Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Tarikan wajah Sophie masih tetap tak yakin. “Kakekku menyuruhku ke sini untuk menemukan ini. Dia pasti ingin mengatakan lebih banyak daripada sekadarini.”

Langdon mengerti maksud Sophie. Sophie mengira ini merupakan kode lagi. Namun, apakah arti tersembunyi itu ada atau tidak, Langdon tak dapat langsung menjawabnya. Benaknya masih terus bergulat dengan kejelasan pesan Saunière yang muncul itu. Sodarktheconof man, pikirnya.Memangbegitugelap. Tak ada yang dapat menyangkal betapa banyak kebaikan yang dilakukan Gereja modern pada dunia yang kacau ini. Walau demikian, Gereja memiliki sejarah yang penuh kebohongan dan kekejaman. Perang suci yang brutal untuk “mengajar kembali” kaum pagan dan penganut agama pemuja dewi memakan waktu tiga abad, dengan menggunakan cara-cara yang inspiratif sekaligus mengerikan.

Inkuisisi Katolik menerbitkan buku yang boleh jadi bisa disebut sebagai penerbitan yang paling meminta darah dalam sejarah manusia. Malleus Ma/eficarum, ‘Godam Para Penyihir’, mengindoktrinasi dunia akan “bahaya kebebasan berpikir perempuan” dan mengajari para biarawan bagaimana menemukan, menyiksa, dan menghancurkan mereka. Anggapan “penyihir” oleh Gereja meliputi semua sarjana perempuan, pendeta, gipsi, ahli mistik, Pencinta alam, pengumpul dedaunan, dan segala perempuan yang secara mencurigakan akrab dengan alam.” Para bidan juga dibunuh karena tindakan mereka yang menggunakan pengetahuan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan…sebuah penderitaan yang, menurut Gereja, merupakan hukuman Tuhan bagi Hawa karena mengambil buah Apel Pengetahuan, sehingga melahirkan terkait dengan gagasan Dosa Asal. Selama tiga ratus tahun perburuan tukang sihir, Gereja telah membakar sekitar lima juta perempuan. Propaganda dan pertumpahan darah itu berhasil. Kehidupan hari ini merupakan bukti hidup dari itu sernua. Kaum perempuan, yang pernah dikenal sebagai separuh yang penting dari pencerahan spiritual, telah dimusnahkan dari semua kuil di dunia ini. Tidak ada rabi Ortodoks, pendeta Katolik, maupun ulama Islam yang perempuan. Satu tindakan penyucian dan Hieros Gamos—penyatuan seksual alamiah antara lelaki dan perempuan sehingga masing-masing menjadi utuh secara spiritual—telah dianggap sebagai tindakan yang memalukan. Para lelaki suci yang pernah diminta melakukan penyatuan seksual dengan rekan-rekan perempuan mereka untuk mendekatkan diri pada Tuhan, sekarang khawatir desakan seksual alamiah mereka itu dianggap sebagai tindakan setan, setan yang bekerja sama dengan kaki tangan kesayangannya …perempuan.

Bahkan asosiasi feminin dengan tangan kiri tak luput dari penistaan oleh Gereja. Di Prancis dan Italia, kata “kiri”–gauche dan sinsitra—menjadi memiliki arti negatif yang dalam, sedangkan tangan kanan terdengar sebagai kebaikan, terampil, dan kebenaran. Kini, pikiran radikal dianggapsayapkiri, pikiran irasional dihasilkanotakkiri, dan segala yang jahat disebutsinister.

Zaman dewi telah berlalu. Bandul pendulum telah berayun. Ibu Bumi telah menjadi dunia lelaki, dan dewa perusak dan dewa perang sekarang berperan. Ego kaum lelaki melaju dua milenium tanpa tercegah oleh rekan perempuannya. Biarawan Sion percaya bahwa kemusnahan perempuan suci dalam kehidupan modernlah yang mengakibatkan apa yang disebut oleh suku Indian Hopi sebagai koyanisquatsi, ‘hidup tanpa keseimbangan’, suatu keadaan tak stabil yang ditandai oleh perang berbahán bakar testoteron~, sebuah keberlebihan dari masyarakat misoginis, dan sebuah rasa tak hormat yang terus tumbuh pada Ibu Bumi.

