Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Terima kasih sudah mendengarkan” ujar Edward pelan,

“Tapi kau tadi mengingatkan kami akan adanya bahaya besar,” Tanya berkata. “Tidak langsung dari anak ini, kalau begitu, tapi tentu dari keluarga Volturi. Bagaimana mereka bisa tahu mengenai dia? Kapan mereka datang?”

Aku tidak terkejut melihatnya begitu cepat mengerti. Soalnya, siapa lagi yang bisa mengancam keluarga sekuat keluargaku? Hanya keluarga. Volturi,

“Ketika Bella melihat Irina di pegunungan hari itu,” Edward menjelaskan, “dia sedang bersama Renesmee,”

Kate mendesis, matanya menyipit, “Jadi Irina yang melakukannya? Kepada kalian? Kepada Carlisle? Irina?”

“Tidak,” bisik Tanya. “Orang lain…”

“Alice melihatnya pergi menemui mereka,” kata Edward. Aku penasaran apakah yang lain-lain menyadari sikap Edward yang meringis sedikit saat menyebut nama Alice.

“Tega-teganya dia berbuat begiru?” tanya Eleazar, tidak kepada siapa-siapa.

“Bayangkan bila kau melihat Renesmee dari jauh. Bila kau tidak menunggu penjelasan kami,”

Mata Tanya mengeras. “Tak peduli apa pun yang dia pikirkan… kalian tetap keluarga kami.”

“Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi berkaitan dengan pilihan Irina sekarang. Sudah terlambat, Alice memberi kami waktu satu bulan,”

Baik Tanya maupun Eleazar sama-sama menelengkan kepala. Alis Kate bertaut.

“Sebegitu lama?” tanya Eleazar,

“Mereka semua akan datang. Itu pasti butuh persiapan.” Eleazar terkesiap. “Seluruh pengawal?”

“Bukan hanya pengawal,” jawab Edward, dagunya mengeras. “Aro, Caius, Marcus. Bahkan istri mereka juga.” Shock menyaput wajah mereka semua, “Mustahil” sergah Eleazar bingung,

“Dua hari lalu aku pun akan mengatakan hal yang sama,” kata Edward.

Eleazar merengut, dan saat bicara suaranya nyaris terdengar seperti geraman. “Tapi itu tak masuk akal. Mengapa mereka sampai membahayakan diri sendiri dan para istri mereka?”

“Memang tidak masuk akal kalau dilihat dari sisi itu. Menurut Alice ini lebih dari sekadar penghukuman atas apa yang mereka kira telah kami lakukan. Menurut Alice, kalian pasti bisa membantu kami.”

“Lebih dari sekadar penghukuman? Apa lagi kalau begitu?” Eleazar mulai mondarmandir, merangsek menuju pintu belakang dan kembali lagi, seolah-olah ia sendirian di sini, alisnya berkerut sementara ia menunduk memandangi lantai.

“Di mana yang lain-lain, Edward? Carlisle dan Alice dan yang lainnya?” tanya Tanya.

Keraguan Edward nyaris tak kentara. Ia hanya menjawab sebagian pertanyaan itu. “Mencari teman-teman yang mungkin bisa membantu kami*

Tanya mencondongkan badan ke arahnya, mengulurkan kedua tangannya ke depan. “Edward, tak peduli berapa pun banyaknya teman yang berhasil kalian kumpulkan, kami tidak bisa membantumu menang. Kami hanya bisa mati bersamamu, kau pasti tahu itu. Tentu saja, mungkin kami berempat pantas mendapatkan itu setelah apa yang dilakukan Irina sekarang, setelah bagaimana kami gagal membantu kalian di masa lalu—waktu itu juga demi dia.”

Edward cepat-cepat menggeleng. “Kami tidak memintamu bertempur dan mati bersama kami, Tanya. Kau tahu Carlisle takkan pernah meminta itu.”

“Kalau begitu apa, Edward?”

“Kami hanya mencari saksi-saksi. Kalau kami bisa membuat mereka berhenti, sebentar saja. Kalau mereka mau memberi kami kesempatan menjelaskan..,” Disentuhnya pipi Renesmee; bocah itu menyambar tangan Edward dan menempelkannya ke kulitnya. “Sulit meragukan cerita kami kalau kau sudah melihatnya sendiri.”

Tanya mengangguk lambat-lambat. “Kaupikir masa lalu Renesmee akan sangat berarti bagi mereka?”

“Hanya sebagai petunjuk akan masa depannya. Tujuan pokok pembatasan adalah agar keberadaan kita tidak diketahui manusia, dari terlalu berlebihnya anak-anak yang tak bisa dijinakkan.”

