Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Kau juga pasti rela melakukan apa saja demi aku, bukan?” bisiknya. “Aku benarbenar tidak tahu mengapa kau harus repot-repot. Aku tidak pantas mendapatkan salah satu dari kalian.”

“Tapi tak ada bedanya, bukan?”

“Kali ini tidak.” Bella mendesah. “Kalau saja aku bisa menjelaskan kepadamu dengan benar sehingga kau bisa mengerti. Aku tidak bisa menyakitinya”—Bella menuding perutnya— “sama seperti aku tidak bisa mengambil pistol dan menembakmu. Aku sayang bayi ini.”

“Mengapa kau selalu harus mencintai hal-hal yang salah, Bella?”

“Menurutku tidak begitu,”

Aku berdeham-deham untuk membersihkan tenggorokan agar bisa membuar suaraku terdengar sekeras yang kuinginkan. “Percayalah padaku.”

Aku bergerak untuk berdiri.

“Mau ke mana kau?”

“Tidak ada gunanya aku di sini terus.”

Bella mengulurkan tangannya yang kurus, memohon. “Jangan pergi,”

Bisa kurasakan kecanduan itu mengisapku, berusaha membuatku tetap berada di dekat Bella.

“Tempatku bukan di sini. Aku harus pulang.”

“Mengapa kau datang ke sini hari ini?” tanyanya, masih mengulurkan tangan dengan lemas.

“Hanya untuk melihat apakah kau benar-benar masih hi dup. Aku tidak percaya kau sakit seperti kata Charlie.”

Aku tidak bisa menerka dari ekspresi wajahnya, apakah ia memercayai perkataanku atau tidak.

“Apakah kau akan kembali lagi? Sebelum…”

“Aku tidak mau datang hanya untuk menontonmu meregang nyawa, Bella.”

Bella tersentak. “Kau benat, kau benar. Kau sebaiknya pergi.”

Aku berjalan menuju pintu. “Bye,” bisik Bella di belakangku. “Aku sayang padamu, Jake.”

Nyaris saja aku kembali. Nyaris saja aku berbalik, berlutut, dan mulai memohonmohon lagi. Tapi aku tahu aku harus segera meninggalkan Bella, memutus hubunganku dengannya telak-telak, sebelum ia membunuhku, seperti ia akan membunuh Edward.

“Tentu, tentu,” gumamku dalam perjalanan keluar.

Tidak seorang vampir pun terlihat. Kuabaikan motorku yang berdiri sendiri di tengah padang rumput. Sekarang benda itu tak cukup cepat lagi bagiku. Ayahku pasti panik sekali—begitu juga Sam. Apa yang dipikirkan kawanan serigala itu saat mereka tidak mendengarku berubah wujud? Apakah mereka mengira keluarga Cullen menghabisiku sebelum aku dapat berubah? Kulucuti semua pakaianku, tak peduli kalaukalau ada yang melihat, dan mulai berlari. Aku berubah menjadi serigala saat tengah berlari. Mereka menunggu. Tentu saja mereka menunggu. Jacob, Jake, delapan suara berseru serempak, lega. Pulanglah, sekarang suara Alfa memerintahkan. Sam marah sekali.

Aku merasa Paul memudar, dan aku tahu Billy serta Rachel pasti menunggu kabar dariku. Paul terlalu bersemangat ingin menyampaikan kabar baik bahwa aku tidak menjadi santapan para vampir sehingga tidak mendengarkan cerita seutuhnya.

Aku tidak perlu memberitahu teman-teman sekawananku bahwa aku menuju ke sana—mereka bisa melihat pemandangan hutan yang kabur saat aku berlari cepat untuk pulang. Aku juga tidak perlu memberitahu mereka bahwa aku setengah gila. Perasaan muak yang berkecamuk di kepalaku sudah jelas bagi mereka.

Mereka melihat semua kengerian itu—perut Bella yang be-bercak-bercak; suaranya yang serak: bayi ini kuat, hanya itu; wajah Edward yang tersiksa seperti orang dibakar hidup-hidup: melihat Bella sakit dan kondisbtya semakin parah—. melihat makhluk itu menyakitinya; Rosalie membungkuk di atas tubuh Bella yang lunglai: hidup Bella tidak berarti apa-apa baginya— dan kali ini, tak seorang pun sanggup berkomentar.

Shock yang mereka rasakan hanya berupa teriakan tanpa suara di kepalaku. Tanpa kata-kata.

Aku sudah setengah jalan menuju mereka sebelum semua orang pulih dari kekagetan. Lalu mereka berlari menyongsongku.

Hari sudah hampir gelap—awan sepenuhnya menghalangi matahari terbenam* Aku mengambil risiko melesat melewati jalan raya tapi berhasil lewat tanpa terlihat.

