah kauputuskan, Sam. Tapi kau tidak bisa memutuskan lagi untukku.

Jacob—kau tidak boleh mengkhianati sukumu.

Kewibawaan bergaung dalam perintah Alfa-nya, tapi kali ini perintah itu kehilangan kuasanya. Perintah itu tak lagi berlaku bagiku. Sam mengatupkan rahang, berusaha memaksaku merespons kata-katanya.

Aku menatap matanya yang berapi-api. Putra Efraim Black tidak terlahir untuk mengikuti putra Levi Uley.

Jadi itu masalalmya, Jacob Black? Bulu Sam berdiri tegak dan moncongnya tertarik ke belakang, memperlihatkan giginya. Paul dan Jared menggeram dan menggeletar di kedua sisinya. Walaupun kau bisa mengalahkanku, kawanan- takkan pernah mengikutimu!

Sekarang akulah yang tersentak, dengkingan kaget terlontar dari kerongkonganku.

Mengalahkatnnu? Aku tidak berniat melawanmu, Sam-

Kalau begitu apa rencanamu? Aku tidak mau mundur begitu saja supaya kau bisa melindungi keturunan vampir itu dengan mengorbankan suku kita.

Aku tidak memintamu mundur.

Kalau kau mau memerintahkan mereka mengikutimu… Aku tidak akan pernah memaksakan kehendakku pada siapa pun.

Ekor Sam bergerak-gerak saat ia tersinggung mendengar nada menghakimi dalam ucapanku. Kemudian ia maju selangkah sehingga kami kini berdiri berdekatan, giginya yang menyeringai hanya berjarak beberapa sentimeter dari gigiku. Baru pada saat itulah aku sadar ternyata aku sudah lebih tinggi darinya.

Tidak bisa ada lebih dari satu Alfa. Kawanan telah memilihku. Apakah kau akan memecah-belah kawanan kita malam ini? Apakah kau akan mengkhianati saudarasaudaramu? Atau apakah kau akan mengakhiri kegilaan ini dan bergabung lagi dengan kami? Setiap kata mengandung perintah, tapi itu tidak berlaku bagiku. Darah Alfa mengalir deras dalam pembuluh darahku.

Aku bisa mengerti mengapa hanya ada satu Alfa jantan dalam satu kawanan, tubuhku merespons tantangan itu. Bisa kurasakan insting untuk membela hakku membuncah dalam diriku. Inti primitif diri-serigalaku mengejang, siap melakukan pertempuran demi merebut supremasi.

Aku memfokuskan seluruh energiku untuk mengendalikan reaksi itu. Aku tak mau terjebak dalam perkelahian yang destruktif dan sia-sia dengan Sam. Sam tetap saudaraku, walaupun aku menolak dia.

Hanya ada satu Alfa untuk kawanan ini. Aku tidak menyangkalnya. Aku hanya memilih untuk memisahkan diri.

Jadi sekarang kau bergabung dengan para vampir, Jacob?

Aku tersentak.

Aku tidak tahu, Sam. Tapi ini yang kutahu…

Sam mundur selangkah waktu ia merasakan wibawa Alfa dalam suaraku. Itu lebih memengaruhi dia daripada yang dapat dilakukan wibawanya terhadapku. Karena aku memang dilahirkan untuk memimpin dia.

Aku akan berdiri di antara kau dan keluarga Cullen. Aku tidak mau hanya menonton sementara kawanan membunuh orang-orang yang tidak bersalah—sulit menyebut vampir dengan istilah ini, tapi itu memang benar. Kawanan ini lebih baik dari itu. Pimpin mereka ke arah yang benar, Sam.

Aku berbalik memunggunginya, dan serangkaian lolongan mengoyak udara di sekelilingku.

Sambil membenamkan kuku-kukuku ke tanah, aku berlari menjauhi kegemparan yang kutimbulkan. Aku tidak punya banyak waktu. Setidaknya Leah satu-satunya yang berharap bisa berlari mengalahkanku, tapi aku toh sudah mcn dahuluinya.

Lolongan itu semakin memudar, dan aku merasa terhibur saat suara itu terus terdengar, mengoyak keheningan malam. Itu berarti mereka belum mengejarku.

