Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Lepas dari citra korporatnya, Disney masih mempunyai unsur yang cerdas dan jenaka di kalangan para pegawainya, dan para senimannya masih bisa menghibur mereka sendiri dengan menyisipkan simbol-simbol dalam film-film Disney. Langdon akan melupakan salah satu dari mahasiswanya yang membawa DVD The Lion King, dan menghentikan film itu sejenak untuk mendapatkan gambar diam yang memperliharkan kata SEX dengan jelas, pada debu yang mengambang di atas kepala Simba. Walau Langdon menduga ini lebih sebagai kelakar sang kartunis daripada sindiran yang cemerlang bagi seksualitas manusia pagan.

Langdon telah belajar untuk tidak rneremehkan pemahaman Disney akan simbolisme.TheLittleMermaid merupakan hiasan yang memikat dari simbolsimbol spiritual, begitu khusus terhubung dengan dewi, sehingga tidak mungkin jika hanya merupakan kebetulan saja.

Ketika Langdon menonton untuk pertama kalinya film TheLittleMermaid, dia betul-betul terkesiap keras ketika melihat bahwa lukisan pada rumah bawah air Ariel tidak lain adalah lukisan seniman abad XVII, Georges de Ia Tour, The Penitent Magdalena—rumah pembuangan Maria Magdalena. Karena dekor yang sesuai itu, film berdurasi sembilan puluh menit itu menjadi rujukan simbolik yang jelas tentang kesucian yang hilang dari Isis, Eve, Pisces, dewi ikan, dan, yang berulang-ulang, Maria Magdalena dalam perkuliahan. Nama Mermaid Kecil, Ariel, memiliki pertalian kuat dengan perempuan suci dan, di dalam Kitab Yesaya, merupakan sinonim dari “Kota Suci mengepung”. Tentu saja, rambut merah tergerai Mermaid Kecil juga bukan kebetulan belaka.

Suara klik klik dari penyangga-besi kaki Teabing mendekat dari arah gang. Langkahnya terdengar bergegas. Ketika memasuki ruang kerja itu, tarikan wajah tuan rumah ini serius.

“Kau sebaiknya segera menjelaskan semuanya, Robert,” katanya dingin. Kau sudah tidak jujur kepadaku.”

62

“AKU DIJEBAK, Leigh,” kata Langdon, sambil mencoba untuk tetap tenang. Kaumengenal aku.Akutidakakanmembunuhseorangpun.

Nada suara Teabing tidak melembut. “Robert, kau ada ditelevisi, demi Kristus. Katahu kau dicari polisi?” “Ya.” “Kalau begitu kau menodai kepercayaanku. Aku heran kau membahayakan aku dengan datang ke sini dan memintaku menjelaskan tentang Grail sehingga kau bisa bersembunyi di rumahku.” “Aku tidak membunuh siapa pun.” “Jacques Saunière mati, dan polisi mengatakan kau yang melakukan itu.”

Teabing tampak sedih. “Sumbangan yang hebat bagi dunia seni …” “Pak?” Remy muncul, berdiri di belakang Teabing di ambang pintu ruang

kerja. Lengannya bersilang. “Saya harus mengantar mereka keluar?” “Aku saja.” Teabing terpincang-pincang melintasi ruang kerjanya, membuka kunci pintu kaca yang lebar, dan mendorong pintu-pintu itu hingga terbuka lebar ke halaman rumput di samping. “Silakan cari mobilmu dan pergi.”

Sophie tidak bergerak. “Kami punya informasi tentang clef de voüte. Biarawanbatukunci.”

Teabing menatap Sophie untuk beberapa detik dan tertawa mengejek. “Siasat orang putus asa. Robert tahu bagaimana aku selama ini mencarinya.”

“Dia berkata benar,” kata Langdon. “Karena itulah kami datang menemuimu malam ini. Untuk membicarakanbatukunci itu.” Si pelayan sekarang ikut campur. “Pergi, atau aku akan memanggil polisi.” “Leigh,” bisik Langdon, “kami tahu di mana batu kunci itu.” Keseimbangan Teabing tampak agak goyah. Rémy bergerak kaku ke tengah ruangan. “Pergi sekarang juga! Atau aku

akan memaksa—” “Rémy!” Teabing menoleh, membentak pelayannya. “Tinggalkan kami

sebentar.” Rahang pelayan itu terkuak. “Pak? Aku harus protes. Orang-orang ini—” “Aku akan mengatasi ini.” Teabing menunjuk ke arah gang. Setelah diam beberapa saat, Rémy menyelinap keluar seperti anjing terusir. Dalam tiupan dingin angin malam yang masuk melalui pintu yang terbuka, Teabing menoleh kembali ke Sophie dan Langdon. Tarikan wajahnya masih kaku. “Semoga ini berita bagus. Apa yang kautahu tentangbatukunci?”

