Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Suster Sandrine meragu. “Oh, tentu saja, aku akan menunggumu di belakang gereja.”

Silas meletakkan tangan beratnya dengan lembut pada bahu suster itu dan menatap ke bawah. “Suster, aku membangunkanmu. Memintamu untuk sudah merasa berdosa karena terus berjaga adalah keterlaluan. Silakan, kau harus kembali ke tempat tidur. Aku dapat menikmati gerejamu dan bisa keluar sendiri.” Suster Sandrine tampak tak enak. “Kau yakin tak akan merasa diabaikan?” “Sama sekali tidak. Berdoa adalah kenikmatan dalam kesendirian.” “Kalau itu keinginanmu.” Silas mengangkat tangannya dari bahu Suster Sandrine. “Selamat tidur,

Suster. Semoga kedamaian Tuhan bersamamu!” “Dan bersamamu juga.” Suster Sandrine menuju ke tangga “Tolong

pastikan pintu tertutup dengan rapat kembali jika kau keluar.” “Tentu.” Silas melihatnya menaiki tangga dan menghilang. Kemudian dia berputar dan berlutut di bangku gereja terdepan, merasakansilice itu menusuk kakinya. Tuhan,kuserahkantugasyangkukerjakanhariinipadamu. Membungkuk dalam bayangan balkon paduan suara yang berada tinggi di. atas altar itu, Suster Sandrine melongok diam-diam melalui birai ke pendeta yang berlutut sendirian itu. Rasa terancam yang tiba-tiba muncul dalam jiwanya membuat dia tak bisa tinggal diam. Seketika itu juga dia bertanyatanya, jangan-jangan tamunya ini adalah musuh yang dia telah diperingatkan untuk berhati-hati, dan jangan-jangan malam ini dia harus menjalankan tugas yang telah ditunggunya selama bertahun-tahun ini. Dia memutuskan untuk tetap mengamati setiap gerakan tamunya itu dari dalam kegelapan.

 

20

DIAM-DIAM Langdon dan Sophie keluar dari bayangan, bergerak ke koridor Galeri Agung yang sudah kosong dan menuju ke ruang tangga, ke jalan keluar darurat.

Sambil berjalan, Langdon merasa seperti sedang mengumpulkan potongan-potongan jiq-saw dalam gelap. Aspek terbaru dari misteri ini adalah yang paling memusingkan : Kapten kepolisiân judisial itu! Polisi sedang mencoba menangkapkuuntuksebuahpembunuhan.

“Kau pikir,” dia berbisik, “mungkinkah Fache menulis pesan di atas lantai itu?” Sophie tak menoleh. “Tak mungkin.” Langdon tidak terlalu yakin. “Dia tampaknya bersemangat sekali untuk membuatku terlihat bersalah. Mungkin dia pikir, menuliskan namaku di atas lantai akan menolong kasusnya?

“Deret Fibonacci? P.S. itu? Semua Da Vinci dan simbolisme dewi? Itu pasti kakekku.”

Langdon tahu Sophie benar. Simbolisme dari petunjuk-petunjuk itu bertautan dengan sangat sempurna—Pentakel–TheVitruvianMan, Da Vinci, dewi, dan bahkan deret ukur Fibonacci. Sebuah rangkaian simbolis yang bertalian, seperti yang akan dikatakan oleh ikonografer. Semuanya terikat tak teruraikan.

“Dan teleponnya untukku mengatakan akan menceritakan siang itu,” Sophie menambahkan. “Dia sesuatu padaku. Aku yakin pesannya di Louvre itu adalah usaha terakhirnya untuk mengatakan sesuatu yang penting, sesuatu yang dia pikir kau dapat membantuku untuk mengerti.”

Langdon berkerut dahi. O, setan Draconian! Oh, orang suci yang lemah! Dia berharap dapat mengerti arti pesan itu, baik untuk kepentingan Sophie maupun bagi dirinya. Berbagai hal telah betul-betul memburuk sejak dia, pertama kali melihat kata-kata kriptis itu. Loncat palsunya dari jendela kamar kecil tak akan membantu masalahnya dengan Fache sama sekali. Dia sudah menduga kapten polisi Prancis itu akan tidak senang mengejar dan menangkap sabun. “Pintu itu tidak terlalu jauh,” kata Sophie. “Kaupikir ada kemungkinan bahwa nomor-nomor dalam pesan kakekmu itu mengandung kunci untuk mengerti baris-baris lainnya?” Langdon pernah memecahkan satu rangkaian naskah Baconi yang berisi kode rahasia epigrafikal, sementara baris-baris tertentu dari kode itu merupakan kunci untuk memecahkan kode baris yang lainnya.

