Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Katamu tadi kau memproyeksikannya? Dari kulitmu?” Kate mengangguk. “Dulu hanya bisa dari telapak tangan. Seperti Aro.”

“Atau Renesmee,” sela Edward,

“Tapi setelah sering berlatih, aku bisa memancarkan listrik dari sekujur tubuhku. Itu pertahanan diri yang bagus. Siapa pun yang berusaha menyentuhku langsung terkapar, seperti disengat listrik- Hanya melumpuhkan selama satu detik, tapi itu sudah cukup lama.”

Aku hanya separo mendengarkan penjelasan Kate, otakku berputar memikirkan kemungkinan aku bisa melindungi keluarga kecilku asalkan bisa belajar cukup cepat. Dengan sepenuh hati aku berharap bisa memproyeksikan dengan baik, seperti kemampuanku dalam berbagai aspek lain dalam kehidupanku sebagai vampir. Kehidupan manusiaku tidak mempersiapkanku menerima hal-hal yang datang dengan sendirinya, dan aku tak mampu meyakinkan diriku bahwa bakat ini akan bertahan.

Rasanya aku tak pernah menginginkan hal lain sebesar aku menginginkan hal ini: bisa melindungi orang-orang yang kucintai.

Karena begitu sibuk dengan pikiranku sendiri, aku tidak memerhatikan percakapan tanpa suara antara Edward dan Eleazar hingga akhirnya mereka sama-sama bersuara.

“Bisakah kau memikirkan satu pengecualian?” tanya Edward.

Aku menoleh untuk memahami komentarnya, dan menyadari semua orang memandangi kedua lelaki itu. Mereka saling mencondongkan badan dengan sikap bersungguh-sungguh, ekspresi Edward tegang akibat kecurigaan, sementara Eleazar tampak tidak senang dan enggan.

‘Aku tidak mau memikirkan mereka dengan cara seperti itu” kata Eleazar dengan gigi terkatup rapat. Aku kaget melihat perubahan suasana yang mendadak.

“Kalau kau benar…” Eleazar mulai bicara lagi.

Edward memotongnya, “Itu pikiranmu, bukan pikiranku.”

“Kalau aku benar.., aku bahkan tak bisa memahami apa fcrtinya. Itu akan

mengubah segala sesuatu di dunia yang kita i iptakan ini. Itu akan mengubah arti hidupku.

Dunia di mana aku selama ini menjadi bagiannya.”

“Niatmu selalu yang terbaik, Eleazar,”

“Apakah itu penting? Apa yang sudah kulakukan? Berapa banyak nyawa.,,”

Tanya memegang bahu Eleazar dengan sikap menghibur, “Apa yang terlewatkan oleh kami, Sobat? Aku ingin tahu supaya bisa mendebat pikiran-pikiran ini. Kau tidak pernah melakukan apa-apa yang membuatmu pantas menghukum dirimu sendiri dengan cara seperti ini.”

“Oh, masa?” gerutu Eleazar. Kemudian ia menepis tangan Tanya dan mulai mondar-mandir lagi, kali ini lebih cepat.

Tanya menatapnya selama setengah detik kemudian mem-fokuskannya pada Edward. “Jelaskan.”

Edward mengangguk, matanya yang tegang mengikuti gerakan Eleazar sementara ia bicara. “Dia berusaha memahami mengapa begitu banyak anggota keluarga Volturi yang datang untuk menghukum kita. Tidak biasanya mereka berbuat begitu. Jelas, kita kelompok matang terbesar yang pernah mereka hadapi, tapi di masa lalu kelompokkelompok lain bergabung untuk melindungi diri sendiri, dan mereka tak pernah menimbulkan masalah kecuali jumlah mereka yang besar. Kita memang jauh lebih akrab, dan itu faktor penting, tapi bukan faktor yang besar.

“Eleazar ingat saat-saat lain ketika ada kelompok-kelompok yang dihukum, karena satu dan lain hal, dan dia melihat pola. Pola yang tidak pernah disadari para anggota pengawal yang lain, karena Eleazar-lah yang menyampaikan keterangan-keterangan rahasia yang berkaitan dengannya secara pribadi kepada Aro. Pola yang hanya terulang kurang-lebih satu abad sekali.”

“Pola apa itu?” tanya Carmen, mengikuti gerak-gerik Eleazar seperti Edward. ,

“Aro sering kali ridak menghadiri sendiri ekspedisi penghukuman,” kata Edward. “Tapi di masa lalu, bila Aro menginginkan sesuatu secara khusus, tak lama kemudian akan muncul bukti bahwa kelompok ini atau kelompok itu melakukan kejahatan yang tak termaafkan. Para tetua akan memutuskan untuk ikut dan melihat para pengawal menegakkan keadilan. Kemudian, setelah seluruh kelompok itu dihancurkan, Aro akan memberi pengampunan kepada saru orang anggota yang pikiran-pikirannya, dia mengklaim, paling penuh penyesalan. Selalu, ternyata vampir ini memiliki bakat yang dikagumi Aro. Selalu, orang ini dijadikan pengawal. Si vampir berbakat tadi dengan cepat dimenangkan, selalu sangat berterima kasih karenanya. Tak ada pengecualian.”

