Baca Novel Online

The Da Vinci Code

“Banyak orang menyebut Opus Dei sebagai perkumpulan pencucian otak,” para wartawan sering memancing pernyataan itu. “Yang lainnya lagi menyebut Anda sebagai kelompok rahasia Kristen yang ultrakonservatif. Yang mana Anda sebenarnya?”

“Opus Dei bukan keduanya,” uskup itu akan menjawabnya dengan sabar. “Kami adalah Gereja Katolik. Kami adalah jemaat Katolik yang telah memilih, sebagai prioritas kami, untuk mengikuti doktrin Katolik sekuat mungkin dalam kehidupan sehari-hari“

“Apakah Karya Tuhan harus memasukkan sumpah kesucian, berzakat, dan penebusan dosa dengan cara mencambuk diri dan mengikat diri dengan cilice?”

“Anda hanya menggambarkan sebagian kecil dari populasi jemaat Opus. Dei,” ujar Aringarosa. “Ada banyak tingkat kepatuhan. Ribuan anggota Opus Dei menikah, mempunyai keluarga, dan menjalankan Karya Tuhan dalam komunitas mereka masing-masing. Yang lainnya memilih hidup ekstrem di dalam biara kami. Pilihan-pilihan ini pribadi sifatnya, tetapi setiap orang di Opus Dei mempunyai tujuan yang sama, yaitu memperbaiki dunia dengan cara menjalankan Karya Tuhan. Tentu saja ini merupakan suatu pencarian yang sangat mulia.”

Walau begitu, pertimbangan akal sehat jarang berhasil. Media massa selalu cenderung ke arah skandal, dan Opus Dei, seperti juga umumnya organisasi besar lainnya, mempunyai, di antara anggota-anggotanya, sedikit orang yang menyimpang yang mengejar bayangan. Dua bulan yang lalu, suatu kelompok Opus Dei di sebuah universitas di barat bagian tengah tertangkap basah membius pengikut barunya dengan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, dalam usaha mereka untuk membuat orang itu mencapai keadaan eforia sehingga anggota baru itu akan merasakannya sebagai pengalaman religius. Seorang mahasiswa lainnya telah menggunakan ikat pinggang berduri cilice-nya lebih sering daripada yang dianjurkan, yaitu dua jam dalam sehari, dan dia hampir saja terkena infeksi yang mematikan. Di Boston baru saja terjadi, seorang investor bank yang masih muda menyumbangkan semua tabungan hidupnya kepada Opus Dei sebelum membunuh dirinya. Domba yang salah bimbing, pikir Aringarosa, dia sangat prihatin karenanya. Tentu saja, aib terbesar adalah penyebarluasan persidangan seorang agen mata-mata FBI Robert Hansen, yang ingin menjadi anggota Opus Dei yang menonjol tapi ternyata berubah menjadi seorang hamba seks. Persidangannya menguak bukti bahwa dia memiliki kamera video tersembunyi di kamar tidurnya agar teman-temannya dapat menyaksikan saat dia bercinta dengan istrinya. “Sukar dipercaya kalau dia tadinya penganut Katolik yang taat,” kata hakim.

Sedihnya, semua peristiwa ini telah membantu berkembangnya sebuah organisasi pengawas baru, dikenal dengan nama Opus Dei Awareness Network (ODAN), ‘Jaringan Waspada Opus Dei’. Web site kelompok ini— www.odan.org——menyiarkan cerita-cerita mengerikan dari mantan anggotaanggota Opus Dei yang memperingatkan bahayanya bergabung dengan Opus Dei. Media sekarang menganggap Opus Dei sebagai “Mafia Tuhan” klan “Pemuja Kristus”.

Kita takut kepada apa yang kita tak mengerti, pikir Aringarosa, sambil bertanya-tanya apakah para pengkritik ini tahu berapa banyak kehidupan yang telah diperkaya oleh Opus Dei. Kelompok itu menikmati pengabsahan penuh dan restu dari Vatikan.Opus Dei merupakan sebuah perwalian gereja pribadi dari Paus sendiri. Walau begitu, akhir-akhir ini, Opus Dei telah menyadari bahwa mereka terancam oleh sebuah kekuatan yang jauh lebih kuat daripada media … sebuah musuh tak terduga yang tak terhindarkan oleh Aringarosa. Lima bulan yang lalu, kalaedoskop dari kekuatan itu telah mengguncangnya, dan Aringarosa masih limbung karena pukulan itu.

“Mereka tidak tahu peperangan macam apa yang telah mereka mulai,” bisik Aringarosa pada dirinya sendiri, sambil menatap keluar jendela pesawat terbang, pada lautan yang gelap di bawahnya. Tiba-tiba, matanya kembali terpusat, terus menatap pantulan wajahnya yang aneh—gelap dan berbentuk bujur, didominasi oleh hidung pesek dan bengkok yang pernah ditinju di Spanyol ketika dia masih seorang pendeta muda. Kekurangan pada tubuhnya sekarang hampir tak kentara. Dunia Aringarosa adalah batiniah, bukan ragawi.

