Baca Novel Online

The Da Vinci Code

Dia keluar pintu dan menerjang hujan dengan mempercepat larinya. Silas meloncat ke dataran yang lebih rendah, tidak melihat polisi yang datang dari sisi lainnya. Terlambat. Kedua orang itu bertabrakan. Bahu telanjang Silas yang lebar menghantam tulang dada polisi itu dengan kekuatan yang menghancudcan. Silas lalu mendorong polisi itu hingga ke tepi jalan, dan menindihnya. Pistol polisi itu terbuang jauh. Silas dapat mendengar orangorang berlarian sambil berteriak-teriak. Lelaki albino itu bergulung dan meraih pistol itu, tepat saat beberapa polisi muncul. Sebuah termbakan meledak di tangga, dan Silas merasa sangat sakit pada di bawah tulang iganya. Penuh dengan kemarahan, dia balas menembak ketiga polisi itu. Darah mereka muncrat.

Sebuah bayangan hitam tampak dari belakangnya, datang entah dari mana. Tangan marah yang mencengkeram bahu telanjangnya terasa oleh Silas seperti menyuntikkan kekuatan setan dalam dirinya. Lelaki itu berteriak pada telinga Silas. SILAS, JANGAN!

Silas berputar dan menembak. Mata mereka bertemu. Silas berteriak ketakutan ketika Uskup Aringarosa roboh.

 

97

LEBIH DARI tiga ribu orang dimakamkan atau disimpan dalam tempat suci di Biara westminster. Penghuni kuburan kolosal itu di tambah lagi dengan rajaraja, pejabat-pejabat negara, ilmuwan, pujangga, dan pemusik. Makam mereka merupakan kumpulan ceruk-ceruk dan ruang-ruang kecil, diatur secara berurutan dari makam yang paling megah—milik Ratu Elizabeth I, yang peti batu jenazahnya diberi kanopi ditempatkan pada kapel setengah bundaran miliknya pribadi—hingga ke paling sederhana, yang hanya ditempeli keramik dan inskripsinya telah semakin pudar karena selama berabad-abad, dijadikan jalan pengunjung dan membuat orang bertanya-tanya siapa gerangan yang terkubur di bawah keramik lantai itu.

Dirancang dengan gaya katedral-katedral Amiens, Chartres, dan Canterbury, Biara Westminster tidak dianggap sebagai katedral ataupun gereja wilayah. Biara ini memiliki klasifikasikhasbangsawan, diperuntukkan hanya bagi orang yang berkuasa. Sejak digunakan sebagai tempat penobatan William Sang Penakluk pada hari Natal tahun 1066, tempat ibadah yang memukau ini telah menjadi saksi upacara para bangsawan dan pejabat negara yang tak habis-habisnya—Penobatan Edward Sang Pengaku, pernikahan Pangeran Andrew dengan Sarah Ferguson, pemakaman Henry V, Ratu Elizabeth I, dan Putri Diana.

Walau begitu, saat ini Robert Langdon tidak tertarik pada sejarah kuno biara itu, kecuali pada pemakaman kesatria Inggris Sir Isaac Newton. DiLondonterbaringseorangkesatriayangseorangPaus kuburkan. Ketika Langdon dan Sophie bergegas melewati serambi megah dengan pilar-pilar di sebelah utara, mereka disambut oleh para penjaga yang dengan sopan rnengantar mereka melalui perangkat tambahan terbaru—sebuah pintu yang harus dilalui untuk mendeteksi metal pada tubuh pengunjung—yang sekarang ada di setiap gedung bersejarah di London. Mereka melaluinya tanpa membunyikan alarm, kemudian mereka melanjutkan ke pintu masuk biara.

Saat Langdon berjalan melintasi ambang pintu untuk masuk ke dalam Biara Westminster, dia merasa kesibukan dunia luar menghilang bersama sebuah desis tiba-tiba. Tidak ada suara gaduh lalu lintas. Tidak ada suara deras hujan. Hanya kesunyian tuli, yang menjalar dari belakang ke depan seolah bangunan ini sedang berbisik pada dirinya sendiri. Mata Sophie dan Langdon, seperti juga mata setiap pengunjung biara itu, langsung terarah ke atas, memandang ceruk sedalam jurang yang seakan meledak ke atas. Pilar-pilar dari batu kelabu menjulang seperti pohon-pohon redwood di kegelapan. Pilar-pilar itu tegak dengan anggun menunjang permukaan yang luas, lalu meluncur turun ke lantai batu. Di depan Langdon dan Sophie, lorong lebar di sebelah utara terentang seperti jurang dalam, diapit oleh kaca berwarna. Pada hari cerah, lantai biara itu merupakan sebuah karya tambal-tambalan prismatis dari cahaya. Hari ini, hujan dan kegelapan memberi aura hantu pada kedalaman gang besar itu … lebih seperti suasana ruang bawah tanah yang sebenarnya. “Ini hampir kosong,” bisik Sophie. Langdon merasa kecewa. Dia berharap akan bertemu dengan orang banyak. Sebuah tempat yang lebih umum. Langdon tidak ingin pengalaman mereka di Gereja Kuil sebelum ini terulang. Dia telah membayangkan bahwa dia akan merasa aman ditempat wisata yang populer ini, tetapi kenangan Langdon akan ramainya rombongan turis di sebuah biara yang berpenerangan baik itu terjadi pada musim wisata selama musim panas. Hari ini adalah bulan April yang sering hujan. Yang ditemui Langdon bukanlah rombongan turis dan kaca berwarna yang. berkilauan, tetapi berakre-akre lantai sunyi dan ruangruang tambahan yang gelap dan kosong.

