Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Sophie memarkir SmartCar-nya di belakang taksi dan parkir di zona merah, bukannya di tempat parkir legal yang terdapat di seberang jalan. Sebelum Langdon sempat bertanya apa yang terjadi, Sophie keluar dari mobilnya. Dia bergegas menuju ke sebuah jendela taksi di depan mereka dan mulai berbicara kepada pengemudinya.

Ketika Langdon juga keluar memberikan pengemudi taksi itu dari SmartCar, dia melihat Sophie setumpuk uang. Pengemudi taksi itu mengangguk dan, yang membuat Langdon bingung, melesat tanpa membawa mereka.

“Ada apa?” tanya Langdon, mendekati Sophie di tepi jalan ketika taksi itu menghilang.

Sophie telah siap bergerak ke pintu masuk stasiun kereta api. “Ayo. Kita beli dua tiket kereta api berikutnya untuk keluar dari Paris.”

Langdon bergegas berjalan di samping Sophie. Apa yang bermu1a dengan kabur sepanjang satu mil ke kedutaan besar Amerika serikat, sekarang telah menjadi evakuasi sepenuhnya dari Paris. Langdon semakin tidak menyukai gagasan Sophie.

 

34

PENGEMUDI MOBIL yang menjemput Uskup Internasional Leonardo da Vinci mengendarai Aringarosa dari Bandara sebuah sedan Fiat kecil berwarna hitam yang tak menarik. Aringarosa mengingat masa ketika semua mobil Vatikan merupakan mobil dan bendera-benderapenghargaan ‘Keuskupan mewah, yang memakai lempengan yang dihiasi dengan segel Holy See Suci’. Hari-hari itu sudah berlalu. Mobil-mobil Vatikan sekarang tak lagi mencolok dan hampir selalu tak bertanda khusus. Vatikan menyatakan memberikan ini dilakukan untuk memotong pelayanan yang lebih baik bagi biaya, agar mereka dapat keuskupan mereka, namun Aringarosa menduga ini lebih sebagai tindakan keamanan. Dunia telah menjadi gila, dan di banyak tempat di Eropa, memamerkan kecintaan Anda pada Yesus Kristus adalah seperti menggambar sasaran banteng pada atap mobil Anda.

Aringarosa mengikat jubah hitamnya ke tubuhnya, kemudian masuk ke bagian belakang mobil dan bersiap menempuh perjalanan panjang ke Puri Gandolfo. Ini sama dengan perjalanan yang dilakukannya lima bulan yang lalu.

Perjalanan ke Roma tahun lalu, dia mendesah. Malam terpanjang dalam hidupku.

Lima bulan yang lalu, Vatikan menelepon Aringarosa dan memintanya untuk segera datang ke Roma. Mereka tidak membèrikan penjelasan. Tiket Anda ada di bandara. Keuskupan Suci berusaha keras untuk tetap menjaga kemisteriusannya, walau kepada pendeta tertingginya sendiri.

Pemanggilan yang misterius itu, Aringarosa menduga, mungkin dimaksudkan sebagai kesempatan bagi Paus dan petinggi Vatikan lainnya untuk mendukung kesuksesan besar Opus Dei akhir-akhir ini—penyelesaian pembangunan gedung Kantor Pusat Dunia mereka di New York City. Architectural Digest telah menyebut gedung Opus Dei itu sebagai “menara Katolik yang berkilauan, bersatu padu dengan indah dengan lingkungan modern”, dan akhir-akhir ini Vatikan tampak condong pada segala dan semua yang mengandung kata “modern”.

Aringarosa tak punya pilihan selain menerima undangan itu, walaupun enggan. Dia bukanlah pemuja pernerintahan kepausan. Dia, seperti juga kebanyakan pendeta konservatif, telah melihat dengan keprihatinan yang muram ketika Paus memasuki tahun pertama jabatannya. Sebuah kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Sri Paus kepausannya dengan cara mengadakan pertemuan telah menyelamatkan pribadi yang paling kontroversial dan tak biasa dalam sejarah Vatikan. Sekarang, alih-alih bersikap rendah hati karena kenaikan kekuasaannya yang tak terduga itu, Sri Paus justru tidak membuang waktu untuk menundukkan semua pihak yang berhubungan dengan kantor tertinggi dalam kerajaan Kristen itu. Uruuk menarik sebuah bantuan yang tak pasti dari dukungan liberal di dalam College of Cardinals, Sri Paus mengumumkan bahwa misi kepausannya adalah “peremajaan doktrin Vatikan dan pembaruan Katolikisme memasuki milenium ketiga.” Artinya, Aringarosa mengkhawatirkan, bahwa orang itu cukup sombong untuk berpikir bahwa ia mampu menulis ulang hukum hukum Tuhan dan merebut hati orang-orang yang merasa bahwa tuntutan Katolik yang sesungguhnya memang sudah terlalu menyiksa di dunia modern.