Ketika jet itu melewati pantai Portugal, telepon selular di dalam jubah Aringarosa mulai bergetar karena dering bisu. Walaupun ada larangan untuk menggunakan telepon selular selama penerbangan, narnun Aningarosa tahu, ini panggilan yang tak boleh diabaikan. Hanya satu orang yang tahu nomor ini, orang yang sekarang menelepon Aringarosa. Dengan gembira, uskup itu menjawab perlahan, “Ya?” “Silas telah menemukan batu kunci itu,” kata si penelpon. “Ada di Paris. Di dalam gereja Saint-Sulpice.” Uskup Aringarosa tersenyum. “Kalau begitu kita sudah dekat.” “Kita bisa mendapatkannya segera. Tetapi kita memerlukan pengaruhmu.” “Tentu saja. Katakan apa yang harus kulakukan.” Ketika Aringarosa mematikan teleponnya, jantungnya berdebar. Kembali dia menatap kekosongan malam, merasa mengerdil karena kejadian yang telah dimulainya. Lima ratus mil dari Aringarosa, Silas si albino berdiri di dekat baskom kecil berisi air dan mengusapi darah dari punggungnya, sambil mengarnati pola-pola darahnya berputar di dalam air. Bersihkan aku dengan daun hysop dan aku akan bersih, dia berdoa, mengutip Mazmur.Cuci aku, dan aku akan menjadi lebih putih daripada salju. Silas merasakan sebuah peningkatan harapan yang belum pernah ia rasakan srpanjang hidupnya. Itu mengejutkan dan menggetarkan dirinya. Sejak sepuluh tahun trrakhir, dia telah mengikuti The Way, membersihkan diri dari dosa-dosa …membangun kembali hidupnya … menghapus kekejaman masa lalunya. Namun malam ini, semua itu seperti menyerbu datang kembali. Kebencian yang telah diupayakannya dengan kuat untuk dikuburkan telah terkumpul kembali. Dia terkejut betapa cepat masa lalunya muncul kembali. Dan bersama dengan itu, tentu saja, datang juga keahliannya. Berkarat, namun masih bisa digunakan.

Pesan Yesus merupakan pesan kedamaian … tanpa kekerasan…cinta. Ini adalah pesan yang diajarkan kepada Silas dari awal, dan pesan itu disimpannya dalam hati. Namun, pesan ini jugalah yang akan dirusak oleh musuh Kristus. Siapa yang mengancam Tuhan dengan kekuatan akan bertemu dengan kekuatan.Tak tergoyahkan dan tabah.

Selama dua milenium, tentara-tentara Kristen telah membela keyakinan mereka melawan orang-orang yang mencoba menggantikannya. Malam ini, Silas telah terpanggil untuk berperang.

Setelah mengeringkan lukanya, Silas mengenakan jubah hingga ke mata kakinya. Jubahnya sederhana, terbuat dari wol gelap, mempertajam keputihan kulit dan rambutnya. Dia mengencangkan kerudungnya sampai menutup kepala, dan ikat pinggangnya, membiarkan mata menaikkan merahnya mengagumi pantulannya dalam cermin. Roda-roda itu sedang bergerak.

 

6

SETELAH DIGENCET di bawah gerbang keamanan, Robert Langdon sekarang berdiri di dalam, pintu masuk ke Galeri Agung. Dia melihat ke dalam mulut gang yang dalam dan panjang. Pada sisi lain galeri ini, dinding kapur menjulang tiga puluh kaki, seakan menguap ke dalam kegelapan di atasnya. Cahaya kemerahan dari lampu mengarah ke atas, memberikan terang buatan ke arah koleksi lukisan yang menggemparkan dari karya-karya Da Vinci, Titians, dan Caravaggio, yang tergantung dengan kabel dari langit-langit. Lukisan alam benda, adegan-adegan religius, dan pemandangan alam bersanding dengan potret para potret para bangsawan dan politikus. Walau Galeri Agung menyimpan benda-benda seni Italia yang paling tersohor, para pengunjung berpendapat bahwa bagian paling memesona yang ditawarkan bagian sayap itu adalah lantai parketnya yang terkenal. Terhampar dalam rancangan geometris yang mencengangkan, dengan potongan kayu ek tipis dan panjang yang disusun secara diagonal, lantai itu membenikan ilusi optik singkat—sebuah jaringan multi-dimensi mengambang di sepanjang galeri saat para yang memberi perasaan pengunjung berjalan di permukaannya yang berganti-ganti pada setiap langkah.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.