Baca Novel Online

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Stephenie Meyer

Sue dan Letih Clearwater juga terjalin dalam hidup kami— dua orang lagi yang sama sekali di luar dugaanku.

Sue tampaknya menugasi diri sendiri untuk memuluskan transisi Charlie ke dunia khayalan. Sering kali ia darang bersama Charlie ke rumah keluarga Cullen, walaupun sepertinya ia tak pernah benar-benar nyaman berada di sini, seperti anak lelakinya dan sebagian besar anggota kawanan Jacob. Ia jarang bicara; ia hanya terdiri dengan sikap protektif di dekat Charlie. Ia selalu jadi orang pertama yang dipandang Charlie bila Renesmee melakukan sesuatu yang terlalu cepat untuk usianya—dan itu sering terjadi. Sebagai jawaban, Sue akan menatap Seth dengan sikap penuh arti seolah-olah berkata, Yeah, haru tahu ya?

Sikap Leah bahkan jauh lebih kaku daripada Sue. Ia satu-satunya bagian keluarga besar kami yang terang-terangan menunjukkan sikap tidak suka atas pengabungan ini. Namun ia dan Jacob sekarang akrab, dan itu membuat kami semua jadi dekat. Aku pernah bertanya pada Jacob tentang hal itu—meskipun ragu-ragu; aku tak ingin mengorek-ngorek, tapi hubungan mereka sangat berbeda dibandingkan dulu hingga membuatku penasaran.

Jacob hanya mengangkat bahu dan mengatakan itu lumrah dalam kawanan. Leah sekarang menjadi wakilnya, “beta”-nya, seperti yang dulu pernah kusebutkan.

“Kupikir karena aku toh akan jadi Alfa sungguhan,” Jacob menjelaskan, “sebaiknya kulakukan saja sesuai peraturan.”

Tanggung jawab baru itu membuat Leah merasa perlu sering-sering mengecek, keberadaan Jacob, dan karena Jacob selalu bersama Renesmee…

Leah tidak terlalu suka berada di dekat kami, tapi ia merupakan-pengecualian. Kebahagiaan adalah komponen utama dalam hidupku sekarang, pola dominan di permadani itu. Sedemikian, rupa hingga hubunganku dengan Jasper sekarang jauh lebih dekat daripada yang kupikir bakal pernah terjadi.

Meskipun awalnya aku benar-benar jengkel

“Aaaahh!” keluhku pada Edward suatu malam, setelah kami menidurkan Renesmee di boksnya yang terbuat dari besi tempa. “Aku belum membunuh Charlie atau Sue, dan itu mungkin tidak bakal terjadi. Kalau saja Jasper berhenti menungguiku setiap saat!”

“Tak ada yang meragukanmu, Bella, sedikit pun tidak” Edward meyakinkanku. “Kau tahulah bagaimana Jasper—dia tidak bisa menolak iklim emosional yang baik. Kau sangat bahagia, Sayang, jadi dia otomatis terus berada di sekelilingmu”

Kemudian Edward memelukku erat-erat, karena tak ada yang lebih menyenangkannya selain kegembiraanku yang meluap-luap di kehidupan baru ini.

Dan sebagian besar aku memang merasakan euforia kegembiraan. Hari-hari rasanya tak cukup panjang untuk kupakai mengagumi putriku; malam-malam tidak memiliki cukup w.iktu untuk memuaskan hasratku pada Edward.

Namun pasti ada sesuatu di balik semua kebahagiaan ini. Kalau kau membalik permadani hidup kami, aku membayangkan desain di bagian belakang pastilah merupakan pintalan benang-benang kelabu penuh keraguan dan ketakutan.

Renesmee mengucapkan kata pertamanya ketika ia menginjak usia tepat satu minggu. Kata itu adalah Momma, yang seharusnya membuatku senang, tapi masalahnya aku sangat ketakutan oleh kemajuannya yang begitu cepat hingga nyaris tak sanggup menggerakkan wajahku unruk membalas senyumnya. Keadaan justru semakin parah ketika ia beralih dari kata pertama ke kalimat pertama dalam satu tarikan napas. “Momma, mana Grandpa?” tanyanya dengan suara soprano yang jernih dan jelas, merasa perlu berbicara dengan suara keras karena aku berada di seberang ruangan* Ia sudah menanyakannya pada Rosalie, menggunakan cara berkomunikasinya yang normal (atau yang sangat abnormal, kalau dilihat dari sudut pandang lain). Rosalie tidak mengetahui jawabannya, jadi Renesmee menanyakannya padaku.

