Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Sekarang, ketika bergegas menyeberangi Rue de Rivoli, Langdon dapat merasakan tujuannya sudah dekat. Kurang dari satu blok lagi. Holy Grail menanti dibawah Roslin kuno. Kesadaran itu kini datang bergelombang. Pengejaan kuno atas Roslin yang dibuat Saunière … mata pedang dan cawan … makam yang dihiasi seni para pakar.

Apakah karena itu Saunière merasa perlu berbicara denganku? Apakah tanpa kusadari aku telah menebak kebenaran itu?

Langdon berlari kecil, sambil merasakan Garis Mawar di bawah kakinya, memandunya dan mendorongnya ke tujuannya. Ketika dia memasuki terowongan panjang Passage Richelieu, bulu lehernya mulai merinding karena harapan. Langdon tahu, pada ujung terowongan ini berdiri monumen Paris yang paling misterius—dibangun dan diresmikan pada tahun 1980 oleh Sang Sphynx sendiri, François Mitterand, orang yang digosipkan bergerak dalam lingkaran rahasia, seorang lelaki yang warisan terakhirnya bagi Paris dikunjungi Langdon beberapa hari yang lalu. Kehidupan yang lain. Dengan sisa tenaga terakhimya, Langdon berlari dari jalan terusan itu memasuki halaman yang sudah dikenalinya, lalu berhenti. Tersengal-sengal, dia menaikkan matanya, perlahan, tidak percaya, ke bangunan yang berkilauan di depannya. Piramid Louvre. Berkilauan dalam kegelapan. Dia mengaguminya hanya sesaat. Dia lebih tertarik pada apa yang ada di sebelah kanannya. Saat berbelok, Langdon merasakan kakinya menapaki lagi garis jalan yang tak terlihat, Garis Mawar kuno. Garis itu membawanya menyeberang ke Carrousel du Louvre—bundaran besar yang dikelilingi oleh pagar tumbuhan yang dipotong rapi—yang dulu pernah menjadi tempat melaksanakan pesta-pesta pemujaan alam pada zaman purbakala … ritus-ritus gembira untuk merayakan kesuburan dari Dewi.

Langdon merasa seolah sedang melintasi dunia lain ketika dia melangkah melintasi semak ke area berumput di dalamnya. Tanah keramat ini sekarang ditandai oleh salah satu monumen yang paling dahsyat di kota itu. Di bagian tengahnya, menempel pada bumi seperti ngarai kristal, menganga piramid kaca raksasa yang terbalik, yang sudah dilihatnya beberapa malam lalu ketika dia memasuki ruang bawah tanah Louvre. La Pyramide Inversée. Dengan gemetar, Langdon berjalan ke tepi dan melongok ke bawah ke dalam kompleks bawah tanah Louvre itu, dengan cahaya berwarna kekuningan. Matanya terlatih tidak saja pada piramid terbalik yang besar itu, tetapi juga pada apa yang terletak tepat di bawahnya. Di sana, pada lantai ruangan di bawahnya, berdiri sebuah bangunan terkecil … sebuah struktur yang telah disebutkan Langdon dalam naskahnya.

Langdon merasa dirinya sekarang sudah siap sepenuhnya menghadapi kemungkinan kejadian menggetarkan yang tak terduga. Dia menaikkan matanya lagi ke Louvre, merasakan bagian sayap museum itu membungkusnya … ruang masuk yang berhiaskan seni-seni terbaik dunia. Da Vinci … Botticelli

Berhiaskan adikarya para seniman ulung, Dia membujur.

Langdon tersadar dengan keheranan, lalu dia melihat ke bawah lagi,

melalui piramid kaca, ke struktur kecil di bawahnya. Aku harus turun ke sana. Lalu Langdon keluar dari lingkaran itu dan bergegas melintasi halaman, kembali ke pintu masuk Louvre berbentuk piramid yang menjulang. Para pengunjung terakhir hari itu sedikit-sedikit keluar dari museum.

Langdon mendorong pintu putar, lalu menuruni tangga lengkung masuk ke piramid itu. Dia dapat merasakan udara menjadi semakin dingin. Ketika tiba di dasar, dia memasuki terowongan panjang yang terentang di bawah halaman Louvre, kembali ke arah La Pyramide Inversée’, piramid terbalik itu.

Di ujung terowongan, dia tiba di sebuah ruangan besar. Tepat di depannya, tergantung dari atas, berkilauanlah piramid terbalik yang sangat mengagumkan dan berbentuk V dari kaca. Cawan. Mata Langdon mengikuti bentuk menyempit ke bawah hingga ke ujungnya, tergantung hanya enam kaki dari atas lantai. Di sana, tepat di bawahnya, berdiri sebuah stuktur kecil.

Sebuah miniatur piramid. Hanya setinggi tiga kaki. Satu-satunnya bangunan dalam kompleks bangunan kolosal ini yang berukuran kecil.

Naskah Langdon, saat membicarakan koleksi kesenian dewi milik Museum Louvre, telah membuat catatan sambil lalu tentang piramid sederhana ini. “Bangunan miniatur itu sendiri menonjol ke atas dari lantai seolah merupakan puncak gunung es—puncak dari ruang bawah tanah berbentuk piramid yang besar sekali, melesak ke bawah seperti ruang tersembunyi.”

Disinari oleh cahaya lembut dalam ruangan masuk yang sunyi, kedua piramid itu saling menunjuk; tubuh keduanya sejajar dengan sempurna, puncàk-puncaknya hampir bersentuhan.

Cawan diatas.Mata pedang dibawah.

Mata pedang dan cawan berjaga dimuka gerbang-Nya.

Langdon mendengar kata-kata Marie Chauvel. Suatu hari nanti ia akan menyingsing di hadapanmu. Dia sedang berdiri di bawah Garis Mawar kuno, dikelilingi oleh karya seni para pakar. Tempat mana lagi yang terbaik bagi Saunière untuk menjaganya? Sekarang, akhirnya, dia merasa telah mengerti arti sebenarnya puisi Mahaguru. Dia menaikkan matanya ke atas, menatap ke atas melintasi kaca ke langit malam yang penuh bintang.

Dia bersemayam dibawah angkasa penuh bintang.

Seperti gumam dari jiwa-jiwa dalam kegelapan, kata-kata yang terlupakan menggema. Pencarian Holy Grail adalah pencarian untuk berlutut di depan tulang belulang Maria Magdalena. Sebuah perjalanan untuk berdoa pada kaki sang terbuang. Dengan petunjuk yang tiba-tiba muncul itu, Robert Langdon jatuh berlutut. Untuk sesaat, dia mengira telah mendengar suara seorang perempuan … sebuah kearifan kuno … berbisik dari jurang bumi.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.