Baca Novel Online

The Da Vinci Code

“Baca kata-kata itu,” Langdon membantah. “Ingat dua hal. Dalam bahasa Yahudi, simbol untuk suara Sh dapat juga diucapkan sebagai S, tergantung pada aksennya. Sama dengan huruf P yang dapat diucapkan F.” SVFYA? Pikir Sophie, bingung. “Jenius!” tambah Teabing. “Huruf Vav sering merupakan pengganti vokal

0!” Sophie melihat lagi huruf-huruf itu untuk menyuarakannya. “S…o…f…y… a.” Dia mendengar suaranya sendiri, dan dia tidak dapat mempercayai apa

yang didengarnya. “Sophia? Tulisan itu dibaca Sophia?” Langdon mengangguk antusias. “Ya. Sophia betul-betul berarti bijaksana dalam bahasa Yunani. Akar kata dari namamu, Sophie, betul-betul sebuah ‘kata bijaksana’.”

Tiba-tiba Sophie merasa begitu merindukan kakeknya. Dia mengukir/menyandikan batu kunci Biarawan dengan namaku. Tenggorokannya terasa tercekat. Semuanya terdengar terlalu sernpurna. Tetapi ketika dia melihat lagi lempengan-lempengan lima huruf nada cryptex itu, dia tahu masih ada masalah. “Tetapi tunggu dulu…kata Sophie memiliki enam huruf.”

Senyum Teabing tidak pernah pudar. “Lihat puisi itu lagi. Kakekmu menulis, ‘sebuah kata bijaksana kuno’.” “Lalu?” Teabing rnengedipkan matanya. “Dalam bahasa Yunani kuno, bijaksana dieja S-0-F-I-A.” SOPHIE MERASA sangat gembira ketika menimang cryptex itu lalu mulai memutar huruf-huruf itu.Sebuahkatabijaksanakunomembebaskangulungan kertasini.

Langdon dan Teabing tampak berhenti bernapas ketika melihat Sophie memutar cryptex itu. S…O…F… “Hati-hati,” kata Teabing. “Bahkan sangat hati-hati.” …I…A. Sophie menyejajarkan putaran terakhirnya. “Baik,” dia berbisik, sambil

menatap yang lainnya. “Aku akan menariknya sampai terpisah.” “Ingat cairan cuka itu,” bisik Langdon dengan napas takut. “Hati-hati.” Sophie tahu jika cryptex ini seperti cryptex-ciyptex yang pernah dia buka ketika masih kecil, yang harus dia lakukan adalah memegang silinder itu pada kedua ujungnya, persis di luar lempengan-lempengan itu, lalu menarik dengan hati-hati ke arah yang berlawanan. Jika lempengan-lempengan itu sudah lurus benar membentuk kata kunci, maka salah satu ujung silinder akan terlepas, persis seperti tutup kamera, dan Sophie dapat merogoh ke dalam lalu menarik dokumen begulungan kertas papirus yang dibungkus lagi dalam botol kecil berisi cairan cuka. Namun, bila kata kunci yang mereka masukkantidakbenar, usaha Sophie dari luar pada kedua ujung silinder itu akan dialihkan ke sebuah tuas yang tergantung di dalam, yang akan berputar ke bawah ke rongga silinder dan menekan botol kaca kecil itu, yang akhirnya akan membuatnya pecah jika Sophie menarik terlalu kuat. Tarikdenganlembut, kata Sophie pada dirinya sendiri. Teabing dan Langdon mencondongkan tubuh mereka ketika Sophie mulai memegang kedua ujung silinder itu. Saat mereka tadi begitu bersemangat memecahkan kata kunci, Sophie hampir lupa apa yang mereka duga akan ditemukan di dalamcryptex itu.InibatukunciBiarawan. Menurut Teabing, ini berisi sebuah peta ke Holy Grail, yang mengungkap makam Maria Magdalena dan harta benda Sangreal … harta puncak rahasia kebenaran.

Sambil memegang kuat tuba batu itu, Sophie memeriksa ulang apakah huruf-huruf itu sudah sejajar tepat dengan petunjuknya. Lalu, perlahan, dia menariknya. Tidak ada yang terjadi. Sophie menambah sedikit tenaga. Tibatiba batu itu bergerak terpisah seperti teleskop yang dibuat dengan sangat baik. Ujung yang berat tertahan dalam tangannya. Langdon dan Teabing hampir terloncat dari duduknya. Detak jantung Sophie bertambah cepat ketika dia meletakkan bagian ujung itu di atas meja dan mengangkat silinder itu ke atas untuk mengintip ke dalam silinder.

