Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Pengemudi itu berpikir sebentar, kemudian mengangguk. Dia memberi tahu Sophie bahwa jalan itu ada di dekat stadion tenis di lingkar luar sebelah barat Paris. Sophie lalu memintanya membawa mereka ke sana segera.

“Jalan terdekat adalah melewati Bois de Boulogne,” kata pengemudi itu dalam bahasa Prancis. “Tidak apa-apa?”

Sophie mengerutkan dahinya. Dia dapat memikirkan jalan yang tak terlalu berbahaya, namun malam ini dia tidak mau terlalu memilih.“Oui.”Kitadapat mengagetkantamuAmerikaini.

Sophie melihat lagi kunci itu dan bertanya-tanya apa yang akan mereka jumpai di Rue Haxo nomor 24. Sebuah gereja? Semacam kantor pusat Biarawan?

Benaknya terisi lagi dengan gambaran ritual rahasia yang pernah dilihatnya di ruang bawah tanah sepuluh tahun lalu. Sophie mendesah panjang. “Robert, ada banyak hal yang harus kukatakan kepadamu.” Sophie terdiam, menatap tajam mata Robert ketika taksi itungebut ke arah barat. “Tetapi, sebelum itu, aku ingin kau mengatakan segala yang kau tahu tentang Biarawan Sion.

 

36

Di LUAR Salle des Etats, Bezu Fache sangat marah ketika penjaga Louvre, Grouard, menjelaskan bagaimana Sophie dan Langdon melucuti senjatanya. Mengapakautidakmenembaksajalukisankeramatitu.!

“Kapten?” Letnan Collet memotong ke arah mereka dari ruang pos komando. “Kapten, saya baru saja mendengar. Mereka menemukan mobil Agen Neveu.” “Di Kedutaan?” “Tidak. Stasiun kereta api. Membeli dua tiket. Kereta apinya baru saja

berangkat.” Fache mengusir penjaga Grouard dan mengajak Collet ke ruangan kecil di

dekat mereka. Lalu dia berbicara dengan suara berbisik. “Ke mana mereka?” “Lille.” “Mungkin itu jebakan.” Fache menarik napasnya, memikirkan sebuah rencana. “Balk. Peringatkan stasiun berikutnya, hentikan kereta api itu dan cari mereka. Mungkin saja mereka ada di sana. Biarkan mobil itu di situ, dan tempatkan polisi berbaju preman untuk mengamati. Mungkin saja mereka kembali mengambil mobil itu. Kirim orang untuk menyelidiki jalan di sekitar stasiun itu, mungkin saja mereka melarikan diri dengan jalan kaki. Apakah ada bis yang beroperasi di sekitar stasiun?” “Tidak pada jam seperti ini, Pak. Hanya taksi.” “Bagus. Tanya pengemudi-pengemudi di sana. Tanya apakah mereka melihat sesuatu. Kemudian hubungi petugas pemberangkatan di perusahaan taksi itu dan berikan gambaran tentang pengemudi itu. Aku akan menghubungi interpol.” Collet tampak terkejüt. “Anda akan memasukkan semua ini dalam jaringan?”

Fache menyesali rasa malu yang mungkin timbul, namun dia tak punya pilihan. Tutuprapatjaringitu,dantutupsangaterat. Jam pertama adalah waktu yang menentukán. Pelarian dapat diduga pada jam pertama mereka lolos. Mereka selalu memerlukan hal yang sama. Alat trasnportasi. Penginapan. Uang tunai. Tiga serangkai yang suci. Interpol punya kekuasaan untuk membuat ketiganya itu menghilang dalam sekejap. Dengan menyebarluaskan foto Langdon dan Sophie ke pemilik otoritas perjalanan di Paris, hotel-hotel, dan bank-bank, interpol akan menutup semua pilihan—tidak ada jalan untuk meninggalkan kota, tidak ada tempat untuk sembunyi, tidak ada cara untuk menarik uang tunai tanpa dikenali. Biasanya, para pelarian menjadi panik di jalan dan melakukan kebodohan. Mencuri mobil. Merampok toko. Menggunakan kartu bank dalam keadaan putus asa. Kesalahan apa pun yang mereka lakukan akan membuat keberadaan mereka diketahui dengan cepat oleh pemerintah daerah setempat.

“Hanya Langdon, bukan?” tanya çollet. “Anda tak menangkap Sophie Neveu, bukan? Dia agen kita sendiri.”

“Tentu. saja aku akan menangkapnya juga!” bentak Fache. “Apa gunanya menangkap Langdon jika Sophie dapat mengerjakan semua pekerjaan kotor Langdon? Aku ingin memeriksa file kepegawaian Neveu—teman-temannya, keluarga, kontak pribadi— siapa saja yang mungkin ia minta bantuan. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan di luar sana dan apa yang ia pikirkan, tetapi itu akan membuatnya lebih dari sekadar kehilangan pekerjaan!” “Anda mau saya bersiaga di telepon atau di lapangan?” “Lapangan. Pergi ke stasiun dan atur tim itu. Kaupunya kuasa, tetapi jangan

bergerak tanpa izinku.” “Baik, Pak.” Lalu Collet berlari. Fache merasa kaku ketika dia berdiri di kamar sempit itu. Di luar jendela, kaca piramid itu berkilauan, pantulannya beriak di kolam yang tersapu angin. Mereka lolos dari genggamanku. Katanya pada diri sendiri untuk menenteramkan diri.

