Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Jacob menggeram.

“Kami akan tiba di sana setengah menit lagi,” Edward meyakinkanku, dan aku bisa mendengar embusan angin saat ia berlari.

Kami melesat kembali ke lapangan panjang, kemudian menunggu sambil berdiam diri sementara Jacob dan aku mendengarkan dengan saksama suara langkah-langkah kaki yang tidak kami kenali.

Ketika suara itu datang, kedengarannya sangat familier. Dan sejurus kemudian Edward sudah berada di sampingku, Carlisle menyusul beberapa detik kemudian. Aku terkejut mendengar langkah-langkah kaki berat mengikuti di belakang Carlisle. Kurasa tak seharusnya aku merasa sbock. Karena Renesmee berada dalam bahaya, tentu saja Jacob akan memanggil bala bantuan.

“Dia tadi berada di tebing sana,” aku langsung memberitahu mereka, menuding ke satu titik. Kalau Irina benar-benar melarikan diri, dia pasti sudah cukup jauh. Maukah ia berhenti dulu mendengarkan penjelasan Carlisle? Ekspresinya membuatku ragu. “Mungkin sebaiknya kautelepon Emmett dan Jasper suruh mereka ikut bersama kalian. Dia kelihatan… sangat marah. Dia menggeram padaku.”

“Apa?” seru Edward marah.

Carlisle meletakkan tangannya di lengan Edward. “Irina sedang berduka. Akan kucari dia.”

“Aku ikut,” desak Edward.

Mereka berpandangan lama sekali—mungkin Carlisle sedang menimbang-nimbang seberapa besar kekesalan Edward pada Irina dibandingkan dengan kegunaannya bisa membaca pikiran. Akhirnya Carlisle mengangguk, dan mereka bergegas mencari jejak Irina tanpa memanggil Jasper maupun Emmett,

Jacob mendengus-dengus tidak sabar dan menyenggol punggungku dengan hidungnya. Ia pasti ingin Renesmee kembali berada di rumah yang aman, hanya untuk berjaga-jaga. Aku sependapat dengannya, dan kami bergegas pulang bersama Scth dan Leah yang berlari mengapit kami.

Renesmee tenang dalam gendonganku, sebelah tangannya masih memegang wajahku. Karena perburuan dihentikan, ia terpaksa harus minum darah donor. Pikirannya mengatakan agak puas pada diri sendiri.

28. MASA DEPAN

CARLISLE dan Edward gagal menyusul Irina sebelum jejaknya lenyap. Mereka berenang ke seberang untuk melihat apakah jejaknya masih berlanjut, namun hingga berkilo-kilometer jauhnya di kedua sisi pantai timur, tak ditemukan jejak Irina sama sekali.

Semua itu salahku. Ia datang, seperti sudah dilihat Alice, untuk berdamai dengan keluarga Cullen, tapi yang terjadi kemudian ia malah marah melihat keakrabanku dengan Jacob. Kalau saja aku sempat melihatnya sebelum Jacob berubah wujud. Kalau saja kami berburu di tempat lain.

Tak banyak yang bisa dilakukan. Carlisle menelepon Tanya dan mendapat kabar yang mengecewakan. Ternyara Tanya dan Kate sudah lama tidak bertemu Irina, sejak mereka memutuskan datang ke pernikahanku. Mereka kalut mendengar Irina sudah begitu dekat tapi belum juga kembali ke rumah; mereka sedih kehilangan saudara, walaupun perpisahan itu mungkin hanya sementara. Aku bertanya-tanya dalam hati apakah kejadian ini membawa kembali kenangan buruk kehilangan ibu mereka berabad-abad yang lalu.

Alice berhasil menangkap beberapa kilasan gambar tentang masa depan Irina yang akan terjadi dalam waktu dekat, tapi tidal ada yang terlalu konkret. Ia tidak kembali ke Denali, h.mya sejauh itu yang bisa disimpulkan Alice. Penglihatannya k.ibur. Yang terlihat oleh Alice hanyalah bahwa Irina jelas kalut; ia berkeliaran di tengah hutan berselimutkan salju—kemana? Ke timur?—dengan ekspresi merana. Ia belum membuat keputusan apaapa untuk menentukan tujuan baru selain sedang berdukacita tanpa arah yang jelas.

