Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Yeah … sampai jumpa.’

Dia tersenyum kepadanya dan pergi. Harry berjalan terus, diam-diam merasa sangat gembira. Dia telah berhasil mengadakan percakapan penuh dengannya dan tidak mempermalukan dirinya sendiri sekalipun … kamu benar-benar berani menghadapi dia seperti itu … Cho telah menyebutnya berani … dia tidak membencinya karena selamat.

Tentu saja, dia dulu lebih memilih Cedric, Harry tahu itu … walaupun kalau dia mengajaknya ke Pesta sebelum Cedric, keadaan mungkin akan lain … dia tampak tulus menyesali bahwa dia harus menolak ketika Harry mengajaknya …

‘Pagi,’ Harry berkata dengan ceria kepada Ron dan Hermione ketika dia bergabung dengan mereka di meja Gryffindor di Aula Besar.

‘Kenapa kau terlihat sangat senang?’ kata Ron sambil melirik Harry dengan terkejut.

‘Erm … Quidditch nanti,’ kata Harry dengan gembira, sambil menarik sepiring besar daging asin dan telur ke arahnya.

‘Oh … yeah …’ kata Ron. Dia meletakkan potongan roti panggang yang sedang dimakannya dan meneguk jus labu banyak-banyak. Lalu dia berkata, ‘Dengar … kau tidak mau pergi lebih pagi denganku? Cuma untuk — er — memberiku sedikit praktek sebelum latihan? Supaya aku bisa, kau tahu, lebih siap.’

‘Yeah, OK,’ kata Harry.

‘Lihat, kukira kalian tidak perlu begitu,’ kata Hermione dengan serius. ‘Kalian berdua benar-benar sudah ketinggalan peer seperti –‘

Tetapi dia berhenti di tengah kalimat; pos pagi telah tiba dan, seperti biasa, Daily Prophet membumbung ke arahnya dalam paruh seekor burung hantu pekik, yang mendarat dekat dengan mangkuk gula dan mengulurkan kakinya. Hermione memasukkan satu Knut ke dalam kantong kulitnya, mengambil surat kabar itu, dan membaca cepat halaman depan dengan kritis selagi burung hantu itu lepas landas.

‘Ada yang menarik?’ kata Ron. Harry nyengir, tahu Ron ingin menjauhkannya dari subyek peer.

‘Tidak,’ dia menghela napas, ‘cuma beberapa bantahan tentang pemain bas di Weird Sisters akan menikah.’

Hermione membuka surat kabar itu dan menghilang ke baliknya. Harry mencurahkan dirinya untuk makan telur dan daging asin lagi. Ron sedang menatap ke atas ke jendelajendela yang tinggi, terlihat sedikit khusyuk.

‘Tunggu sebentar,’ kata Hermione tiba-tiba. ‘Oh tidak … Sirius!’

‘Apa yang terjadi?’ kata Harry, sambil merampas surat kabar itu dengan sangat kasar sehingga robek di bagian tengah, dia dan Hermione masing-masing memegang satu bagian.

‘”Kementerian Sihir telah menerima kisikan dari sumber yang dapat dipercaya bahwa Sirius Black, pembunuh masal terkenal … blah blah blah .. sekarang sedang bersembunyi di London!”‘ Hermione membaca dari bagiannya dengan bisikan sedih.

‘Lucius Malfoy aku akan bertaruh apapun,’ kata Harry dengan suara rendah penuh kemarahan. ‘Dia memang mengenali Sirius di peron …’

‘Apa?’ kata Ron, terlihat khawatir. ‘Kau tidak bilang –‘

‘Shh!’ kata dua yang lain.

‘… “Kementerian memperingatkan komunitas penyihir bahwa Black sangat berbahaya … membunuh tiga belas orang … melarikan diri dari Azkaban …” sampah yang biasa,’ Hermione menyimpulkan, sambil meletakkan bagian korannya dan memandang Harry dan Ron dengan takut. ‘Well, dia hanya tidak bisa meninggalkan rumah lagi, itu saja,’ bisiknya. ‘Dumbledore memang memperingatkannya tidak berbuat begitu.’

Harry memandang dengan murung potongan Prophet yang telah dirobeknya. Sebagian besar dari halaman itu dicurahkan untuk iklan Jubah Madam Malkins untuk Segala Kesempatan, yang tampaknya sedang mengadakan obral.

‘Hei!’ katanya, sambil meratakannya sehingga Ron dan Hermione bisa melihatnya. ‘Lihat ini!’

