Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Saat masih mengencangkan ikatan, tubuhku mulai berubah. Tubuhku bergetar pelan dari atas dan merambat menuruni punggung di sepanjang lengan dan kaki. Hanya butuh sedetik. Panas melanda tubuhku, dan aku merasakan getaran senyap yang menjadikanku sosok berbeda. Aku mendaratkan cakarku yang berat ke tanah lembap dan meregangkan punggungku yang memanjang.

Sangat mudah berubah wujud kalau aku berkonsentrasi. Aku tidak punya masalah lagi dengan amarah. Kecuali kalau amarah itu terhalang.

Selama setengah detik ingatanku melayang ke momen mengerikan pada acara pernikahan menyebalkan itu. Waktu itu aku begitu kalut oleh amarah hingga tidak bisa mengendalikan tubuhku. Aku terperangkap, tubuhku bergetar dan terbakar amarah, tidak bisa berubah dan membunuh monster yang berdiri hanya beberapa meter dariku. Benarbenar membingungkan. Ingin sekali aku membunuhnya. Tapi tidak berani menyakiti hati Bella. Dihalangi teman-temanku. Kemudian, waktu aku akhirnya bisa mengambil bentuk yang kuinginkan, datang perintah dari pemimpinku. Titah dari sang Alfa. Seandainya malam itu hanya ada Embry dan Quil tanpa Sam… mungkinkah aku berhasil membunuh si pembunuh?

Aku benci bila Sam menegaskan peraturan seperti itu. Aku paling tidak suka merasa tidak punya pilihan. Atau harus patuh.

Kemudian aku sadar ada yang mengamati pikiranku. Aku tidak sendirian dalam pikiranku.

Selalu saja asyik dengan pikiran sendiri, pikir Leah.

Yeah, tapi tidak ada yang munafik dalam pikiranku, Leah, aku balas berpikir.

Hentikan, guys, Sam menegaskan pada kami.

Kami terdiam, dan aku merasa Leah meringis mendengar kata guys. Sensitif, seperti biasa.

Sam pura-pura tidak menyadarinya. Mana Quil dan Jared?

Quil sedang menjaga Claire. la akan mengantarnya ke rumah keluarga Clearwater.

Bagus. Sue bisa menjaganya.

Jared sedang ke rumah Kim, pikir Embry. Besar kemungkinan ia tidak mendengar panggilanmu.

Terdengar geraman pelan di tengah kawanan. Aku ikut mengerang bersama mereka. Saat Jared akhirnya muncul nanti, tak diragukan ia pasti masih memikirkan Kim. Dan tidak ada yang ingin melihat apa yang sedang mereka lakukan sekarang.

Sam duduk di kedua kaki belakangnya dan sebuah lolongan lain mengoyak keheningan. Itu sinyal sekaligus perintah.

Kawanan berkumpul beberapa kilometer di sebelah timur tempatku berada sekarang. Aku berlari menerobos hutan lebat untuk menemui mereka. Leah, Embry, dan Paul sedang menuju ke sana juga. Leah berada di dekatku—tak lama kemudian aku mendengar langkah-langkah kakinya tak jauh di dalam hutan. Kami terus berlari dalam garis paralel, memilih untuk tidak berlari bersama-sama.

Well, kita tidak akan menunggunya seharian. Terpaksa ia menyusul saja nanti.

Ada apa, Bos? Paul ingin tahu.

Ada yang perlu dibicarakan. Telah terjadi sesuatu.

Aku merasa pikiran Sam berkelebat ke arahku—bukan hanya Sam, tapi juga pikiran Seth, Collin, dan Brady. Collin dan Brady—si anak baru—hari ini memang berpatroli bersama

Sam, jadi mereka pasti sudah tahu apa pun yang diketahui Sam. Aku tidak tahu mengapa Seth sudah berada di sini, d.in tahu mengenainya. Sekarang bukan gilirannya berpatroli.

Seth, ceritakan pada mereka apa yang kaudengar.

Aku berpacu lebih kencang, ingin segera sampai di san.i. Kudengar Leah juga berlari lebih cepat. Ia tidak suka dikalah kan. Menjadi yang tercepat adalah satu-satunya yang dibanggakan Leah.

Coba saja kalau bisa, tolol, desis Leah, kemudian ia benar benar memacu kakinya secepat kilat. Aku menarik masuk kuku-kukuku dan melesat maju.