Hari-hari berlalu dan, walaupun tentu saja aku tak pernah melupakan apa pun, Irina dan kesedihannya terus menggayuti pikiranku. Ada hal-hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan sekarang. Beberapa hari lagi aku akan berangkat ke Italia. Setelah aku pulang, kami semua akan berangkat ke Amerika Selatan.

Setiap detail sudah dibicarakan berulang-ulang, ratusan kali. Kami akan memulai pencarian dari suku Ticuana, menyusuri legenda mereka sebaik mungkin dari sumbernya. Sekarang sudah disepakati bahwa Jacob akan ikut bersama kami, ia mendapat tugas penting dalam rencana itu—kecil kemungkinan orang-orang yang percaya pada vampir mau berbicara pada salah seorang di antara kami tentang kisah mereka. Kalau kami menemui jalan buntu dengan suku Ticuana, ada banyak suku lain yang berhubungan dekat di area sekitar itu untuk melakukan riset. Carlisle punya beberapa teman lama di Amazon; bila kami bisa menemukan mereka, mungkin mereka bisa memberi kami informasi juga.

Atau paling tidak saran-saran seperti di mana lagi kami bisa pergi mencari jawaban. Kecil kemungkinan ketiga vampir Amazon itu memiliki kaitan dengan legenda-legenda vampir hibrida, karena mereka semua wanita. Tak ada yang tahu berapa lama pencarian kami akan berlangsung.

Aku belum memberitahu Charbe tentang rencana perjalanan kami yang lama, dan aku bingung memikirkan harus mengatakan apa padanya sementara diskusi Edward dan Carlisle rerus berlanjut. Bagaimana caranya menyampaikan kabar ini dengan tepat pada Charlie?

Kupandangi Renesmee sambil berdebat sendiri dalam hati. Ia sedang meringkuk di sofa, tarikan napasnya lambat karena tertidur nyenyak, rambut ikalnya kusur dan menyebar di sekeliling wajahnya. Biasanya Kdward dan aku membawanya kembali ke pondok untuk menidurkannya di tempat tidurnya sendiri, tapi malam ini kami lebih lama bersama keluarga. Edward dan Carlisle masih asyik berdiskusi.

Sementara itu Emmett dan Jasper lebih bersemangat merencanakan berbagai kemungkinan berburu. Habitat di kawasan Amazon berbeda dengan habitat normal di daerah kami. Jaguar dan macan tutul, misalnya. Emmett memendam keinginan bergulat dengan anakonda. Esme dan Rosalie merencanakan apa saja yang akan mereka bawa. Jacob sedang pergi bersama kawanan Sam, menyusun rencana menghadapi kepergiannya.

Alice bergerak lambat—untuk ukurannya—mengitari ruangan yang besar itu, merapikan ruangan yang sebenarnya tak perlu dirapikan lagi, meluruskan hiasan-hiasan gantung Esme yang terpasang sempurna. Saat itu ia sedang mengatur posisi vas-vas Esme di meja konsol. Bisa kulihat dari ekspresi wajahnya yang berfluktuasi—sadar, kemudian kosong, kemudian sadar lagi—bahwa ia sedang menelaah masa depan. Asumsiku, ia sedang berusaha melihat melalui titik-titik buta yang ditimbulkan kehadiran Jacob dan Renesmee dalam penglihatannya, apa yang akan menunggu kami di Amerika Selatan sampai Jasper berkata, “Sudahlah, Alice; dia bukan urusan kita,” dan gelombang ketenteraman menyusup masuk ilan menyebar tanpa kentara ke Seantero ruangan. Alice pasti sedang mengkhawatirkan Irina lagi.

Ia menjulurkan lidah kepada Jasper kemudian mengangkat vas kristal’ berisi mawar merah dan putih, lalu berbalik menuju dapur. Padahal mawar-mawar putih itu belum terlalu layu, tapi Alice sepertinya ngotot ingin semuanya serba-seinpurna, sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kurangnya visi yang ia dapatkan malam ini.

Karena saat itu sedang memandangi Renesmee, aku tidak melihat ketika vas itu terlepas dari jari-jari Alice. Aku hanya mendengar embusan angin bersiul melewati kristal, dan saat -iku mengangkat wajah, yang kulihat puluhan ribu keping berlian bertebaran di lanrai dapur yang terbuat dari marmer.

Kami diam tak bergerak saat kristal yang berkeping-keping meloncat dan berhamburan ke segala penjuru dengan bunyi berdenting nyaring, semua mata tertuju ke punggung Alice.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.