Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Aku mencoba menelan ludah. Sia-sia. Maka aku pun merogoh ke dalam tas sampai menemukan kotak biru kecil berisi i.tmpon itu lagi. Kuacungkan kotak itu tanpa suara.

Edward memandangiku bingung. “Apa? Maksudmu sakitmu sekarang ini karena sindrom pramenstruasi?”

“Bukan,” jawabku dengan suara tercekik, “Bukan, Edward. Maksudku adalah, menstruasiku terlambat lima hari.”

Ekspresi Edward tidak berubah. Seolah-olah aku tidak berbicara sama sekali.

“Kurasa aku bukan keracunan makanan,” imbuhku.

Edward tidak merespons. Ia sudah berubah menjadi patung.

“Mimpi-mimpi itu,” gumamku pada diri sendiri dengan suara datar. “Tidur terus. Menangis. Makan banyak sekali. Oh. Oh. Oh.”

Tatapan Edward mengeras, seakan-akan ia tidak bisa melihatku lagi.

Refleks, nyaris tidak sengaja, tanganku jatuh ke petut. “Oh!” pekikku lagi.

Aku langsung berdiri, melepaskan diri dari pegangan tangan Edward yang membeku. Aku masih mengenakan celana dan kamisol sutra yang kupakai tidur kemarin. Kusingkapkan kamisol biru itu dan kupandangi perutku.

“Mustahil,” bisikku.

Aku tidak punya pengalaman sama sekali dengan kehamilan atau bayi atau apa pun yang berkaitan dengan itu, tapi aku bukan idiot. Aku sudah cukup sering menonton film dan acara televisi untuk mengetahui bahwa orang hamil tidak seperti ini. Haidku baru terlambat lima hari. Kalau aku memang hamil, tubuhku pasti belum mengenali fakta itu. Aku belum akan mual-mual di pagi hari. Pola makan dan tidurku juga pasti belum berubah.

Dan yang terpenting, pasti belum ada gundukan yang, meski kecil tapi terlihat jelas, mencuat di antara kedua pinggulku.

Aku mengamatinya dari segala sudut, seolah-olah gundukan itu akan hilang sendiri. Kularikan jari-jariku di gundukan kecil itu, terkejut saat menyadari betapa keras rasanya gundukan itu di bawah kulitku,

“Mustahil,” kataku lagi, karena, ada atau tidak ada gundukan, ada atau tidak ada menstruasi (dan memang jelas tidak ada menstruasi, walaupun aku belum pernah terlambat sehari pun seumur hidupku), yang jelas aku tidak mungkin hamil Satu-satunya yang pernah berhubungan seks denganku hanya vampir, jadi tidak mungkin terjadi kehamilan.

Vampir yang masih membeku di lantai tanpa ada tanda-tanda ia akan bergerak lagi.

Kalau begitu pasti ada penjelasan lain. Ada yang tidak beres dengan diriku. Penyakit Amerika Selatan aneh yang gejala-gejalanya mirip kehamilan, tapi lebih cepat…

Kemudian aku ingat sesuatu—pagi saat aku melakukan riset Internet yang sepertinya sudah terjadi lama berselang. Duduk di meja tua di kamar di rumah Charlie dengan cahayam.mi bersinar muram menembus jendela, memandangi komputer tuaku yang berdengung-dengung, melahap semua keterangan yang tercantum dalam situs web bernama “Vampir dari A sampai Z”. Saat itu, kurang dari 24 jam sebelumnya, Jacob Black, yang mencoba menghiburku dengan cerita tentang legenda-legenda suku Quileute yang waktu itu belum ia yakini, memberitahuku bahwa Edward adalah vampir. Waktu itu dengan cemas aku membaca entri pertama dalam situs itu, yang berisi mitos-mitos tentang vampir di seluruh dunia. Danag bagi orang Filipina, Estrie bagi bangsa Yahudi, Varacolaci bagi orang Rumania, Stregoni benefici bagi orang Italia (legenda yang sebenarnya didasarkan pada pertemuan awal ayah mertuaku dengan keluarga Volturi, walaupun waktu itu aku tidak mengetahuinya)… semakin lama aku semakin tidak tertarik karena ceritaceritanya jug.i semakin tidak masuk akal. Samar-samar aku hanya ingat potongan beberapa kisah yang kubaca belakangan. Sebagian besar terkesan seperti alasan yang mengada-ada untuk menjelaskan hal-hal seperti tingkat kematian bayi-—dan perselingkuhan. Tidak, Sayang, aku bukannya berselingkuh! Wanita sekti yang kaulihat menyelinap keluar dari rumah sebenarnya adalah succubus (Succubus: makhlulf halus berwujud wanita cantik (lawan jenisnya adalah incuhus, makhluk halus berwujud lelaki).). Beruntung aku masih hidup! (Tentu saja, dengan apa yang kuketahui sekarang tentang Tanya dan saudarisaudarinya, aku curiga sebagian alasan itu bisa jadi benar.) Ada juga yang korbannya para wanita. Teganya kau menuduhku berselingkuh—hanya karena kau pulang dari berlayar selama dua tahun dan aku hamil? Ini gara-gara si incubus. Ia menghipnotisku dengan ilmu vampir mistiknya…

