Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

bebas.’

‘Tentu saja mereka ingin bebas!’ kata Hermione seketika, walaupun wajahnya berubah warna menjadi merah muda. ‘Jangan berani-berani menyentuh topi-topi itu, Ron!’

Dia berbalik dan pergi. Ron menunggu sampai dia menghilang melalui pintu ke kamar asrama anak perempuan, lalu membersihkan sampah dari topi-topi wol itu.

‘Setidaknya mereka seharusnya melihat apa yang mereka pungut,’ katanya dengan tegas. ‘Lagipula …’ dia menggulung perkamen yang telah ditulisnya dengan judul esai Snape, ‘tak ada gunanya mencoba menyelesaikan ini sekarang, aku tidak bisa melakukannya tanpa Hermione, aku tak punya petunjuk sedikitpun apa yang harus kau lakukan dengan batu bulan, bagaimana denganmu?’

Harry menggelengkan kepalanya, sambil memperhatikan bahwa ketika dia berbuat begitu rasa sakit di pelipis kanannya semakin buruk. Dia memikirkan esai panjang mengenai perang para raksasa dan rasa sakit itu menusuknya dengan tajam. Tahu benar bahwa ketika pagi tibam, dia akan menyesal tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya malam itu, dia menumpukkan buku-bukunya kembali ke dalam tasnya.

‘Aku juga akan tidur.’

Dia melewati Seamus dalam perjalanan ke pintu yang menuju ke kamar asrama, tetapi dia tidak memandangnya. Harry mendapatkan kesan singkat bahwa Seamus telah membuka mulutnya untuk berbicara, tetapi dia bergegas dan mencapai ketenangan yang menyejukkan dari tangga spiral tanpa harus mengalami provokasi lagi.

*

Hari berikutnya diawali sama kelam dan berhujan seperti yang sebelumnya. Hagrid masih absen dari meja guru pada saat makan pagi.

‘Tapi di sisi baiknya, tidak ada Snape hari ini,’ kata Ron menguatkan.

Hermione menguap lebar-lebar dan menuangkan untuk dirinya sendiri sedikit kopi. Dia terlihat agak senang mengenai sesuatu, dan ketika Ron bertanya kepadanya apa yang membuatnya sangat gembira, dia hanya berkata, ‘Topi-topi itu sudah hilang. Kelihatannya para peri-rumah memang ingin kebebasan.’

‘Aku tidak akan terlalu yakin,’ Ron memberitahunya dengan tajam. ‘Benda-benda itu mungkin tidak dianggap pakaian. Mereka tidak terlihat seperti topi bagiku, lebih mirip kandung kemih dari wol.’

Hermione tidak berbicara kepadanya sepannjang pagi.

Kelas ganda Jimat dan Guna-Guna diikuti dengan kelas ganda Transfigurasi. Profesor Flitwick dan Profesor McGonagall keduanya menghabiskan lima belas menit pertama dari pelajaran mereka menguliahi kelas akan pentingnya OWL.

‘Apa yang harus kalian ingat,’ kata Profesor Flitwick kecil sambil mencicit, bertengger seperti biasa di atas setumpuk buku sehingga dia bisa melihat melewati bagian atas mejanya, ‘adalah bahwa ujian-ujian ini mungkin mempengaruhi masa depan kalian bertahun-tahun yang akan datang! Kalau kalian belum memikirkan secara serius mengenai karir kalian, sekarang saatnya. Dan sementara itu, aku takut, kita akan bekerja lebih keras daripada sebelumnya untuk menjamin kalian semua mendapat hasil sesuai kemampuan kalian!’

Mereka lalu menghabiskan lebih dari satu jam mengulang Mantera Pemanggil, yang menurut Profesor Flitwick pasti keluar di OWL mereka, dan dia mengakhiri pelajaran dengan memberi mereka pekerjaan rumah Jimat dan Guna-Guna yang paling banyak dibandingkan sebelumnya.

Keadaannya sama, kalau bukan lebih buruk, di Transfigurasi.

‘Kalian tidak bisa lulus OWL,’ kata Profesor McGonagall dengan murung, ‘tanpa penerapan, latihan, dan belajar yang serius. Aku melihat tidak ada alasan mengapa semua orang di kelas ini tidak bisa mencapai OWL dalam Transfigurasi selama mereka bekerja keras.’ Neville membuat suara sedih kecil tanda tidak percaya. ‘Ya, kamu juga, Longbottom,’ kata Profesor McGonagall. ‘Tidak ada yang salah dengan pekerjaanmu selain kurangnya rasa percaya diri. Jadi … hari ini kita akan mulai dengan Mantera Penghilang. Ini lebih mudah daripada Mantera Pencipta, yang biasanya tidak akan kalian coba sampai tingkat NEWT, tapi mantera ini masih termasuk di antara sihir paling sulit yang akan diujikan kepada kalian pada OWL kalian.’

