Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

Di tengah aula ada sebuah air mancur. Sekelompok patung keemasan, berukuran lebih besar dari aslinya, berdiri di tengah sebuah kolam melingkar. Yang tertinggi dari mereka semua adalah seorang penyihir pria yang tampak mulai dengan tongkatnya yang menunjuk tegak ke udara. Berkelompok di sekitarnya ada seorang penyihir wanita cantik, centaur, goblin dan peri-rumah. Tiga yang terakhir sedang memandang ke atas dengan penuh pemujaan kepada si penyihir wanita dan pria. Semburan air yang berkilauan terbang dari ujung-ujung tongkat mereka, ujung anak panah si centaur, puncak topi si goblin dan dari tiap-tiap telinga si peri-rumah, sehingga suara air jatuh yang berdenting ditambahkan ke suara pop dan crack orang-orang yang ber-Apparate dan suara bising langkah-langkah kaki ketika ratusan penyihir wanita dan pria, kebanyakan memiliki tampang pagi yang murung, berjalan menuju serangkaian gerbang keemasan di ujung jauh dari aula itu.

‘Lewat sini,’ kata Mr Weasley.

Mereka bergabung dengan gerombolan, mengambil jalan di antara para pekerja Kementerian, beberapa di antaranya membawa tumpukan-tumpukan perkamen, yang lain membawa tas-tas kerja yang penyok; yang lainnya lagi sedang membaca Daily Prophet selagi berjalan. Ketika mereka melewati air mancur itu Harry melihat Sickle-Sickle perak dan Knut-Knut tembaga berkilauan ke arahnya dari dasar kolam. Tanda corengan kecil di sampingnya bertuliskan:

SEMUA PEMASUKAN DARI AIR MANCUR PERSAUDARAAN SIHIR AKAN DIBERIKAN

KEPADA RUMAH SAKIT ST MUNGO UNTUK PENYAKIT DAN LUKA SIHIR

Kalau aku tidak dikeluarkan dari Hogwarts, aku akan memasukkan sepuluh Galleon, Harry menemukan dirinya berpikir dengan putus asa.

‘Sebelah sini, Harry,’ kata Mr Weasley, dan mereka melangkah keluar dari aliran pegawai Kementerian yang menuju gerbang-gerbang keemasan itu. Duduk di meja di sebelah kiri, di bawah tanda yang bertuliskan Keamanan, seorang penyihir yang cukurannya jelek dalam jubah biru merak melihat ke atas ketika mereka mendekat dan meletakkan Daily Prophetnya.

‘Aku mengawal seorang tamu,’ kata Mr Weasley sambil memberi isyarat kepada Harry.

‘Melangkahlah ke sini,’ kata penyihir itu dengan suara bosan.

Harry berjalan lebih dekat kepadanya dan penyihir itu memegang sebuah tongkat keemasan panjang yang tipis dan luwes seperti antena mobil, dan melewatkannya ke atas dan ke bawah bagian depan dan belakang tubuh Harry.

‘Tongkat,’ gerutu penyihir keamanan kepada Harry sambil meletakkan instrumen keemasan itu dan mengulurkan tangannya.

Harry mengeluarkan tongkatnya. Penyihir itu menjatuhkannya ke sebuah instrumen kuningan aneh, yang tampak seperti satu set timbangan dengan hanya satu piring. Instrumen itu mulai bergetar. Secarik perkamen panjang keluar dengan cepat dari lubang di dasarnya. Penyihir itu mengoyaknya dan membaca tulisan di atasnya.

‘Sebelas inci, inti bulu phoenix, telah digunakan selama empat tahun. Itu benar?’

‘Ya,’ kata Harry dengan gugup.

‘Akan kusimpan ini,’ kata penyihir itu, sambil menusukkan perkamen itu ke sebuah paku besar kuningan. ‘Kau mendapatkan ini kembali,’ tambahnya sambil mendesakkan tongkat itu kepada Harry.

‘Terima kasih.’

‘Tunggu dulu …’ kata si penyihir pelan-pelan.

Matanya telah beralih dari lencana pengunjung perak di dada Harry ke dahinya.

‘Terima kasih, Eric,’ kata Mr Weasley dengan tegas, dan sambil mencengkeram bahu Harry dia menuntunnya menjauh dari meja itu dan kembali ke aliran penyihir pria dan wanita yang sedang berjalan melalui gerbang-gerbang keemasan.

Agak terdesak oleh kerumunan, Harry mengikuti Mr Weasley melalui gerbanggerbang itu ke dalam aula yang lebih kecil di belakangnya, di mana setidaknya dua puluh lift berdiri di belakang jeruji-jeruji keemasan yang ditempa. Di dekatnya, berdiri seorang penyihir besar berjanggut yang memegang sebuah kotak karton besar yang mengeluarkan suara-suara parau.