Kami bertemu kira-kira enam belas kilometer di luar La Push, di lapangan terbuka yang ditinggalkan para penebang kayu. Tempat itu jauh dari mana-mana, terjepit di antara dua gunung tinggi, dan tak ada orang yang bakal melihat kami di sana. Paul bergabung waktu aku sampai, jadi kawanan sudah lengkap.

Gemuruh di kepalaku sangat berisik. Semua berteriak pada saat bersamaan.

Bulu Sam berdiri tegak, dan ia terus menggeram sambil berjalan mondar-mandir mengelilingi lingkaran. Paul dan Jared bergerak seperti bayangan di belakangnya, telinga mereka terlipat rata di sisi kepala. Semua serigala di dalam lingkaran gelisah, berdiri dan menggeram-geram dengan suara rendah dan garang.

Awalnya, tidak jelas apa yang membuat mereka marah, dan kusangka mereka akan memarahiku. Pikiranku terlalu kacau sehingga aku tak peduli. Mereka boleh melakukan apa saja yang mereka inginkan padaku karena telah melanggar perintah.

Kemudian pikiran-pikiran penuh kebingungan yang tidak terfokus itu mulai menemukan bentuknya.

Bagaimana ini btsa terjadi? Apa artinya ini? Apa yang akan terjadi nanti?

Tidak aman. Tidak benar. Berbahaya.

Tidak alami. Monster. Sesuatu yang sangat jahat.

Tidak boleh dibiarkan.

Kawanan sekarang mondar-mandir dalam gerakan teratur, berpikir secara teratur, semua kecuali aku dan seekor serigala lain. Aku duduk di sebelah entah siapa, terlalu linglung untuk menoleh baik dengan mata ataupun pikiran untuk melihat .siapa yang duduk di sampingku, sementara anggota kawanan yang lain mengitari kami*

Ini tidak termasuk dalam kesepakatan.

Ini membahayakan semua orang.

Aku mencoba memahami suara-suara yang berputar, mencoba mengikuti ke mana arahnya semua ini, tapi tak ada yang masuk akal. Kelebatan pikiran yang terlihat di pusat benak mereka adalah kelebatan pikiran -pikiranku—ingatan-ingatan yang terburuk. Bercak-bercak di tubuh Bella, wajah Edward saat ia terbakar.

Mereka juga takut.

Tapi mereka tidak akan melakukan apa-apa mengenainya. Melindungi Bella Swan.

Kita tak dapat membiarkan itu memengaruhi kita.

Keselamatan keluarga kita, keselamatan semua orang di sini, lebih penting daripada keselamatan satu orang.

Kalau mereka tidak bersedia membunuh makhluk itu, kita harus melakukannya.

Melindungi suku kita.

Melindungi keluarga kita.

Kita harus membunuh makhluk itu sebelum terlambat.

Salah satu ingatanku lagi, kali ini ucapan Edward; Makhluk itu bertumbuh. Dengan sangat cepat.

Aku berjuang untuk fokus, untuk menangkap suara-suara individual.

Jangan buang-buang waktu lagi, pikir Jared. Ini berarti pertarungan, Embry menimpali hati-hati. Per-tarungan besar.

Kita siap kok, desak Paul.

Kita akan membutuhkan kejutan, pikir Sam.

Kalau mereka tidak bersama-sama, kita bisa mengalahkan mereka. Ini bisa memperbesar kemungkinan kita untuk menang, pikir Jared, sekarang mulai menyusun strategi.

Aku menggeleng, perlahan-lahan bangkit. Aku merasa gamang—seolah-olah lingkaran serigala itu membuatku pusing. Serigala di sebelahku ikut bangkit. Bahunya mendorong bahuku, menyanggaku.

Tunggu, pikirku.

Lingkaran sejenak berhenti, lalu bergerak lagi.

Waktunya hanya sedikit, Sam berkata.

Tapi—apa sih yang kalian pikirkan? Siang tadi kalian tidak mau menyerang mereka karena telah melanggar kesepakatan. Tapi sekarang kalian merencanakan serangan, padahal kesepakatan masih dijunjung tinggi.

Ini bukan sesuatu yang diantisipasi kesepakatan kita, Sam berkata. Ini merupakan ancaman terhadap setiap manusia di wilayah ini. Kita tidak tahu makhluk seperti apa yang telah diciptakan keluarga Cullen, tapi kita tahu makhluk itu kuat dan tumbuh dengan cepat. Dan juga tak cukup umur untuk mengikuti kesepakatan mana pun. Ingat vampir-vampir haru yang kita hadapi itu? Liar, buas, tidak punya akal sehat dan tak bisa dikendalikan. Coba bayangkan makhluk seperti itu, dilindungi keluarga Cullen.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.