Sebuabgulungan! Ketika mengintip ke dalam untuk melihat kertas yang tergulung, Sophie melihat kertas itu membungkus sebuah benda seperti silinder—botol kaca berisi cuka, dia menduga. Anehnya, kertas yang mengitari cairan cuka itu bukanlah kertas papyrus yang biasa, namun lebih seperti lembar kulit binatang. Ini aneh, pikir Sophie, cuka tidak dapat menghancurkan gulungan teks dari kulit domba. Dia melihat ke dalam lagi, ke gulungan itu, dan sadar bahwa benda di dalamnya sama sekali bukan botol kaca berisi cuka. Itu benda yang sepenuhnya lain. “Ada apa?” tanya Teabing. “Tarik keluar gulungan kertas itu.” Sambil mengerutkan dahinya, Sophie merogoh gulungan kulit binatang itu dan benda yang dibungkusnya. Dia menarik keduanya keluar dari silinder pualam itu. “Itu bukan papirus,” kata Teabing. “Terlalu berat.” “Aku tahu. Ini sebuah lapisan.” “Untuk apa? Melapisi botol kaca berisi cuka?” “Bukan,” Sophie membuka gulungan itu dan mengeluarkan apa yang terbungkus di dalamnya. “Untukini.” Ketika Langdon melihat benda di dalam gulungan kulit itu, hatinya

kecewa. “Tuhan tolong kami,” kata Teabing, sambil melorot dalam kursinya.

“Kakekmu betul-betul seorang arsitek yang tak punya belas kasihan.” Langdon menatap dengan kagum.KulihatSaunièretidakpunyaniatuntuk

mempermudahini. Di atas meja kini terletak cryptex kedua. Lebih kecil. Terbuat dari batu akik hitam. Ia tadi tersimpan di dalam cryptex pertama. Kecintaan Saunière terhadap dualisme. Dua cryptex. Segalanya berpasangan. Makna ganda. Lelakiperempuan.Hitamberadadidalamputih. Langdon merasa gelombang simbolisme terentang di depannya.Putihmelahirkanhitam. Setiaplelakikeluardari perempuan. Putih—perempuan. Hitam—lelaki. Langdon mengulurkan tangannya, meraih cryptex yang lebih kecil. Tampak sama dengan yang pertama, kecuali ukurannya hanya separuhnya dan berwarna hitam. Dia mendengar gemericik yang biasa dari dalamnya. Tampaknya, botol berisi cairan cuka yang mereka dengar sebelumnya berasal dari dalam cryptex yanglebih kecil ini.

“Nah, Robert,” kata Teabing, sambil menggeser lembaran kulit hewan menjauh darinya. “Kau akan senang mendengar, paling tidak kita terbang ke arah yang benar.”

Langdon memeriksa lembaran kulit tebal itu. Di atas tertulis dengan tulisan tangan indah, sajak empat baris yang lain lagi. Juga, yambe bersuku lima. Sajak itu tidak jelas maknanya, namun Langdon hanya perlu membaca baris pertamanya untuk tahu bahwa rencana Teabing untuk terbang ke London akan ada hasilnya. IN LONDON LIES A KNIGHT A POPE INTERRED (DiLondonterbaringseorangkesatriayangseorangpauskuburkan) Sisa baris-baris berikutnya dengan jelas menyatakan bahwa kata kunci untuk membuka cryptex kedua dapat ditemukan setelah menemukan makam kesatria tersebut, di suatu daerah di kota itu.

Langdon menoleh dengan bersemangat pada Teabing. “Kau tahu kesatria apa yang dimaksudkan puisi ini?”

Teabing tersenyum. “Sama sekali tidak. Tetapi aku tahu pasti, dalam sandi yang mana kita harus mencarinya.” Pada saat yang sama, lima belas mil di depan mereka, enam mobil polisi Kent melintas di jalan yang basah karena hujan, menuju ke lapangan udara eksekutif Biggin HiII.

 

79

LETNAN Collet mengambil sendiri minuman Perrier dari lemari pendingin Teabing, dan berjalan kembali ke ruang duduk. Dia tidak menemani Fache ke London, tempat akan terjadinya penangkapan itu. Dia sekarang menjaga tim PTS yang sedang berpencar di Puri Villette.

Sejauh ini, bukti-bukti yang telah mereka temukan tidak terlalu berguna: sebutir peluru terbenam di dalam lantai, secarik kertas dengan beberapa simbol tercorat-coret diatasnya bersama dengan kata-kata blade (mata pisau) dan chalice (cawán); tali kulit berduri, yang menurut keterangan petugas PTS kepada Collet, ada hubungannya dengan kelompok katolik konservatif, Opus Dei, yang baru-baru ini telah menjadi berita karena praktik perekrutan anggotanya yang kejam.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.