Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Kesepakatan itu tidak mempermasalahkan keinginan korban. Sam!

Apakah Bella benar-benar korban? Akankah kau mclabclinya seperti itu? Ya!

Jake, Seth berpikir, mereka bukan musuh kita.

Tutup mulutmu, anak kecil’. Hanya karena kau kagum pada sikap si pengisap darah yang sok pahlawan itu, itu tetap tidak mengubah hukum yang ada. Mereka tetap musuh kita. Mereka berada dalam teritori kita. Kita habisi mereka. Aku tidak peduli kau pernah menikmati bertempur bersama Edward Cullen dulu.

Jadi apa yang akan kaulakukan kalau Bella bertempur berumu mereka Jacob? Hah? tuntut Seth, Dia bukan Bella lagi. Kau yang akan menghabisinya?

Aku tak mampu menahan diriku untuk tidak meringis.

Tidak, bukan kau yang akan menghabisinya. Jadi, apa? Kau menyuruh salah satu dari kami untuk melakukannya? Kemudian selamanya memendam dendam pada siapa pun yang melakukan itu?

Aku tidak akan…

Tentu saja tidak akan. Kau belum siap untuk pertempuran itu, Jacob.

Insting mengambil alih dan aku membungkuk, siap menikam, menggeram pada serigala sangar berbulu sewarna psir di seberang lingkaran.

Jacob! Sam mengingatkan. Seth, tutup mulutmu sebentar.

Seth menganggukkan kepalanya yang besar.

Brengsek, aku ketinggalan apa? pikir Quil. Ia berlari mendatangi tempat kami berkumpul dengan kecepatan tinggi. Aku mendengar tentang telepon dari Charlie…

Kita bersiap-siap akan pergi, kataku padanya. Bagaimana kalau kau mampir ke rumah Kim dan menyeret Jared keluar dari sana dengan gigimu? Kita membutuhkan semuanya.

Langsung saja ke sini, Quil, Sam memerintahkan. Kami belum memutuskan apaapa.

Aku menggeram.

Jacob, aku harus memikirkan yang terbaik untuk kawanan mu Aku harus memilih jalan yang paling bisa melindungi kalian ivmua. Zaman sudah berubah sejak leluhur kita membuat kesepakatan itu. Aku,~ welL sejujurnya aku tidak percaya keluarga C.ullen berbahaya bagi kita. Dan kita tahu mereka tidak akan lama lagi berada di sini Tentu saja, begitu mereka mengungkap kan cerita mereka, mereka akan pergi Hidup kita bisa kembali normal Normal?

Kalau kita menantang mereka, Jacob, mereka akan membelit diri dengan baik. Jadi kau takut?

Apa kau siap kehilangan saudaramu? Sam terdiam sejenak. Atau saudari? Sam menambahkannya setelah berpikir sebentar.

Aku tidak takut mati.

Aku tahu itu, Jacob. Itulah alasannya aku mempertanyakan penilaianmu dalam hal ini.

Kutatap mata Sam yang hitam. Kau berniat menghormati kesepakatan leluhur kita atau tidak?

Aku menghormati kawananku. Aku melakukan yang terbaik bagi mereka.

Pengecut.

Moncong Sam mengejang, tertarik ke belakang menampak kan gigi-giginya.

Cukup, Jacob. Penilaianmu ditolak. Suara pikiran Sam berubah. memperdengarkan getaran ganda aneh yang mau tidak mau kami turuti. Suara seorang Alfa. Ia membalas tatapan setiap serigala dalam lingkaran itu.

Kawanan ini tidak boleh menyerang keluarga Cullen tanpa provokasi. Semangat kesepakatan tetap dipegang teguh. Mereht tidak berbahaya bagi rakyat kita, juga tidak berbahaya bagi warga kota Faks. Bella Swan memilih sendiri apa yang ia inginkan, dan kita tidak akan menghukum mantan sekutu kita atas pilihannya itu.

Setuju, sambut Seth antusias.

Sudah kuhilang, tutup mulutmu, Seth

Uuups. Maaf, Sam-Jacoh, mau ke mana kau?

Aku berlari meninggalkan lingkaran, bergerak ke arah barat agar bisa memunggunginya. Aku akan berpamitan pada ayahku. Ternyata tidak ada gunanya aku bertahan sekian lama.

Ah, Jake—jangan lakukan itu lagi!

Diam, Seth, beberapa suara berpikir serentak.

Kami tidak mau kau pergi, Sam memberitahuku, pikirannya lebih lunak daripada sebelumnya.

Kalau begitu, paksa aku tinggal, Sam. Ambil saja keinginanku. Jadikan aku budak.