“Pasti sangat membanggakan bisa terpilih,” kata Kate.

“Ha!” geram Eleazar, masih terus bergerak,

“Ada seorang pengawal,” lanjut Edward, menjelaskan reaksi Eleazar yang marah. “Namanya Chelsea. Dia bisa memengaruhi ikatan emosional antarorang. Dia bisa melonggarkan ataupun mengencangkan ikatan ini. Dia bisa membuat seseorang merasa terikat pada keluatga Volturi, ingin menjadi bagian dari mereka, ingin menyenangkan mereka…”

Mendadak Eleazar berhenti. “Kami semua mengerti . Dalam pertempuran, bila kita bisa memisahkan persekutuan di antara para kelompok yang bersekutu, kita bisa jauh lebih mudah mengalahkan mereka. Kalau kita bisa menjauhkan anggota-anggota suatu kelompok yang tidak bersalah dari anggota yang bersalah, keadilan bisa ditegakkan tanpa terjadi kebrutalan yang tidak perlu—mereka yang bersalah bisa dihukum tanpa gangguan, dan yang tidak bersalah bisa diselamatkan. Jika tidak, mustahil mencegah satu kelompok untuk maju berperang sebagai satu kesatuan utuh. Maka tugas Chelsea adalah menghancurkan ikatan yang menyatukan mereka. Ragiku sepertinya itu kebaikan besar, bukti belas kasihan Aro. Aku memang sempat curiga Chelsea mengikat kelompok kami menjadi lebih erat lagi, tapi itu juga merupakan hal baik. Membuat kami lebih efektif. Membantu kami hidup bersama dengan lebih mudah,”

Penjelasan itu mengklarifikasi kenangan-kenangan lama dalam ingatanku. Sebelumnya tak masuk akal bagiku bagaimana pengawal itu mematuhi tuan mereka dengan senang hati, hampir seperti pemujaan terhadap kekasih.

“Seberapa kuat bakatnya?” tanya Tanya dengan secercah nada khawatir dalam suaranya. Tatapannya dengan cepat menyentuh setiap anggota keluarganya.

Eleazar mengangkat bahu. “Aku bisa pergi dengan Carmen.” Kemudian ia menggeleng. “Tapi hal lain yang lebih lemah daripada ikatan antarpasangan bisa terancam bahaya. Setidaknya dalam kelompok normal. Ikatan yang lebih lemah daripada yang ada di keluarga kita. Tidak minum darah manusia membuat kita lebih beradab—membuat kita membentuk ikatan kasih yang sejati. Aku ragu Chelsea bisa merusak persekutuan kita. Tanya.”

Tanya mengangguk, seperti diyakinkan kembali, sementara Eleazar melanjutkan analisisnya.

“Aku hanya bisa berpikir bahwa alasan Aro memutuskan datang sendiri, dengan membawa begitu banyak anggota bersamanya, adalah karena tujuannya bukanlah menghukum melainkan mengakuisisi” kata Eleazar, “Dia merasa perlu berada di sana untuk mengontrol situasi. Tapi dia membutuhkan perlindungan dari seluruh pengawal untuk menghadapi kelompok yang sangat besar dan berbakat. Di sisi lain, itu membuat para tetua lain tidak terlindungi di Volterra. Terlalu berisiko—bisa jadi akan ada yang berusaha mengambil kesempatan. Jadilah mereka semua darang bersama-sama. Bagaimana lagi dia bisa memastikan bakat-bakat yang dia inginkan selamat? Dia pasti sangat menginginkan mereka,” jelas Eleazar.

Suara Edward sepelan tarikan napas. “Dari apa yang kulihat dalam pikirannya musim semi lalu, Aro tak pernah menginginkan hal lain sebesar dia menginginkan Alice.”

Aku merasa mulutku ternganga, teringat gambaran mengeri-kan yang kubayangkan beberapa waktu lalu: Edward dan Alice berselubung jubah hitam dengan mata semerah darah, wajah mereka dingin dan tampak jauh sementara mereka berdiri di dekat bayangbayang, tangan Aro memegang tangan mereka… Apakah Alice melihat gambaran itu belum lama ini? Apakah ia melihat Chelsea berusaha merenggut cintanya bagi kami, mengikatnya pada Aro, Caius, dan Marcus?

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.