Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Sophie menggeliat letih dalam tempat duduknya. “Aku belum menceritakan padamu mengapa kami merenggang.”

Langdon menatapnya, hati-hati. “Kau menyaksikan sebuah upacara seks, bukan?” Sophie tersentak. “Bagaimana kautahu itu?” “Sophie, kau mengatakan padaku kau menyaksikan sesuatu yang meyakinkanmu bahwa kakekmu anggota perkumpulan rahasia. Dan apa pun yang kaulihat membuatmu cukup marah sehingga kau tidak berbicara dengannya sejak itu. Aku tahu cukup banyak tentang perkumpulan rahasia. Tidak perlu menjadi secerdas Da Vinci untuk menerka apa yang kaulihat.” Sophie menatapnya. “Apakah itu terjadi pada musim semi?” tanya Langdon, “sekitar antara

siang dan malam hari? Pertengahan bulan Maret?” Sophie menatap ke luar jendela. “Aku sedang liburan musim semi dari

universitas. Aku pulang beberapa hari lebih awal.” “Kau mau menceritakannya?” “Sebaiknya tidak.” Tiba-tiba dia menoleh lagi ke Langdon. Matanya

berkaca-kaca karena perasaan hatinya. “Aku tidak tahu apa yang kulihat.” “Apakah beberapa lelaki dan beberapa perempuan hadir disana?” Setelah diam sejenak, Sophie mengangguk. “Mengenakan baju hitam dan putih?” Sophie menghapus matanya kemudian mengangguk, lebih terbuka sedikit. “Perempuan-perempuan itu mengenakan gaun putih halus … dengan sepatu keemasan. Mereka memegang bola emas. Para lelaki mengenakan tunik hitam dan sepatu hitam.”

Langdon menegang untuk menyembunyikan emosinya, namun dia tidak dapat mempercayai apa yang sedang didengarnya. Sophie Nevue tanpa sengaja telah menyaksikan upacara suci yang berusia dua ribu tahun. “Topeng?” tanya Langdon, menjaga supaya suaranya tetap tenang. “Topeng androgini?”

“Ya. Setiap orang. Topeng yang sama. Putih untuk perempuan. Hitam untuk lelaki.”

Langdon pernah membaca penjelasan tentang upacara ini dan mengerti akar mistisnya. “Itu disebut Hieros Gamos,” katanya lembut. “Berusia lebih dari dua ribu tahun. Para pendeta Mesir, lelaki melaksanakannya secara teratur untuk merayakan dan perempuannya, kekuatan reproduksi perempuan.” Langdon terdiam, mencondongkan tubuhnya pada Sophie. “Dan jika kau menyaksikan upacara Hieros Gamos tanpa persiapan yang benar untuk mengerti artinya, aku bayangkan itu akan sangat mengguncang.” Sophie tidak mengatakan apa-apa. “Hieros Gamos adalah bahasa Yunani,” lanjut Langdon. “Artinya

pernikahansuci.” “Ritual yang kulihat bukanlah sebuah pernikahan.” “Pernikahan dalam arti penyatuan, Sophie.” “Maksudmu seperti dalam seks.” “Bukan.” “Bukan?” tanya Sophie, mata hijau zaitunnya menguji Langdon. Langdon mundur. “Wah … ya, bisa dikatakan begitu, tetapi tidak seperti pengertian kita kini.” Langdon kemudian menjelaskan bahwa meskipun apa yang dilihat Sophie mungkin tampak seperti ritual seks, Hieros Gamos tidak ada hubungannya dengan erotisme. Itu merupakan tindakan spiritual. Menurut sejarahnya, perempuan persetubuhan adalah tindakan yang menjembatani lelaki dan menuju Tuhan. Keyakinan kuno percaya bahwa lelaki tidak lengkap secara spiritual sebelum dia rnenyetubuhi perempuan suci. Penyatuan badani dengan perempuan tetap merupakan satu-satunya cara untuk menjadi lelaki yang lengkap secara spiritual dan akhirnya mencapai gnosis— pengetahuan tentang ketuhanan. Sejak jaman isis, upacara seks telah dianggap sebagai satu-satunya jembatan lelaki untuk menuju surga. “Dengan berhubungan dengan perempuan,” kata Langdon, “lelaki dapat mencapai puncaknya dengan cepat ketika pikirannya betul-betul kosong, dan dia dapat melihat Tuhan” Sophie tampak ragu. “Orgasme sebagai doa?” Langdon menggerakkan Sophie sebenarnya betul. bahunya tak menyatakan

Secara fisiologis, klimaks pendapatnya, walau lelaki disertai oleh setengah detik kekosongan pikiran. Kekosong mental sesaat. Sesaat kejernihan yang memungkinkan Tuhan terlintas sekilas. Para guru meditasi mencapai kekosongan pikiran yang sama tanpa seks dan sering menggambarkan Nirwana sebagai orgasme spiritual yang tak pernah selesai.