Aringarosa telah menggunakan semua pengaruh politiknya…terutama dengan melihat jumlah pengikut Opus Dei dan uang mereka di bank—untuk membujuk Sri Paus dan para penasihatnya bahwa memperlunak hukum-hukum Gereja bukan saja durhaka dan pengecut, tetapi juga bunuh diri secara politik. Dia mengingatkan mereka bahwa pelembutan hukum Gereja yang lalu— kegagalan Vatikan II—telah mewariskan kerusakan pengunjung Gereja menjadi lebih sedikit dari sebelumnya, uang donasi mengering, dan tidak. ada cukup pastor untuk memimpin gereja.

Masyarakat membutuhkan struktur dan pengarahan dari Gereja, Aringarosa menekankan,bukanmemanjakandanmengikutikehendakmereka!

Pada malam itu, lima bulan yang lalu, ketika Fiat itu telah meninggalkan bandara, Aringarosa terkejut karena sadar bahwa dia tidak menujü ke Vatikan, namun ke arah timur, naik ke jalan gunung yang berliku-liku. “Kita ke mana ini?” tanyanya pada pengemudi. “Bukit Alban,” jawab orang itu. “Pertemuan Anda di Puri Gandolfo.” RumahmusimpanasSriPaus? Aringarosa belum pernab kesana, dan juga tak pernah ingin. Tambahan pula, sebelum menjadi rumah peristirahan musim panas Paus, benteng abad ke-16 ini dipakai oleh Specula Vaticana— Observatorium Vatikan—salah satu observatorium astronomis tertua di Eropa. Aringarosa tidak pernah merasa nyaman dengan kepentingan historis Vatikan untuk campur tangan dalam ilmu pengetahuan. Apa alasan untuk menggabungkan ilmu pengetahuan dan iman? Sains yang netral tak mungkin bisa diemban oleh seseorang yang terikat iman kepada Tuhan. Dan, iman pun tidak membutuhkan sama sekali konfirmasi fisika bagi doktrin-doktrinnya.

Akhirnya,itudia, pikir Aringarosa ketika Puri Gandolfo tampak, muncul di depan langit November yang penuh gemintang. Dari jalan masuk, Gandolfo tampak sama dengan monster besar yang sedang menimbang-nimbang untuk melakukan loncatan bunuh diri. Berdiri di tepi sebuah tebing, puri itu condong ke arah tempat kelahiran masyarakat Italia—lembah tempat klen Curiazi dan Orazi berperang memperebutkan tanah itu sebelum mendirikan Roma.

Bahkan dalam bayangan, Gandolfo merupakan pemandangan yang layak dikenang—sebuah contoh yang mengesankan dari arsitektur yang bertingkattingkat dan tempat perlindungan, dan tampak menggemakan potensi dari pemandangan sisi tebing yang dramatis ini. Sayangnya, Aringarosa sekarang melihat, Vatikan telah merusak gedung itu dengan membangun dua teleskop aluminium besar di atas atapnya. Yang dulu merupakan bangunan besar yang anggun sekarang tampak seperti seorang serdadu yang sombong mengenakan dua topi pesta.

Ketika Aringarosa keluar dari mobil, seorang pendeta muda Jesuit bergegas keluar dan menyambumya. “Uskup, selamat datang. Saya Bapa Mangano. Astronom di sini.”

Bagus untukmu. Aringarosa menggumamkan sapaannya dan mengikuti tuan rumahnya masuk ke ruang depan puri—sebuah ruangan terbuka lebar yang dekornya merupakan gabungan takanggun dari seni zaman Renaissance dan gambar-gambar astronomi. Saat mengikuti pengawalnya menaiki anak tangga lebar dari batu gamping pualam, Aningarosa melihat tanda yang menunjukkan pusat konferensi, ruang kuliah ilmu pengetahuan, dan pelayanan informasi bagi turis. Aringarosa kagum ketika memikirkan betapa Vatjkan berusaha memberikan petunjuk yang logis dan tegas bagi pentumbuhan spiritual, namun masih mempunyai waktu untuk memberikan kuliah astrofisika pada turis.

“Katakan padaku,” kata Aringarosa pada pendeta muda itu, “kapan ekor mulai menggoyangkan anjing?”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.