“Kita telah melewati pendeteksi metal,” kata Sophie, tampaknya dia merasakan ketegangan Langdon. “Jika ada orang lain di sini, pastilah orang itu tidak bersenjata.”

Langdon mengangguk, namun masih merasa harus sangat berhati-hati. Langdon ingin dikawal oleh polisi London, tetapi Sophie khawatir polisi itu akan menghubungi polisi lainnya.Kitaharusmenemukankembali cryptexitu, Sophie bertekad.Itumerupakankuncidarisegalanya. Tentu saja dia benar. KunciuntukmembebaskanLeighkembalidenganselamat. KunciuntukmenemukanHolyGrail. Kunciuntukmengetahuisiapadalangsemuaini. Celakanya, satu-satunya kesempatan mereka untuk mendapatkan kembali batu kunci itu tampaknya ada di sini dan sekarang … pada makam Isaac Newton. Siapa pun pemegang cryptex itu harus mendatangi makam itu untuk memecahkan petunjuk terakhir, dan jika orang itu belum datang, Sophie dan Langdon berharap bisa mendahuluinya.

Menyusuri dinding kiri untuk menghindari tempat terbuka, Langdon dan Sophie bergerak masuk ke sebuah gang yang gelap di belakang deretan pilarpilaran. Langdon tidak dapat mengusir bayangan Teabing yang sedang ditawan, mungkin temannya itu diikat di belakang limosinnya sendiri. Siapa pun yang yang telah menyuruh membunuh para anggota tertinggi Biarawan Sion tidak akan ragu-ragu untuk menyingkirkan siapa pun lainnya yang menghalang. Tampaknya sebuah ironi yang kejam bahwa Teabing— seorang kesatria Inggris modern—disandera saat mencari rekan sebangsanya, Sir Isaac Newton. “Ini jalan ke arah mana?” tanya Sophie, sambil melihat ke sekeliingnya. Makam, Langdon tidak tahu. “Kita harus mencari pemandu dan bertanya.” Langdon tahu, memang lebih baik bertanya daripada berkeliaran tanpa tujuan di sini. Biara Westminster merupakan sarang kelinci yang ruwet dari pekuburan, bilik-bilik melingkar, dan ceruk masuk ke makam. Seperti Galeri Agung di Louvre, tempat ini hanya memiliki satu pintu masuk—pintu yang tadi mereka lewati; mudah untuk menemukan jalan masuk, tetapi sangat sulit untuk menemukan jalan keluar.Betul-betulperangkapturis, begitu salah satu teman Langdon menyebutnya. Dengan mempertahankan. arsitektur tradisional, biara ini berbentuk salib raksasa yang direbahkan. Namun, tidak seperti kebanyakan gereja yang pintu masuknya ada di belakang, pintu masuk biara ini ada di samping. Selain itu, biara ini mempunyai rangkaian beranda yang bertebaran rak teratur. Salah memasuki ruang beratap kubah, turis akan tersesat ke dalam sebuah labirin pintu keluar yang dikeliingi oleh tembok-tembok tinggi.

“Para pemandu itu mengenakan jubah kemerahan,” kata Langdon, ketika mereka mendekati bagian tengah gereja. Lalu, saat menatap miring melintasi altar berkilap yang tinggi ke arah sisi selatan yang jauh, Langdon melihat sejumlah tamu sedang merangkak. Para peziarah yang letih seperti ini sering terlihat di Sudut Pujangga, walaupun tindakan mereka itu tidak sesuci seperti yang terlihat.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: November 14, 2015 16:43

    anjarsaridwi

    The da vinci code....wajib dibaca.
  • Posted: January 24, 2016 19:01

    WayZone

    good, unbelieveble, abis ini ada yg mempermasalahkan agama lain ngga ya?
  • Posted: March 3, 2016 07:37

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya....
  • Posted: December 7, 2017 14:46

    Adam

    Novel Luar Biasa. Walaupun penerjemahannya banyak kesaahan editing.. tapi masih tetap menyajikan sebuah kisah semi nyata sekaligus semi fiksi yang mendebarkan. Saluut to Dan Brown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.