Aku harus memperingatkan keluarga Cullen sebelum k.i wanan sepakat dan menghentikanku. Bila keluarga Cullen siap, itu bisa memberi Sam alasan untuk berpikir ulang se belum semuanya terlambat. Aku berpacu menuju rumah putih yang masih kubenri, meninggalkan kampung halamanku. Kani pung halaman yang bukan lagi milikku. Aku telah meninggal kannya.

Padahal hari ini diawali seperti hari-hari sebelumnya. Pulang ke rumah sehabis berpatroli pada pagi yang berhujan, sarapan bersama Billy dan Rachel, nonton siaran TV yang jelek, bertengkar dengan Paul… Bagaimana mungkin hari ini tiba-tiba berubah begitu drastis, mengubah semuanya jadi mengerikan!? Bagaimana mungkin semua bisa begitu kacau dan berantakan sehingga aku berada di sini sekarang, sendirian, Alfa yang tidak ingin memimpin, putus hubungan dengan saudara-saudataku, lebih memilih vampir daripada mereka?

Suara yang kutakutkan membuyarkan pikiran linglungku— suara telapak kaki besar menjejak tanah, mengejarku. Aku mempercepat lariku, melesat menembus hutan yang kelam. Aku harus bisa berada cukup dekat dengan rumah putih supaya Edward bisa mendengar peringatan di kepalaku. Leah takkan bisa menghentikanku sendirian.

Kemudian aku menangkap suasana hati dari pikiran di belakangku. Bukan amarah, tapi antusiasme. Bukan mengejar melainkan mengikuti.

Lariku melambat. Aku sempat terhuyung ragu dua langkah w-belum memacu kakiku lagi.

Tunggu. Kaki-kakiku tidak sepanjang kakimu

Seth! Apa yang kau lakukan? pulang!

Seth tidak menyahut, tapi aku bisa merasakan semangatnya sementara ia terus berlari tepat di belakangku. Aku bisa melihat melalui matanya seperti halnya ia juga bisa melihat melalui mataku. Pemandangan malam terlihat muram olehku— penuh keputusasaan. Di mata Seth, justru penuh harapan.

Aku tidak sadar lariku melambat, tapi tiba-tiba saja Seth sudah berada di sampingku, berlari persis di sebelahku.

Aku tidak bercanda, Seth! Ini bukan tempat yang tepat untukmu. Pergi dari sini.

Serigala cokelat sangar itu mendengus. Aku sependapat denganmu, Jacob. Menurutku kau benar. Dan aku tidak mau mendukung Sam kalau…

Oh ya, kau harus mendukung Sam! Bawa bokong berbulumu itu kembali ke La Push dan kerjakan apa yang diperintahkan Sam padamu.

Tidak.

Pergi, Seth!

Apakah itu perintah, Jacob?

Pertanyaan Seth menghantamku. Lariku langsung terhenti, kuku-kukuku terbenam ke dalam lumpur.

Aku tidak akan memerintah siapa pun untuk melakukan apa pun. Aku hanya menyampaikan apa yang sudah kauketahui.

Seth duduk di atas kaki belakangnya di sampingku. KM-beritahu kau apa yang aku tahu— aku tahu suasana sunyi sekali. Apakah kau tidak menyadarinya?

Aku mengerjapkan mata. Ekorku bergoyang-goyang gugup waktu menyadari apa yang ia pikirkan di balik kata-katanya.

Bukan sunyi dalam arti sebenarnya. Lolongan serigala masih memenuhi udara, nun jauh di sebelah barat sana.

Mereka belum berubah wujud, kata Seth.

Aku tahu itu. Kawanan pasti bersiaga penuh sekarang. Mereka akan menggunakan jaringan pikiran untuk bisa memandang jelas ke setiap sisi. Tapi aku tidak bisa mendengar pikiran mereka. Aku hanya bisa mendengar Seth. Yang lain-lain tidak.

Kelihatannya kawanan yang terpisah tidak terhubung satu sama lain. Hah. Kurasa leluhur kita dulu tidak memiliki alasan untuk mengetahui hal ini. Karena sebelumnya tak pernah ada alasan untuk membentuk dua kawanan berbeda. Belum pernah ada serigala dalam jumlah yang cukup besar untuk dibagi menjadi dua kelompok. Wow. Sunyi sekali. Agak menyeramkan. Tapi sekaligus menyenangkan, bukankah begitu? Berani bertaruh, pasti lebih mudah seperti ini, bagi Efraim, Quil, dan Levi.1 Tidak begitu berisik kalau hanya bertiga. Atau berdua.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.