Kau tahu aku tidak mungkin berbuat begitu.

Kalau begitu tak ada lagi yang perlu kukatakan.

Aku berlari menjauhi mereka, berusaha sekuat tenaga un-luk tidak memikirkan hal berikutnya. Malah, aku berkonsentrasi mengenang kembali bulan-bulan panjangku sebagai serigala, melupakan hidupku sebagai manusia hingga aku lebih menyerupai binatang daripada manusia. Hidup untuk saat ini, makan kalau lapar, tidur kalau lelah, minum kalau haus, dan berlari—berlari hanya untuk berlari. Keinginan-keinginan sederhana, jawaban sederhana untuk keinginan-keinginan itu. llasa sakit datang dalam bentuk yang lebih mudah diatasi. Sakit karena lapar. Sakit karena menginjak es yang dingin. Sakit karena taringku terluka saat mangsa buruanku melawan. Setiap kesakitan memiliki jawaban sederhana, aksi nyata yang bisa menghentikan kesakitan itu.

Tidak seperti menjadi manusia.

Namun begitu aku sudah berada dekat dengan rumahku, aku berubah wujud menjadi manusia. Aku perlu berpikir sendiri tanpa diketahui orang lain.

Aku melepas lilitan celana pendekku dan memakainya la berlari menuju rumah.

Aku berhasil melakukannya. Aku berhasil menyembunyikan apa yang kupikirkan dan sekarang sudah terlambat bagi Sam untuk menghentikanku. Ia tidak bisa lagi mendengar pikiran ku sekarang.

Aturan Sam sangat jelas. Kawanan tidak boleh menyerang keluarga Cullen. Oke.

Ia tidak menyinggung tentang individu yang bertindak sendiri.

Tidak, kawanan itu memang tidak akan menyerang siapa pun hari ini.

Tapi aku akan menyerang.

9. SUNGGUH TAK KUDUGA SAMA SEKALI

SEBENARNYA, aku tidak berniat pamitan pada ayahku.

Soalnya, ia tinggal menelepon Sam dan bakal ketahuanlah niatku sebenarnya. Mereka akan mencegat dan memaksaku. Mungkin berusaha membuatku marah, atau bahkan menyakitiku—entah bagaimana caranya, pokoknya memaksaku berubah wujud agar Sam bisa menetapkan aturan baru.

Tapi Billy sudah menunggu kedatanganku,, tahu pikiranku pasti sedang kalut. Ia ada di halaman, duduk di kursi rodanya dengan mata tepat ke titik kemunculanku dari hutan. Aku melihatnya memandang ke arahku berjalan—mengarah langsung melewati rumah menuju bengkel buatanku sendiri.

“Punya waktu sebentar, Jake?”

Aku mengerem langkahku. Aku memandanginya, kemudian menoleh ke garasi.

“Ayolah, Nak. Setidaknya bantu aku masuk ke dalam” Aku mengertakkan gigi, tapi memutuskan kecil kemungkinan ayahku akan mencari gara-gara dengan Sam kalau aku jujur padanya sebentar.

“Sejak kapan kau butuh bantuan. Pak Tua?”

Billy mengumandangkan tawanya yang bergetar. “Kedu lenganku letih. Aku tadi mendorong kursi rodaku dari rumal Sue.”

“Jalannya kan menurun, Dad tinggal meluncur saja.”

Aku mendorong kursinya ke jalur kursi roda kecil yang kubuat untuknya dan masuk ke ruang tamu.

“Ketahuan deh. Kecepatanku tadi kira-kira hampir lima puluh kilometer per jam. Asyik juga.”

“Bisa hancur kursi roda itu nanti. Kalau sudah begitu, Dad terpaksa menyeret badan ke mana-mana nanti.”

“Tidak mungkin. Nanti kau yang bertugas menggendong ku.”

“Dad tidak akan bisa ke mana-mana.”

Billy meletakkan kedua tangannya di roda dan mulai meng gelindingkan kursinya menghampiri kulkas. “Masih ada ma kanan?”

“Itulah. Paul tadi seharian di sini, jadi mungkin tidak ada,’

Billy mendesah. “Harus mulai menyembunyikan belanjaan nih, kalau kita tidak mau kelaparan.”

“Suruh Rachel tinggal di rumahnya saja”

Nada bercanda Billy seketika itu lenyap, sorot matanya me lembut. “Rachel hanya akan di rumah selama beberapa minggu. Ini pertama kalinya dia pulang setelah sekian lama Sulit memang—kakak-kakak perempuanmu usianya sudah lebih tua darimu waktu ibu kalian meninggal. Lebih sulit bagi mereka berada di rumah ini.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.