Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Tampaknya Teabing mempunyai pemikiran yang sama. “Robert, mungkin ini saatnya simbolog memberi penjelasan?” Kemudian Leigh berjalan ke ujung meja, menemukan secarik kertas, dan meletakkannya di depan Langdon.

Langdon mengeluarkan sebuah pena dari sakunya. “Sophie, kau mengenal ikon modern untuk lelaki dan perempuan?” Lalu Langdon menggambar simbol umum lelaki dan simbol perempuan yang biasa.

“Tentu saja.” “Ini,” lanjutnya, “bukanlah simbol-simbol asli bagi lelaki dan perempuan. Banyak orang salah menduga bahwa simbol lelaki berasal dari sebuah perisai dan anak tombak, sementara simbol perempuan ditandai oleh sebuah cermin yang memantulkan kecantikan. Sebenarnya, symbol-simbol itu berasal dari simbol-simbol astronomi planet dewa Mars dan planet dewi Venus. Simbolsimbol aslinya jauh lebih sederhana.” Langdon menggambar ikon lain pada kertas itu.

^

“Ini simbol asli untuk lelaki,” kata Langdon kepada Sophie “Sebuah

lingga tidak sempurna.” “Sangat langsung ke tujuan,” kata Sophie. “Seperti yang seharusnya,” tambah Teabing. Langdon melanjutkan. “Ikon ini resmi dikenal sebagaibilahpedang dan itu mewakili agresi dan dunia lelaki. Sebenarnya simbol lingga ini masih digunakan di bidang militer modern sebagai lambang pangkat.”

“Betul.” Teabing tersenyum. “Semakin banyak penis kaupunya, semakin tinggi pangkatmu. Anak lelaki tak pernah dewasa.”

Langdon mengedipkan matanya. “Kita lanjutkan. Simbol perempuan, mungkin sudah kaubayangkan, merupakan lawannya.” Langdon menggambar simbol pada kertas itu. “Ini disebutchalice.”

V

Sophie menatapnya, tampak terkejut. Langdon dapat melihat Sophie mulai menangkap hubungan itu.“Chalice” sambung Langdon, “mirip dengan cawan atau bejana, dan lebih penting, itu menyerupai bentuk rahim perempuan. Simbol ini berhubungan dengan keperempuanan, dunia perempuan dan kesuburan.” Langdon menatap langsung pada sophie sekarang. “Sophie, legenda mengatakan kepada kita bahwa Holy Grail adalah chalice, sebuah tempat minum yang dipakai dalam upacara keagamaan—sebuah cawan. Tetapi, penggambaran Grail sebagai cawan merupakan kiasan untuk menyamarkan kesejatian Holy Grail. Jadi, legenda menggunakan cawan sebagai metafora bagi sesuatu yang jauh lebih penting.” “Seorang perempuan,” kata Sophie. “Tepat,” Langdon tersenyum. “Grail sebenarnya adalah simbol kuno untuk dunia keperempuanan, dan Holy Grail mewakili perempuan suci dan dewi, yang tentu saja sekarang sudah hilang, dihapuskan oleh Gereja. Kekuatan perempuan dan kemampuannya untuk melahirkan kehidupan pernah sangat disucikan, tetapi itu merupakan ancaman bagi kebangkitan Gereja yang dikuasai lelaki, dan karena itulah perempuan suci diibliskan dan diangggap kotor. Lelakilah, bukan Tuhan, yang menciptakan konsep dosa asal, yaitu ketika Hawa mencicipi apel dan menyebabkan jatuhnya ras manusia. Perempuan, yang pernah menjadi pemberi kehidupan yang suci, sekarang merupakan musuh.”

“Aku harus menambahkan,” kata Teabing, “bahwa konsep perempuan sebagai pembawa kehidupan merupakan dasar dari agama kuno. Melahirkan anak merupakan peristiwa mistis dan penuh kekuatan. Sedihnya, filosofi Kristen memutuskan untuk menggelapkan kekuatan penciptaan perempuan dengan mengabaikan kebenaran biologis dan menjadikan lelaki sebagai pencipta. Kitab Kejadian mengatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Perempuan menjadi bagian lelaki dan penuh dosa. Kitab Kejadian merupakan awal dari berakhirnya pemujaan terhadap dewi.”

“Grail,” kata Langdon, “merupakan simbol dari dewi yang hilang. Ketika Kristen hadir, agama-agama pagan lama ternyata tidak mati begitu saja. Legenda pencarian Grail yang hilang sebenarnya merupakan cerita-cerita tentang permintaan yang terlarang untuk mencari perempuan suci yang hilang. Para kesatria yang mengaku mencari cawan berbicara menggunakan kodekode untuk melindungi diri mereka sendiri dari Gereja yang telah menaklukkan perempuan, menghilangkan Dewi, membakar orang-rang kafir, dan melarang penghormatan kaum pagan kepada perempuan suci.”