‘Aku sudah punya semua jubah yang kuinginkan,’ kata Ron.

‘Bukan,’ kata Harry. ‘Lihat … berita kecil di sini …’

Ron dan Hermione membungkuk lebih dekat untuk membacanya; benda itu hampir tidak sepanjang satu inci dan terletak tepat di dasar sebuah kolom. Diberi judul:

MASUK TANPA IZIN DI KEMENTERIAN

Sturgis Podmore, 38, dari Laburnum Gardens nomor dua, Clapham, telah muncul di depan Wizengamot atas tuduhan masuk tanpa izin dan percobaan perampokan di Kementerian Sihir pada tanggal 31 Agusutus. Podmore ditangkap oleh penyihir penjaga Kementerian Sihir Eric Munch, yang menemukannya mencoba memaksa masuk ke pintu dengan penjagaan ketat pada pukul satu pagi. Podmore, yang menolak berbicara untuk pembelaan dirinya, dinyatakan bersalah atas kedua tuntutan tersebut dan dihukum enam bulan di Azkaban.

‘Sturgis Podmore?’ kata Ron lambat-lambat. ‘Dia pria yang terlihat seperti kepalanya telah lalang, bukan? Dia salah satu dari Ord–‘

‘Ron, shh!’ kata Hermione, sambil memandang ke sekitar mereka dengan ketakutan.

‘Enam bulan di Azkaban!’ bisik Harry, terguncang. ‘Hanya karena mencoba melewati sebuah pintu!’

‘Jangan bodoh, bukan cuma karena mencoba melewati sebuah pintu. Apa yang sedang dilakukannya di Kementerian Sihir pada pukul satu pagi?’ Hermione berkata cepat.

‘Menurutmu dia sedang melakukan sesuatu untuk Order?’ Ron bergumam.

‘Tunggu sebentar …’ kata Harry lambat-lambat. ‘Sturgis seharusnya datang dan mengantar kita, ingat?’

Dua yang lain memandangnya.

‘Yeah, dia seharusnya menjadi bagian dalam pengawalan kita pergi ke King’s Cross, ingat? Dan Moody sangat jengkel karena dia tidak muncul; jadi dia tidak mungkin sedang mengerjakan tugas untuk mereka, bukan?’

‘Well, mungkin mereka tidak berharap dia tertangkap,’ kata Hermione.

‘Mungkin jebakan!’ Ron berseru dengan bersemangat. ‘Tidak — dengarkan!’ dia melanjutkan, sambil merendahkan suaranya dengan dramatis melihat tampang mengancam Hermione. ‘Kementerian mencurigai dia salah satu dari kelompok Dumbledore jadi –aku tak tahu — mereka memikatnya ke Kementerian, dan dia tidak sedang mencoba melewati pintu sama sekali! Mungkin mereka cuma mengarang sesuatu untuk mendapatkan dia!’

Ada jeda selagi Harry dan Hermione mempertimbangkan ini. Harry mengira ini tampak terlalu berlebihan. Hermione, di sisi lain, terlihat agak terkesan.

‘Tahukah kau, aku tidak akan terkejut sama sekali kalau itu benar.’

Dia melipat bagian surat kabarnya sambil berpikir. Ketika Harry meletakkan pisau dan garpunya, dia tampak keluar dari lamunan.

‘Benar, well, kukira pertama kita harus mengerjakan esai untuk Sprout mengenai semak pupuk-sendiri dan kalau kita beruntung kita akan bisa memulai Mantera Inanimatus Conjurus McGonagall sebelum makan siang …’

Harry merasakan sedikit rasa bersalah ketika memikirkan tumpukan pekerjaan rumah yang sedang menantinya di atas, tapi langit biru cerah, dan dia belum naik Fireboltnya selama seminggu …

‘Maksudku, kita bisa mengerjakannya malam ini,’ kata Ron, selagi dia dan Harry berjalan menyusuri halaman yang landari menuju lapangan Quidditch, sapu mereka di atas bahu, dan dengan peringatan menakutkan Hermione bahwa mereka akan gagal di OWL mereka yang masih terngiang di telinga mereka. ‘Dan kita punya besok. Dia terlalu tegang tentang pekerjaan, itu masalahnya …’ Ada jeda dan dia menambahkan, dengan nada sedikit lebih cemas, ‘Apa kaukira dia sungguh-sungguh ketika dia bilang kita tidak boleh menyalin darinya?’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.