Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

Tetapi kapan mereka akan berjumpa dengannya? Tidak seorangpun tampak cukup repot untuk mengatakan tanggal pastinya. Hermione telah menulis tergesa-gesa Kuharap kita akan berjumpa segera di dalam kartu ulang tahunnya, tetapi seberapa cepatkah segera itu? Sejauh yang dapat diketahui Harry dari petunjuk-petunjuk samar dalam surat-surat mereka, Hermione dan Ron berada di tempat yang sama, mungkin di rumah orang tua Ron. Dia hampir tidak tahan berpikir bahwa keduanya bersenang-senang di The Burrow ketika dirinya terperangkap di Privet Drive. Kenyataannya, dia sangat marah kepada mereka sehingga dia membuang, tanpa dibuka terlebih dahulu, dua kotak cokelat Honeydukes yang telah mereka kirimkan kepadanya pada ulang tahunnya. Dia menyesali hal itu kemudian, setelah memakan salad layu yang disediakan Bibi Petunia untuk makan malam pada malam tersebut.

Dan apa yang disibukkan Ron dan Hermione? Mengapa dia, Harry, tidak sibuk? Tidakkah dia telah membuktikan diri mampu menghadapi jauh lebih banyak daripada mereka? Apakah mereka semua telah melupakan apa yang telah dia lakukan? Bukankan dia yang telah memasuki pemakaman itu, dan menyaksikan Cedric dibunuh, dan telah diikat pada batu nisan itu dan hampir terbunuh?

Jangan memikirkan hal itu, kata Harry dengan tegas kepada dirinya sendiri. Sudah cukup buruk bahwa dia terus mengunjungi kembali pemakaman itu dalam mimpi-mimpi buruknya, tanpa harus menghadapi hal itu juga pada saat-saat dia terbangun.

Dia membelok di sudut ke Magnolia Crescent; di tengah jalan dia melewati gang sempit di sebelah sebuah garasi di mana dia pertama kali berjumpa dengan ayah angkatnya. Sirius, setidaknya, tampaknya mengerti bagaimana perasaan Harry. Memang, surat-suratnya sama kosongnya akan berita yang pantas dengan surat-surat Ron dan Hermione, tetapi setidaknya mereka mengandung kata-kata peringatan dan penghiburan bukannya petunjuk-petunjuk yang menggoda: Aku tahu ini pasti membuatmu frustrasi … Jaga sikapmu dan semuanya akan baik-baik saja … Berhati-hatilah dan jangan melakukan apapun dengan gegabah …

Well, pikir Harry, sementara dia menyeberangi Magnolia Crescent, membelok ke Magnolia Road dan menuju taman bermain yang semakin gelap, dia telah (kurang lebih) melakukan apa yang dinasehati Sirius. Setidaknya dia telah melawan godaan untuk mengikat kopernya ke sapunya dan terbang ke The Burrow sendiri. Bahkan, Harry menganggap perilakunya sangat baik mengingat betapa frustrasi dan marah perasaannya terperangkap di Privet Drive begitu lama, harus bersembunyi di bedeng bunga dengan harapan mendengar apa yang sedang dilakukan Lord Voldermort. Walaupun begitu, rasanya agak menyakitkan disuruh jangan gegabah oleh orang yang telah menjalani dua belas tahun di penjara sihir, Azkaban, meloloskan diri, mencoba melaksanakan pembunuhan yang dituduhkan kepadanya sejak awal, lalu melarikan diri dengan Hipprogriff curian.

Harry melompati gerbang taman yang terkunci dan menyeberangi rumput kering. Taman itu kosong seperti jalan-jalan di sekelilingnya. Ketika dia sampai di ayunan dia menjatuhkan diri ke satu-satunya yang belum dirusak Dudley dan teman-temannya, melingkarkan satu lengan pada rantainya, dan menatap tanah dengan murung. Dia tidak akan bisa lagi bersembunyi di bedeng bunga. Besok dia harus mencari cara baru mendengarkan warta berita. Sementara itu, dia tidak memiliki hal lain untuk dinantikan, kecuali malam yang penuh kegelisahan, bahkan ketika dia lolos dari mimpi-mimpi buruk mengenai Cedric, dia mengalami mimpi-mimpi yang berubah-ubah, yang dipenuhi dengan koridor-koridor panjang yang gelap, semuanya berakhir dengan jalan-jalan buntu dan pintu-pintu terkunci, yang dianggapnya berhubungan dengan perasaan terperangkap yang dirasakannya ketika terbangun.

