Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Ini keliru.

Dan bukan hanya karena membunuh Bella terasa seperti membunuh diriku sendiri, seperti bunuh diri.

Kuasai dirimu, Jacob, Sam memerintahkan. Keselamatan suku kita harus didahulukan.

Aku keliru tadi, Sam.

Alasan-alasanmu tadi memang keliru. Tapi sekarang ada kewajiban yang harus kita penuhi. Kukuatkan diriku. Tidak.

Sam menggeram dan berhenti di depanku. Ia menatap mataku dan geraman yang dalam terlontar dari sela-sela giginya.

Ya, sang Alfa menitahkan, suaranya bergetar oleh otoritas. Tidak boleh ada celah malam ini. Kau, Jacob, akan bertempur melawan keluarga CuUen bersama kami. Kau, bersama Quil dan Etnhry, akan menghadapi Jasper dan Emrnett. Kau wajib melindungi suku kita. Karena itulah kau ada. Kau harus melaksanakan kewajiban ini.

Bahuku membungkuk saat perintah itu meremukkanku. Kedua kakiku lunglai, aku tersungkur di bawah kaki Sam.

Tak ada anggota kawanan yang sanggup menolak titah sang Alfa.

11. DUA HAL YANG PALING TIDAK INGIN KULAKUKAN

SAM mulai memerintahkan yang lain untuk membentuk formasi saat aku masih tersungkur di tanah. Embry dan Quil mengapitku, menungguku pulih dan mengambil posisi terdepan,

Aku bisa merasakan dorongan, kebutuhan, untuk berdiri dan memimpin mereka. Tekanan itu menjadi-jadi, dan sia-sia saja aku melawannya, terus bertahan di tanah tempatku tersungkur.

Embry mendengking pelan di telingaku. Ia tak ingin memikirkan kata-kata itu, takut pikirannya akan menarik perhatian Sam lagi padaku. Aku merasakan ia memohon tanpa suara padaku untuk berdiri, untuk bangkit dan menyelesaikan semuanya.

Ketakutan merayapi hati kawanan, bukan karena mengkhawatirkan keselamatan diri sendiri, melainkan karena mencemaskan nasib keseluruhan. Kami tak bisa membayangkan kami semua bisa keluar dari pertempuran ini hidup-hidup. Siapa yang bakal tewas? Pikiran siapa yang akan hilang untuk selamanya? Keluarga siapa yang harus kami hibur esok pagi?

Pikiranku mulai bekerja dengan pikiran mereka, berpikir sebagai satu kesatuan, sementara kami menghadapi ketakutan itu. Otomatis aku mengangkat tubuhku dari tanah dan menggoyangkan bulu-buluku.

Embry dan Quil mengembuskan napas lega. Quil menempelkan hidungnya ke sisi tubuhku sekali.

Pikiran mereka dipenuhi tantangan dan tugas yang diberil kan kepada kami. Kami mengingat bersama malam-malam saat kami menonton keluarga Cullen berlatih untuk bertempur menghadapi vampir-vampir baru, Emmett Cullen yang paling kuat, tapi Jasper akan lebih sulit dihadapi. Ia bergerak seperti kilat—kekuatan, kecepatan, dan kematian digabungi jadi satu. Berapa abad pengalaman yang ia miliki? Cukup banyak sehingga semua anggota keluarga Cullen lainnya merasa perlu meminta bimbingan dari Jasper.

Aku akan mengambil posisi terdepan, kalau kau mengingin kan posisi samping, Quil menawarkan. Benaknya dipenuhi semangat menggebu-gebu, lebih daripada yang dirasakan yang lainnya. Sejak menonton instruksi Jasper malam itu, Quil sudah gatal ingin menjajal kemampuannya menghadapi si vampir. Baginya, ini akan jadi seperti kontes. Walaupun tahu nyawanya dipertaruhkan, ia tetap menganggapnya seperti itu. Paul sama saja, begitu juga anak-anak yang belum pernah terlibat dalam pertempuran, Collin dan Brady. Seth mungkin juga sama—kalau saja musuhnya nanti bukan teman-temannya.

Jake? Quil menyundulku. Kau ingin bagaimana nanti? Aku hanya menggeleng. Aku tak bisa berkonsenrrasi—aku merasa seperti boneka yang tangan dan kakinya digerakkan tali yang terpasang di semua ototku. Satu kaki maju, kaki lain menyusul.

