Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Well, bagaimanapun, Anda kelihatannya tahu apa yang Anda lakukan,’ kata Profesor Umbridge sambil membuat tanda centang jelas di papan jepitnya. Harry tidak suka penekanan yang ditaruhnya pada kata ‘Anda’ dan lebih tidak suka lagi ketika dia memberi pertanyaan berikutnya kepada Goyle. ‘Sekarang, kudengar pernah ada cedera dalam kelas ini?’

Goyle menyengir tolol. Malfoy bergegas menjawab pertanyaan itu.

‘Itu aku,’ katanya. ‘Aku dicakar Hippogriff.’

‘Hippogriff?’ kata Profesor Umbridge, yang sekarang sedang mencoret dengan kacau.

‘Hanya karena dia terlalu bodoh untuk mendengarkan apa yang disuruh Hagrid,’ kata Harry dengan marah. Ron dan Hermione mengerang. Profesor Umbridge memalingkan kepalanya lambat-lambat ke arah Harry.

‘Detensi satu malam lagi, kukira,’ katanya dengan lembut. ‘Well, terima kasih banyak, Profesor Grubbly-Plank, kukira itu semua yang kuperlukan. Anda akan menerima hasil inspeksi Anda dalam sepuluh hari.’

‘Bagus sekali,’ kata Profesor Grubbly-Plank, dan Profesor Umbridge berangkat kembali menyeberangi halaman menuju kastil.

*

Hampir tengah malam ketika Harry meninggalkan kantor Umbridge malam itu, tangannya sekarang berdarah sangat parah sehingga menodai scarf yang dibungkusnya di sekitarnya. Dia mengharapkan ruang duduk kosong ketika dia kembali, tetapi Ron dan Hermione terjaga menunggunya. Dia senang melihat mereka, terutama kerena Hermione bersikap simpatik bukannya kritis.

‘Ini,’ katanya dengan cemas, sambil mendorong semangkuk kecil cairan kuning kepadanya, ‘rendam tanganmu dalam itu, itu larutan tentakel Murtlap yang disaring dan diasamkan, seharusnya bisa menolong.’

Harry menempatkan tangannya yang berdarah dan sakit ke dalam mangkuk itu dan merasakan perasaan lega yang menyenangkan. Crookshanks bergelung di sekeliling kakinya, sambil mendengkur dengan keras, lalu melompat ke pangkuannya dan diam.

‘Trims,’ katanya penuh rasa terima kasih, sambil menggaruk bagian belakang telinga Crookshanks dengan tangan kirinya.

‘Aku masih berpendapat kamu seharusnya mengadu tentang ini,’ kata Ron dengan suara rendah.

‘Tidak,’ kata Harry datar.

‘McGonagall akan jadi gila kalau dia tahu –‘

‘Yeah, dia mungkin,’ kata Harry tanpa minat. ‘Dan berapa lama menurutmu yang dibutuhkan Umbridge untuk mengesahkan dekrit lain yang menyatakan siapapun yang mengeluh tentang Penyelidik Tinggi dipecat segera?’

Ron membuka mulutnya untuk menjawab tetapi tak ada yang keluar dan, setelah beberapa saat, dia menutupnya lagi, kalah.

‘Dia wanita mengerikan,’ kata Hermione dengan suara kecil. ‘Mengerikan. Kau tahu, aku baru saja berkata kepada Ron ketika kau masuk … kita harus melakukan sesuatu mengenai dia.’

‘Kusarankan racun,’ kata Ron dengan murung.

‘Bukan … maksudku, sesuatu mengenai bagaimana buruknya dia sebagai guru, dan bagaimana kita tidak akan mempelajari Pertahanan apapun darinya sama sekali,’ kata Hermione.

‘Well, apa yang bisa kita lakukan mengenai itu?’ kata Ron sambil menguap. ”Dah terlambat, bukan? Dia dapat pekerjaan itu, dia akan tetap di sini. Fudge akan memastikan itu.’

‘Well,’ kata Hermione coba-coba. ‘Kalian tahu, aku berpikir hari ini …’ dia memberi pandangan agak gugup kepada Harry dan lalu meneruskan, ‘aku berpikir kalau -mungkin waktunya telah tiba saat kita harus — melakukannya sendiri.’

‘Melakukan apa sendiri?’ kata Harry dengan curiga, masih mengapungkan tangannya dalam intisari tentakel Murtlap.

‘Well — belajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam sendiri,’ kata Hermione.

‘Sudahlah,’ erang Ron. ‘Kau mau kita melakukan kerja ekstra? Sadarkah peer kau Harry dan aku sudah menumpuk lagi dan ini baru minggu kedua?’

‘Tapi ini jauh lebih penting daripada peer!’ kata Hermione.

