Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Molly,’ kata Lupin dengan suram, sambil berjalan ke arahnya. ‘Molly, jangan …’

Detik berikutnya, dia menangis sepuas hati di bahu Lupin.

‘Molly, itu hanya Boggart,’ katanya menenangkan, sambil menepuk-nepuk kepalanya. ‘Hanya Boggart bodoh …’

‘Aku melihat mereka m — m — mati setiap kali!’ Mrs Weasley mengerang ke bahunya. ‘Setiap k — k — kali! Aku b — b — bermimpi tentang hal itu …’

Sirius sedang menatap potongan karpet tempat Boggart, yang berpura-pura sebagai mayat Harry, berada tadi. Moody sedang memandang Harry, yang menghindari tatapannya. Dia punya perasaan aneh bahwa mata sihir Moody telah mengikutinya sepanjang jalan dari dapur itu.

‘J — j — jangan beritahu Arthur,’ Mrs Weasley bernapas tertahan sekarang, sambil menyeka matanya dengan kalut dengan ujung lengan bajunya. ‘Aku t — t — tak mau dia tahu … bersikap tolol …’

Lupin memberikan kepadanya sebuah sapu tangan dan dia meniup hidungnya.

‘Harry, aku sangat menyesal. Apa yang pasti kaupikirkan tentang diriku?’ dia berkata gemetaran. ‘Bahkan tidak bisa mengenyahkan Boggart …’

‘Jangan bodoh,’ kata Harry, sambil mencoba tersenyum.

‘Aku hanya b — b — begitu khawatir,’ katanya, air mata bercucuran dari matanya lagi. ‘Setengah dari keluarga ada dalam Order, p — p –pastilah keajaiban kalau kami semua selamat melewati ini … dan P — P — Percy tidak mau bicara dengan kami … bagaimana kalau sesuatu yang m –m — mengerikan terjadi dan kami tidak akan pernah b — b -berbaikan dengannya? Dan apa yang akan terjadi kalau Arthur dan aku terbunuh, siapa yang akan menjaga Ron dan Ginny?’

‘Molly, sudah cukup,’ kata Lupin dengan tegas. ‘Ini tidak seperti terakhir kali. Order sudah lebih siap, kita mulai duluan, kita tahu apa yang sedang direncanakan Voldemort -‘

Mrs Weasley mengeluarkan cicit ketakutan kecil ketika mendengar nama itu.

‘Oh, Molly, ayolah, sudah waktunya kamu terbiasa mendengar namanya — lihat, aku tidak bisa menjanjikan bahwa tak seorangpun akan terluka, tidak ada yang bisa menjanjikan itu, tapi kita jauh lebih baik daripada terakhir kali. Kamu tidak ada dalam Order saat itu, kamu tidak mengerti. Terakhir kali kami kalah jumlah dua puluh lawan satu oleh para Pelahap Maut dan mereka mengerjai kami satu demi satu …’

Harry memikirkan foto itu lagi, wajah-wajah orang tuanya yang tersenyum. Dia tahu Moody masih mengamatinya.

‘Jangan khawatir tentang Percy,’ kata Sirius dengan kasar. ‘Dia akan sadar. Hanya masalah waktu sebelum Voldemort bergerak terang-terangan; sekali dia melakukan itu, seluruh Kementerian akan memohon kita untuk memaafkan mereka. Dan aku tidak yakin aku akan menerima permintaan maaf mereka,’ dia menambahkan dengan getir.

‘Dan mengenai siapa yang akan menjaga Ron dan Ginnya kalau kamu dan Arthur mati,’ kata Lupin sambil tersenyum sedikit, ‘apa yang kaukira akan kami lakukan, membiarkan mereka kelaparan?’

Mrs Weasley tersenyum dengan gemetar.

‘Bersikap tolol,’ dia bergumam lagi, sambil menyeka matanya.

Tetapi Harry, ketika menutup pintu kamar tidurnya sekitar sepuluh menit kemudian, tidak bisa berpikir bahwa Mrs Weasley tolol. Dia masih bisa melihat orang tuanya tersenyum kepadanya dari foto tua yang compang-camping itu, tidak menyadari bahwa hidup mereka, seperti begitu banyak orang yang mengelilingi mereka, sedang menuju akhirnya. Citra Boggart yang berlagak seperti mayat dari tiap-tiap anggota keluarga Weasley secara bergantian terus berkelebat di depan matanya.

Tanpa peringatan, bekas luka di dahinya membakar dengan menyakitkan lagi dan perutnya terkocok dengan mengerikan.