“Aku tidak berbahaya sama sekali,” sela Renesmee. Aku mendengarkan suaranya yang tinggi dan jernih dengan telinga baru, membayangkan bagaimana kedengarannya di telinga pihak lain. “Aku tidak pernah menyakiti Grandpa atau Sue atau Billy. Aku cinta manusia. Dan werewclf-iverewclf seperti Jacobku,” Ia melepaskan tangan Edwarcl untuk mengulurkan tangan ke belakang dan menepuk-nepuk lengan Jacob, Tanya dan Kate saling melirik cepat.

“Seandainya Irina tidak keburu datang,” renung Edward, “kami pasti bisa menghindari semua ini. Renesmee tumbuh sangat cepat. Lewat bulan ini, pertumbuhan yang akan dia capai setara dengan perkembangan selama enam bulan.”

“Well, kami bisa bersaksi tentang itu,” kata Carmen dengan nada tegas, “Kami bisa bersumpah melihatnya bertumbuh dengan mata kepala kami sendiri. Bagaimana mungkin keluarga Volturi mengabaikan bukti semacam itu?”

Eleazar bergumam, “Benar, bagaimana?” tapi ia tidak mendongak, dan terus saja mondar-mandir seolah tidak memerhatikan sama sekali.

“Ya, kami bisa bersaksi untukmu,” kata Tanya, “Kalau hanya itu, tentu bisa. Kami akan mempertimbangkan apa lagi yang bisa kami lakukan,”

“Tanya,” protes Edward, mendengar lebih dalam pikirannya daripada yang terucap, “Kami tidak mengharapkan kau ikut bertempur bersama kami,”

“Seandainya keluarga Volturi tak mau berhenti sebentar untuk mendengarkan kesaksian kami, kami tak mungkin hanya berpangku tangan” sergah Tanya. “Tentu saja, seharusnya aku hanya bicara atas nama pribadi,”

Kate mendengus, “Kau benar-benar meragukanku, ya?”

Tanya tersenyum lebar. “Ini memang misi bunuh diri, bagaimanapun juga,”

Kate balas nyengir dan mengangkat bahu dengan sikap cuek, “Aku ikut.”

“Aku juga akan melakukan sebisaku untuk melindungi anak ini,” Carmen sependapat. Kemudian, seolah tak kuasa menalian diri, ia mengulurkan kedua lengannya kepada Renesmee. “Boleh aku menggendongmu, bebé linda?”

Renesmee menggapai dengan penuh semangat, senang dengan teman barunya. Carmen mendekapnya erat-erat, berbisik padanya dalam bahasa Spanyol.

Persis seperti waktu bertemu Charlie, dan sebelumnya, dengan seluruh anggota keluarga Cullen. Renesmee memang menggemaskan. Apakah yang ada dalam diri Renesmee yang mampu menarik semua orang kepadanya, membuat semua orang bahkan tela mempertaruhkan nyawa untuk membelanya?

Sesaat aku berpikir mungkin upaya kami ini bisa berhasil. Mungkin Renesmee

mampu melakukan yang mustahil dan merebut hati musuh-musuh kami seperti ia merebut hati teman-teman kami.

Kemudian aku teringat Alice telah meninggalkan kami, dan harapanku seketika itu lenyap, secepat kemunculannya.

***

31. BERBAKAT

“Apa peran para werewolf dalam hal ini?” tanya Tanya kemudian, mengamari Jacob.

Jacob sudah berbicara sebelum Edward sempat menjawab. “Kalau keluarga Volturi tak mau berhenti untuk mendengar tentang Nessie, maksudku Renesmee,” ia mengoreksi ucapannya sendiri, teringat Tanya takkan memahami nama panggilannya yang tolol itu, “kami yang akan menghentikan mereka.”

“Sangat pemberani, Nak, tapi pejuang yang lebih berpengalaman darimu pun mustahil melakukannya.”

“Kau tak tahu apa yang bisa kami lakukan.”

Tanya mengangkat bahu. “Itu hidupmu sendiri, jelas, jadi terserah bagaimana kau mau menggunakannya.”

Mata Jacob berkelebat pada Renesmee—masih dalam dekapan Carmen bersama Kate yang berdiri di dekat mereka— dan tampak jelas sorot rindu di matanya,

“Dia istimewa, bocah mungil itu,” renung Tanya. “Menggemaskan.”

“Keluarga yang sangat berbakat,” gumam Eleazar sambil mondar-mandir. Temponya semakin cepat; ia berkelebat darii pintu ke Carmen dan kembali lagi dalam hitungan detik. “Ayah pembaca pikiran, ibu perisai, kemudian entah daya magis apa yang dikeluarkan bocah luar biasa ini sehingga kita semua terpesona padanya. Heran juga aku, apakah ada istilah untuk bakat yang dimilikinya, atau ini memang normal untuk vampir hibrida. Kalau hal semacam itu bisa dianggap normal! Vampir hibrida, benar!”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.