Didalam gerumbul semak yang lebat, di luar ruang kerja Teabing, Silas menggenggam pistolnya dan menatap melalui pintu kaca. Beberapa saat yang lalu, dia sudah mengelilingi rumah itu dan melihat Langdon serta perempuan itu berbicara di ruang kerja yang besar itu. Sebelum dia dapat masuk, seorang lelaki dengan kaki ditunjang metal masuk, lalu membentak Langdon, mendorong pintu hingga terbuka, dan meminta tamu-tamunya untuk pergi. Kemudian si perempuan menyebut batu kunci, dan segalanya berubah. Teriakan berubah menjadi bisikan. Emosi melunak. Dan pintu kaca tertutup lagi dengan cepat.

Sekarang, Silas meringkuk di kegelapan. Dia mengamati dari kaca. Batu kunciituadadidalamrumahini. Silas dapat merasakannya.

Dan kegelapan, Silas mengendap-endap mendekati kaca, sangat ingin mendengarkan apa yang mereka bincangkan. Dia memberi mereka waktu lima menit. Jika mereka tidak mengatakan tempatbatukunci itu berada, Silas akan masuk dan meminta mereka dengan kekerasan. Di dalam ruang kerja, Langdon dapat merasakan kebingungan tuan rumah mereka. “Mahaguru?” Teabing tersedak, menatap Sophie. “Jacques Sauniere? Sophie mengangguk, dan melihat keterkejutan pada mata Teabing. “Tetapi kau tidak mungkin mengetahuinya!” “Jacques Saunière kakekku.” Teabing terhuyung-huyung di atas penyangga kakinya, menatap Langdon yang mengangguk. Teabing kembali menatap Sophie. “Nona Neveu, aku tidak bisa berkata apa pun. Jika ini benar, aku sangat turut berduka cita. Aku harus mengakui, demi penelitianku, aku telah membuat daftar orang-orang di Paris yang mungkin terlibat dalam Biarawan. Jacques Saunière juga ada dalam daftar itu bersama-sama dengan banyak yang katamu? Itu sulit dibayangkan.” Teabing lainnya. Tetapi Mahaguru, terdiam sesaat, kemudian menggelengkan kepalanya. “Tetapi tetap tidak masuk akal. Kalaupun kakekmu Mahaguru Biarawan, dan menciptakan batu kunci sendiri, dia tidak akan mengatakan padamu bagaimana menemukannya. Batu kunci mengungkap jalan menuju harta karun besar dari kelompok persaudaraan itu. Cucu perempuan atau bukan, kau tidak berhak menerima pengetahuan itu.”

“Pak Saunière sekarat ketika dia memberikan informasi itu,” kata Langdon. “Dia punya pilihan yang terbatas.”

“Dia tidak memerlukan pilihan,” bantah Teabing. “Ada tiga senéchaux lainnya yang juga tahu rahasia itu. Itulah keindahan sistem mereka. Salah satu dari mereka akan dinobatkan sebagai mahaguru dan mereka akan melantik seorangsénéchal baru dan membagi rahasiabatukunci itu padanya.”

“Aku rasa kau belum melihat berita itu seluruhnya,” kata Sophie. “Selain kakekku, ada tiga orang penting Paris yang dibunuh hari ini. Semuanya dengan cara yang sama. Semuanya tampak seperti baru saja diinterogasi sebelum dibunuh.” Teabing ternganga. “Dan, kaupikir mereka itu ….“ “Sénéchaux,” kata Langdon. “Tetapi bagaimana? Seorang pembunuh tidak mungkin tahu identitas semua dari keempat anggota teratas Biarawan Sion! Lihatlah aku, sudah menyelidiki mereka selama puluhan tahun, tapi tidak dapat menyebutkansatu pun nama anggota Biarawan itu. Tampaknya tak dapat dibayangkan bahwa ketiga sénéchaux itu dan Mahaguru dapat ditemukan dan dibunuh dalam satu hari.”

“Aku meragukan bahwa informasi itu didapatkan dalam satu hari saja,” kata Sophie. “Itu tampaknya pembantaian yang telah direncanakan masakmasak. Itu sebuah teknik yang kami gunakan untuk menghadapi sindikatsindikat kriminal yang terorganisasi. Jika DCPJ ingin menyergap satu kelompok tertentu, mereka akan diam-diam melihat dan mendengarkan selama beberapa bulan, mengenali semua pemain utamanya, kemudian bergerak dan menyergap semuanya dalam satu waktu. Penjagalan. Tanpa kepemimpinan, kelompok itu akan kacau balau dan membuka rahasia lainnya. Mungkin saja seseorang telah mengamati Biarawan dengan sabar dan kernudian menyerang, dengan harapan para anggota teratas itu akan membuka rahasia tempat batu kunci berada.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.