Sophie menggelengkan kepalanya. “Maaf ketika kau mengatakan bahwa Holy Grail adalah seseorang, kupikir itu bukan orang yang sebenarnya.” “Memang orang,” kata Langdon. “Dan bukan hanya sembarang orang,” Teabing mencetus sambil berdiri dengan bersemangat. “Seorang perempuan yang membawa rahasia yang begitu kuatnya sehingga, jika terbongkar, akan mengancam merusak dasar Kristen!”

Sophie tampak terkejut sekali. “Apakah perempuan ini terkenal dalam sejarah?”

“Sangat,” Teabing mengambil tongkat ketiaknya dan berjalan menuju gang. “Dan jika kita berpindah ke ruang kerjaku, teman-teman, aku akan merasa terhormat untuk memperlihatkan kepada kalian lukisan Da Vinci tentang perempuan itu.”

Melewati dua kamar, di dapur, Rémy Legaludec berdiri diam di depan televisi. Siaran berita menyiarkan foto lelaki dan perempuan … yang sama dengan dua orang tamu yang baru saja dijamu the olehnya.

57

SELAGI berdiri pada penghalang jalan di luar Bank Penyimpanan Zurich, Letnan Coliet bertanya-tanya apa yang membuat Fache begitu lama untuk mendapatkan surat izin penggeledahan. Para bankir itu pastilah menyembunyikan sesuatu. Mereka menyatakan bahwa Langdon dan Neveu memang datang ke bank mereka tetapi sudah diminta pergi karena tidak mempunyai nomor rekening yang benar. Tetapimengapakamitidakbolehmasukdanmencarimereka? Akhirnya,handphone Collet berdering. Dari pos komando di Louvre. “Kita

sudah dapat surat penggeledahan?” tanya Collet. “Lupakan bank itu, Letnan,” kata agen itu. “Kita baru saja mendapatkan

petunjuk. Kita tahu di mana tepatnya Langdon dan Neveu bersembunyi.” Collet terduduk di atas kap mobilnya. “Kau bercanda.” “Aku punya alamat di pinggiran kota. Sekitar Versailles.” “Kapten Fache sudah tahu?” “Belum. Dia sibuk dengan telepon penting.” “Aku segera berangkat. Minta Kapten menelponku begitu dia selesai.” Collet mencatat alamat itu dan meloncat masuk mobilnya. Ketika dia keluar dari bank, dia sadar telah lupa menanyakan siapa yang memberi tahu DCPJ tentang alamat di mana Langdon berada. Bukannya hal itu penting. Collet telah mendapat kesempatan untuk menebus keraguannya dan kesalahannya tadi. Dia akan membuat penàngkapan yang paling penting dalam kariernya.

Collet menghubungi lima mobil polisi untuk mengikutinya. “Jangan gunakan sirene, bung. Langdon tidak boleh tahu kita datang.”

Empat puluh kilometer dari situ, sebuah Audi hitam keluar dari sebuah jalan

pedesaan dan diparkir dalam kegelapan di tepi sebuah lapangan. Silas keluar dan melongok melalui jeruji pagar besi tempa yang mengelilingi kompleks di depannya. Dia menatap jalan melandai panjang yang diterangi cahaya bulan menuju puri di kejauhan.

Lantai bawah terang benderang. Aneh, untuk jam seperti ini, pikir Silas, tersenyum. Informasi yang diberikan Guru sangat akurat. Aku tidak akan meninggalkanrumahinitanpabatukunci itu, dia bersumpah.Akutidakakan mengecewakanUskupdanGuru.

Silas memeriksa pengunci pistol Heckler Koch 13 mm-nya, kemudian dia mendorongnya melewati jeruji dan menjatuhkannya di atas tanah berlumut di dalam kompleks itu. Kemudian dia menggenggam ujung pagar, mengangkat dirinya ke atas dan melewati pagar, lalu jatuh ke atas tanah di baliknya. Tanpa peduli terhadap rasa sakit yang disebabkan olehcilice, Silas menarik pistolnya dan mulai berjalan di sepanjang jalan berumput menuju rumah itu.

 

58

RUANG KERJA Teabing tidak seperti ruang kerja yang pernah dilihat oleh Sophie pada umumnya. Enam atau tujuh kali lebih besar dari ruang kerja yang termewah sekalipun,cabinetdetravaille sang kesatria ini mirip dengan sebuah laboratorium ilmiah yang aneh, perpustakaan arsip, dan pasar loak dalam rumah. Diterangi oleh tiga lampu gantung tinggi, lantai keramiknya yang tak berbatas dihiasi oleh beberapa meja kerja besar yang terkubur di bawah bukubuku, benda-benda seni, artifak-artifak, dan, yang mengejutkan, setumpuk perlengkapan elektronik—komputer, proyektor, mikroskop, mesin fotokopi, dan scanner tipis.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.