Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Dengan suara pelan Carlisle dan Edward mendiskusikan pilihan-pilihan kami untuk masa depan dari setiap sisi. Aku mencoba untuk tidak mendengarkannya. Mereka tak pernah mendiskusikan hal itu kalau ada Jacob, karena ada satu cara pasti untuk menghentikan proses penuaan, dan Jacob pasti tidak bakal suka mendengarnya. Aku juga tidak. Terlalu berbahaya! insting-instingku menjerit padaku. Jacob dan Renesmee mirip dalam banyak hal, keduanya sama-sama setengah manusia dan setengah makhluk lain, dua sosok pada saat bersamaan. Dan semua legenda werewolf percaya bahwa racun vampir sama saja dengan vonis mati, bukan jalan menuju keabadian…

Charlisle dan Edward sudah melakukan semua riset yang bisa mereka lakukan dari jarak jauh, dan sekarang kami bersiap siap menyusuri legenda-legenda kuno itu ke sumbernya, Kami akan kembali ke Brasil, memulai pencarian dari sana, suku Ticuana memiliki legenda tentang anak-anak seperti Renesmee… Kalau anak-anak lain seperti dia pernah ada, mungkin masih tersisa cerita tentang berapa lama bocah setengah abadi bisa hidup…

Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah kapan kami pergi.

Akulah yang menjadi penghalang. Sebagian kecil karena aku ingin tinggal dekat Forks sampai setelah masa libur lewat, Demi Charlie. Tapi lebih daripada itu, ada perjalanan lain ymg aku tahu harus dilakukan lebih dulu—itu prioritas yang jelas. Juga, aku harus pergi sendirian. Satu-satunya argumen antara Edward dan aku sejak aku menjadi vampir. Keberatan utama adalah masalah “sendirian” ini. Tapi faktanya memang demikian, dan hanya rencanaku yang masuk akal. Aku harus pergi menemui keluarga Volturi, dan aku benar-benar harus melakukannya sendirian. Bahkan setelah terbebas dari mimpi buruk, dari mimpi apa pun, mustahil melupakan keluarga Volturi, Mereka juga tidak membiarkan kami begitu saja tanpa mengingatkan akan keberadaan mereka.

Ketika hadiah dari Aro datang, aku baru tahu Alice telah mengirimkan pemberitahuan pernikahan kepada para pemimpin Volturi; kami sedang berada di Pulau Esme ketika Alice mendapat penglihatan prajurit-prajurit Volturi—di antaranya Jane dan Alec, si kembar yang memiliki kekuatan mahadahsyat. Caius berencana mengirim kelompok pemburu untuk melihat apakah aku masih manusia, hal yang bertentangan dengan perintah mereka (karena aku tahu tentang dunia rahasia vampir, jadi aku harus bergabung dengannya atau dibungkam.., selamanya). Maka Alice pun segera mengirimkan pemberitahuan pernikahan, melihat bahwa tindakan itu akan menunda keberangkatan mereka semenrara mereka berusaha mengartikan makna di balik pemberitahuan itu. Tapi akhirnya mereka pasti datang juga. Itu sudah pasti.

Hadiah itu sendiri tidak mengancam secara terang-terangan. Mewah, ya, nyaris menakutkan saking mewahnya. Ancaman justru tersirat dalam baris terakhir surat ucapan selamat dari Aro, yang ditulis dengan tinta hitam di kertas putih polos tebal, dengan tulisan tangan Aro sendiri;

Aku sudah tidak sabar lagi melihat Mrs.Cullen yang baru

Hadiah itu diletakkan di kotak kayu antik berukir bertatahkan emas dan kerang mutiara, berhias batu-batu permata dalam aneka warna pelangi. Kata Alice, kotaknya sendiri sudah merupakan harta karun yang rak ternilai harganya, dan pasti mengalahkan perhiasan apa pun, kecuali perhiasan yang ter-simpan di dalamnya.

“Selama ini aku penasaran ke mana hilangnya permata-permata mahkota setelah John of England menggadaikannya pada abad ketiga belas,” kata Carlisle. “Kurasa aku tidak kaget bila ternyata keluarga Volturi mendapat bagian juga.”

Kalungnya sederhana—emas yang dijalin menyerupai tali rantai tebal, seperti bersisik, bagaikan ular mulus yang melingkari leher. Sebutir permata tergantung di tali itu: berlian putih seukuran bola golf.

