Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Kami ingin bereksperimen dengan bisa Doxy untuk Kotak Makanan Pembolos kami,’ George memberitahu Harry dengan suara rendah.

Sambil menyemprot dua Doxy dengan sekali semprot ketika mereka membumbung langsung ke hidungnya, Harry bergerak lebih dekat ke George dan bergumam dari sudut mulutnya, ‘Apa itu Kotak Makanan Pembolos?’

‘Pilihan permen untuk membuatmu sakit,’ George berbisik, sambil memandang punggung Mrs Weasley dengan waspada. ‘Bukan benar-benar sakit, tahu, hanya cukup sakit untuk keluar dari kelas kalau kau mau. Fred dan aku telah mengembangkannya sepanjang musim panas ini. Permen-permen itu berujung ganda, diberi kode warna dan bisa dikunyah. Kalau kau makan bagian yang jingga dari Pastilles Muntah, kau akan muntah. Saat kau telah didorong keluar dari pelajaran ke sayap rumah sakit, kau telan bagian yang ungu –‘

‘”–yang memulihkan kesehatanmu, memungkinkanmu mengejar kegiatan luang pilihanmu sendiri selama satu jam yang seharusnya terbuang untuk kebosanan yang tidak menguntungkan.” Itu yang kami taruh di iklannya.’ bisik Fred, yang telah menepi dari pandangan Mrs Weasley dan sekarang sedang menyapu beberapa Doxy dari lantai dan menambahkan mereka ke dalam kantongnya. ‘Tapi mereka masih perlu sedikit kerja. Saat ini para penguji kami masih mengalami kesulitan menghentikan diri mereka muntah cukup lama untuk menelan ujung ungu.’

‘Para penguji?’

‘Kami sendiri,’ kata Fred. ‘Kami memakainya bergantian. George makan Manisan Pingsan — kami berdua mencoba Gula-Gula Mimisan –‘

‘Mum mengira kami habis berduel,’ kata George.

‘Kalau begitu, toko leluconnya masih jalan?’ Harry bergumam, sambil berpura-pura menyesuaikan ujung penyemprot pada semprotannya.

‘Well, kami masih belum berkesempatan untuk mendapatkan tempat usaha,’ kata Fred, sambil menurunkan suaranya lebih rendah lagi ketika Mrs Weasley menyeka alis dengan scarfnya sebelum melanjutkan penyerangan, ‘jadi saat ini kami menjalankannya sebagai usaha pesanan lewat pos. Kami menaruh iklan di Daily Prophet minggu lalu.’

‘Semuanya berkat kau, sobat,’ kata George. ‘Tapi jangan kuatir … Mum tidak tahu sedikitpun. Dia tidak membaca Daily Prophet lagi, kar’na menceritakan berita-berita bohong mengenaimu dan Dumbledore.’

Harry nyengir. Dia telah memaksa si kembar Weasley mengambil hadiah uang seribu Galleon yang telah dimenangkannya dalam Turnamen Triwizard untuk membantu mereka mewujudkan ambisi mereka untuk membuka sebuah toko lelucon, tetapi dia masih senang mengetahui bahwa bagiannya dalam memajukan rencana mereka belum diketahui oleh Mrs Weasley. Dia tidak berpikir menjalankan sebuah toko lelucon merupakan karir yang pantas bagi dua anaknya.

Penghilangan Doxy dari tirai-tirai berlangsung sepanjang pagi itu. Sudah lewat tengah hari ketika Mrs Weasley akhirnya melepaskan scarf pelindungnya, terhenyak ke kursi berlengan dan melompat bangkit lagi dengan jeritan jijik, karena telah menduduki sekantong tikus mati. Tirai-tirai tidak lagi berdesing; mereka bergantung lemas dan lembab dari penyemprotan habis-habisan. Di kaki mereka terletak Doxy-Doxy tidak sadar yang terjejal di dalam ember di samping semangkok telur hitam mereka, yang sedang diendusi Crookshanks dan Fred dan George sedang saling memandang dengan pandangan tamak.

‘Kukira kita akan mengerjakan yang itu sehabis makan siang,’ Mrs Weasley menunjuk kepada lemari-lemari berpintu kaca yang berdebu yang terletak di kedua sisi rak perapian. Lemari-lemari itu penuh dengan aneka benda aneh; pilihan belati berkarat, cakar, kulit ular yang bergulung, sejumlah kotak perak pudar yang diberi tulisan dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti Harry dan, yang paling tidak menyenangkan dari semuanya, sebuah botol kristal berhias dengan sebuah batu opal besar yang ditempatkan pada penutupnya, penuh dengan apa yang Harry yakini sebagai darah.

