Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Aro mengulurkan kedua tangannya pada kami, nyaris seperti meminta maaf. Di belakangnya, sebagian besar kelompok pengawal, bersama Caius, Marcus, dan para istri yang diam dan misterius, sudah mulai beranjak cepat, formasi mereka kembali serempak. Hanya tiga yang seperanya merupakan pengawal pribadi yang tetap tinggal bersamanya.

“Aku senang sekali masalah ini bisa diselesaikan tanpa kekerasan,” kata Aro dengan nada manis. “Sobatku, Cadisle—betapa senangnya aku bisa menyebutmu sobat lagi! Mudah-mudahan tak ada sakit hati. Aku tahu kau mengerti beban berat yang

diletakkan oleh kewajiban kita di pundak kami.”

“Pergilah dalam damai, Aro,” pinta Carlisle kaku, “Mohon diingat kami masih harus melindungi sratus anonim kami di sini, jadi jangan sampai para pengawalmu berburu di kawasan ini,”

“Tentu saja, Carlisle,” Aro meyakinkan dia. “Aku sangat menyesal telah membuatmu kesal, sobatku yang baik. Mungkin, suatu saat nanti, kau mau memaafkan aku.”

“Mungkin, suatu saat nanti, kalau kau membuktikan kau memang teman kami lagi.”

Aro menundukkan kepala, tampak sangat menyesal, kemudian mundur beberapa saat sebelum berbalik. Kami mengawasi sambil berdiam diri sampai empat anggota keluarga Volturi terakhir lenyap di balik pepohonan.

Suasana sunyi senyap. Aku tidak melepas perisaiku.

“Apakah sudah benar-benar berakhir?” bisikku pada Edward.

Senyum Edward lebar sekali. “ya. Mereka menyerah. Seperti para preman umumnya, sebenarnya dalam hati mereka pengecut.” Ia terkekeh.

Alice tertawa bersamanya. “Ini benar. Mereka tidak akan kembali. Semua bisa rileks sekarang.”

Sesaat suasana kembali senyap.

“Brengsek” gumam Stefan.

Kemudian kesadaran itu pun menghantam.

Sorak-sorai meledak. Lolongan yang memekakkan telinga memenuhi lapangan. Maggie memukul punggung Siobhan. Rosalie dan Emmett berciuman lagi—lebih lama dan lebih bergairah daripada sebelumnya. Benjamin dan Tia berangkulan, begitu juga Carmen dan Eleazar. Esme memeluk Alice dan Jasper erat-erat. Carlisle mengucapkan terima kasih dengan hangat kepada para pendatang baru dari Amerika SeIatan yang telah menyelamatkan kami semua. Kachiri berdiri dekat sekali dengan Zafnna dan Senna, ujungujung jari mereka saling mengait. Garrett mengangkat tubuh Kate dan memutar-mutarnya.

Stefan meludah di salju. Vladimir mengertakkan gigi dengan ekspresi masam.

Dan aku separo menaiki serigala merah kecokelatan raksasa untuk merenggut putriku dari punggungnya dan mendekapnya erat-erat di dadaku. Lengan Edward merangkul kami di detik yang sama.

“Nessie, Nessie, Nessie,” dendangku.

Jacob mengumandangkan tawanya yang besar dan menggonggong itu, lalu menyundul bagian belakang kepalaku dengan moncongnya.

“Tutup mulut,” gerutuku.

“Aku boleh tetap tinggal denganmu?” tuntut Nessie. “Selamanya” aku berjanji padanya.

Kami memiliki selamanya. Dan Nessie akan baik-baik saja, sehat dan kuat. Seperti Nahuel yang separo manusia itu, dalam usia 150 tahun, Renesmee akan tetap muda. Dan kami semua akan bersama selamanya*

Kebahagiaan membuncah bagaikan ledakan di dalam diriku—begitu ekstrem, begitu dahsyat hingga aku tak yakin aku telah selamat melewatinya.

“Selamanya,” Edward menggemakan kata itu di telingaku.

Aku tak sanggup lagi bicara. Aku mendongakkan kepala dan menciumnya dengan gairah yang bisa menimbulkan kebakaran hebat di hutan.

Aku pasti tidak akan menyadari kalau itu benar-benar terjadi.

39. AKHIR YANG MEMBAHAGIAKAN

“PADA akhirnya itu adalah kombinasi berbagai hal, rapi intinya adalah… Bella,” Edward menjelaskan. Keluarga kami dan dua TAMU yang masih tersisa duduk di ruang besar rumah keluarga Cullen sementara hutan berubah warna menjadi hitam di luar jendela-jendela tinggi,

Vladimir dan Stefan sudah menghilang sebelum kami berhenti merayakan. Mereka sangat kecewa dengan hasil akhirnya, tapi kata Edward, mereka senang melihat sikap pengecut keluarga Volturi, dan itu cukup untuk menggantikan rasa frustrasi mereka.

