Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

“Benar” jawab Edward, “Kalau dia menggunakan bakatnya untuk melawan kita, kita semua akan buta dan tuli sampa mereka bisa membunuh kita—mungkin hanya dengan membakar kita tanpa merasa perlu mencabik-cabik kita dulu* Oh, kita bisa mencoba melawan, tapi kemungkinan besar kita malah akan saling menyakiti dan bukannya menyakiti salah seorang di antara mereka.”

Kami berjalan sambil berdiam diri beberapa saat:

Sebuah ide terbentuk dalam benakku. Tidak terlalu menjanjikan, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Apakah menurutmu Alec pandai bertarung?” tanyaku. “Selain yang bisa dia lakukan, maksudku. Kalau dia harus bertarung tanpa bakatnya. Aku ingin tahu apakah dia pernah mencobanya…”

Edward melirikku tajam. “Apa yang kaupikirkan?”

Aku memandang lurus ke depan. “Well, mungkin dia tidak bisa melakukannya terhadapku? Kalau yang dia lakukan itu seperti Aro, Jane, dan kau. Mungkin… bila dia tidak pernah-benar harus membela diri— dan aku mempelajari beberapa trik…”

“Dia sudah berabad-abad bersama keluarga Volturi,” Edward memotong katakataku, suaranya berubah panik. Ia mungkin melihat bayangan yang sama dalam kepalaku: keluarga Cullen berdiri tak berdaya, bagaikan pilar-pilar tak berpancaindra di medan pembantaian—semua kecuali aku. Aku akan menjadi satu-satunya yang bisa bertempur. “Ya, kau jelas imun terhadap kekuatannya, tapi kau tetap masih vampir baru, Bella. Aku tak bisa membuatmu menjadi prajurit tangguh hanya dalam beberapa minggu. Aku yakin dia pasti pernah mendapat pelatihan.”

“Mungkin ya, mungkin tidak. Itu satu-satunya yang bisa 1 u lakukan, yang tak bisa dilakukan orang lain. Jika aku bisa iiirugalihkan perhatiannya sebentat saja…” Bisakah aku benahan cukup lama untuk memberi kesempatan pada yang Ini)?

“Please, Bella,” kata Edward dari sela-sela giginya yang terkutip rapat. “Kita tidak perlu membicarakan hal ini.”

“Bersikaplah logis.”

“Aku akan berusaha mengajarimu apa yang kubisa, tapi kumohon jangan buat aku berpikir untuk mengorbankanmu demi mengalihkan perhatian…” Ia tercekat, dan tidak menyelesaikan kata-katanya.

Aku mengangguk. Aku akan menyimpan rencana ini sendiri kalau begitu. Pertama Alec dan kemudian, kalau terjadi mukjizat dan aku bisa menang, Jane, Kalau aku bisa menye-iinbangkan keadaan—menyingkirkan kelebihan kekuatan keluarga Volturi yang luar biasa itu. Mungkin dengan begitu lukai ada kesempatan… pikiranku berputar cepat. Bagaimana aku bisa mengalihkan perhatian atau bahkan mengalahku! mereka? Jujur saja, buat apa Jane maupun Alec merasa perlu mempelajari teknik-teknik bertarung? Aku tidak bisa membayangkan si kecil Jane yang pemarah menyimpan kelebihannya, bahkan untuk belajar.

Kalau aku bisa membunuh mereka, betapa besar perbedaannya nanti.

“Aku harus mempelajari semuanya. Sebanyak yang bisa kau-jejalkan ke kepalaku dalam satu bulan,” bisikku.

Edward bersikap seolah-olah aku tidak bicara sama sekali.

Siapa berikutnya, kalau begitu? Sebaiknya aku merencanakan urutannya sehingga, kalau aku masih hidup setelah menyerang Alec, aku tak perlu ragu-ragu lagi untuk menyerang.

Aku berusaha memikirkan situasi lain di mana kelebihanku mengendalikan diri bisa menjadi keuntungan. Aku tak tahu banyak tentang apa yang dilakukan vampir-vampir lain. Jelas prajurit-prajurit seperti kelix yang berbadan besar tak mung kin bisa kutaklukkan. Aku hanya bisa berusaha membiarkan Emmett melakukan bagiannya dalam hal itu. Aku juga tak tahu banyak mengenai para prajurit Volturi lainnya, selain Demetri

Wajahku datar tanpa ekspresi saat mempertimbangkan Demetri. Tak diragukan lagi, ia pasti piawai bertarung. Tak mungkin ia bisa bertahan begitu lama, selalu menjadi ujung tombak setiap pertempuran. Dan ia pasti selalu memimpin, karena ia pelacak mereka —pelacak terbaik di dunia, tak diragukan lagi. Kalau ada yang lebih baik, keluarga Volturi pasti akan menggantikannya. Aro hanya mau memakai yang terbaik.

