Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Dengan bingung Langdon melihat gambar itu. Foto close up itu memperlihatkan pesan bersinar di atas lantai parket. Baris terakhir memukul Langdon seperti sebuah tendangan pada perutnya.

13-3-2-21 -1-1-8-5

0, Draconian devil! Oh, lame saint! P.S. Cari Robert Langdon

13

UNTUK BEBERAPA detik Langdon menatap dalam keheranan pada foto pesan tambahan Saunière. PS. Cari Robert Langdon. Dia merasa lantai di bawahnya terangkat. Saunière meninggalkan pesan tambahan dengan namaku? Dalam mimpi terburuknya pun Langdon tak dapat membayangkan mengapa.

“Sekarang Anda mengerti,” ujar Sophie, matanya mendesak, “mengapa Fache menyuruh Anda datang ke sini malam ini, dan mengapa Anda tersangka utamanya?”

Satu-satunya yang dimengerti Langdon pada saat itu adalah mengapa Fache begitu puas ketika Langdon mengatakan bahwa Saunière akan menyebutkan nama pembunuhnya. CariRobertLangdon. “Mengapa Saunière menulis seperti itu?” tanya Langdon, kebingungannya

menjadi kemarahan. “Mengapa saya ingin membunuh Saunière?” “Fache juga belum menemukan sebuah motif, tetapi dia telah merekam semua percakapannya dengan Anda malam ini, dengan harapan Anda akan mengungkapkannya.” Langdon membuka mulutnya, namun tak satu kata pun terucap. “Ada mikrofon kecil menempel pada tubuhnya,” Sophie menjelaskan. “Itu terhubung dengan transmitter dalam sakunya yang mengirimkan sinyal itu ke pos komando.”

“Ini tidak masuk akal,” Langdon marah. “Saya punya alibi. Saya langsung kembali ke hotel begitu ceramah saya selesai. Anda bisa menanyakan itu kepada penerima tamu di hotel.”

“Fache telah melakukannya. Laporannya menunjukkan Anda meminta kunci kamar Anda pada penerima tamu itu pada pukul setengah sebelas malam. Sialnya, pembunuhan itu terjadi pada hampir pukul sebelas malam. Anda bisa saja dengan mudah meninggalkan kamar Anda tanpa terlihat orang lain.” “Ini gila! Fache tak punya bukti.” Mata Sophie melebar seolah berkata:Takpunyabukti? “Pak langdon, nama Anda tertulis di atas lantai di samping mayat itu, dan dalam agendanya Saunière mengatakan bahwa Anda bersamanya pada waktu yang sama dengan waktu pembunuhan itu terjadi.” Dia berhenti sejenak. “Fache memiliki bukti lebih dari cukup untuk membawa Anda ke penjara untuk diinterogasi.” Langdon tiba-tiba merasa membutuhkan seorang pengacara. “Saya tidak melakukannya.” Sophie mendesah. “Ini bukan televisi Amerika, Pak Langdon. Di Prancis, hukum melindungi polisi, bukan penjahatnya. Sialnya, dalam kasus ini ada juga pertimbangan media. Jacques Saunière merupakan orang besar dan dicintai di Paris, dan pembunuhannya akan menjadi berita di pagi hari. Fache akan menjadi tertekan Untuk membuat pernyataan, dan dia akan tampak jauh lebih baik jika sudah memiliki seorang tersangka di dalam penjara. Apakah Anda bersalah atau tidak, Anda hampir pasti akan ditahan oleh DCPJ sampai mereka mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.”

Langdon merasa seperti binatang yang terperangkap. “Mengapa Anda mengatakan ini semua kepada saya?”

“Karena, Pak Langdon, saya percaya Anda tak bersalah.” Sophie menatap ke tempat lain sejenak dan kembali menatap mata Langdon. “Dan juga karena ini sebagian merupakan kesalahan saya sehingga Anda bermasalah seperti ini.” “Maaf? Kesalahan Anda bahwa Saunière mencoba menjebak saya?” “Saunière tidak mencoba menjebak Anda. Ini sebuah kesalahan. Pesan di

atas lantai itu ditujukan kepada saya.” Langdon memerlukan satu menit untuk mengerti. “Maaf ?” “Pesan itu bukan untuk polisi. Dia menulis itu untuksaya. Saya pikir, dia terpaksa melakukan semua itu dengan sangat terburu-buru sehingga dia tidak sadar bagaimana itu akan dilihat oleh polisi.” Dia berhenti sejenak. “Kode angka itu tak berarti apa pun. Saunière menulisnya hanya untuk memastikan bahwa penyeidikan itu akan melibatkan kriptografer, memastikan bahwa saya akan tahu sesegera mungkin apa yang terjadi pada dirinya.”

Langdon merasa semakin tak mengerti. Apakah Sophie Neveu telah gila atau tidak, itu tidak penting, namun setidaknya Langdon sekarang mengerti mengapa Sophie ingin menolongnya. PS Robert Langdon. Sophie tampaknya percaya bahwa kurator itu telah meninggalkan pesan tambahan baginya untuk mencari Langdon. “Tetapi mengapa Anda. berpikir pesan itu untuk Anda?”

