Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Teabing tampak tidak yakin. “Tetapi pensaudaraan itu tidak akan membuka mulut. Mereka bersumpah akan menjaga rahasia itu. Bahkan, dengan taruhan nyawa sekalipun.”

“Tepat,” kata Langdon. “Berarti, jika mereka tidak akan membuka rahasia, dan mereka dibunuh …” Teabing terkesiap. “Maka lokasi batu kunci akan hilang selamanya!” “Dan, bersama itu juga,” tambah Langdon, “lokasi Holy Grail.” Tubuh Teabing tampak terayun dengan beratnya kata-kata Langdon. Kemudian, seolah terlalu letih berdiri, dia menjatuhkan diri ke atas kursi dan menatap ke luar jendela.

Sophie berkata, suaranya lembut, “Mengingat keadaan sulit kakekku saat itu, mungkin saja dalam keadaan terjepit dia mencoba memberikan rahasia itu kepada seseorang di luar persaudaraan. Seseorang yang dianggapnya dapat dipercaya. Seseorang dalam keluarganya.”

Teabing memucat, “Tetapi seseorang yang mampu melakukan serangan seperti itu … menemukan penyamaran persaudaraan …” Dia terdiam. Ada ketakutan baru pada wajahnya. “Hanya ada satu kekuatan yang sanggup melakukan ini. Penyusupan semacam ini hanya dapat berasal dari musuh tertua Biarawan.” Langdon menatapnya. “Gereja.” “Siapa lagi? Roma telah mencari Grail sejak berabad-abad yang lalu.” Sophie meragukan hal itu. “Kau pikir Gereja membunuh kakekku?” Teabing menjawab, “Itu bukan pertama kalinya dalam sejarah Gereja membunuh orang untuk melindungi diri. Dokumen-dokumen yang menyertai Holy Grail sangat berbahaya bagi mereka, dan gereja sangat ingin menghancurkannya selama bertahun-tahun.”

Langdon merasa sulit menerima alasan Teabing bahwa gereja akan membunuh orang begitu saja untuk mendapatkan dokumen-dokumen itu. Langdon pernah bertemu dengan Paus yang baru dan banyak kardinal. Dia tahu, mereka sangat spiritual dan tidak akan membunuh.Apapuntaruhannya.

Sophie tampaknya memiliki pemikiran yang sama. “Mungkinkah anggota anggota Biarawan ini dibunuh oleh seseorang diluar Gereja? Seseorang yang tidak tahu apa itu Grail sesunguhnya? Cawan Kristus, bisa saja, merupakan harta karun yang menggoda. Jelas, pemburu harta karun akan membunuh untuk nilai yang kurang dari itu.”

“Menurut pengalamanku,” kata Teabing, “seseorang akan menjadi lebih nekat untuk menghindari apa yang ditakutinya daripada mendapatkan apa yang diinginkannya. Aku merasa sebuah keputusasaan dalam penyerangan Biarawan ini.”

“Leigh,” kata Langdon, “alasan itu berlawanan. Mengapa pastur-pastur Katolik mau membunuhi anggota Biarawan dalam rangka menemukan dan menghancurkan dokumen-dokumen yang mereka percaya hanya merupakan kesaksian palsu belaka?”

Teabing tergelak. “Menara gading Harvard telah membuatmu lunak, Robert. Ya, para pastur di Roma diberkati oleh keimanan yang kuat. Karena itu, kepercayaan mereka dapat bertahan dari segala badai, termasuk dokumendokumen yang berlawanan dengan segala yang mereka percayai selama ini. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang lain di dunia ini? Bagaimana dengan mereka yang tidak diberi keyakinan kuat seperti itu? Bagaimana dengan mereka yang melihat kejahatan di dunia ini lalu berkata, di mana Tuhan hari ini? Mereka yang melihat skandal-skandal dalam Gereja dan bertanya, siapa orang-orang ini yang mengaku menyuarakan kebenaran tentang Kristus namun berbohong untuk menutupi pelecehan seks terhadap anak-anak yang dilakukan anggota mereka? Teabing terdiam sejenak. “Apa yang terjadi dengan orangorang itu, Robert, jika bukti-bukti ilmiah yang persuasif membuktikan bahwa versi Gereja tentang cerita Kristus ternyata tidak tepat, dan cerita terbesar yang pernah diceritakan, sesungguhnya, hanyalah cerita terbesar yang pernah dijual?” Langdon tidak menjawab. “Aku akan mengatakan kepada kalian apa yang akan terjadi jika dokumen itu ditemukan,” kata Teabing. “Vatikan menghadapi sebuah krisis kepercayaan yang tak pernah terjadi selama dua milenium sejarahnya.”

Setelah lama sunyi, Sophie berkata, “Tetapi, jika memang Gereja yang bertanggung jawab atas penyerangan itu, mengapa mereka bertindak sekarang? Setelah bertahun-tahun? Biarawan menjaga dokumen Sangreal tetap tersembunyi. Mereka tidak mengancam Gereja secara langsung.”