Kalau Demetri tidak ada, kami bisa kabur. Siapa pun dari kami yang masih tersisa. Putriku, hangat dalam pelukanku… Seseorang bisa pergi bersamanya. Jacob atau Rosalie, siapa pun yang tersisa.

Dan… kalau Demetri tidak ada, maka Alice dan Jasper akan aman selamanya. Itukah yang dilihat Alice? Bagian di keluarga kami bisa berlanjut? Mereka berdua, paling tidak.

Haruskah aku marah pada Alice karena itu?

“Demetri…,” kataku.

“Demetri bagianku,” tukas Edward dengan suara kaku keras. Aku cepat-cepat menoleh dan kulihat ekspresinya berubah garang.

“Mengapa?” bisikku.

Mula-mula Edward tidak menjawab. Baru setelah kami sampai di sungai, akhirnya ia berbisik, “Demi Alice. Ini satu-satunya ucapan terima kasih yang bisa kuberikan padanya untuk lima puluh tahun terakhir.”

Kalau begitu pikirannya sama dengan pikiranku.

Aku mendengar langkah-langkah Jacob yang berat menghantam tanah yang membeku keras. Beberapa detik kemudian ia sudah mondar-mandir di sampingku, matanya yang gelap terfokus pada Renesmee.

Aku mengangguk padanya, lalu kembali pada pertanyaan-pertanyaanku. Aku tak punya banyak waktu.

“Edward, mengapa menurutmu Alice menyuruh kita bertanya kepada Eleazar tentang keluarga Volturi? Apakah belum Lama ini dia pergi ke Italia? Apa yang mungkin dia ketahui?”

“Eleazar tahu semua yang berkaitan dengan keluarga Volturi, Aku lupa kalau kau belum tahu. Dia dulu pernah bcrgabung dengan mereka.”

Tanpa sengaja aku mendesis. Jacob menggeram di sampingku.

“Apa?” seruku kaget, benakku membayangkan kembali sosok lelaki rupawan berambut gelap yang datang ke resepsi pernikahan kami dengan tubuh terbungkus jubah panjang keabuan.

Wajah Edward kini melembut—ia tersenyum kecil. “Eleazar sangat lembut. Dia tidak begitu menyukai keluarga Volturi, lapi dia menghormati hukum dan tahu bahwa hukum harus ditegakkan. Dia merasa sedang bekerja untuk hal yang lebih baik. Dia tidak menyesal pernah bergabung bersama mereka, lapi ketika menemukan Carmen, dia menemukan tempatnya di dunia ini. Mereka sangat mirip, keduanya penuh belas kasih untuk ukuran vampir.” Lagi-lagi ia tersenyum. “Mereka bertemu Tanya dan saudarisaudarinya, dan tak pernah menoleh lagi ke belakang. Mereka sangat cocok menjalani gaya hidup seperti ini. Kalaupun mereka tak pernah bercemu Tanya, menururku akhirnya mereka sendiri pasti akan menemukan cara untuk hidup tanpa darah manusia.”

Gambar-gambar dalam benakku menggemuruJi. Aku tak bisa mencocokkannya. Prajurit Volturi yang berbelas kasih?

Edward melirik Jacob dan menjawab pertanyaan yang timbul dalam pikirannya. “Tidak, dia bukan prajurit mereka, bisa dibilang begitu. Dia memiliki bakat yang mereda anggap sangat berguna.”

Jacob pasti menanyakan pertanyaan berikutnya.

“Dia memiliki kemampuan mengetahui bakat secara insting-tif—kemampuan ekstra yang dimiliki vampir-vampir lain “jelas Edward. “Dia bisa memberi gambaran umum kepada Aro tentang kelebihan apa yang dimiliki vampir tertentu hanya dengan berada di dekat vampir tersebut. Ini sangat membantu bila keluarga Volturi maju berperang. Ia bisa memperingatkan mereka bila seseorang di kelompok lawan memiliki keahlian yang mungkin akan menyusahkan mereka. Itu kemampuan langka; diburukkan keahlian yang luar biasa bahkan untuk menyusahkan keluarga Volturi sesaat saja. Lebih sering lagi, peringatan itu akan memberi Aro kesempatan untuk menyelamatkan seseorang yang mungkin berguna baginya. Kelebihan Eleazar juga berfungsi pada manusia, hingga batasan tertentu. Tapi ia benar-benar harus berkonsentrasi, karena kemampuan laten itu sangat samar, Aro akan memintanya mengetes orang-orang yang ingin bergabung, untuk melihat apakah mereka memiliki potensi. Aro kecewa dia pergi,”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.