“VitruvianMan itu,” kata Sophie datar. “Sketsa istimewa itu adalah karya Da Vinci yang paling saya suka. Malam ini dia menggunakannya untuk menarik perhatian saya.”

“Sebentar. Anda mengatakan bahwa kurator itu tahu seni kegemaran Anda?”

Dia mengangguk. “Maafkan saya. Ini semua menjadi kacau. Jacques Saunière dan saya …“

Suara Sophie tercekat, dan Langdon mendengar ada kesedihan yang mendadak di sana, masa lalu yang menyakitkan, yang tiba-tiba muncul ke permukaan. Sophie dan Saunière tampaknya memiliki hubungan khusus. Langdon mengamati perempuan cantik yang berdiri di depannya. Dia sangat tahu bahwa lelaki berumur Prancis sering memilih kekasih yang jauh lebih muda. Walau begitu, Sophie Neveu tampaknya tak pantas menjadi “perempuan simpanan”.

“Kami punya hubungan sepuluh tahun yang lalu,” kata Sophie suaranya berbisik sekarang. “Setelah itu kami hampir tak berbicara lagi. Malam ini, ketika Kripto mendapat telepon itu dan menyatakan dia telah dibunuh, dan saya melihat mayatnya, dan teks di atas lantai, saya sadar, dia berusaha mengirimi saya sebuah pesan.” “KarenaVitruvianMan itu?” “Ya. Dan huruf-huruf P.S.” “PostScript?” Dia menggelengkan kepalanya. “P.S. adalah inisial saya.”• “Tetapi nama Anda Sophie Neveu.” Dia mengalihkan tatapannya. “P.S. adalah nama panggilannya pada saya

ketika saya tinggal bersamanya.” Dia tersipu. “Artinya PrincesseSophie.” Langdon tak punya jawaban. “Saya tahu, itu konyol,” katanya lagi. “Tetapi itu tahunan yang lalu. Saat

saya masih seorang gadis kecil.” “Anda mengenalnya ketika Anda masihgadis kecil?” “Sangat kecil,” katanya, matanya berkaca-kaca karena emosi. “Jacques Saunière adalah kakek saya.”

 

14

“DI MANA Langdon?” tanya Fache, menghisap rokok terakhirnya ketika dia melangkah ke dalam ruang pos komando.

“Masih di kamar kecil, Pak.” Letnan Collet telah menduga pertanyaan itu akan meluncur. Fache menggerutu, “Lama sekali.” Kapten menatap titik GPS itu melalui bahu Collet, dan Collet hanya dapat mendengar roda-roda berputar. Fache sedang berusaha menahan keinginannya untuk memeriksa Langdon. Idealnya, seseorang dalam pengamatan diizinkan untuk merasa aman, dimanjakan setiap saat dan dibiarkan sebebas mungkin. Langdon harus kembali atas kemauannya sendiri. Namun ini hampir sepuluh menit. Terlalu lama. “Ada kemungkinan Langdon mempermainkan kita?” tanya Fache. Collet menggelengkan kepalanya. “Kita masih melihat pergerakan kecil di dalam kamar kecil pria, jadi alat GPS masih berada padanya. Mungkin dia merasa mual? Jika dia menemukan alat itu, dia mungkin sudah memindahkannya dan mencoba untuk lari.” Fache melihat jam tangannya. “Baik.” Namun Fache masih saja tampak sibuk. Sepanjang malam, Collet merasakan ketegangan yang tak biasa pada diri sang kapten. Biasaya dia selalu bersikap objektif dan tenang di bawah tekanan sekalipun, namun malam ini Fache tampak emosional, seolah ini adalah masalah pribadinya.

Tidak mengherankan, pikir Collet. Fache betul-betul memerlukan penangkapan ini. Akhir-akhir ini, Dewan Menteri dan media massa telah menjadi lebih kritis terhadap taktik Fache yang agresif, konfliknya dengan kedutaan-kedutaan besar yang berpengaruh, dan anggaran yang berlebihan untuk pembelian teknologi baru. Malam ini, sebuah penangkapan seorang Amerika yang menggunakan sistem teknologi tinggi dan bergengsi akan dapat menghentikan kritik-kritik terhadap Fache, dan membantunya menyelamatkan pekerjaannya untuk beberapa tahun ke depan hingga dia dapat pensiun dengan nyaman. Tuhan tahu, dia butuh pensiun itu, pikir Collet. Fanatisme Fache pada teknologi telah merusak dirinya sendiri, baik secara profesional maupun secara personal. Fache digosipkan tabungannya dalam kegilaan teknologi telah menginvestasikan seluruh beberapa tahun silam hingga dia bangkrut. DanFacheadalah,lelakiyangselalumengenakankemejabermutu tinggi.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.