Seringkali bekas luka lamanya menusuk-nusuk menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi dia tidak membodohi diri sendiri bahwa Ron atau Hermione atau Sirius masih menganggap hal itu menarik. Di masa lalu, bekas lukanya yang sakit telah memberi peringatan bahwa Voldermort bertambah kuat lagi, tetapi sekarang karena Voldermort telah kembali mereka mungkin akan mengingatkan dirinya bahwa gangguan teratur hanyalah sesuatu yang telah diharapkan … tidak ada yang perlu dikhawatirkan … berita lama …

Ketidakadilan semuanya itu menumpuk dalam dirinya sehingga dia ingin berteriak karena marah. Jika bukan karena dirinya, bahkan tidak akan ada yang tahu bahwa Voldermort sudah kembali! Dan ganjaran baginya adalah terperangkap di Little Whinging selama empat minggu penuh, sama sekali terputus dari dunia sihir, harus berjongkok di antara bunga-bunga begonia yang mulai layu sehingga dia dapat mendengar mengenai berang-berang yang berski-air! Bagaimana Dumbledore dapat melupakan dirinya dengan begitu mudahnya? Mengapa Ron dan Hermione berkumpul tanpa mengundangnya juga? Berapa lama lagi dia harus menerima Sirius menyuruhnya untuk duduk dengan baik dan menjadi anak yang baik; atau menahan godaan untuk menulis kepada Daily Prophet bodoh itu dan menunjukkan bahwa Voldermort telah kembali? Pikiran-pikiran penuh amarah ini berpusar dalam pikiran Harry, dan bagian dalam tubuhnya menggeliat dengan rasa marah sementara malam yang panas dan pengap dan selembut beludru menyelimuti dirinya, udara penuh dengan bau rumput yang hangat dan kering, dan satu-satunya suara yang ada hanyalah suara rendah dari lalu lintas di jalan di luar jeruji taman.

Dia tidak tahu berapa lama dia telah duduk di ayunan itu sebelum suara percakapan menghentikan renungannya dan dia melihat ke atas. Lampu-lampu jalan dari jalan-jalan di sekitar menyorotkan cahaya menyerupai kabut yang cukup kuat untuk menampakkan siluet sekelompok orang yang sedang menyeberangi taman. Salah satunya sedang menyanyikan sebuah lagu sederhana dengan bising. Yang lainnya sedang tertawa. Suara detik lemah datang dari beberapa sepeda balap mahal yang sedang mereka setir.

Harry tahu siapa orang-orang itu. Figur di depan tak salah lagi adalah sepupunya, Dudley Dursley, sedang berjalan pulang, ditemani oleh gengnya yang setia.

Dudley masih segemuk dulu, tetapi satu tahun berdiet keras dan penemuan bakat baru telah membuat cukup banyak perubahan pada fisiknya. Seperti yang diceritakan Paman Vernon kepada siapapun yang akan mendengarkan, Dudley baru-baru ini telah menjadi Juara Tinju Kelas Berat Antar-Sekolah Junior dari daerah Tenggara. ‘Olah raga mulia’ seperti yang disebut Paman Vernon, telah menjadikan Dudley bahkan lebih berbahaya daripada yang dirasakan Harry di masa-masa sekolah dasar mereka ketika dia menjadi karung tinju Dudley yang pertama. Harry sama sekali tidak takut kepada sepupunya lagi tetapi dia masih berpikir bahwa Dudley belajar peninju lebih keras dan lebih akurat bukanlah merupakan sesuatu yang harus dirayakan. Anak-anak di lingkungan sekitar semuanya takut kepadanya — bahkan lebih takut daripada kepada ‘bocah Potter itu’ yang, mereka telah diperingatkan, merupakan anak nakal yang tidak pernah kapok dan bersekolah di Pusat Rehabilitasi bagi Anak-Anak Kriminal Tidak Tertolong St Brutus.

Harry menyaksikan figur-figur gelap itu menyeberangi rumput dan bertanya-tanya siapa yang telah mereka pukuli malam ini. Lihat sekeliling, Harry menemukan dirinya berpikir selagi dia memperhatikan mereka. Ayolah … lihat sekeliling … aku sedang duduk di sini sendirian … datang dan hadapilah …

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.