“Sophie,” Langdon berkata dengan tenang, “penting untuk diingat bahwa orang-orang kuno melihat seks betul-betul berlawanan dengan penglihatan kita sekarang. Seks mengawali kehidupan baru—keajaiban puncak—dan keajibankeajaiban itu hanya dapat diwujudkan oleh seorang dewa. Kemampuan perempuan untuk menghasilkan kehidupan dari rahimnya membuatnya suci. Seorang dewi. Persetubuhan adalah penyatuan yang terpuji dari dua paruhan jiwa manusia—lelaki dan perempuan—yang dengan itu lelaki dapat menemukan keutuhan spiritual dan keeratan dengan Tuhan. Apa yang kaulihat bukan tentang seks, tetapi tentang spiritualitas. Ritual Hieros Gamos bukan perbuatan tak wajar. Itu betul-betul upacara yang amat suci.”

Kata-kata Langdon tampak menyergap syaraf Sophie. Dia telah tampak begitu tenang semalaman ini, tetapi sekarang, pertama kalinya, Langdon melihat aura ketenangan itu mulai retak. Air mata meluncur lagi dari matanya, dan Sophie mengusapnya dengan lengan bajunya.

Langdon memberinya waktu. Diakuinya, konsep seks sebagai jalan menuju Tuhan merupakan guncangan jiwa pada mulanya. Mahasiswa-mahasiswa Langdon yang Yahudi selalu tampak sangat heran ketika Langdon untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa tradisi Yahudi yang terdahulu melibatkan ritual seks. Bahkan di dalam kuil. Orang-orang Yahudi awal percaya bahwa Ruang Mahakudus di Kuil Salomo tidak hanya berisi Tuhan, tetapi juga perempuan kuat imbangan-Nya, Shekinah. Lelaki yang mencari keutuhan spiritual datang ke kuil itu untuk mengunjungi pendeta perempuan— atau hierodules—untuk bercinta dengannya dan merasakan Tuhan melalui penyatuan badani itu. Tetragam Yahudi YHWH—nama suci Tuhan–sebetulnya berasal dari Jehovah, sebuah penyatuan badani androginius antara Jah yang lelaki dan nam pra- Yahudi bagi Eva,Havah.

“Bagi Gereja kuno,” Langdon menjelaskan, dengan suara yang lembut, “penggunaan seks untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhan oleh manusia menjadi ancaman serius bagi dasar kekuatan Katolik. Ritus itu membuat Gereja kehilangan pijakan, merusak status yang mereka nyatakan sendiri sebagaisatu-satunya penghubung manusia dengan Tuhan. Untuk alasan-alasan yang jelas sekali, mereka berusaha keras untuk menganggap seks sebagai perbuatan setan dan memperlakukannya sebagai perbuatan yang menjijikkan dan berdosa. Agama-agama besar lainnya melakukan hal yang sama.”

Sophie terdiam, namun Langdon tahu Sophie mulai mengerti perbuatan kakeknya dengan lebih baik.

Dahi Sophie terasa dingin ketika dia menekankannya pada jendela pesawat dan menatap kosong ke luar, mencoba mengolah apa yang baru saja dikatakan Langdon padanya. Dia merasa membayangkan tumpukan surat sangat menyesal. Sepuluh tahun. Dia yang dikirim kakeknya dan tak pernah dibukanya.AkuakanmenceritakansegalanyakepadaRobert. Tanpa menoleh dari jendela, Sophie mulai berbicara. Perlahan. Takut-takut.

Begitu dia mengingat apa yang terjadi malam itu, Sophie merasa seperti hanyut ke belakang … dengan berseri-seri di dalam hutan kecil di luar puri Normandia milik kakeknya … mencari rumah terpencil dengan kebingungan … mendengar suara-suara di bawahnya … kemudian menemukan pintu tersembunyi. Dia mengendap-endap menuruni anak tangga batu, satu langkah satu anak tangga, ke ruang bawah tanah. Dia dapat merasakan udara bau tanah. Dingin dan ringan. Bulan Maret ketika itu. Di dalam kegelapan tempatnya bersembunyi di atas tangga, dia melihat ketika orang-orang asing itu berayun dan menyanyi di antara kerlip jingga lilin-lilin yang menyala.

Akusedangbermimpi,kata Sophie pada dirinya sendiri.Inisebuahmimpi. Apalagikalaubukanmimpi?

Para perempuan dan lelaki berdiri berselang-seling, putih, hitam, putih. Gaun lembut indah yang dikenakan para perempuan mengombak ketika mereka mengangkat tangan kanan mereka yang memegang bola emas dan bersama-sama berseru, ‘Aku bersamamu di awal, di fajar dari segala yang suci,aku lahirkankaudari rahiminisebelummulainyahari.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.