Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Kita tidak tahu—aku mencoba menginterupsi.

Kita memang tidak tahu, ia setuju. Dan untuk kasus ini kita tidak bisa mengambil risiko dengan ketidaktahuan kita. Kita hanya bisa mengizinkan keluarga Cullen tetap eksis sepanjang kita benar-benar yakin bahwa mereka bisa dipercaya tidak akan menimbulkan bahaya. Makhluk… ini tidak bisa dipercaya.

Mereka juga tidak menyukai makhluk itu.

Sam menarik wajah Rosalie, sikap tubuhnya yang protektif, dari benakku dan menunjukkannya kepada yang lain.

Ada yang sudah siap berjuang untuknya, tak peduli seperti apa’ pun makhluk itu.

Demi Tuhan, itu kan cuma bayi. Tidak untuk waktu lama, bisik Leah.

Jake, kawan, ini masalah besar, Quil berkata. Kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

Kalian terlalu membesar-besarkannya, sergahku. Satu-satunya yang terancam bahaya adalah Bella.

Sekali lagi karena pilihannya sendiri, ujar Sam. Tapi kali ini pilihannya memengaruhi kita semua.

Kurasa tidak.

Kita tidak boleh mengambil risiko. Kita tidak boleh membiarkan makhluk peminum darah berburu di tanah kita.

Kalau begitu suruh mereka pergi, serigala yang masih mendukungku berkata. Ternyata Seth. Tentu saja.

Dan membahayakan orang lain? Kalau ada makhluk peminum darah melintasi tanah kita, kita habisi mereka, tak peduli ke mana mereka merencanakan untuk berburu. Kita melindungi semua yang bisa kita lindungi.

Ini gila, kataku. Siang tadi kalian khawatir bakal membahayakan kawanan.

Siang tadi aku tidak tahu keluarga kita terancam keselamatannya.

Aku tidak percayai Bagaimana caranya kalian membunuh makhluk ini tanpa membunuh Bella?

Tidak ada kata-kata, tapi keheningan itu begitu sarat makna.

Aku melolong. Bella juga manusiai Tidakkah perlindungan kita berlaku untuknya?

Ia toh sudah sekarat, pikir Leah. Kita hanya mempersingkat prosesnya.

Perkataannya membuat amarahku meledak. Aku melompat menjauhi Seth, menyasar kakaknya, dengan gigi menyeringai. Aku nyaris menerkam kaki belakang kiri Leah waktu merasakan gigi Sam mengoyak panggulku, menyeretku kembali.

Aku melolong kesakitan bercampur marah dan berbalik menghadapi Sam.

Hentikan’, perintah Sam dengan suara bergaung penuh wibawa, khas Alfa.

Kedua kakiku seperti menekuk di bawah tubuhku. Aku langsung berhenti, dan berhasil berdiri setelah mengerahkan segenap upaya.

Sam mengalihkan pandangan. Kau tak boleh bersikap keji pada Jacob, Leah, ia memerintahkan. Mengorbankan Bella adalah harga yang sangat mahal dan kita semua harus mengakui itu. Mengambil nyawa manusia bertentangan dengan prinsip kita. Membuat pengecualian dalam hal itu bukanlah pilihan mengenakkan. Kita semua harus merasa berduka atas apa yang akan kita lakukan nanti malam.

Nanti malam? ulang Seth, shock. Sam—kurasa sebaiknya kita bicarakan dulu masalah ini. Setidaknya berkonsultasi dengan para Tetua dulu. Tidak mungkin kau serius dengan rencanamu bahwa kita akan…

Kita tak bisa menerima toleransimu terhadap keluarga Cullen sekarang. Tak ada waktu lagi untuk berdebat Kau harus melakukan apa yang diperintahkan padamu, Seth.

Lutut depan Seth menekuk, kepalanya terkulai ke depan begitu mendengar perintah sang Alfa,

Sam mondar-mandir mengitari kami berdua.

Kita membutuhkan seluruh anggota kawanan untuk melakukannya. Jacob, kau yang paling kuat. Kau akan maju bertempur bersama kami malam ini. Aku mengerti ini pasti berat bagimu, jadi kau harus berkonsentrasi melawan para pejuang mereka— Emmett dan Jasper Cullen. Kau tidak perlu terlibat dalam… bagian lain. Quil dan Embry akan bertempur bersamamu.