Tulisan itu merupakan bagian dari definisi incubus—kemampuan membenihkan anak dengan mangsanya yang tidak berdaya.

Aku menggeleng-gelengkan kepala, pusing. Tapi…

Ingatanku melayang pada Esme, dan terutama Rosalie. Vampir tidak bisa punya anak. Kalau itu mungkin, Rosalie pasti sudah menemukan caranya sekarang. Mitos incubus itu tidak lebih dari fabel.

Kecuali… well, sebenarnya ada bedanya. Tentu saja Rosalie tidak bisa punya anak, karena tubuhnya membeku selamanya pada saat ia beralih dari manusia menjadi bukan manusia. Sama sekali tidak berubah. Padahal tubuh wanita manusia harus berubah saat mengandung. Perubahan konstan siklus bulanan, itu hal pertama, kemudian dibutuhkan perubahan lain yang lebih besar untuk mengakomodir pertumbuhan bayi. Sementara tubuh Rosalie tidak bisa berubah.

Tapi tubuhku bisa. Tubuhku berubah. Kusentuh gundukan di perutku yang kemarin tidak ada.

Dan manusia lelaki—well, bisa dibilang tubuh mereka tetap sama mulai dari pubertas hingga meninggal. Aku jadi ingat pada pertanyaan kuis trivia yang entah kudengar dari mana: Charlie Chaplin sudah berusia tujuh puluhan waktu ia membenihkan anak bungsunya. Kaum lelaki tidak memiliki batasan kapan mereka bisa punya anak dan kapan siklus subur mereka.

Tentu saja, bagaimana orang bisa tahu apakah vampir lelaki bisa mempunyai anak, kalau orangtua mereka tidak bisa? Vampir apa di bumi ini yang memiliki pengekangan diri yang diperlukan untuk menguji teori itu dengan wanita manusia? Atau kecenderungan untuk itu?

Aku hanya bisa memikirkan satu nama.

Sebagian pikiranku memilah-milah berbagai fakta, ingatan, melalui spekulasi, sementara setengahnya lagi—bagian yang mengontrol kemampuan menggerakkan bahkan otot-otot terkail—terpana hingga tak mampu melakukan fungsi-fungsi normal. Aku tak mampu menggerakkan bibir untuk berbicara, walaupun aku ingin meminta Edward agar ia bersedia menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi. Aku perlu kembali ke tempat ia duduk, menyentuhnya, tapi tubuhku menolak mengikuti instruksi. Aku hanya bisa menatap mataku yang sbock di dalam cermin, jari-jariku dengan hati-hati menekan gundukan kecil di tubuhku.

Kemudian, seperti mimpi buruk yang begitu jelas semalam, adegan itu tiba-tiba berubah. Semua yang kulihat di dalam cermin tampak benar-benar berbeda, walaupun sebenarnya tidak ada yang berbeda,

Yang membuat segalanya berubah adalah ada sesuatu yang kecil dan pelan menonjok tanganku—dari dalam tubuhku.

Detik itu juga telepon Edward berdering, nyaring dan mendesak. Kami sama-sama bergeming. Telepon berdering berkali-kali. Aku berusaha mengenyahkan suara itu dari pikiranku sementara menekankan jari-jariku ke perut, menunggu. Di cermin ekspresiku tak lagi keheranan—tapi penasaran. Aku nyaris tidak menyadari ketika air mata yang asing dan tanpa suara mulai mengalir membasahi pipiku.

Telepon terus berdering. Aku berharap Edward mengangkatnya—ini momen besar bagiku. Mungkin yaug terbesar sepanjang hidupku.

Kriing! Kriing! Kriing!

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.