‘Baik-baik saja, Arthur?’ kata si penyihir, sambil mengangguk kepada Mr Weasley.

‘Apa yang kau punya di sana, Bob?’ tanya Mr Weasley, sambil melihat ke kotak itu.

‘Kami tidak yakin,’ kata penyihir itu dengan serius. ‘Kami kira ayam kampung standar sampai dia mulai mengeluarkan napas api. Bagiku kelihatannya seperti penyimpangan serius dari Larangan Pembiakan Eksperimental.’

Dengan suara gemerincing dan berisik sebuah lift turun ke depan mereka; jeruji keemasannya bergeser membuka dan Harry dan Mr Weasley melangkah masuk ke dalam lift dengan sisa kerumunan dan Harry menemukan dirinya terdesak di dinding belakang.

Beberapa penyihir wanita dan pria sedang memandanginya dengan rasa ingin tahu; dia menatap kakinya untuk menghindari pandangan siapapun, sambil meratakan poninya. Jeruji-jeruji bergeser tertutup dengan suara benturan dan lift itu naik pelan-pelan, rantairantai berderak, sementara suara wanita tenang yang sama seperti yang didengar Harry dalam kotak telepon terdengar lagi.

‘Tingkat Tujuh, Departemen Permainan dan Olahraga Sihir, tergabung dengan Markas Besar Liga Quidditch Inggris dan Irlandia, Klub Gobstones Resmi dan Kantor Paten Menggelikan.’

Pintu-pintu lift membuka. Harry melihat sekilas sebuah koridor yang tampak tidak rapi, dengan berbagai poster tim-tim Quidditch yang dipakukan miring di dinding. Salah satu penyihir di lift, yang sedang membawa satu lengan penuh sapu, keluar dengan susah payah dan menghilang ke koridor. Pintu menutup, lift berguncang naik lagi dan suara wanita tersebut mengumumkan.

‘Tingkat enam, Departemen Transportasi Sihir, tergabung dengan Kekuasaan Jaringan Floo, Pengendalian Peraturan Sapu, Kantor Portkey dan Pusat Pengujian Aparrasi.’

Sekali lagi pintu-pintu lift terbuka dan empat atau lima orang penyihir wanita dan pria keluar; pada saat yang sama, beberapa pesawat terbang kertas meluncur masuk ke dalam lift. Harry memandangi mereka ketika mereka mengepak-ngepak pelan di atas kepalanya; berwarna violet pucat dan dia bisa melihat Kementerian Sihir dicapkan di tepi sayapsayap mereka.

‘Cuma memo antar-departemen,’ Mr Weasley bergumam kepadanya. ‘Kami dulu menggunakan burung hantu, tapi kotornya tidak tanggung … kotoran binatang di semua meja …’

Ketika mereka berdentang naik lagi memo-memo itu berkepak di sekitas lampu yang berayun dari langit-langit lift.

‘Tingkat lima, Departemen Kerja-Sama Sihir Internasional, tergabung dengan Badan Standar Perdagangan Sihir Internasional, Kantor Hukum Sihir Internasional dan Konfederasi Penyihir Internasional, Kedudukan Inggris.’

Ketika pintu terbuka, dua di antara memo-memo tersebut meluncur keluar bersama beberapa penyihir wanita dan pria, tapi beberapa memo meluncur masuk, sehingga cahaya lampu berkelap-kelip di atas kepala ketika memo-memo itu terbang di sekitarnya.

‘Tingkat Empat, Departemen Peraturan dan Pengendalian Makhluk Sihir, tergabung dengan Divisi Makhluk Buas, Jejadian dan Roh, Kantor Hubungan Goblin dan Biro Penasihat Hama.’

‘P’misi,’ kata penyihir pria yang membawa ayam yang mengeluarkan napas api dan dia meninggalkan lift sambil dikejar oleh sekelompok kecil memo. Pintu-pintu berdentang menutup lagi.

‘Tingkat Tiga, Departemen Kecelakaan dan Bencana Sihir, termasuk Regu Pembalik Kecelakaan Sihir, Markas Besar Pengubah Memori dan Komite Pembuat Alasan Muggle.’

Semua orang meninggalkan lift pada lantai ini kecuali Mr Weasley, Harry dan seorang penyihir wnaita yang sedang membaca sepotong perkamen yang luar biasa panjangnya sehingga sampai menjulur ke lantai. Memo-memo yang tersisa terus membumbung di sekitar lampu selagi lift berguncang naik lagi, lalu pintu-pintu membuka dan suara itu mengeluarkan pengumuman.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.