Lututku gemetar; sekuat tenaga aku berusaha tetap berdiri tegak sementara suara sang Alfa mencabik-cabik keinginanku.

Paul, Jared, dan aku akan menghadapi Edward dan Rosalie. Menurutku, dari informasi yang kita dapat dari Jacob, mereka berdualah yang menjaga Bella. Carlisle dan Alice akan berada di dekat mereka, mungkin juga Esme. Brady, Collin, Seth, dan Leah akan berkonsentrasi menghadapi mereka. Siapa pun yang berpeluang menghabisi—kami semua mendengar Sam bimbang sesaat ketika hendak menyebut nama Bella—makhluk itu harus segera melakukannya. Menghabisi makhluk itu adalah prtO’ ritas utama kita.

Kawanan menggeram gugup menyatakan persetujuan. Ketegangan menyebabkan bulu mereka berdiri tegak. Mereka mondar-mandir semakin cepat, dan suara kaki menginjak tanah payau terdengar semakin tajam, kuku-kuku mereka mengoyak-ngoyak tanah.

Hanya Seth dan aku yang bergeming, menjadi inti pusaran badai yang dipenuhi seringaian taring dan telinga yang terlipat di sisi kepala. Hidung Seth nyaris mencium tanah, membungkuk di bawah perintah Sam. Aku merasakan kesedihan hatinya karena harus bersikap tidak loyal. Baginya ini merupakan pengkhianatan—sejak hari kami bersekutu, bertempur mendampingi Edward Cullen, Seth telah benar-benar menjadi teman sang vampir.

Namun tak ada penolakan dalam dirinya. Seth akan patuh meskipun itu sangat menyakitkan baginya. Ia tidak punya pilihan lain.

Dan pilihan apa yang kupunya? Jika Alfa sudah bertitah, seluruh kawanan akan menurut.

Sam tidak pernah memaksakan otoritasnya sejauh ini sebelumnya; aku tahu sejujurnya ia tidak suka melihat Seth berlutut di depannya seperti budak di kaki tuannya. Ia tidak akan memaksakan kehendaknya kalau tidak percaya dirinya punya pilihan lain. Ia tidak bisa berbohong pada kami bila pikiran kami saling terhubung seperti ini. Ia benarbenar percaya kewajiban kami adalah menghabisi Bella dan monster dalam kandungannya. Ia benar-benar percaya kami tak bisa menyia-nyiakan waktu lagi. Begitu percayanya ia hingga berani mati untuk itu.

Kulihat dia sendirilah yang akan menghadapi Edward; kemampuan Edward membaca pikiran kami menjadikannya ancaman terbesar menurut pemikiran Sam. Sam takkan membiarkan orang lain menghadapi bahaya itu.

Ia menganggap Jasper lawan kedua paling berbahaya, dan karena itulah ia menugaskan aku menghadapinya. Ia tahu aku memiliki peluang paling baik untuk memenangkan pertempuran itu. Target-target yang paling mudah ia berikan kepada para serigala muda dan Leah. Si mungil Alice tidak berbahaya tanpa visi masa depan yang menuntunnya, dan dari kerja sama kami waktu itu, kami tahu Esme tidak bisa bertempur. Carlisle mungkin berbeda, tapi ketidaksukaannya pada kekerasan bisa melemahkannya.

Aku merasa lebih mual daripada Seth waktu kulihat Sam menyusun rencana, mencoba menyusun strategi agar setiap anggota kawanan memiliki peluang terbaik untuk selamat.

Segalanya terbalik. Padahal siang tadi justru aku yang sangat tidak sabar ingin segera menyerang vampir-vampir itu. lapi Seth benar—aku tidak siap bertempur. Aku telah membutakan diriku dengan kebencian. Aku tidak mengizinkan diriku memandang masalah ini dengan hati-hati karena aku pasti tahu apa yang akan kulihat seandainya itu kulakukan.

Carlisle Cullen. Menatapnya tanpa kebencian yang memenuhi mataku, aku tak bisa menyangkal bahwa membunuhnya benar-benar berarti pembunuhan. Ia baik. Sebaik manusia yang kami lindungi. Mungkin malah lebih baik. Yang lain-lain juga, kurasa, tapi aku tidak begitu peduli pada mereka. Aku tidak begitu mengenal mereka. Cadisle pasti takkan melawan, meskipun untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Itulah sebabnya kami pasti bisa membunuhnya—karena ia ridak ingin kami, musuh-musuhnya, mati.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.