Agen yang terlatih di lapangan pun akan merasa sedikit lega dalam situasi tegang ini karena interpol akan turun tangan. Seorangperempuanahlikriptobogidanseoranggurusekolah? Mereka tidak akan bertahan hingga fajar.

 

37

Taman yang seperti hutan lebat itu, terkenal dengan nama Bois de Boulogne, disebut dengan banyak nama, namun penduduk mengenalnya sebagai ‘Taman Kenikmatan Duniawi’. Julukan itu, walau terdengar memuji, sungguh-sungguh merupakan kebalikannya. Siapa pun yang telah melihat lukisan seram Bosch dengan nama yang sama akan mengerti arti tusukan itu; lukisan itu, seperti hutan, gelap dan menyesatkan, sebuah penyucian dosa bagi orang-orang tak waras dan pemuja jimat. Pada malam hari, jalan kecil yang membelit hutan itu akan dipenuhi oleh ratusan tubuh berkilauan yang berderet menunggu penyewa, betul-betul kenikmatan duniawi untuk memuaskan gairah manusia yang paling dalam—lelaki, perempuan, dan segala yang berada diantaranya.

Ketika Langdon mengumpulkan ingatan-ingatannya untuk menceritakan kepada Sophie soal Biarawan Sion, taksi mereka melewati pintu masuk taman itu yang berpepohonan lebat, lalu mengarah ke barat di atas jalan berbatu bulat. Langdon merasa sulit untuk memusatkan pikiran ketika sejumlah kecil penghuni malam hutan itu mulai bermunculan dari balik kegelapan dan mengibar-ngibarkan saputangan sutera mereka ke arah lampu mobil. Di depan, dua orang gadis remaja tanpa pakaian dalam menatap dengan membara ke dalam taksi. Di belakang mereka, seorang lelaki berkulit hitam yang berminyak dan mengenakanG-string berpaling dan memamerkan bokongnya. Di sampingnya, seorang perempuan cantik berambut pirang menyingkap rok mininya untuk memper1ihatkan bahwa dia, sesungguhnya, bukan perempuan.

Tuhan, tolong aku! Langdon memalingkan tatapannya kembali ke dalam taksi dan menarik napas dalam. “Ceritakan tentang Biarawan Sion,” kata Sophie. Langdon mengangguk. Ia tak tahu latar belakang mana yang kurang aneh dari legenda yang akan diceritakannya pada Sophie. Dia bertanya-tanya dari mana memulainya. Sejarah kelompok persaudaraan itu terentang lebih dari satu milenium … sebuah rentetan mengagumkan dari banyak rahasia, pemerasan, pengkhianatan, dan bahkan penyiksaan brutal yang dilakukan oleh seorang paus yang marah.

“Biarawan Sion,” Langdon mulai, “didirikan di Jerusalem pada tahun 1099 oleh Raja Prancis bernama Godefroi de Bouillon, segera setelah dia menaklukkan kota itu.” Sophie mengangguk, matanya terpaku pada Langdon. “Raja Godefroi diduga keras sebagai pemilik sebuah rahasia yang sangat kuat—rahasia yang telah dimiiki keluarganya sejak zaman Kristus. Karena takut rahasianya akan hilang saat dia meninggal, ia mendirikan kelompok persaudaraan rahasia—Biarawan Sion—dan mengharuskan mereka untuk menjaga generasi Biarawan

rahasianya dengan cara mewariskannya masa hidup mereka tempat menyimpan secara diam-diam dari ke generasi. Selama menemukan sebuah di Jerusalem, anggota dokumen rahasia yang terkubur di bawah reruntuhan kuil Herod, yang dibangun di atas bekas kuil Solomon. Mereka percaya, dokumen-dokumen tersebut membenarkan adanya rahasia besar Godefroi dan begitu menggemparkan sehingga Gereja ingin menguasainya.” Sophie tampak tidak yakin. “Biarawan bersumpah bahwa tak peduli berapa lama waktu yang diperlukan, dokumen-dokumen itu harus dikeluarkan dari bawah reruntuhan kuil itu dan dilindungi selamanya, sehingga kebenaran tak akan mati. Untuk mengeluarkan dokumen-dokurnen itu dari bawah membentuk satuan tentara, sebuah kelompok yang reruntuhan, terdiri atas Biarawan sembilan kesatria yang disebut ‘Persekutuan Para Kesatria Miskin Kristus dan Kuil Salomo’.”. Langdon terdiam sejenak. “Lebih dikenal sebagai Templar.” Sophie menatap, terkejut dan mengerti. Langdon telah cukup sening memberikan kuliah tentang Templar sehingga dia tahu bahwa hampir semua orang di bumi ini pernah mendengar tentang para kesatria itu, paling tidak secara abstrak. Bagi para akademisi, sejarah Templar merupakan hal yang rumit, di mana fakta, legenda, dan kesalahan informasi telah menjadi begitu berkelindan sehingga hampir tidak mungkin untuk menarik kebenaran murni. Akhir-akhir ini, Langdon ragu-ragu bahkan hanya untuk menyebut Templar ketika memberi kuliah, karena itu pasti akan mengakibatkan mahasiswanya menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan berbelit yang kemudian masuk ke teori-teori konspirasi.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.