Ketika ia berjalan untuk pertama kali, kurang dari tiga minggu kemudian, kejadiannya pun hampir mirip. Sebelumnya ia hanya memandangi Alice, mengamati dengan saksama sementara bibinya merangkai bunga di vas-vas yang tersebar di Seantero ruangan, menari-nari di lantai dengan lengan penuh bunga. Tahu-tahu Renesmee berdiri, dan tanpa goyah sedikit pun, berjalan melintasi ruangan dengan langkah-langkah nyaris anggun.

Jacob langsung bertepuk tangan, karena jelas itu respons yang diinginkan Renesmee. Karena ia begitu terikat pada Renesmee, reaksinya tidaklah terlalu penting; refleks pertama Jacob adalah selalu memberi Renesmee apa pun yang ia butuhkan. Tapi saat mata kami bertemu, aku melihat kepanikan dalam mataku menggema juga di matanya. Kupaksa diriku bertepuk tangan juga, berusaha menyembunyikan perasaan takutku dari Renesmee. Edward juga bertepuk tangan pelan di sampingku, dan tanpa harus menyuarakan pikiran, kami tahu pikiran kami sama.

Edward dan Carlisle sibuk melakukan riset, mencari jalan, untuk mengetahui apa yang mungkin bakal terjadi.

Ingat sedikit yang bisa ditemukan, dan tak satu pun bisa diverifikasi.

Alice dan Rosalie biasanya memulai hari kami dengan peragaan busana. Renesmee tak pernah memakai pakaian yang sama dua kali, sebagian karena setelah dipakai, bajubajunya langsung tidak muat lagi, dan sebagian lagi karena Alice dan Rosalie berusaha menciptakan album bayi yang sepertinya mencakup beberapa tahun, bukan beberapa minggu. Mereka mengambil ribuan foto, mendokumentasikan setiap fase masa kanakkanaknya yang sangat cepat.

Di usia tiga bulan, Renesmee bisa disangka bocah satu tahun bertubuh besar, atau bocah dua tahun bertubuh kecil. Bentuk badannya juga tidak mirip batita; ia lebih langsing tinggi, anggun, proporsi tubuhnya seperti orang dewasa. Rambut tembaganya yang ikal menjuntai hingga ke pinggang; aku tak tega memotongnya, walaupun Alice pasti memperbolehkannya. Renecsmee bisa berbicara dengan tata bahasa dan artikulasi sempurna, tapi ia jarang mau bicara, lebih suka menunjukkan saja kepada orang-orang apa yang ia inginkan. Ia bukan hanya bisa berjalan, tapi juga berlari dan menari. Ia bahkan bisa membaca.

Aku sedang membacakan buku karya Tennyson suatu malam, karena aliran dan ritme puisi karangannya terasa menenangkan. (Aku harus terus-menerus mencari materi baru; Renesmee tidak suka bila cerita-cerita pengantar tidurnya diulang-ulang, seperti yang biasanya disukai anak-anak, dan ia juga tidak menyukai buku cerita bergambar.) Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh pipiku, memunculkan gambar kami dalam pikirannya, tapi dia yang memegang buku. Kuberikan buku itu padanya, tersenyum.

‘”There is sweet tnusic here,'” bacanya tanpa keraguan sedikit pun, ‘”that sojter fatts than petals jrom blown roses on the grass, or night-dews on still waters between walls of shadowy grantte, ‘m a gleaming pass…'”

Tanganku seperti robot waktu kuambil lagi buku itu, “Kalau kau membaca, bagaimana kau bisa tidur?” tanyaku dengan suara yang nyaris tak mampu menyembunyikan getarannya.

Menurut perhitungan Carlisle, pertumbuhan tubuh Renesmee berangsur-angsur melambat; namun pikirannya terus berpacu maju. Seandainya taraf penurunan pertumbuhan ini tetap berlanjut, tetap saja Renesmee akan jadi dewasa kurang dari empat tahun lagi.

Empat tahun. Dan menjadi wanita tua di usia lima belas tahun.

Hanya punya waktu lima belas tahun.

Tapi ia sangat sehat. Vital, cemerlang, bersinar, dan bahagia. Keadaannya yang sehat itu membuatku mudah menikmati kebahagiaan bersamanya sekarang dan tidak berpikir yang bukan-bukan tentang masa depan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 14, 2018 12:31

    Nurlaely D

    Dikasih mobil bgus kok gak seneng...klo aku c seneng bgt hahahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.