“Robert!” kata Sophie, bisikannya membangunkan Langdon. “Ada orang datang!” Langdon mendengar suara kaki mendekat di gang. “Sini!” Sophie mematikan senter sinar hitam dan seperti menguap dari

pandangan mata Langdon. Untuk beberapa saat, Langdon merasa buta total. Ke mana? Ketika pandangannya menjadi jelas lagi, dia melihat bayangan Sophie berlari ke arah tengah ruangan dan menunduk menghindari sinar di belakang bangku oktagonal yang menerangi lukisan. Laugdon baru saja akan berlari di belakang Sophie ketika sebuah suara meledak menghentikannya dengan dingin. “Arrêtez’” seorang lelaki memerintahkan dari ambang pintu. Petugas keamanan Louvre bergerak maju melalui pintu masuk Salle des

Etats. Pistolnya teracung, terbidik mematikan pada dada Langdon. Langdon merasa tangannya terangkat ke atas secara naluriah. “Couchez-vous!” perintah petugas itu. “Tiarap!” Dalam beberapa detik saja, Langdon segera berbaring dengan wajah menghadap lantai. Penjaga itu bengegas mendekati dan menendang tungkai Langdon hingga terentang.

“Mauvajse idle, Monsieur Langdon,” karanya, sambil menekankan pistolnya keras pada punggung Langdon. “Ide buruk, Pak Langdon.”

Dengan wajah menghadap ke lantai parket dan kedua lengan serta tungkai terentang leban, Langdon menemukan sedikit humor ironis dalam posisinya sekarang. TheVitruvianMan, pikirnya. Tiarap.

 

29

Di DALAM Saint-Sulpice, Silas membawa ke obelisk itu sebuah tempat lilin dari besi yang diambilnya dari altar. Batang tempat lilin itu akan menjadi alat pemukul yang baik. Silas menatap panel pualan kelabu yang menutupi lubang yang terlihat jelas pada lantai. Dia tahu, dia tidak akan dapat menghancurkan penutup itu tanpa menimbulkan suara yang keras. Besi dan pualam. Suara itu akan menggema pada kubah di langit-langit. Apakah suster tadi akan mendengarnya? Seharusnya dia sudah tidur sekarang. Walapun demikian, Silas tak mau mengambil risiko itu. Dia kemudian mengamati ke sekelilingnya mencari kain untuk membungkus ujung batang besi itu. Dia tak melihat apa pun kecuali taplak altar dari kain linen. Dia menggunakannya. Jubahku, pikirnya. Karena tahu bahwa dia sendirian di dalam gereja besar ini, Silas membuka ikatan jubahnya dan menanggalkannya. Ketika melepasnya, dia merasakan tusukan kain wolnya pada luka segar di punggungnya.

Sekarang dia membugil, hanya berbedung pada bagian bawah perutnya. Silas membungkuskan jubahnya itu pada ujung tongkat besi tadi. Kemudian, ia memukulkan ujung besi itu ke bagian lantai keramik. Suara dentam yang terbendung. Batu itu tak pecah. Dia mengulanginya. Dentaman itu berulang, kali ini diikuti oleh suara retak. Pada ayunan ketiga, penutup itu akhirnya pecah dan serpihan batu jatuh ke lubang di bawah lantai. Sebuahtempatpenyimpanan! Dengan cepat dia memunguti sisa-sisa serpihan dari lubang itu, kemudian dia melongok ke dalam lubang itu. Darahnya menggelegak ketika dia berlutut di depan lubang itu. Dia mengulurkan tangan pucatnya ke dalam.

Awalnya dia tak merasakan apa pun. Dasar tempat penyimpanan itu kosong, hanya batu halus. Kemudian, ketika meraba lebih dalam lagi, dengan menjulurkan tangannya hingga ke bawah Garis Mawar, dia menyentuh sesuatu! Sebuah lempengan batu yang tebal. Dia mencengkeramnya dan menariknya keluar dengan hati-hati. Ketika berdiri dan memeriksa temuannya, Silas tahu dia sedang memegang sebuah lempengan batu yang dipotong kasar dengan kata-kata terukir di atasnya. Sekejap dia merasa seperti Musa di zaman modern.

Ketika Silas membaca kata-kata yang terukir di atas batu itu, dia merasa heran. Semula dia memperkirakan batu kunci itu adalah sebuah peta, atau serangkaian petunjuk yang kompleks, bahkan mungkin sebuah kode. Ternyata, lempengan batu itu bertuliskan sebuah inskripsi. Ayub 38:11 SebuahayatdalamAlkitab? Silas tercengang karena kesederhanaan yang meragukan ini. Tempat rahasia dari apa yang selama ini mereka cari diungkap dalam sebuah ayat Alkitab? Kelompok Persaudaraan itu memperolokkan kelompok kebenaran!

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.