Peringatan yang tidak terlalu halus dalam surat Aro lebih menarik perhatianku ketimbang perhiasan itu. Keluarga Volturi harus melihat bahwa aku sudah berubah menjadi immortal, menunjukkan kepada mereka bahwa keluarga Cullen patuh pada perinrah keluarga Volturi, dan mereka harus segera melihatnya. Jangan sampai mereka mendekati Forks. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan hidup kami di sini.

“Pokoknya kau tidak boleh pergi sendirian,” tegas Edward dengan rahang terkatup rapat, kedua tangannya mengepal.

“Mereka takkan menyakitiku,” kataku dengan nada se-menenangkan mungkin, memaksa suaraku terdengar yakin. ‘Mereka toh tak punya alasan untuk itu. Aku sudah jadi vampir. Habis perkara.”

“Tidak. Pokoknya tidak boleh.”

“Edward, hanya ini satu-satunya cara melindungi Renesmee.”

Dan Edward tak bisa membantah perkataanku itu. Logikaku kuat, tak terbantahkan.

Bahkan lewat pertemuanku dengan Aro yang hanya sebentar, aku sudah bisa melihat ia adalah kolektor—dan harta karunnya yang paling berharga adalah makhluk hidup. Ia mendambakan kecantikan, bakat, dan kelangkaan dari para pengikut immoltarnya, lebih daripada perhiasan apa pun yang terkunci dalam lemari besinya. Sayangnya ia sudah mulai menginginkan kemampuan Alice dan Edward. Aku tak ingin memberinya alasan lagi untuk merasa iri pada keluarga Carlisle. Renesmee cantik, berbakat, dan unik—tak ada duanya di dunia ini. Jangan sampai Aro melihat Renesmee, bahkan tidak melalui pikiran orang lain.

Dan hanya aku yang pikirannya tak bisa didengar Aro. Jadi tentu saja aku harus pergi sendirian.

Alice tak melihat masalah dengan perjalananku, tapi ia mengkhawatirkan kualitas penglihatannya yang kabur. Katanya, terkadang penglihatannya kabur seperti itu bila ada keputusan luar yang mungkin menimbulkan konflik, tapi itu belum bisa dipastikan benar. Ketidakyakinan itu membuat Edward, yang memang sudah ragu, menentang habis-habisan apa yang harus kulakukan, Ia ingin menemaniku sampai ke London, tempat aku harus berganti pesawat, tapi aku tak ingin meninggalkan Renesmee tanpa kedua orangtuanya. Jadi Carlisle-lah yang ikut. Itu membuat Edward maupun aku sedikit rileks, tahu Carlisle hanya akan berada beberapa jam jauhnya dariku.

Alice terus-menerus berusaha melihat masa depan, tapi hal-hal yang ia temukan tak ada hubungannya dengan apa yang ia cari. Tren baru di pasar modal; kemungkinan kedatangan Irma untuk melakukan rekonsiliasi, walaupun keputusannya belum mantap; badai salju yang baru akan menghantam wilayah ini enam minggu lagi; telepon dari Renée (aku masih melatih suara “parau”-ku, dan semakin lama hasilnya semakin baik—sepanjang pengetahuan Renée, aku masih sakit, tapi sudah mulai membaik).

Kami membeli tiket ke Italia sehari setelah Renesmee menginjak usia tiga bulan. Rencananya aku hanya akan pergi sebentar, jadi aku tidak memberitahu Charlie. Jacob tahu, dan ia berpihak pada Edward. Namun hari ini topik argumennya adalah tentang Brasil. Jacob bertekad hendak ikut dengan kami.

Kami bertiga, Jacob, Renesmee, dan aku, berburu bersama. Minum darah binatang bukanlah kesukaan Renesmee—itulah sebabnya Jacob diperbolehkan ikut. Jacob membuatnya menjadi semacam perlombaan di antara mereka, dan itu membuat Renesmee bersemangat.

Pandangan Renesmee cukup jelas tentang apa yang baik dan buruk berkaitan dengan memburu manusia; menurutnya bisa digantikan dengan darah hasil donor. Makanan manusia bisa membuatnya kenyang dan sepertinya cocok dengan pencernaannya, tapi ia tidak menyukai semua jenis makanan padat seperti dulu aku tidak menyukai kembang kol dan buncis. Setidaknya lebih baik minum darah binatang daripada itu. Pala dasarnya Renesmee suka berkompetisi, dan tantangan Mengalahkan Jacob membuatnya senang berburu.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.