Harry dan Ron menatapnya lekat-lekat.

‘Aku tidak mengira ada hal di jagad ini yang lebih penting daripada peer!’ kata Ron.

‘Jangan tolol, tentu saja ada,’ kata Hermione, dan Harry melihat, dengan perasaan tidak menyenangkan, bahwa wajahnya mendadak bersinar dengan semangat yang biasanya diilhami oleh SPEW pada dirinya. ‘Tentang mempersiapkan diri kita sendiri, seperti yang Harry katakan dalam pelajaran pertama Umbridge, untuk apa yang menunggu kita di luar sana. Tentang memastikan kita benar-benar dapat mempertahankan diri kita sendiri. Kalau kita tidak belajar apapun satu tahun penuh –‘

‘Kita tidak bisa melakukan banyak sendirian,’ kata Ron dengan suara kalah. ‘Maksudku, baiklah, kita bisa pergi melihat kutukan-kutukan di perpustakaan dan mencoba melatihnya, kurasa –‘

‘Tidak, aku setuju, kita sudah melewati tahap di mana kita bisa belajar dari buku,’ kata Hermione. ‘Kita perlu seorang guru, yang pantas, yang bisa memperlihatkan kepada kita bagaimana menggunakan mantera-mantera dan mengoreksi kita kalau kita salah.’

‘Kalau kau berbicara mengenai Lupin …’ Harry mulai.

‘Tidak, tidak, aku tidak sedang membicarakan Lupin,’ kata Hermione. ‘Dia terlalu sibuk dengan Order dan, lagipula, kita paling cuma bisa bertemu dengannya selama akhir pekan Hogsmeade dan itu tidak cukup sering.’

‘Kalau begitu, siapa?’ kata Harry sambil merengut kepadanya.

Hermione menarik napas dalam-dalam.

‘Bukankah sudah jelas?’ katanya. ‘Aku sedang berbicara tentang kamu, Harry.’

Ada keheningan sejenak. Angin malam sepoi-sepoi menderakkan kaca jendela di

belakang Ron, dan api bergoyang-goyang.

‘Tentang aku apa?’ kata Harry.

‘Aku sedang berbicara tentang kamu mengajarkan kami Pertahanan Terhadap Ilmu

Hitam.’

Harry menatapnya. Lalu dia berpaling kepada Ron, siap bertukar pandangan putus asa yang kadang dilakukan mereka ketika Hermione berbicara panjang lebar tentang rencanarencana yang sulit dicapai seperti SPEW. Namun, yang membuat Harry kuatir, Ron tidak tampak putus asa.

Dia sedang merengut sedikit, tampaknya sedang berpikir. Lalu dia berkata, ‘Itu ide

bagus.’

‘Ide apa?’ kata Harry.

‘Kau,’ kata Ron. ‘Mengajari kami melakukannya.’

‘Tapi …’

Harry sekarang nyengir, yakin mereka berdua sedang mempermainkan dia.

‘Tapi aku bukan guru, aku tidak bisa –‘

‘Harry, kau yang terbaik di kelas kita dalam Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam,’ kata

Hermione.

‘Aku?’ kata Harry, yang sekarang nyengir lebih lebar dari sebelumnya. ‘Bukan, aku bukan, kau sudah mengalahkan aku dalam semua ujian –‘

‘Sebenarnya, aku belum,’ kata Hermione dengan tenang. ‘Kau mengalahkan aku di tahun ketiga kita — satu-satunya tahun di mana kita berdua ikut ujian dan punya guru yang benar-benar tahu pelajaran itu. Tapi aku tidak berbicara tentang hasil tes, Harry. Pikirkan apa yang telah kau lakukan.’

‘Bagaimana maksudmu?’

‘Kau tahu apa, aku tidak yakin aku mau seseorang sebodoh ini mengajari aku,’ Ron berkata kepada Hermione sambil tersenyum sedikit. Dia berpaling kepada Harry.

‘Mari kita pikir,’ katanya sambil membuat wajah seperti Goyle yang sedang berkonsentrasi. ‘Uh … tahun pertama — kau menyelamatkan Batu Bertuah dari Kau-Tahu-Siapa.’

‘Tapi itu keberuntungan,’ kata Harry, ‘itu bukan keahlian –‘

‘Tahun kedua,’ Ron menyela, ‘kau membunuh Basilisk dan menghancurkan Riddle.’

‘Ya, tapi kalau Fawkes tidak muncul, aku –‘

‘Tahun ketiga,’ Ron berkata masih lebih keras lagi, ‘kau bertarung dengan sekitar seratus Dementor seketika –‘

‘Kau tahu itu kebetulan, kalau Pembalik-Waktu tidak –‘

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.