Seth berjalan sambil menyeret langkah di belakang Collin dan Brady—Leah sudah mengambil posisi di depan. Ia mengabaikan Seth saat menyusun rencana bersama yang lain, dan bisa kulihat ia lebih suka Seth tidak diikutkan dalam pertempuran ini. Rupanya ia memiliki sedikit naluri keibuan terhadap adik lelakinya itu. Ia berharap Sam akan menyuruh Seth pulang. Seth tidak mengacuhkan keraguan Leah. Seth juga tampak seperti boneka yang digerakkan tali-talinya.

Mungkin kalau kau berhenti melawan…, Embry berbisik.

Fokus saja pada bagian kita. Pada yang besar’besar. Kita bisa menghabisi mereka. Mereka milik kita! Quil menyemangati diri sendiri—seperti pelatih memompa semangat anak-anak asuhannya sebelum perrandingan besar.

Bisa kulihat betapa mudahnya itu—tidak memikirkan hal lain selain bagianku. Tidak sulit membayangkan menyerang Jasper dan Emmett, Sebelumnya kami pernah nyaris bertempur. Sudah sejak lama aku menganggap mereka musuh. Aku bisa melakukannya lagi sekarang.

Aku hanya perlu melupakan bahwa mereka melindungi hal yang sama yang aku lindungi. Aku harus melupakan alasan mengapa aku justru menginginkan mereka menang…

Jake, Embry mengingatkan. Jangan biarkan pikiranmu melantur.

Kakiku bergerak sangat lambat, melawan tarikan tali-tali itu.

Tak ada gunanya melawan, Embry kembali berbisik.

Dia benar. Akhirnya aku toh akan melakukan apa yang diinginkan Sam, jika ia memaksa. Dan ia memang memaksa. Itu sudah jelas.

Ada alasan kuat mengapa otoritas Alfa diperlukan. Bahkan! kawanan sekuat kami pun tidak bakal efektif tanpa pemimpi. Kami harus bergerak bersama, berpikir bersama, agar bisil efektif. Dan untuk itu, tubuh membutuhkan kepala.

Tapi bagaimana kalau ternyata kali ini Sam keliru? Tak ada yang bisa melakukan apa-apa. Tidak ada yang bisa menentang keputusannya.

Kecuali.

Dan itu dia—pikiran yang tak pernah, tak pernah ingiiJ kumunculkan dalam benakku. Tapi sekarang, dengan semw kaki terikat tali, dengan lega aku mengenali pengecualian itu—lebih daripada lega, dengan kegembiraan meleda™ ledak.

Tak ada yang bisa menentang keputusan Alfa—kecuali aku.

Aku belum melakukan apa-apa untuk mendapatkan hak itu,l Tapi ada beberapa hal yang memang sudah menjadi hakkH sejak aku dilahirkan, hal-hal yang tak pernah kutuntut.

Aku tak pernah ingin memimpin kawanan. Aku tidak ingirl melakukannya sekarang. Aku tidak ingin bertanggung jawab atas semua nasib kami. Sam lebih baik dalam hal itu daripada aku.

Tapi malam ini Sam keliru.

Dan aku tidak terlahir untuk tunduk padanya.

Ikatan yang membelit tubuhku langsung terlepas begitu! aku merengkuh hak lahirku.

Aku bisa merasakannya berkumpul dalam diriku, kebebasan sekaligus perasaan berkuasa yang aneh dan hampa. HampB karena kekuasaan seorang Alfa berasal dari kawanannya, tapi aku tidak memiliki kawanan. Sesaat, perasaan kesepian melingB kupiku.

Sekarang aku tidak memiliki kawanan.

Tapi aku berdiri tegap dan kuat waktu menghampiri Sam yang sedang menyusun rencana bersama Paul dan Jared. Ia menoleh begitu mendengarku mendekat, mata hitamnya menyipit.

Sam melompat mundur setengah langkah sambil mengerang sbock. Jacob? Apa yang kaulakukan?

Aku tidak akan mengikutimu, Sam. Tidak untuk sesuatu yang sangat keliru.

Sam menatapku, terperangah. Kau akan… kau akan memilih musuh-musuhmu ketimbang keluargamu?

Mereka bukan—aku menggeleng-gelengkan kepala, menjernihkannya—mereka bukan musuh kita. Mereka tidak pernah menjadi musuh kita. Sampai aku benar-benar berpikir untuk menghancurkan mereka, memikirkannya dengan saksama, aku tidak menganggapnya begitu.

Ini bukan tentang mereka, Sam menggeram padaku. Ini tentang Bella. Dia bukan jodohmu, dia tak pernah memilihmu, tapi kau terus saja menghancurkan hidupmu demi dia!

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.