Teabing mendesah berat dan menatap Langdon. “Robert, kukira kau tahu perintah terakhir bagi Biarawan.” Langdon merasa napasnya terhenti karena pikiran itu. “Ya.” “Nona Neveu,” kata Teabing, “Gereja dan Biaraawn telah saling tahu selama bertahun-tahun. Yaitu, Gereja tidak menyerang Biarawan, dan Biarawan tetap menyembunyikan dokumen Sangreal.” Dia terdiam sejenak. “Namun, sejarah Biarawan selalu mencakup sebuah rencana untuk mengungkap rahasia itu. Dengan kedatangan suatu hari yang khusus dalam sejarah, persaudaraan itu merencanakan untuk tidak berdiam diri lagi dan melanjutkan kemenangan besar mereka dengan membuka dokumen Sangreal kepada dunia, mengabarkan cerita Kristus yang sesungguhnya dari titik yang paling awal.”

Sophie menatap Teabing, tak bersuara. Akhirnya, dia juga duduk. “Dan, kau pikir hari itu sudah dekat? Dan Gereja mengetahuinya?”

“Sebuah spekulasi,” kata Teabing, “tetapi itu pasti akan memberi Gereja motivasi untuk menyerang habis-habisan, untuk mencari dokumen-dokumen itu sebelum terlambat.”

Langdon merasa tidak nyaman karena ulasan Teabing ternyata masuk akal. “Kaupikir Gereja akan betul-betul mampu untuk mengungkap bukti nyata dari hari khusus itu?”

“Mengapa tidak—jika kita menduga Gereja mampu membuka identitas anggota Biarawan, dan kemudian dapat mengetahui rencana mereka. Dan, kalaupun mereka tidak tahu hari khusus itu tepatnya, takhayul mereka mungkin berpengaruh lebih baik pada mereka.” “Takhayul?” Sophie bertanya. “Dalam istilah ramalan,” kata Teabing. “akhir-akhir ini kita sedang berada dalam sebuah zaman perubahan dahsyat. Milenium telah berlalu, dan dengan itu berakhir juga dua ribu tahun Zaman pisces—ikan, yang merupakan simbol dari Yesus. Seperti yang diberitahukan semua ahli simbol astrologi, kepercayaan ideal kaum pisces menyatakan bahwa manusia harus selalu diberi tahu apa yang harus dikerjakannya oleh kekuatan yang lébih tinggi, karena manusia tidak dapat berpikir sendiri. Karenanya, ini adalah waktu untuk agama yang kuat. Namun, sekarang kita memasuki Zaman Aquarius—Pembawa air–yang idealnya mengklaim bahwa manusia akan mengetahui kebenaran dan mampu berpikir bagi dirinya sendiri. Perubahan ideologi ini sangat dahsyat, dan itu sedang terjadi sekarang.”

Langdon merasa merinding. Ramalan astrologi tidak pernah terlalu menarik perhatian Langdon, namun dia tahu ada orang-orang di Gereja yang sangat mengikutinya dengan cermat. “Gereja menyebut periode tradisional ini sebagai Hari Akhir.” Sophie tampak ragu. “Seperti akhir dunia? Kiamat?” “Bukan,” jawab Langdon. “Itu kesalahan konsep yang umum sekali. Banyak agama berbicara tentang Hari Akhir. Itu tidak mengacu pada akhir dunia, tetapi lebih kepada zaman kita— Pisces, yang dimulai sejak kelahiran Kristus, terentang hingga dua ribu tahun, dan memudar bersama berlalunya milenium. Sekarang, karena kita telah melewatinya dan memasuki Tahun Aquarius, maka Hari Akhir telah tiba.” “Banyak sejarawan Grail,” kata Teabing menambahkan, “peraya bahwa jika Biarawan memang merencanakan untuk membuka kebenaran itu, saat ini dalam sejarah akan menjadi waktu yang tepat secara simbolis. Pará peneliti Biarawan umumnya, termasuk aku, memperkirakan persaudaraan itu akan membuka kebenaran mereka tepat pada saat milenium baru. Ternyata tidak. Memang diakui, bahwa kalender Roma tidak terhubung secara sempurna dengan tanda-tanda astrologi, sehingga ada beberapa daerah abu-abu dalam perkiraan itu. Apakah Gereja sekarang memliki informasi dari dalam persaudaraan itu sehingga kepastian hari itu terlihat, atau apakah mereka hanya menjadi panik karena ramalan astrologi itu, aku tidak tahu. Bagaimanapun juga, itu semua tidak nyata. Kedua skenario itu menjelaskan bagaimana Gereja mungkin saja termotivasi üntuk melakukan serangan lebih dulu kepada Biarawan.” Teabing mengerutkan dahinya. “Dan, percayalah padaku, jika Gereja menemukan Holy Grail, mereka akan menghancurkannya. Dokumendokumen itu dan juga barang-barang peninggalan Maria Magdalena.” Matanya menjadi berat. “Jika begitu, sayangku, dengan hilangnya dokumen Sangreal, semua bukti akan hilang. Gereja akan memenangkan perang lama mereka untuk menulis ulang sejarah. Masa lalu akan terhapus selamanya.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.