Sepertinya Sam sedang tidak bernafsu meladeni perseli sihan kami. Jake, Leah, hentikan.

Tak seorang pun di antara kami memperlambat larinya.

Sam menggeram, tapi membiarkannya saja. Seth?

Charlie menelepon ke mana-mana, mencari Billy, dan akhirnya menemukannya di rumahku.

Yeah, aku sempat bicara dengannya, Paul menambahkan.

Aku merasa seperti tersengat listrik begitu Seth memikir kan nama Charlie. Ini dia. Penantianku berakhir. Aku berlari semakin cepat, memaksa diriku bernapas, walaupun paru-paruku tiba-tiba saja terasa agak kaku.

Cerita mana yang akan kudengar?

Charlie sangat kalut. Ternyata Edward dan Bella sudah pulang minggu lalu, dan…

Impitan di dadaku berangsur-angsur mereda.

Bella masih hidup. Atau paling tidak ia tidak mati dalam arti mati yang sebenarnya.

Baru sekarang aku menyadari berapa besar perbedaan itu bagiku. Selama ini aku membayangkan Bella meninggal, dan aku baru menyadarinya sekarang. Sadarlah aku bahwa aku tidak pernah percaya Edward akan membawanya pulang hidup-hidup. Sebenarnya itu tidak penting, karena aku tahu apa yang akan terjadi nanti.

Ycah, bro, tapi ada kabar buruk. Charlie berbicara dengan Bella, tapi katanya Bella terdengar aneh. Bella mengatakan pada Charlie ia sakit. Carlisle mengambil alih dan mengatakan kepada Charlie bahwa Bella terkena semacam penyakit langka di Amerika Selatan. Katanya, ia sekarang dikarantina. Charlie patuh sekali, karena bahkan dia pun tidak diperbolehkan melihat Bella. Kata Charlie, ia tidak peduli bila ketularan, tapi Carlisle brrgeming. Tidak ada yang boleh menjenguk. Carlisle mengatakan kepada Charlie bahwa penyakit Bella sangat serius, tapi ia melakukan semua yang bisa ia lakukan. Sudah berharihari Charlie kalut memikirkannya, tapi baru menelepon Billy sekarang. Katanya, suara Bella terdengar lebih parah hari ini.

Suasana senyap setelah Seth selesai bercerita. Kami semua mengerti.

Jadi Bella akan meninggal karena penyakit ini, sepanjang yang Charlie tahu. Apakah mereka akan mengizinkan Charlie melihat mayatnya? Tubuh putihnya yang pucat, tidak bergerak, dan tidak bernapas? Mereka tidak akan mengizinkan Charlie menyentuh kulit Bella yang dingin—nanti ia akan menyadari betapa kerasnya kulit itu. Mereka harus menunggu sampai Bella bisa diam tak bergerak bisa tahan untuk tidak membunuh Charlie dan para pelayat lain. Berapa lama itu kira-kira?

Apakah mereka akan menguburkannya? Apakah Bella akan keluar sendiri dari dalam kubur, atau para pengisap darah itu yang akan mengeluarkannya?

Yang lain mendengarkan spekulasiku sambil terdiam. Aku lebih banyak memikirkan masalah ini daripada mereka.

Leah dan aku memasuki lapangan terbuka hampir bersamaan. Leah yakin moncongnya sampai lebih dulu. Ia langsung duduk di kedua kaki belakangnya, di samping adiknya, sementara aku berlari-lari kecil dan berdiri di sebelah kanan Sam. Paul berlari mengitar dan menyediakan tempat untukku.

Kau kalah lagi, pikir Leah, tapi aku nyaris tidak men dengarnya.

Aku penasaran mengapa hanya aku yang berdiri. Bulu-bulu ku berdiri tegak di pundakku, bergetar tidak sabar. Wefl, apa yang kita tunggu? tanyaku.

Tidak ada yang mengatakan apa-apa, tapi aku mendengari perasaan mereka yang ragu-ragu.

Oh, ayolah! Kesepakatan sudah dilanggar! Kita tidak punya bukti—mungkin Bella benar-benar sakit… OH, YANG BENAR SAJA!

Oke, memang bukti tak langsungnya sangat kuat. Tapi tetap saja…, Jacob. Pikiran Sam lambat, ragu. Apakah kau yakin memang ini yang kauinginkan? Apakah ini benarbenar tindakan yang tepat? Kita semua tahu apa yang Bella inginkan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.