Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Akan tetapi, kalian akan senang mengetahui bahwa masalah-masalah ini sekarang akan diperbaiki. Kita sekarang akan mengikuti pelajaran sihir pertahanan yang terstruktur dengan hati-hati, berpusatkan pada teori dan disetujui Kementerian tahun ini. Tolong salin yang berikut ini.’

Dia mengetuk papan tulis lagi; pesan pertama menghilang dan digantikan dengan ‘Sasaran Pelajaran’.

Mengerti prinsip-prinsip yang mendasari sihir pertahanan.

Belajar mengenali situasi-situasi di mana sihir pertahanan dapat digunakan secara legal.

Menempatkan penggunaan sihir pertahanan dalam konteks untuk kegunaan praktis.

Selama beberapa menit ruangan penuh dengan suara gesekan pena bulu pada perkamen. Ketika semua orang telah selesai menyalin ketiga sasaran pelajaran Profesor Umbridge dia bertanya, ‘Sudahkah semua orang memiliki salinan Teori Sihir Pertahanan oleh Wilbert Slinkhard?’

Ada gumaman bosan mengiyakan dari seluruh kelas.

‘Kukira kita akan mencoba lagi,’ kata Profesor Umbridge. ‘Ketika aku bertanya kepada kalian, aku ingin kalian menjawab, “Ya, Profesor Umbridge”, atau “Tidak, Profesor Umbridge”. Jadi: sudahkah semua orang memiliki salinan Teori Sihir Pertahanan oelh Wilbert Slinkhard?’

‘Ya, Profesor Umbridge,’ berdering di seluruh ruangan itu.

‘Bagus,’ kata Profesor Umbridge. ‘Aku ingin kalian membalik ke halaman lima dan

membaca “Bab Satu, Dasar-Dasar untuk Pemula”. Tidak perlu berbicara.’

Profesor Umbridge meninggalkan papan tulis dan duduk di kursi di belakang meja guru, sambil mengamati mereka semua dengan seksama dengan mata kataknya yang menggembung. Harry membalik ke halaman lima salinan Teori Sihir nya dan mulai membaca.

Buku itu benar-benar membosankan, hampir seburuk mendengarkan Profesor Binns. Dia merasa konsentrasinya menggelinding pergi; dia segera saja telah membaca baris yang sama setengah lusin kali tanpa memahami lebih dari beberapa kata pertama. Beberapa menit lewat dalam keheningan. Di sebelahnya, Ron sedang menatap ke titik yang sama di halaman itu. Harry melihat ke kanan dan menerima kejutan yang mengeluarkannya dari keadaan jemunya. Hermione bahkan belum membuka salinan Teori Sihir Pertahanannya. Dia sedang menatap lekat-lekat kepada Profesor Umbridge dengan tangan terangkat.

Harry tidak bisa mengingat Hermione pernah tidak membaca ketika diperintahkan, atau bahkan menahan godaan untuk membuka buku apapun yang ada di bawah hidungnya. Dia melihat kepadanya dengan pandangan bertanya, tetapi dia hanya menggelengkan kepala sedikit untuk mengisyaratkan bahwa dia tidak akan menjawab pertanyaan, dan terus menatap Profesor Umbridge, yang melihat dengan ketetapan yang sama ke arah lain.

Namun, setelah beberapa menit lagi berlalu, Harry bukan satu-satunya yang mengamati Hermione. Bab yang harus mereka baca begitu membosankan sehingga lebih banyak lagi orang yang memilih mengamati usaha diam Hermione untuk menarik perhatian Umbridge daripada berjuang terus dengan ‘Dasar-Dasar untuk Pemula’.

Ketika lebih dari setengah anggota kelas menatap Hermione daripada ke buku mereka, Profesor Umbridge tampaknya memutuskan bahwa dia tidak bisa mengabaikan keadaan itu lebih lama lagi.

‘Apakah kamu ingin menanyakan sesuatu tentang bab itu, sayang?’ dia bertanya kepada Hermione, seolah-olah dia baru saja memperhatikannya.

‘Bukan tentang bab itu, tidak,’ kata Hermione.

‘Well, kita baru saja sedang membacanya,’ kata Profesor Umbridge sambil memperlihatkan gigi-giginya yang kecil dan runcing. ‘Kalau kamu punya pertanyaan lain kita bisa membahasnya di akhir kelas.’

‘Saya punya pertanyaan tentang sasaran pelajaran Anda,’ kata Hermione.

Profesor Umbridge menaikkan alisnya.

‘Dan namamu adalah?’

‘Hermione Granger,’ kata Hermione.

‘Well, Miss Granger, kukira sasaran pelajaranku benar-benar jelas kalau kamu membacanya dengan hati-hati,’ kata Profesor Umbridge dengan suara manis yang dibuatbuat.