‘Hentikan,’ katanya dengan tegas, sambil menggosok bekas luka itu ketika rasa sakit mereda.

‘Tanda kegilaan pertama, berbicara dengan kepalamu sendiri,’ kata sebuah suara licik dari lukisan kosong di dinding.

Harry mengabaikannya. Dia merasa lebih tua daripada yang pernah dirasakannya seumur hidup dan tampaknya luar biasa bagi dirinya bahwa belum satu jam yang lalu dia mengkhawatirkan tentang sebuah toko lelucon dan siapa yang mendapatkan lencana prefek.

 

Bab 10:

Luna Lovegood

Harry mengalami tidur yang tidak lelap. Orang tuanya keluar masuk dari mimpinya, tidak pernah berbicara; Mrs Weasley menangisi jasad Kreacher, dipandangi Ron dan Hermione yang sedang memakai mahkota, dan sekali lagi Harry menemukan dirinya berjalan menyusuri sebuah koridor yang berakhir pada sebuah pintu terkunci. Dia terbangun tiba-tiba dengan bekas lukanya menusuk-nusuk dan menemukan Ron telah selesai berpakaian dan sedang berbicara kepadanya.

‘… lebih baik bergegas, Mom akan marah-marah, dia bilang kita akan ketinggalan kereta api …’

Ada banyak keributan di dalam rumah. Dari apa yang didengarnya sewaktu dia berpakaian secepat kilat, Harry mengetahui bahwa Fred dan George telah menyihir koper-koper mereka untuk terbang menuruni tangga untuk menghindari kerepotan membawanya, dengan hasil mereka meluncur lansung ke arah Ginny dan menjatuhkannya dua tingkat anak tangga ke aula; Mrs Black dan Mrs Weasley samasama berteriak sekuat-kuatnya.

‘– BISA SAJA MENYEBABKANNYA LUKA PARAH, KALIAN IDIOT –‘

‘– TURUNAN-CAMPURAN KOTOR, MENODAI RUMAH NENEK MOYANGKU –‘

Hermione bergegas masuk ke dalam ruangan tampak bingung, persis ketika Harry sedang memakai celana olahraganya. Hedwig sedang berayun di bahunya, dan dia menggendong Crookshanks yang menggeliat di lengannya.

‘Mum dan Dad baru saja mengirim Hedwig balik.’ Burung hantu itu berkedip patuh dan bertengger di puncak sangkarnya, ‘Sudah siap?’

‘Hampir. Apakah Ginny baik-baik saja?’ Harry bertanya, sambil mendorong kacamatanya.

‘Mrs Weasley sudah mengobatinya,’ kata Hermione. ‘Tapi sekarang Mad-Eye mengeluh bahwa kita tidak bisa berangkat kecuali Sturgis Podmore ada di sini, kalau tidak pengawalnya akan kurang satu.’

‘Pengawal?’ kata Harry. ‘Kita harus pergi ke King’s Cross dengan seorang pengawal?’

‘Kamu yang harus pergi ke King’s Cross dengan seorang pengawal,’ Hermione mengkoreksinya.

‘Kenapa?’ kata Harry tidak senang. ‘Kupikir Voldermort seharusnya bersembunyi, atau apa kamu akan memberitahuku bahwa dia akan melompat keluar dari belakang sebuah tong sampah untuk mencoba membunuhku?’

‘Aku tidak tahu, itu cuma yang dibilang Mad-Eye,’ kata Hermione kacau, sambil melihat ke jam tangannya, ‘tetapi kalau kita tidak segera berangkat kita pasti akan ketinggalan kereta api …’

‘BISAKAH KALIAN SEMUA TURUN KE SINI SEKARANG JUGA!’ Mrs Weasley berteriak dan Hermione terlonjak seakan-akan terbakar dan bergegas ke luar ruangan. Harry menyambar Hedwig, menjejalkannya tanpa basa-basi ke dalam kandangnya, dan turun ke bawah mengejar Hermione, sambil menyeret kopernya.

Potret Mrs Black sedang melolong marah tetapi tak seorangpun repot-repot menutup tirainya; semua keributan di aula pastilah akan membangunkannya lagi.

‘Harry, kamu ikut denganku dan Tonks,’ teriak Mrs Weasley — melawan pekikan yang diulang-ulang ‘DARAH LUMPUR! SAMPAH! MAKHLUK-MAKHLUK KOTOR!’ -‘Tinggalkan kopermu dan burung hantumu, Alastor akan mengurus barang bawaan … oh, demi Tuhan, Sirius, Dumbledore bilang jangan!’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.