Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Orang Inggris itu tersenyum. “Anakku sayang, bukan darah bangsawan Maria Magdalena yang sangat menggelisahkan Gereja, tetapi kebersamaan Maria Magdalena dengan Yesus, yang juga berdarah bangsawan. Seperti kautahu, Kitab Matius mengatakan bahwa Yesus adalah keturunan Keluarga David. Pewaris takhta Raja Salomo—Raja Yahudi. Dengan menikah dengan seorang dari Keluarga Benjamin yang kuat, Yesus telah menggabungkan dua keturunan bangsawan, menciptakan persatuan politis yang kuat yang berpotensi melegitimasi tindakan mengambil alih takhta dan membarui garis raja-raja di bawah garis Salomo.” Sophie merasa Teabing akhirnya mulai jelas maksudnya. Teabing tampak bersemangat sekarang. “Legenda Holy Grail adalah legenda tentang darah bangsawan. Ketika legenda Grail berbicara tentang ‘cawan yang mewadahi darah Yesus’ … sebetulnya itu membicarakan Maria Magdalena—rahim perempuan yang berisi garis keturunan bangsawan Yesus.”

Kata-kata itu seperti menggema di seluruh ruangan dansa itu dan memantul kembali, sebelum gema itu utuh, ke dalam benak Sophie. Maria Magdalena mengandung keturunan Yesus Kristus? “Tetapi bagaimana Kristus memiliki garis keturunan, kecuali jika …?“ Sophie terhenti dan menatap Langdon. Langdon tersenyum lembut. “Kecuali jika mereka memiiki seorang anak.” Sophie berdiri kaku. “Dengarlah,” Teabing berkata, “ini pengungkapan terbesar dalam sejarah manusia. Tidak saja Yesus menikah, tetapi Dia juga seorang ayah. Maria Magdalena adalah Cawan Suci. Dia adalah cawan itu, yang mewadahi garis keturunan bangsawan Yesus Kristus. Magdalena adalan rahim yang mengandung garis keturunan dan anggur tempat buah suci itu tumbuh!”

Sophie merasa merinding pada lengannya. “Tetapi rahasia sebesar itu ditutupi selama ini?”

“Ya Tuhan!” seru Teabing. “Garis keturunan Yesus Knistus merupakan sumber dari legenda yang paling masuk akal selama ini—Holy Grail. Cerita Magdalena telah diteriakkan dari atap-atap rumah selama berabad-abad dengan berbagai metafora dan kiasan. Cerita Magdalena ada di mana-mana, begitu kau membuka matamu.”

“Dan dokumen Sangreal?” kata Sophie. “Apakah dokumen itu berisj bukti bahwa Yesus punya keturunan?” “Memang.” “Jadi seluruh isi legenda Holy Grail adalah tentang darah biru?” “Nyaris secara harfiah,” Kata Teabing. “Kata Sangreal berasal dari San Greal—atau Holy Grail. menjadi dua kata.” Tetapi dalam bentuk tertuanya, kata Sangreal dibagi Teabing lalu menulis diatas secarik kertas lalu memberikannya kepada Sophie. Sophie membaca apa yang ditulis Teabing.

SangReal

Langsung Sophie mengenali terjemahannya.

Sang Real secara harfiah berarti Darah Bangsawan.

 

59

RESEPSIONIS LELAKI di lobi kantor pusat Opus Dei di Lexington Avenue, New York City, terkejut mendengar suara Uskup Aringarosa di telepon. “Selamat malam, Pak.”

“Apakah aku mendapat pesan?” tanya uskup itu, terdengar cemas tak seperti biasanya.

“Ya, Pak. Saya sangat senang Anda menelepon. Saya tidak dapat menghubungi Anda di apartemen. Anda mendapat pesan telepon penting kirakira setengah jam yang lalu.”

“Ya?” Aringarosa terdengar lega karena berita itu. “Apakah penelepon meninggalkan nama?” “Tidak, Pak, hanya nomor telepon.” Operator itu menyebutkan nomor itu. “Diawali dengan nomor tiga puluh tiga? Itu nomor Prancis, bukan?” “Ya, Pak. Paris. Penelpon mengatakan sangat penting sehingga Anda harus

segera menghubunginya.” “Terima kasih. Aku menunggu-nunggu telepon ini.” Aringarosa segera