‘Well, saya kira tidak begitu,’ kata Hermione dengan terus terang. ‘Tidak ada tertulis di sana mengenai menggunakan mantera-mantera pertahanan.’

Ada keheningan singkat di mana banyak anggota kelas itu memalingkan kepala mereka untuk merengut pada tiga sasaran pelajaran yang masih tertulis di papan tulis.

‘Menggunakan mantera-mantera pertahanan?’ Profesor Umbridge mengulangi dengan tawa kecil. ‘Mengapa, aku tidak bisa membayangkan situasi apapun yang akan timbul di ruang kelasku sehingga kalian perlu menggunakan mantera pertahanan, Miss Granger. Kamu tentunya tidak berharap diserang selama kelas?’

‘Kita tidak akan menggunakan sihir?’ Ron berseru keras-keras.

‘Murid-murid mengangkat tangan mereka ketika mereka ingin berbicara di kelas saya, Mr -?’

‘Weasley,’ kata Ron sambil mendorong tangannya ke udara.

Profesor Umbridge, tersenyum lebih lebar lagi, memalingkan punggung kepadanya. Harry dan Hermione segera mengangkat tangan mereka juga. Mata berkantong Profesor Umbridge melekat pada Harry sejenak sebelum dia berbicara kepada Hermione.

‘Ya, Miss Granger? Kamu ingin menanyakan hal lain?’

‘Ya,’ kata Hermione. ‘Tentunya maksud keseluruhan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam adalah untuk mempraktekkan mantera-mantera pertahanan?’

‘Apakaj kamu seorang ahli pendidikan terlatih dari Kementerian, Miss Granger?’ tanya Profesor Umbridge, dengan suara manis palsunya itu.

‘Bukan, tetapi -‘

‘Well, kalau begitu, kutakut kamu tidak memenuhi syarat untuk memutuskan apa “maksud keseluruhan” dari kelas manapun. Para penyihir yang jauh lebih tua dan lebih pintar dari kamu telah menyusun program belajar baru kita. Kamu akan mempelajari mantera-mantera pertahanan dengan cara yang lebih aman dan bebas resiko -‘

‘Apa gunanya itu?’ kata Harry keras-keras. ‘Kalau kita akan diserang, tidak akan -‘ ‘Tangan, Mr Potter!’ seru Profesor Umbridge.

Harry mendorong kepalan tangannya ke udara. Lagi-lagi, Profesor Umbridge langsung

berpaling darinya, tetapi sekarang beberapa orang lain telah mengangkat tangannya juga.

‘Dan namamu adalah?’ Profesor Umbridge berkata kepada Dean.

‘Dean Thomas.’

‘Well, Mr Thomas?’

‘Well, seperti kata Harry, bukankah begitu?’ kata Dean. ‘Kalau kita akan diserang, tidak

akan bebas resiko.”Kuulangi,’ kata Profesor Umbridge sambil tersenyum dengan cara yang sangat

mengesalkan kepada Dean, ‘apakah kamu berharap diserang selama kelasku?’

‘Tidak, tapi -‘

Profesor Umbridge menyelanya. ‘Aku tidak ingin mengkritik cara sesuatu dijalankan di sekolah ini,’ katanya, sebuah senyuman tidak meyakinkan merentangkan mulut lebarnya, ‘tetapi kalian telah dihadapkan kepada beberapa penyihir yang sangat tidak bertanggung jawab di dalam kelas ini, benar-benar sangat tidak bertanggung jawb — tanpa menyebut,’ dia mengeluarkan tawa kecil mengerikan, ‘keturunan campuran yang sangat berbahaya.’

‘Kalau yang Anda maksud Profesor Lupin,’ seru Dean dengan marah, ‘dia yang terbaik yang pernah kami -‘

‘Tangan, Mr Thomas! Seperti yang kukatakan — kalian telah diperkenalkan pada mantera-mantera yang rumit, tidak sesuai untuk kelompok umur kalian dan potensial menimbulkan kematian. Kalian telah ditakut-takuti agar percaya bahwa kalian mungkin menjumpai serangan Ilmu Hitam dua hari sekali -‘

‘Tidak begitu,’ Hermione berkata, ‘kami hanya -‘

‘Tanganmu tidak naik, Miss Granger!’

Hermione mengangkat tangannya. Profesor Umbridge berpaling darinya.

‘Menurut pemahamanku para pendahuluku bukan hanya menggunakan kutukan

kutukan ilegal di depan kalian, dia bahkan menggunakannya kepada kalian.’

‘Well, dia ternyata seorang maniak, bukan?’ kata Dean dengan marah. ‘Asal Anda tahu, kami masih belajar banyak.’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.