Benjamin dan Tia langsung menyusul Amun dan Kebi, tak sabar ingin segera memberitahu hasil akhir konflik; aku yakin kami akan bertemu lagi dengan mereka— Benjamin dan Tia, paling tidak. Tak seorang pun kaum nomaden berlama-lama di sana. Peter dan Charlotte sempat mengobrol sebentar dengan Jasper, kemudian keduanya juga pergi.

Kelompok Amazon yang berkumpul kembali sudah tak sabar ingin segera pulang— mereka sulit berada jauh-jauh dari hutan hujan mereka yang tercinta—walaupun mereka lebih enggan pulang daripada sebagian yang lain.

“Kau harus membawa anak ini berkunjung ke tempatku,” Zafrina bersikeras, “Berjanjilah padaku, anak muda”

Nessie menempelkan tangannya di leherku, memohon juga.

“Tentu saja, Zafrina,” aku mengiyakan.

“Kita akan berteman baik, Nessie-ku,” wanita liar itu menyatakan sebelum pulang bersama saudari-saudarinya.

Kelompok Irlandia juga melakukan eksodus,

“Bagus sekali hasil kerjamu, Siobhan,” puji Carlisle saat mereka berpamitan.

“Ah, betapa berkuasanya pikiran yang penuh harapan,” Siobhan menyahut sarkastis, memutar bola matanya. Tapi sejurus kemudian sikapnya berubah serius. “Tentu saja, ini belum berakhir. Keluarga Volturi takkan melupakan apa yang terjadi di sini.”

Edward-lah yang menjawab kekhawatirannya. “Mereka sangat terguncang; rasa percaya diri mereka berantakan. Tapi, benar, aku yakin suatu saat nanti mereka pasti akan pulih dari perasaan terpukul ini. Kemudian…” Matanya menegang. ” alam bayanganku, mereka akan berusaha mengusik kita secara terpisah.”

“Alice akan mengingatkan kita bila mereka berniat menyerang,” kata Siobhan yakin. “Dan kita akan berkumpul lagi. Mungkin akan tiba saatnya dunia kita siap untuk terbebas dari keluarga Volturi selamanya.”

“Saat itu pasti akan tiba” sahut Carlisle. “Kalau itu terjadi, kita akan berdiri bersama.”

“Ya, Sobat, kita akan berdiri bersama,” Siobhan setuju.

“Dan bagaimana kita bisa kalah, kalau aku menginginkan sebaliknya?” Ia mengumandangkan tawa renyah,

“Benar sekali,” ujar Carlisle. Ia dan Siobhan berpelukan, kemudian ia menjabat tangan Liam. “Cobalah mencari Alistair dan ceritakan apa yang terjadi padanya. Aku tak ingin dia bersembunyi terus di balik batu selama saru dekade ke depan.”

Siobhan terrawa lagi, Maggie memeluk baik Nessie maupun aku, kemudian kelompok Irlandia pun berlalu.

Keluarga Denali adalah yang terakhir pergi, Garrett bersama mereka—dan akan terus bersama mereka mulai sekarang, aku yakin. Suasana kemenangan terlalu menyakitkan bagi Tanya dan Kate. Mereka butuh waktu untuk berdukacita atas meninggalnya saudari mereka.

Huilen dan Nahuel adalah para tamu yang masih tinggal, walaupun aku sempat mengira mereka akan pulang bersama kelompok Amazon. Carlisle asyik mengobrol dengan Huilen; Nahuel duduk merapat di sampingnya, mendengarkan sementara Edward menceritakan tentang konflik tadi sebatas yang ia ketahui.

“Alice memberi Aro alasan yang dia buruhkan untuk keluar dari pertempuran. Seandainya dia tidak terlalu takut pada Bella, mungkin dia akan tetap melaksanakan rencana awalnya.”

“Takut?” tanyaku skeptis. “Padaku?”

Edward tersenyum padaku dengan ekspresi yang tak sepenuhnya kukenali— pandangannya lembut, tapi juga kagum dan bahkan gemas. “Kapan kau akan memandang dirimu dengan jelas?” tanyanya lirih. Lalu ia berbicara dengan suara lebih keras, kepada yang lain selain aku. “Kira-kira sudah 2500 tahun lamanya keluarga Volturi tak pernah bertempur secara adil. Dan mereka tak pernah, sama sekali tak pernah bertempur dan kalah. Terutama sejak mereka memiliki Jane dan Alec, mereka selalu melakukan pembantaian tanpa ada yang bisa melawan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.