memutuskan hubungan. Begitu resepsionis itu memutuskan hubungan, dia bertanya-tanya mengapa saluran telepon Aringarosa tidak terdengar jernih. Menurut daftar kegiatan, uskup itu ada di New York minggu ini. Namun dia terdengar begitu jauh, seperti di luar negeri. Lelaki itu mengangkat bahunya. Uskup Aringarosa telah bertingkah sangat aneh beberapa bulan terakhir ini. Ponselku pastilah tadi tidak bisa menerima telepon, pikir Aringarosa ketika Fiat itu mendekati pintu keluar dari Bandara Ciampiano Charter di Roma. Guru tadi mencoba menghubungiku. Walau Aringarosa sedang memikirkan telepon yang tak dapat diterimanya tadi, dia merasa lebih bersemangat karena Guru merasa cukup percaya diri untuk menelepon langsung ke kantor pusat Opus Dei. PastilahsemuaberjalanlancardiParismalamini. Ketika Aringarosa mulai memutar nomor telepon itu, dia merasa sangat bersemangat karena mengetahui dia akan segera berada di Paris. Aku sudah mendarat sebelum fajar nanti. Aringarosa telah menyewa sebuah pesawat turboprop untuk melakukan penerbangan pendek ke Prancis. Pesawat terbang komersial bukanlah pilihan sekarang ini, terutama dengan apa yang dibawanya dalam kopernya. Saluran itu mulai tersambung. Suara perempuan menjawabnya.“DirectionCentralePoliceJudiciaire.” Aringarosa merasa ragu. Ini tidak terduga. “Ah, ya … Saya diminta untuk

menelepon nomor ini?” “Quiêtes-vous?” tanya perempuan itu. “Nama Anda?” Aringarosa tidak yakin apakah dia harus mengatakannya. Polisi Judisial

Prancis? “Nama Anda,Monsieur?” perempuan itu mendesak. “Uskup Manuel Aringarosa.” “Unmoment.” Ada suara klik di saluran. Setelah menunggu lama, suara seorang lelaki terdengar, nadanya kasar dan serius. “Uskup, saya senang akhirnya dapat menghubungi anda. Anda dan saya punya banyak hal untuk dibicarakan.”

 

60

SANGREAL … SangReal … SanGreal…Darah Biru …HolyGrail. Itu semua saling terkait. HolyGrailadalahMariaMagdalena…Ibu darigarisketurunanbangsa wan dari Yesus Kristus. Sophie merasa sebuah gelombang kebingungan baru ketika dia berdiri diam di tengah ruang dansa dan menatap Langdon. Semakin banyak hal dijelaskan oleh Langdon dan Teabing di atas meja itu, semakin tidak terduga puzzle ini.

“Seperti yang dapat kaulihat,” kata teabing, terpincang-pincang ke arah rak buku. “Leonardo bukanlah satu-satunya yang telah mencoba mengatakan kepada dunia tentang kebenaran dari Holy Grail. Garis keturunan bangsawan dari Yesus Kristus telah dicatat dengan rincian yang tepat oleh sejumlah ahli sejarah.” Dia lalu membalik-balik beberapa buah buku. Sophie menggoyang kepalanya dan memindai daftar judul buku-buku itu:

THE TEMPLAR REVELATION:

SecretGuardiansoftheTrueIdentityofChrist

THE WOMAN WITH THE ALABASTER JAR

MariaMagdalenaandtheHolyGrail

ThE GODDESS IN THE GOSPELS:

ReclaimingtheSacredFeminine

“Ini mungkin buku besar yang paling terkenal,” kata Teabing, sambil menarik buku bersampul keras dan sudah compang-camping dari tumpukan, lalu memberikannya kepada Sophie. Sampulnya bertuliskan:

HOLY BLOOD, HOLY GRAIL

The Acclaimed International Best seller

Sophie menatap Teabing. “Buku terlaris internasional? Aku belum pernah dengar tentang buku ini?”

“Kau masih muda. Pada tahun 1980-an, buku ini menggemparkan. Menurut penilaianku, pengarang-pengarangnya membuat loncatan keyakinan yang meragukan dalam analisis mereka, tetapi pemikiran fundamental mereka logis, dan mereka akhirnya mengungkapkan gagasan tentang garis keturunan Kristus itu ke orang banyak.”

“Apa reaksi Gereja pada buku ini?” “Marah, tentu saja. Tetapi itu sudah bisa diduga. Lagi pula, ini merupakan rahasia yang Vatikan coba sembunyikan pada abad keempat. Itu adalah bagian dari Perang Suci. Mengumpulkan dan menghancurkan informasi. Ancaman Maria Magdalena kepada orang-orang Gereja terdahulu berpotensi menghancurkan. Bukan saja perempuan itu ditugasi Kristus untuk mendirikan Gereja, tetapi perempuan itu juga punya bukti nyata bahwa yang baru saja dinobatkan Gereja sebagai bersifat tuhan ternyata telah memiliki keturunan yang dapat mati. Gereja, untuk membela diri dari kekuatan Magdalena, mengabadikan profil Magdalena sebagai pelacur dan menguburkan bukti-bukti pernikahan Kristus dengan perempuan itu. Karena itu, Gereja menghancurkan segala kemungkinan pengakuan bahwa Kristus mempunyai keturunan, juga bahwa Kristus adalah nabi yang dapat mati.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.