Bel pintu yang berkelontang berbunyi lagi. Semua orang memandang kepada Mrs Weasley.

‘Tetap di sini,’ dia berkata dengan tegas, sambil menyambar kantong tikus itu selagi pekikan Mrs Black mulai lagi di bawah. ‘Aku akan membawakan beberapa roti isi.’

Dia meninggalkan ruangan, menutup pintu dengan hati-hati di belakangnya. Seketika, semua orang menyerbu ke jendela untuk melihat ke bawah ke ambang pintu. Mereka bisa melihat puncak dari sebuah kepala merah kekuningan yang tidak terurus dan setumpuk kuali yang keseimbangannya sangat genting.

‘Mundungus!’ kata Hermione. ‘Untuk apa dia membawa kuali-kuali itu?’

‘Mungkin mencari tempat yang aman untuk menyimpannya,’ kata Harry. ‘Bukankah itu yang dia lakukan pada malam dia seharusnya mengekoriku? Mengambil kuali-kuali itu?’

‘Yeah, kau benar!’ kata Fred, ketika pintu depan terbuka; Mundungus menyeret kualikualinya melalui pintu dan menghilang dari pandangan. ‘Ya ampun, Mum tidak akan menyukainya …’

Dia dan George menyeberang ke pintu dan berdiri di sampingnya, sambil mendengarkan dengan seksama. Jeritan Mrs Black telah berhenti.

‘Mundungus sedang berbicara dengan Sirius dan Kingsley,’ Fred bergumam, sambil merengut penuh konsntrasi. ‘Tidak bisa dengar dengan jelas … menurutmu kita bisa mengambil resiko dengan Telinga Yang-Dapat-Dipanjangkan?’

‘Mungkin berharga,’ kata George. ‘Aku bisa menyelinap ke atas dan mengambil sepasang –‘

Tetapi pada saat itu juga ada suara ledakan dari bawah yang membuat Telinga YangDapat-Dipanjangkan tidak diperlukan lagi. Mereka semua dapat mendengar dengan jelas apa yang sedang diteriakkan Mrs Weasley pada puncak suaranya.

‘KITA TIDAK MENJALANKAN RUMAH PERSEMBUNYIAN UNTUK BARANG-BARANG CURIAN!’

‘Aku suka mendengar Mum berteriak kepada orang lain,’ kata Fred, dengan senyum kepuasan di wajahnya ketika dia membuka pintu sekitar satu inci untuk membiarkan suara Mrs Weasley memasuki ruangan itu dengan lebih baik, ‘benar-benar perubahan yang sangat baik.’

‘– BENAR-BENAR TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, SEAKAN-AKAN KITA BELUM PUNYA CUKUP MASALAH UNTUK DIKHAWATIRKAN TANPA KAMU MENYERET KUALI-KUALI CURIAN KE DALAM RUMAH –‘

‘Para idiot itu membiarkannya berlarut-larut,’ kata George, sambil menggelengkan kepalanya. ‘Kau harus mengalihkannya dari awal kalau tidak dia akan menambah kekuatan dan berteriak terus selama berjam-jam. Dan dia sudah sangat ingin memarahi Mundungus sejak dia menyelinap pergi sewaktu seharusnya mengikutimu, Harry — dan ibunya Sirius mulai lagi –‘

Suara Mrs Weasley tertelan oleh jeritan dan pekikan baru yang datang dari potretpotret di aula.

George bergerak menutup pintu untuk menenggelamkan keributan itu, tetapi sebelum dia bisa melakukannya, seorang peri-rumah memasuki ruangan itu.

Kecuali kain rombengan kotor yang diikat seperti cawat di sekitar bagian tengahnya, dia benar-benar telanjang. Kelihatannya sangat tua. Kulitnya terlihat beberapa kali lebih besar bagi dirinya dan, walaupun dia botak seperti semua peri-rumah, ada sejumlah rambut putih yang tumbuh mencuat dari telinga besarnya yang seperti telinga kelelawar. Matanya yang berwarna kelabu berair dan pembuluh darahnya tampak dan hidungnya yang penuh daging besaar dan mirip moncong.

Peri itu sama sekali tidak memperhatikan Harry dan yang lain. Bertindak seakan-akan dia tidak bisa melihat mereka, dia bergerak dengan bungkuk, pelan-pelan dan pasti, menuju ujung jauh dari ruangan itu, sambil bergumam pelan dalam suara serak dan dalam seperti katak.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.