“Aku sudah memikirkan nomor-nomor itu semalaman. Penjumlahan, hasil bagi, hasil kali. Aku tidak melihat semua itu. Secara matematis, angka-angka itu tersusun secara acak. Lelucon kriptografis.”

“Namun begitu, angka-angka itu adalah bagian dari deret Fibonacci. Tak mungkin kebetulan saja.”

“Memang tidak. Menggunakan angka-angka Fibonacci adalah cara lain kekekku untuk menarik perhatianku—seperti juga menulis pesan itu dalam bahasa Inggris, atau mengatur tubuhnynya. Semua itu untuk menarik perhatianku.” “Pentakel itu punya arti bagimu?” “Ya, aku tidak sempat mengatakannya padamu. Pentakel itu merupakan simbol istimewa antara kakekku dan aku ketika aku tumbuh besar. Kami pernah main kartu Tarot untuk bersenang-senang saja, dan kartu itu selalu menunjukkan pasangan dari pentakel itu. Aku yakin dia mengaturnya tetapi pentakel itu merupakan kelakar kecil kami.”

Langdon merasa merinding. Mereka memainkan Tarot? Permainan kartu Italia abad pertengahan itu penuh dengan simbolisme tersembunyi yang berlawanan dengan gereja. Tentang Tarot itu, Langdon menuliskannya pada satu bab tersendiri dalam naskahnya. Permainan22 kartu itu rnengandung nama-nama seperti Paus Perempuan, Ratu, dan Bintang. Aslinya, Tarot dibuat secara rahasia untuk meneruskan ideologi-ideologi yang dilarang Gereja. Sekarang, kemisteriusan Tarot dilanjutkan oleh peramal modern.

PetunjukTarotyangsesuaidengankedewianperempuanadalahpentakel, pikir Langdon, sadar bahwa jika Saunière telah menyusun tumpukan kartu cucunya sebagai kelakar maka pentakel merupakan kelakar pribadi yang tepat.

Mereka tiba di ruang tangga darurat, dan Sophie berhati-hati menarik pintu. Tak ada alarm terdengar. Hanya pintu-pintu kedalam yang dipasangi kabel. Sophie mengajak Langdon menuruni anak tangga yang tinggi ke lantai bawa, dan mempercepat langkah ketika keluar.

“Kakekmu,” ujar Langdon, terburu-buru dibelakang Sophie “ketika dia mengatakan padamu tentang pentakel itu, apakah dia menyebutkan pemujaan dewi atau hal yang tak disukai Gereja Katolik?”

Sophie menggelengkan kepalanya. “Aku lebih tertarik pada matematikanya-Proporsi Agung, PHI, deret angka Fibonacci, hal seperti itulah.” Langdon terkejut. “Kakekmu mengajarimu angka PHI?” “Tentu saja. Proporsi Agung.” Ekspresinya menjadi malu-malu “Sebenarnya dia pernah bercanda dan mengatakan bahwa aku setengah dewi … kau tahu, karena huruf-huruf itu ada dalam namaku.” Langdon memikirkannya sebentar, kemudian menggeram. s-o-PHI-e Masih menuruni tangga, Langdon memikirkan lagi tentang PHI. Dia mulai menyadari bahwa petunjuk-petunjuk Saunière lebih konsisten daripada saat pertama kali dia bayangkan. Da Vinci … angka-angka Fibonacci … pentakel. Luar biasa, semua hal ini terhubungkan, oleh satu konsep yang begitu mendasar, dengan sejarah seni yang merupakan topik yang sering diajarkan Langdon di kelas dalam beberapa periode. PHI. Langdon tiba-tiba merasa kembali ke Harvard, berdiri di depan kelas. “Simbolisme dalam Seni,” menulis angka kesukaannya pada papan tulis. 1,618 Langdon berpaling menghadap ke para mahasiswanya yang bersemangat.

“Siapa yang dapat mengatakan padaku, ini nomor apa?” Seorang pemuda berkaki panjang dari jurusan matematika, mengangkat

tangannya dari belakang. “Itu angka PHI.” Dia melafalnya. fi “Bagus, Stettner,” ujar Langdon. “Semuanya, kenalkan ini PHI.” “Jangan dicampuradukkan dengan PI,” tambah Stettner sambil menyeringai. “Kami, mahasiswa matematika, senang mengatakan PHI merupakan satuH yang jauh lebih keren daripada satu PI.” Langdon tertawa, namun tak seorang pun mengerti kelakar itu. Stettner merosot dari duduknya. “Angka PHI ini,” Langdon melanjutkan, “satu-koma-enam-satu-delapan, adalah angka sangat penting dalam seni. Siapa yang dapat mengatakan mengapa?” Stettner mencoba untuk berkelakar. “Karena itu cantik.” Semua orang tertawa. “Sebenarnya,” kata Langdon, “Stettner benar lagi. PHI pada umumnya

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.