Dia sangat benar; Harry mendapatkan Mantera Penghilang benar-benar sulit. Pada akhir periode ganda itu dia maupun Ron belum berhasil menghilangkan siput-siput yang mereka gunakan untuk berlatih, walaupun Ron berkata penuh harap bahwa dia mengira siputnya terlihat sedikit lebih pucat. Hermione, di sisi lain, berhasil menghilangkan siputnya pada percobaan ketiga, membuatnya mendapatkan bonus sepuluh poin untuk Gryffindor dari Profesor McGonagall. Dia adalah satu-satunya orang yang tidak diberi pekerjaan rumah; semua orang lainnya disuruh melatih mantera itu di malam hari, siap untuk mencoba lagi pada siput mereka sore berikutnya.

Sekarang setelah merasa agak panik mengenai jumlah pekerjaan rumah yang harus mereka lakukan, Harry dan Ron menghabiskan jam makan siang mereka di perpustakaan mencari kegunaan batu bulan dalam pembuatan ramuan. Masih marah tentang penghinaan Ron pada topi-topi wolnya, Hermione tidak bergabung dengan mereka. Pada saat mereka mencapai Pemeliharaan Satwa Gaib di sore hari, kepala Harry sakit lagi.

Hari menjadi dingin dan berangin, dan ketika mereka berjalan menyusuri lapangan yang melandai menuju kabin Hagrid di tepi Hutan Terlarang, mereka merasakan titik-titik hujan yang terkadang menetes ke wajah mereka. Profesor Grubbly-Plank berdiri menanti kelas itu sekitar sepuluh yard dari pintu depan Hagrid, dengan sebuah meja panjang berpalang di depannya yang sarat dengan ranting. Ketika Harry dan Ron mendekatinya, suara tawa keras terdengar di belakang mereka; sambil berbalik, mereka melihat Draco Malfoy berjalan menuju mereka, dikelilingi oleh kelompok kroni Slytherinnya yang biasa. Jelas dia baru saja mengatakan sesuatu yang sangat lucu, karena Crabbe, Goyle, Pansy Parkinson dan sisanya terus terkikik-kikik sepenuh hati ketika mereka berkumpul di sekitar meja berpalang itu dan, menilai dari cara mereka semua terus memandang Harry, dia bisa menebak subyek gurauan itu tanpa banyak kesulitan.

‘Semua orang di sini?’ salak Profesor Grubbly-Plank, segera setelah semua anak Slytherin dan Gryffindor tiba. ‘Kalau begitu mari mulai. Siapa yang bisa memberitahuku apa sebutan benda-benda ini?’

Dia menunjuk setumpuk ranting di depannya. Tangan Hermione teracung di udara. Di balik punggungnya, Malfoy melakukan imitasi Hermione yang bergigi kelinci melompat naik-turun dengan penuh semangat untuk menjawab pertanyaan. Pansy Parkinson mengeluarkan pekik tertawa yang berubah hampir seketika menjadi jeritan, ketika ranting-ranting di atas meja melompat ke udara dan memperlihatkan diri mereka sendiri yang mirip makhluk pixie kecil yang terbuat dari kayu, masing-masing dengan lengan cokelat menonjol, dua jari mirip ranting di setiap tangan dan sebuah wajah datar mirip kulit kayu dengan sepasang mata kumbang berwarna cokelat yang berkilau.

‘Oooooh!’ kata Parvati dan Lavender, sangat mengesalkan Harry. Siapapun akan berpikir Hagrid belum pernah memperlihatkan kepada mereka makhluk-makhluk mengesankan; memang, cacing Flobber sedikit membosankan, tetapi Salamander san Hippogriff cukup menarik, dan Skrewt Ujung-Meletus mungkin terlalu menarik.

‘Tolong jaga suara kalian, anak-anak!’ kata Profesor Grubbly-Plank dengan tajam, sambil menyebarkan apa yang terlihat seperti beras cokelat di antara makhluk tongkat itu, yang segera berebut makanan. ‘Jadi — ada yang tahu nama makhluk-makhluk ini? Miss Granger?’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.